Elang Bersama Sayap Yang Patah

Elang Bersama Sayap Yang Patah
Bab.25


__ADS_3

Tak terasa malam pun tiba, Saras sudah menunggu kedatangan Louis. Dia tersenyum miring menatap foto tersebut, tak lama suara deru mobil terdengar dengan segera Saras menyambut suami tercintanya.


"Akhirnya, kamu sudah pulang sayang." Saras mencium pipi Louis, membuat Louis mengerutkan keningnya merasa heran dengan tingkah Saras. Biasanya dia hanya menyambutnya biasa saja, tak seantusias sekarang.


"Ada apa, pasti ada maunya?" tanya Louis yang sudah tahu betul sifat Saras, Saras pun tersenyum manis. Dia mengajak Louis ke kamar lebih dulu, menyiapkan semua kebutuhan mandi sang suami.


"Mandilah dulu, nanti kita bicara." Kata Saras, dijawab anggukan oleh Louis.


Sepuluh menit berlalu, Louis sudah selesai dengan ritual mandinya. Dia menatap Saras yang tersenyum.


"Ada apa?"


Saras memperlihatkan foto Elang dengan seorang anak perempuan, yang Louis sangat kenali.


"Itu anaknya Frans dan Yurika, Kenapa bisa bersama Elang?" tanyanya dalam hati, mereka juga kelihatan sangat akrab. Bahkan bersama Ziva pun, Elang sangat dingin dan kaku.


"Siapa anak perempuan, ini?" tanya Louis, pura-pura tak tahu.


"Anak angkat Frans dan Yurika," ucap Saras, membuat Elang mendelik.


"Anak angkat?" ulang Louis.


"Ya memang kenapa? Apa kamu berpikir, itu anaknya Yurika yang baru?" kesal Saras.


Louis tak berbicara apa pun dia hanya memandang foto tersebut, sudah salah sangka pada sang mantan istri. 


Sekarang yang dipikirkan Louis adalah Elang, Elang pasti berpikir buruk tentangnya. Entahlah mengapa dia merasa menyesal setelah ini, dia menatap Saras yang sangat antusias.


"Sudahlah, aku ingin istirahat. Sebelum itu buatkan aku minuman hangat juga cemilan manis," ujar Louis, Saras berdecak kesal ekspektasinya tak sesuai yang diharapkan.


Setelah Saras tak terlihat lagi, Louis mulai membayangkan masa lalu yang sudah lewat. Jika saja dia, tak mengkhianati Yurika mungkin kini dia dan Yurika sudah berbahagia. Dia di butakan oleh cinta dan juga nafsu sesaat, memang Saras hebat di ranjang. Tapi dia juga banyak menuntut ini dan itu sekarang menyesal pun percuma, nasi sudah menjadi bubur tak bisa dikembalikan menjadi nasi.


***


Di kediaman Yurika, Frans mengutarakan niatnya untuk pergi berlibur.


"Mama, sama Papa mau liburan, kemana? tanya Salsa.


"Yang dekat-dekat saja, kalau ke luar negeri nanti saja. Kalau kakakmu dan kak Aiyla menikah," jelas Frans.


"Aku di ajak 'kan, Pa?" tanya Salsa.


"Iya dong, Mama akan ajak Salsa. Kita liburan ke Disneyland," usul Yurika.

__ADS_1


Salsa nampak berpikir dan melirik pada Elang, Elang pun mengangguk sebagai jawaban.


"Baiklah, tapi janji ya Pa?" Salsa menyodorkan kelingkingnya, agar orang tuanya tak lupa.


"Iya Papa janji," balas Frans, menautkan jari kelingkingnya dengan sang anak.


"Kapan kalian, berangkat?" tanya Elang.


"Setelah kamu tunangan," jawab Yurika.


"Baik, kalau begitu aku mau pertunangan aku dipercepat." Celetuk Elang, membuat Frans dan Yurika malah tertawa.


"Huh ... Kak Elang gak sabaran banget sih, sabar dong kak." Goda Salsa.


Elang langsung menggelitik Salsa yang memang tak kuat dengan rasa geli, Salsa sendiri langsung berlari ke arah Frans untuk meminta perlindungan. Elang pun tak kalah dia langsung menghampiri Frans, dan memintanya jangan melindungi Salsa.


Yurika menatap dengan haru pemandangan tersebut, ini yang dia harapkan selama ini. Elang sudah menerima Frans dan juga mulai melembutkan hatinya pada dirinya.


"Papa, kak Elang. Jangan curang. Mama tolong aku," teriak Salsa, kedua lelaki tersebut tak melepaskan Salsa. Membuat Yurika tertawa.


