
Tiga bulan Leni berada di Turki. Tak sekalipun, dia pulang ke Bandung Leni hanya melakukan panggilan video dengan Siska dan Kevin. Siska pun tengah hamil dengan usia kandungan dua bulan, sedangkan Aiyla memasuki enam bulan. Raka dan Falisha pun sudah menikah, dan mereka tengah berbulan madu ke negara impian Falisha Korea.
Yurika sendiri dia sudah melahirkan bayi perempuan, yang diberi nama Misha Sabiya Alaika. Salsa sangat senang, karena memiliki adik perempuan yang sangat manis.
Elang pun sering datang ke rumah Yurika bersama Aiyla, yang merindukan adik kecilnya.
"Sayang banget, anak aku cowok." Celetuk Aiyla, dia menatap adik kecilnya yang menggeliat dalam pelukan Elang.
"Bikin lagi," ledek Harika sang Ibu, Aiyla mendelik seketika.
"Iya nanti aku bikin lagi, biar Mama yang asuh anak aku." Pungkas Aiyla, membuat semua orang tertawa.
"Astaga sayang, kamu nyaman banget yah. Di pelukannya kak Elang," goda Aiyla menoel pipi Biya nama panggilannya.
"Salsa mana?" tanya Aiyla, yang sadar bahwa Salsa tak terlihat.
"Ohh ... Dia ada dikamar," sahut Yurika.
Aiyla mengangguk dan pamit untuk ke kamar Salsa, dia merasa jika Salsa menjadi pendiam atau hanya perasaannya saja. Aiyla mengetuk pintu kamar, tak lama pintu tersebut menampilkan Salsa yang tersenyum manis ke arah Aiyla.
"Sayang, kamu baik-baik saja?" tanya Aiyla, merasa mata Salsa sedikit sembab.
"Aku baik kok Kak, tadi abis nonton kartun Brave." Kilah Salsa, padahal sejak tadi dia menangis entah apa alasannya dia pun tak tahu.
"Kalo kamu sedih, bilang sama kakak. Kamu punya kakak oke!" Salsa mengangguk sebagai jawaban, Aiyla membantu Salsa mengusap air mata di pipinya.
"Bayi kakak, kapan lahirnya? Mereka pasti tampan," ujar Salsa, mengelus lembut perut Aiyla.
"Lihat kak, dia merespon aku." Pekik Salsa terkejut sekaligus bahagia.
"Iya, mungkin dia senang dengan Tante Salsa yang imut ini." Goda Aiyla, Salsa tersenyum lalu memeluk Aiyla kembali.
__ADS_1
"Ayo kita ka bawah, Bunda Harika bawain makanan kesukaan kamu." Ajak Aiyla.
"Ayo, aku juga kangen sama Bunda. Aku mau deh tinggal sama Bunda," celetuk Salsa, membuat Aiyla menatap Salsa.
"Bercanda Kak," kekeh Salsa, dia menuntun Aiyla agar tak jatuh saat menuruni anak tangga.
Setibanya di ruang keluarga, Salsa duduk di dekat Frans. Dia menatap Yurika yang tengah menggendong Sabiya.
"Kamu ... Beruntung sekali, Biya. Bisa hadir di tengah-tengah keluarga yang lengkap," gumam Salsa, dia hanya diam menyimak obrolan orang dewasa ingin rasanya dia kembali ke kamar. Tapi Aiyla, masih menahannya dengan memberikan berbagai macam makanan favoritnya.
***
Sementara itu, Darwin tengah mengunjungi Leni di Turki. Setelah tiga bulan lamanya, dia tak menemui gadis pujaan hatinya. Dia sudah meniatkan untuk menyatakan cinta pada Leni.
"Kejutan," pekik Darwin, lagi-lagi dia menyiapkan kejutan romantis yang tak pernah Leni duga-duga sebelumnya.
"Astaga, aku kira siapa? Ternyata kamu, kenapa pake cara ekstrim sih?" omel Leni, pasalnya dia dibawa oleh polisi Turki dan dibawa ke sebuah restoran entah apa tujuannya mereka tidak mengatakan langsung main bawa saja.
"Sialan Adskhan, idenya memang gila. Gak mau gue, minta ide dia lagi gak masuk akal emang." Gerutu Darwin dalam hati, pasalnya sebelum terbang ke Turki dia meminta Adskhan memberikan ide untuk menyatakan perasaan pada Leni.
"Sudah lupakan saja, ayo duduk minum dulu. Aku udah banyak siapin makan Indo, aku tahu kamu kangen kan masakan Indonesia?"
Leni mengangguk antusias, pasalnya banyak sekali makanan di meja. Membuat Leni menelan liurnya dengan kasar, sebenarnya Leni hobi membeli setiap makanan. Tapi setelah dengan Evan dulu, semua makanan yang dia mau selalu dibatasi karena Evan takut dia gemuk.
"Makasih," lirih Leni, dia menyeka sudut matanya dan menatap Darwin yang tersenyum manis.
"Jangan bilang makasih terus, aku suka melakukan ini untuk mu Leni." Ujar Darwin, dia meminta Leni untuk memakan makannya.
"Gimana keadaan Kevin dan Siska?" tanya Leni, walau mereka selalu video call. Tapi belum puas, rasanya jika tak bertemu langsung dengan sang anak.
"Baik, Kevin baik dia jadi suami siaga sekarang," kekeh Darwin.
__ADS_1
"Syukurlah, harusnya aku ada disaat menantu ku sedang mengandung."
"Apa kamu, ingin ke Indonesia?" tanya Darwin,membuat Leni mengangguk berharap Darwin akan mengajaknya.
"Baiklah kami boleh ikut aku nanti," cetus Darwin.
"Benarkah? Apa kau merepotkan mu?"
"Engga justru aku senang,"
"Makasih ya, ayo makan."
Mereka menghabiskan waktu bersama, Leni selalu bertanya-tanya seberapa kaya lelaki di depannya ini?
Angel duduk dengan wajah kesal, pasalnya Evan belum memberikannya apa yang dia minta.
"Mom," panggil Saras.
"Ada apa, nak?"
"Aku minta uang, dong Mom. Aku mau pergi sama teman," lapor Saras.
"Saras, kita tidak punya uang. Mengertilah nak maafkan Mommy," kata Angel dengan nada lirih, membuat Saras menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Ahh Mommy," rengek Saras.
Angel menggeleng, lalu memberitahu Saras bahwa tak semua yang dia inginkan bisa dimiliki oleh mu.
Bersambung ...
Semoga suka, maaf typo 💙
__ADS_1