Flutura

Flutura
Kenapa Pergi?


__ADS_3

Isvara menarik nafas nya dalam. Menikmati udara di taman tempat nya dan Radeva kini berada. Tatapan gadis tersebut tertuju ke arah depan dengan senyumannya sambil melihat air mancur yang berada di depannya.


“Kenapa tadi di dalem kayak orang gak kenal?” tanya Radeva yang kini membuka pembicaraan.


Isvara yang tengah melihat Radeva dengan tatapan bingung nya.


“Hm bakalan aneh aja kalau aku bilang kenal padahal aku gak tau nama kamu,” uap Isvara dengan senyuman canggung nya.


Radeva yang mendengar jawaban Isvara hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


“Terus kenapa waktu itu langsung pergi?” tanya Radeva lagi pada Isvara. Dan kali ini Isvara kembali bingung untuk menjawabnya.


Ingatakannya kini kembali pada saat pertemuan mereka saat terakhir bertemu.


“Aku mau minum dulu,” ucap Isvara lalu segera menuju ke arah meja bar untuk meminum minumannya.


Setelah nya ia kembali pada laki-laki yang tak lain adalah Radeva yang saat itu belum ia ketahui namanya. Namun saat ia kembali, ia dapat melihat Radeva yang tampak tengah menelpon.


“Kamu sudah tidur?” pertanyaan itu terlontar dari Radeva pada orang di seberang sana. Isvara yang mendengar pembicaraan Radeva terdiam di tempat nya.


“Hm aku usahain,” ucap Radeva lagi.


Isvara entah mengapa merasa kesal dengan mendengar nya. Aneh memang bahkan mereka tak saling mengenal dan hanya baru bertemu kali ini. Namun laki-laki tersebut berhasil membuat benteng pertahannya retak hanya dengan sekali pertemuan.


Ucapan nya yang begitu manis seolah mampu membuat orang di sekitar nya luluh, apalagi dengan wajah tampang nya yang tampak begitu tenang.


Merasa kesal dengan apa yang ia dengar akhirnya Isvara memutuskan untuk segera pergi dari sana, meninggalkan Radeva begitu saja.

__ADS_1


“Isvara,” sentak Radeva sambil memegang pundak Isvara untuk menyadarkan gadis tersebut dari lamunannya. Isvara yang tersentak sentak menoleh ke arah Radeva dengan terkejut.


“Kenapa waktu itu langsung pergi?” tanya Radeva lagi mengulangi pertanyaannya.


“Hm aku terlalu capek,” ucap Isvara yang hanya mengatakan alibinya saja. Radeva menaikkan sebelah alisnya sebelum akhirnya laki-laki itu terkekeh mendengar alibi gadis tersebut lalu menganggukkan kepalanya.


Radeva dan Isvara kini saling berhadapan. Hingga tanpa sadar kini tangan Radeva malah terulur dan menyingkirkan rambut Isvara. Isvara yang mendapatkan perlakuan mendadak seperti itu hanya diam. Hingga Radeva mendekatkan wajah nya pada Isvara, Isvara segera menjauh.


“Masuk sekarang? Yang lain pasti nungguin,” ucao Isvara mengalihkan kegiatan mereka. Radeva tersenyum lalu tertawa melihat nya sebelum akhirnya ia menganggukkan kepalanya lalu segera mengajak Isvara untuk masuk.


Saat sampai di dalam kini teman-teman mereka sudah banyak yang mabuk. Bahkan kini Yeena sudah bernyanyi dengan botol wine yang di pegang nya.


“Eh gimana kalian bisa bareng?” pertanyaan itu tertuju dari Reiha yang kini tampak mabuk.


“Lo mabuk jadi salah lihat, kita gak bareng,” ucap Isvara dengan dengusannya pada sahabat nya itu yang tampak berpikir sejenak sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya dan kembali melanjutkan kegiatannya yang kini tengah meminum minuman beralkohol. Melihat bagaimana sahabat nya saat ini Isvara hanya mendengus sambil menggelengkan kepalanya.


