Elang Bersama Sayap Yang Patah

Elang Bersama Sayap Yang Patah
Bab.52


__ADS_3

Aiyla begitu bahagia, saat dia dan Falisha bertukar kendaraan. Dimana Aiyla dan Elang memakai motor, Falisha dan Raka menggunakan mobilnya jika tak dituruti, maka sepanjang perjalanan Aiyla akan merengek pada Elang.


"Apa Aiyla hamil?" tanya Falisha, menatap Aiyla dan Elang yang ada di depan mereka.


"Entahlah, kaya sih hamil. Kelihatan dari bentuk badannya," celetuk Raka, membuat Falisha menyipitkan matanya.


"Jangan bilang kamu..."


"Ya enggak lah sayang, jangan suka berpikir yang membuatmu cemburu Fali sayang." Ujar Raka, mencubit pipi Falisha dengan sebelah tangan. Falisha mencebik, dia pun menatap Aiyla yang memeluk Elang dengan erat.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua jam, akhirnya mereka semua tiba di daerah Pangalengan. 


"Gila, sejuk banget." Seru Daffa, dia memarkirkan motornya sembarang.


Tak lama mobil Elang sudah tiba, sementara Elang ada di bagian terakhir karena Aiyla sibuk merekam suasana alam sekitar. Yang dikelilingi kebun teh, tak lama Mang Hasan pun menyambut mereka. Dan membawa mereka ke gazebo di belakang villa.


"Wahh keren, enak nih buat bakar-bakaran." Celetuk Daffa.


"Silahkan diminum Mas, Mbak." Ujar Tari, Hasan dan Tari sudah diberitahu bahwa Elang akan datang bersama sahabatnya.


"Dimana Siska?" tanya Falisha.


"Dia didalam, sedang menyiapkan untuk makan siang." Sahut Bi Tari, dijawab anggukan oleh Falisha.


Mereka pun menikmati es teh juga cemilan, dengan pemandangan kebun teh di sekitarnya. Di dekat gazebo ada kolam renangnya juga.


Tak lama Elang pun sudah tiba, Aiyla langsung masuk dan mencari keberadaan sang sahabat. Membuat Elang menggeleng menatap sang istri.


"Aiyla jangan lari, nanti kamu jatuh." Pekik Elang.


"Maaf sayang, aku gak sabar ketemu sama Siska." Sahutnya dengan berteriak, karena Aiyla sudah masuk ke lebih dalam.


Aiyla tak menyadari foto dirinya yang terpajang di ruang tengah villa tersebut, juga foto-foto bersama para sahabat juga keluarga.


"Siska," pekik Aiyla, saat melihat Siska tengah melamun di taman belakang yang tersambung dengan dapur.


"Aiyla," desis Siska, berdiri dan menghampiri Siska dan mereka berpelukan.

__ADS_1


"Gue udah bilang kan sama lo, harusnya lo minta bantuan aja sama gue." Isak Aiyla.


"Maaf, gue gak mau ngerepotin lo sama om Adskhan." Kata Siska, membuat Aiyla melerai pelukannya juga memukul pelan lengan Siska.


"Tapi kali ini, lo gak boleh nolak. Gue bakal minta pengacara Papa, buat ambil semua warisan milik Bunda lo." Cetus Aiyla.


"Kayanya, bakal susah. Lo gak tahu seperti apa si nenek lampir Winda," 


"Lo tenang aja Sis, selama ada Elang dan sahabatnya lo pasti aman." Aiyla mencoba menyakinkan Siska, bahwa semuanya baik-baik saja.


Siska mengangguk, dia juga ingin bertanya apakah Kevin ikut atau tidak? Tapi dia ragu untuk bertanya, sedangkan Aiyla yang menangkap keraguan dan kegelisahan pada sahabatnya tersebut.


"Kenapa Sis? Ada masalah?" tanya Aiyla.


"Ehh ... Engga kok, gue cuma lagi mikirin pernikahan gue sama Aji aja." Kilah Siska.


"Oh, kirain kenapa? Pasti batal lah, harusnya lo seneng gak jadi nikah sama cowok macam si Aji. Yang gue lihat manja dan playboy," pungkas Aiyla, membuat Siska tertawa.


Siska pun mengajak Aiyla menuju meja makan, dia meminta Aiyla untuk minum terlebih dulu karena dia banyak berbicara. Elang sendiri dia bergabung dengan sahabat-sahabatnya untuk membahas Kevin.


