
Aiyla berlari dengan tergesa, Siska mengikutinya dari belakang.
"Aiyla, tunggu.'' Teriak Siska, karena jalan sang sahabat sangatlah cepat.
"Astaga, anak itu cepat banget jalannya." Keluh Siska, dia hanya takut Aiyla jatuh dari tangga karena terlalu cepat berjalan.
"Papa, aku gak mau dijodohkan .... Ehh. Elang," desis Aiyla menahan malu, di menunduk enggan menatap tamunya. Tak lama Siska sampai dan berdiri di belakang Aiyla.
Elang mengulum senyum melihat Aiyla, yang sangat lucu mengenakan piyama kartun kesukaannya. Lalu rambut yang memakai rolan.
"Maafkan anak saya," kata Adskhan.
"Sini sayang," panggil Harika, terpaksa Aiyla pun mendekati sang ibu dan duduk di sampingnya.
"Mama, kok gak bilang sih!" bisik Aiyla.
"Salahkan saja, Papa mu."
"Siska kamu duduk juga," titah Adskhan.
"Baik om." Balas Siska.
Semua orang sudah berkumpul, Adskhan pun memulai pembicaraan dimana dia ingin menjadikan Elang sebagai menantunya. Dan juga meminta Elang untuk bekerja di perusahaan cabang miliknya.
"Saya bersedia, Om." Sahut Elang dengan cepat, niat baik jangan ditolak.
"Baiklah, kalau begitu kita akan menentukan tanggal pertunangannya." Kata Adskhan menatap Frans dan Yurika.
Setelah disepakati tanggalnya, Harika mengajak tamu-tamunya untuk makan.
"Selamat, Lang. Akhirnya lo sold out juga," kekeh Kevin menepuk pundak Elang, Kevin melirik ke arah Siska yang kebetulan berada di depannya.
"Kenapa lo, terpesona ya? Sama sahabatnya Aiyla?" bisik Daffa.
"Udah diem deh lo, berisik!" ketus Kevin.
Mereka semua mulai makan malam, sesekali Aiyla mencuri pandangan pada Elang yang sangat tampan.
Setelah selesai makan malam, Elang memutuskan untuk berbicara berdua dengan Aiyla. Dan Adskhan mengizinkannya, dengan catatan tidak boleh lebih dari 30 menit.
Dan disinilah Aiyla dan Elang berada, di dekat kolam renang. Mereka hanya saling pandang, rindu yang membuncah tak dapat mereka ungkapkan.
"Kamu ... Lucu jika begitu," celetuk Elang, membuat Aiyla menutup wajahnya menahan malu.
"Ya ampun, aku malu sekali. Aku kira Papa akan menjodohkan ku, dengan siapa lagi?" kekeh Aiyla.
"Memang kalau bukan dengan ku, kamu akan menolak?"
"Ya," jawab Aiyla jujur, karena dia sudah sangat jatuh cinta dengan Elang.
Elang memegang tangan Aiyla dan menciumnya.
__ADS_1
"Aku, akan melakukan apapun. Untuk mendapatkanmu, Miss Aiyla." Ucap Elang mencium lagi tangan Aiyla.
Sahabat-sahabat Elang yang mengintip hanya bisa tersenyum, mereka bersyukur pada akhirnya kebahagiaan menghampiri Elang.
"Kalian, kenapa mengintip?" celetuk Siska, membuat semuanya terkejut termasuk Aiyla dan Elang langsung menoleh ke arah suara Sisak.
"Itu ... Itu kita, cari angin. Ya cari angin, iya gak?" tanya Kevin gugup.
"Iya, kita cari angin." Seru yang lainnya kompak.
Membuat Siska mencebik dan memutar bola mata malas, lalu melangkah menuju Elang dan Aiyla. Di ikuti oleh Raka, Kevin, Reno dan Daffa.
Mereka berkumpul untuk menemani sepasang kekasih, jika berdua takut ada setan lewat. Nanti bahaya kalau ada Elang atau Aiyla junior.
"Jadi ... Kalian itu, geng motor?" tanya Siska, setelah mendengar cerita Daffa mereka geng motor.
"Iya, kita geng motor baik kok. Bukan yang merusuh dan lainnya," sahut Daffa.
"Malah nih ya, kita selalu berbagi pada sesama. Yang membutuhkan," timpal Raka. Siska hanya menjawab singkat, tak menyangka masih ada geng motor yang baik. Biasanya mereka selalu rusuh, tawuran atau apalah yang mengganggu ketertiban.
Waktu menunjukan pukul sembilan malam, begitu singkat obrolan seru mereka karena sudah terlalu malam.
"Lain kali, kita agendakan kumpul." Usul Raka.