“Mereka udah biasa kayak gini,” ucap Radeva yang seolah menyadari keheranan Isvara. Isvara menoleh ke arah Radeva lalu menganggukkan kepalanya.


Radeva yang melihat itu malah tersenyum lalu meminta gadis di samping nya untuk memberikan makanan yang tadi akan dimakan oleh Isvara pada gadis tersebut karena kebetulan di depannya makanan itu masih tersisa banyak.


Isvara menoleh ke arah Radeva sambil tersenyum lalu segera memakan makananya.


“Kalian tau berita yang lagi heboh?” tanya seorang gadis yang berada di sana. Mendengar ada nya bau-bau gosip sontak sana mereka mendekat. Isvara yang melihat itu tak habis pikir bagaimana bisa di saat sudah mabuk pun mereka masih memiliki minat untuk bergosip?


“Ah yang ada kond di perpus itu?” pertanyaan itu terletak begitu saja dari murid Tara. Isvara yang mendengar nya sontak menyentil mulut Tara.


“Iya,  kira-kira siapa ya yang begituan di sana?” tanya salah satu gadis di samping Isvara.

__ADS_1


Tatapan seluruh mata yang berada di sana tertuju pada Radeva yang kini membuat Radeva juga menatap mereka dengan diam. Isvara kini juga ikut menatap Radeva, pikirannya tentang Radeva kini menjadi begitu aneh. Jika teman mereka saja menuduh Radeva, apa Radeva memang seburuk itu?


“Orang nya gak ada di sini,” ucap Yeena menengahi. Atensi yang sedari tadi tertuju pada Radeva kini sontak tertuju pada Yeena dengan begitu penasarannya.


“Itu Mazo anak tata boga,” info Yeena.


“Udah gue duga, dia emang ayam kampus,” ucap Yasa dengan begitu semangat nya.


“Dia punya pacar,” ucap Reiha dengan kesadarannya yang tak terlalu penuh. Namun sepertinya jika itu untuk bergosip maka keadaannya akan cepat kembali.


“Tapi bukan sama pacar nya,” jelas Yeena lagi. Gadis tersebut memang begitu cepat mendapatkan info apapun. Tak heran jika di jurusannya Yeena begitu terkenal sebagai informan.


“Emang beda kalau udah dapet julukan informan,” sindir Isvara sambil menggelengkan kepalanya sedangkan Yeena kini malah dengan bangga nya mengibaskan rambut nya membuat Isvara berdecak mendengar nya.


Radeva sedari tadi tak melepaskan tatapannya dari Isvara, Isvara tentu saja menyadari itu namun ia memilih untuk diam dan menikmati makananya.


“Udah malem mending pulang yuk,  udah banyak yang mabuk juga,” ajak Tara yang masih berada di kesadarannya. Berbeda dengan Sandy yang kini sudah terkapar di kursi nya.


“Tara, lo anter Yeena sama Reiha ya. Biar gue yang anter Sandy,” ucap Isvara saat melihat sahabat nya yang sudah terkapar.


“Mau gue temenin gak?” tanya laki-laki di samping Isvara yang sontak membuat Isvara segera menoleh ke arah nya.


“Gak mau, gue mau sama Isvara doang,” ucap Sandi yang kini sontak menegakkan kepalanya. Lalu setelah nya ia kembali menidur kan dirinya lagi.


“Emang udah mabuk banget. Kalau gitu gue duluan ya,” ucap Isvara sambil berjalan ke arah Sandy dan membantu sahabat nya itu untuk segera bangun. Dengan kesusahan dan dibantu oleh Tara kini Isvara membopong Sandy menuju ke arah mobil laki-laki tersebut.


“Berat banget lo. Makan apa si?” kesal Isvara pada sahabat nya itu yang kini malah cemberut mendengar ucapan Isvara.

__ADS_1


Dengan kesal karena terlalu kesusahan Isvara kini memasukkan Sandy ke dalam mobilnya. Setelah memastikan sahabat nya itu aman. Ia segera menuju ke arah kemudi lalu melajukan mobil tersebut dengan kecepatan sedang. Membelah jalanan malam menuju ke arah apartemen Sandy.


***


__ADS_2