"Sudahlah, jangan bahas dia. Males gue," ketus Daffa, pasalnya penolakan dan pengusiran waktu itu membuatnya sakit hati. Itu sama saja menghina dirinya, bagi Elang mungkin tak masalah tapi baginya yang hanya orang biasa tentu saja sakit hati.


"Dia juga gak kasian sama gue, lo kan tahu Ren. Gue bukan anak orang berada kaya kalian. Bokap gue hanya pegawai biasa, cicilan gue banyak dan gue sangat beruntung bisa jadi teman kalian." Tutur Daffa, membuat semuanya terdiam. Elang menepuk pundak Daffa mencoba menenangkan sang sahabat.


"Udah Daf, lo kan udah kerja sama gue Daf." Kata Elang, Daffa mencoba mengatur nafasnya untuk mengendalikan emosinya.


"Bahkan, cewek-cewek kebanyakan deketin lo. Lang," gumamnya. Namun, dapat didengar oleh Elang yang langsung menatapnya tajam.


"Kalau Aiyla denger, abis lo sama gue." Daffa meringis saat Elang bombastis beside eye, lalu menoleh ke arah dalam bersyukur Aiyla tak mendengar.


"Oke, lalu rencana lo apa Lang?" tanya Raka, mengalihkan topik pembicaraan.


"Menurut lo, apa yang harus kita lakukan?" Bukannya menjawab, Elang malah bertanya balik. Membuat Raka memutar bola mata malas.


"Culik aja si Kevin," celetuk Daffa masih kesal.


"Gak semudah itu, saat pesta pernikahan gue yakin. Pengawalan jadi ketat, beda sama Siska kemarin karena lakinya gak mau keluar duit gede," ujar Elang.

__ADS_1


"Lo deketin aja Eliza, Ren." Cetus Falisha.


"Enak aja, emang gue pebinor. Ogah gue, mending cari yang lain." Protes Reno. "Kenapa gak lo, aja sih Fali? Lo cewek, pasti bakal nyambung."


"Wah ide bagus tuh," sahut Daffa.


"Boleh juga ide, lo Ren." Jawab Elang.


Reno pun tersenyum bangga, mereka asyik dengan obrolan mereka sendiri. Begitu juga Aiyla dan Siska.


****


Di kediaman Syailendra. 


Kevin terus memperhatikan story yang dibuat oleh Falisha, dia sudah tidak memiliki kontak sahabat-sahabatnya. Beruntung dia berteman dengan Falisha, yang selalu membagikan momen dan keseruan mereka.


"Gue kangen, kalian guys." Gumamnya.


Yang paling mengejutkan adalah, Siska yang berada di video tersebut. Tengah tersenyum manis, dia dirangkul oleh Reno. Ada rasa tak nyaman yang dirasakan oleh Kevin, Kevin juga bisa mendengar suara Aiyla bahwa jika Siska jomblo dan siap menikah.


"Tidak, aku mohon jangan." Lirihnya.


"Kevin bodoh, apa yang bisa kamu lakukan? Memberontak saja kamu tidak bisa?" umpatnya dalam hati, lalu dia beranjak menuju sebuah ruangan dan melampiaskan amarahnya disana.


Elang sendiri bukannya tak tahu, Kevin selalu melihat story milik Falisha. Dia sengaja melakukan itu, untuk memancing Kevin agar terbebas dari keluarganya. Elang menunjukan bahwa dia akan baik-baik saja, tanpa keluarganya.


"Gue yakin, bentar lagi lo akan butuh gue dan yang lainnya." Gumam Elang, tersenyum tipis.


Mereka menikmati liburan di Pangalengan kali ini, mereka mengunjungi banyak tempat setelah makan siang. Aiyla sendiri sudah merengek untuk pergi naik perahu, beruntung lokasinya tidak jauh dari villa tersebut.


"Menginap disini pasti seru, yah? Apalagi malam," kata Falisha, menatap hamparan kebun jeruk juga penginapan yang disewakan. 


"Enakan buat malam pertama," celetuk Daffa, membuat Reno mendorong sang sahabat beruntung Daffa tak jatuh ke situ.


"Sialan lo," ketus Daffa.


Falisha, Aiyla dan Siska mengabadikan, kebersamaan mereka dalam satu buah kamera dan Falisha berjanji akan mencetak foto tersebut. 

__ADS_1


bersambung ...


Maaf typo


__ADS_2