"Boleh tuh, kapan-kapan kalo gue gak sibuk." Sahut Siska, pasalnya sangat menyenangkan berkumpul bersama mereka.
"Oke, tapi kali ini harus bawa pasangan masing-masing." Ide Elang, membuat semua para jomblo yang da di sana mendelik seketika. Menatap sinis Elang, sementara Aiyla mengulum senyum.
"Cih dasar, mentang-mentang udah punya cewek. Sombong," cibir Daffa.
"Iya betul, udah kita cabut aja lah." Ajak Reno.
Raka, Reno, Daffa dan Kevin pergi meninggalkan Elang, Aiyla dan Siska. Mereka akan pulang lebih dulu dan sebelumnya mereka akan berpamitan pada tuan rumah.
"Astaga mereka itu, kaya anak kecil aja." Omel Elang.
"Sudahlah, kamu ini mereka belum punya pacar kan?" tanya Aiyla.
"Iya, tapi kayaknya bentar lagi akan ada yang jadian." Elang melirik ke arah Siska, membuat Aiyla dan Siska mengerutkan keningnya.
"Siapa?" tanya mereka kompak.
"Ada deh, nanti juga kamu tahu. Ayo masuk ke dalam," ajak Elang memeluk pinggang Aiyla.
"Kurang asem, ihh kalian berdua buat gue iri." Pekik Siska, Aiyla berbalik dan menjulurkan lidahnya.
"Makanya cari cowok, sana."
"Sialan," umpat Siska, saat mendengar tawa Aiyla meledak.
Rumah Adskhan kembali sepi, Siska dan Aiyla kini sudah berada di kamar. Dan membicarakan rencana pertunangan Aiyla.
__ADS_1
"Ternyata, Elang tampan juga ya." Kata Siska, menatap Aiyla yang tersenyum menatap ponselnya.
"Idih, gila lo ya. Gue ajak bicara ini malah senyum-senyum sendiri." Cetus Siska.
"Apaan sih lo, entar juga lo bakal rasain. Rasanya kaya gue," ujar Aiyla.
Dia pun menyimpan ponselnya di atas nakas, lalu menyelimuti tubuhnya dan menghadap Siska.
"Jatuh cinta itu menyenangkan, membuat kita bahagia Sis. Jika ... Dengan orang yang tepat, kita akan dijadikan ratu oleh orang yang kita cinta." Papat Aiyla, mengingat Elang yang selalu memperlakukannya dengan romantis.
"Kalau bukan dengan laki-laki yang tepat, maka kita akan jadi babu. Gak akur sama mertua dan para ipar," lanjut Aiyla memandang sang sahabat.
"Oke, gue paham. Gue bakal cari cowok yang modelan Elang," cetus Siska, mendapatkan cubitan di lengannya.
"Aduh, lo mah KDRT." Rengek Siska.
"Mana ada gue KDRT, lebay lo." Kesal Aiyla, lalu memunggungi Siska bersiap untuk tidur. Sementara Siska terus menggoda sang sahabat, sampai pada akhirnya lelah dan ikut terlelap.
***
Keesokan harinya, Elang dengan semangat empat lima. Dia bangun lebih dulu berinisiatif menyiapkan makanan spesial untuk sang kekasih, karena Aiyla sudah berhenti dari kampus. Maka dia akan mengantarkannya ke perusahaan Halime.
"Mas Elang, tumben pagi-pagi dah bangun?" tanya Anisa.
"Mbak, selamat pagi." Ucap Elang.
"Pagi juga mas, lagi apa mas?"
"Buat sarapan," kata Elang tanpa menoleh.
"Wah ... Pasti buat mbak Aiyla, ya?"
"Iya, buat siapa lagi memang." Kekeh Elang, Anisa sendiri hanya membantu sekedarnya saja.
Selain untuk Aiyla, Elang pun membuat bekal makan siang untuk salsa dan kedua orang tuanya. Kini dia sudah mulai berdamai dengan masa lalu, dan mulai membuka hati untuk Frans.
Untuk Louis dan Saras, dia pun akan memaafkan mereka. Elang berharap merek semua akan menjadi keluarga, Louis dan Yurika saling memaafkan.
"Mas," panggil Anisa.
"Ada apa, mbak?" tanya Elang, fokus membuat bento untuk Salsa.
Anisa membisikan sesuatu pada Elang, membuat Elang menoleh dan menatapnya tak percaya.
"Iya Kah?"
"Iya, memang mas gak mau punya adik lagi? Walau sudah ada Salsa, tapi mbak tau Nyonya Yurika. Ingin punya anak kandung sendiri," bisik Anisa, saat melihat sang nyonya berjalan menuruni tangga.
Elang mengangguk dan melihat sang ibu yang terlihat masih muda, masih cocok memiliki anak.
bersambung...
__ADS_1
Maaf typo 🙏