"Mama, kenapa malah melihatku." Protes Salsa sata Yurika, hanya menatapnya saja.


"Maafkan Mama sayang, Mama juga takut digelitik sama Papa dan kakak mu." Kekeh Yurika, membuat Salsa semakin cemberut.


***


"Ngapain lo, kesini?" tanya Falisha tak suka.


"Gua mau nawarin kerja sama," kata Rendy, membuat Falisha menaikan sebelah alisnya dan tersenyum miring.


"Kerja sama, kerja sama apa lagi?" ejek Falisha. Rendy tertawa membuat Falisha heran.


"Dasar aneh," gumamnya.


"Yakin? Lo yakin gak butuh, gua?"


"Enggak, buat apa? Orang tua Elang udah restui gue," katanya dengan percaya diri, lagi-lagi membuat Rendy tertawa sampai menyeka sudut matanya


"Pede sekali, gue suka tingkat kepercayaan diri lo." Katanya. "Oke, lo ketinggalan berita terupdate."  Kekeh Rendy.


"Oke sebagai teman yang baik, gua bakal kasih tahu lo. Kalau Elang bakal melakukan pertunangan dengan Aiyla," beritahu Rendy.


"Apa?" pekik Falisha.

__ADS_1


"Gak mungkin, lo pasti bercanda 'kan?"


"Astaga Falisha, jadi cewek tuh jangan bodoh ya! Makanya lo main yang jauh, jangan di rumah terus." Ejek Rendy.


"Terserah kalo lo gak percaya, gua udah kasih tahu sama lo semuanya. Kalo gitu gue cabut, bye!" pamit Rendy, meninggalkan halaman rumah Falisha. Karena Falisha tak mengizinkannya masuk hanya duduk di taman saja.


"Gak mungkin, pasti si Rendy bohong." Gumamnya, dia pun memutuskan untuk menghubungi Kamila. Karena dia yang paling dekat dengan Saras.


"Kamila," pekik Falisha, membuat Kamila yang berada di ujung sana menjauhkan teleponnya.


"Ada apa sih, Fal? Teriak-teriak, jangan marah-marah entar cepat tua." Celetuk Kamila, membuat Falisha mendengus tak suka.


"Mil, coba lo tanya sama tante Saras. Emang benar, Elang mau tunangan?" tanya Falisha, mencoba mengabaikan ucap Kamila yang mengatai dia tua.


"Tunangan? Sama siapa?" Bukannya menjawab, Kamila malah bertanya.


"Sama Miss Aiyla, si dosen pendamping itu."


"Oh ... Gak tau gue, nanti gue tanya sama kak Saras."


"Oke, cepat tanya jangan lama." Kata Falisha mematikan sambungannya.


Di rumah Kamila, dia langsung menghubungi sang kakak dan menanyakan tentang Elang yang akan tunangan. Saras pun berkata bahwa, Elang tidak ada memberi kabar apapun tentang pertunangannya pada Louis.


Setelah menghubungi Saras, Kamila kembali menghubungi Falisha yang sudah menunggu sejak tadi di depan ponselnya. Memberikan semua informasi pada Falisha, Falisha sedikit tak percaya dengan perkataan Saras dan Kamila. Namun, satu hal yang pasti Louis ayah dari Elang belum tahu. 


Falisha tersenyum manis, lalu memikirkan rencana untuk membatalkan pertunangan Elang dengan Aiyla lewat Louis.


"Selalu ada jalan, untuk aku menghancurkan mu Aiyla." Ucap Falisha dengan tersenyum sinis.


"Gue juga butuh Rendy, untuk menjalankan aksi gue. Hah ... Sedikit nyesel udah usir dia," kesal Falisha, dia hanya mengirim pesan pada Rendy bahwa dia menerima kerja sama itu. Rendy tersenyum miring membaca pesan dari Falisha.


"Pada akhirnya, lo akan meminta bantuan gua. Dan gua akan meminta, perlindungan dari hukum jika sewaktu-waktu gua ketangkap." Katanya dengan penuh percaya diri, padahal selama ini Kevin cs sedang mengintai markas Mamba. Di tengah-tengah kesibukan mereka, mereka hanya ingin mengembalikan nama baik Black Angel.


"Kayanya mereka kerja sama, untuk menghancurkan pesta pertunangan Elang." 


"Oke, awasi terus mereka. Dan jangan sampai lo ketahuan."


"Siap, santai saja."


Bersambung...


Jangan lupa tinggalkan jejak, makasih 🙏

__ADS_1


Jangan lupa vote dan juga bunganya 💜


__ADS_2