
Kevin mendapatkan kiriman dari Elang, yang membuatnya tersenyum begitu lebar.
"Maafkan saya Om, saya akan tetap membatalkan pernikahan itu. Nikahkan saja, anak Om dengan lelaki bernama Alfa." Jelas Kevin, membuat Keenan menatap Kevin dengan lekat.
"Alfa? Siapa dia?" tanya Keenan.
"Kekasih Eliza," beritahu Kevin.
Namun, Keenan tak menjawab ucapan Kevin. Dia malah menatap, Kevin yang berpamit pada Lili juga dirinya.
Kini dia memiliki bukti, jika Eliza tetap kekeh. Maka dia akan menunjukan video yang Elang kirim. Dia tak akan menunjukan barang bukti tersebut, sebelum Keenan benar-benar membatalkannya.
Kembali ke Alfa, Alfa masih diawasi oleh Yuda. Karena Yuda sendiri, tak rela uangnya habis begitu saja. Dia terus memperhatikan Alfa yang sudah minum terlalu banyak.
"Ayo minum, minum yang puas semuanya." Teriak Alfa tertawa puas, dia mengangkat gelas yang tinggi lalu berjoged di lantai dansa.
"Berapa?" tanya Yuda.
Wanita penghibur tersebut, memberitahu password ponsel juga m-banking milik Alfa.
"Oke, thanks, nih buat lo." Yuda menyerahkan beberapa lembar uang, pada wanita malam tersebut.
__ADS_1
"Wah ... Makasih, mas." Ucapnya dengan antusias.
"Dasar bodoh," gumam Yuda, dia membuka rekening milik Alfa dan dengan mudahnya mengirim kembali uang, yang dikirim ke rekening Alfa.
"Dasar bodoh, mabok aja terus." Yuda menggeleng, lalu pergi meninggalkan klub tersebut dengan ponsel milik Alfa di tangannya.
Eliza mendatangi Kevin, dia apartemen pemuda tersebut. Dia marah-marah tak jelas kepada Kevin, dan meminta untuk tidak membatalkan pernikahan tersebut.
"Aku malu, Vin. Semua orang bahkan followers ku, pasti akan membicarakan aku." Tutur Eliza, dengan wajah memelas.
Tapi Kevin sama sekali tak mendengarkan Eliza, dia sudah muak dengan perempuan murahan seperti Eliza.
"Aku tidak peduli Eliza, jika mau kamu menikah dengan yang lain saja." Jelas Kevin.
"Oke, jika lo gak mau. Gue bakal menyebarkan ini," Kevin menunjukan video mesum Eliza bersama Alfa, membuat Eliza pucat seketika.
"Ka-kamu .. dapat dari mana, itu?" tanya Eliza panik dan wajahnya pucat.
"Lo gak perlu tahu, ini dari mana. Yang jelas gue mau pernikahan ini batal," ucap Kevin penuh penekanan, bahkan dia bicara lo gue.
"Kevin, pliss aku mohon. Jangan batalkan seperti ini, bagaimana jika aku hamil hah?" bentak Eliza.
__ADS_1
"Hamil? Lo yakin, itu anak gue, Eliza?" tanya Kevin dengan wajah datar.
"Kevin aku ..."
"Sudah cukup El, pergi dari sini. Dan jangan ganggu gue lagi! Gue gak mau tahu, pernikahan itu harus batal. Titik!" seru Kevin, menutup pintu dengan kencang membuat Eliza terkejut.
"Akhh .... Sial, bagaimana bisa? Kevin, punya foto dan video tersebut?" gumamnya.
"Akhhh... Gue buntu, sialan gak ada ide." Eliza meluapkan amarahnya, pada mobil yang tak berdosa sama sekali. Dia memukul mobilnya dengan bar-bar.
****
Tak terasa pagi menyapa, Evan sudah siap dengan setelan jas rapi. Angel yang menyiapkan itu semua, walau ini masih sangat aneh untuk Evan. Yang biasa, dilayani oleh Leni.
Evan tak memberitahu Angel bahwa pagi ini, adalah sidang perceraiannya dengan Leni. Dia hanya izin, untuk pergi ke perusahaan.
Evan menatap bangunan megah di depannya, rasanya seperti mimpi dia ada berada disini.
"Tuan Evan," sapa pengacara Leni, pada Evan sekedar basa basi.
"Dimana Leni?" tanya Evan, karena dia tak melihat istri yang akan menjadi mantan. Selama ini, Evan tak pernah tahu apa saja kegiatan Leni di rumah, atau di luar rumah.
__ADS_1
Bersambung ...
Maaf typo ya guys, ngetik sambil ngantuk mohon di maklum🙏