Flutura

Flutura
Makan Malam Bersama


__ADS_3

“Siapa yang bayar malam ini?” tanya Yeena dengan begitu heboh nya sambil melihat-lihat buku menu nya.


“Sandy,” jawab Tara dengan begitu santai nya.


“Pacar dia yang ngajakin, berarti dia yang bayar,” ucap Tara dengan begitu semangat nya yang membuat teman mereka kini bersorak dengan begitu senang.


“Tapi ini mereka belum dateng,” ucap Yeena. Kini yang berada di sana baru Yeena, Tara, juga Isvara yang sedari tadi hanya diam dan sibuk dengan menu di depannya.


“Gak papa pesan aja, gak dateng kita makan besar sekarang. Besok kita tagih pembayarannya,” ucap Isvara dengan senyumannya yang membuat Yeena kini menjawab nya dengan anggukan.


Mereka akhirnya mulai memesan makanan mereka tanpa melihat harga atau sudah berapa banyak mereka memesannya. Mereka hanya memilih yang mereka suka atau saat mereka tertarik dengan makanan tersebut.


Tepat setelah mereka memesan kini akhirnya Sandy datang. Namun tak hanya bersama dengan melody melainkan kedua sahabat kekasih nya itu yang kini juga ikut ke sana.


“Nafsu makan gue tiba-tiba hilang ngeliat si Naura,” ucap Yeena sambil berbisik pada Isvara yang kini terkekeh mendengar ucapan sahabat nya itu. Setelah kejadian di bromo waktu itu. Yeena menyampaikan pada sahabat nya jika ia tak menyukai Naura.


“Udah lupain aja,” ucap Isvara dengan begitu santai nya berusaha untuk menenangkan sahabat nya itu yang kini hanya memutar bola matanya malas mendengar ucapan dari Isvara yang begitu baik.


“Sorry telat,” ucap Sandy sambil duduk di samping Isvara. Kini mereka berada di meja bundar dan duduk saling melingkar.


“Gak papa sans aja,” ucap Isvara dengan senyuman menenangkannya.


“Udah pesen?” tanya Sandy yang dijawab dengan anggukan oleh Isvara.


“Lo tinggal nerima bill aja lah pokok nya beres,” ucap Yeena dengan senyumannya. Sandy yang mendengar ucapan sahabatnya itu kini membelalakkan matanya.


“Wah jangan macem-macem lo,” sungut Sandy pada sahabat nya.


“Pacar lo yang ngajak, lo yang bayar lah,” ucap Tara yang di jawab dengan anggukan oleh kedua perempuan yang merupakan sahabat Sandy.


“Gak papa biar aku yang bayar,” ucap Melody sambil mengelus tangan kekasih nya itu.

__ADS_1


“Kamu gak tau aja makan mereka gimana,” ucap Sandy dengan menghembuskan nafas nya kasar sedangkan ketiga sahabat nya kini malah dengan kompak tersenyum.


“Bagi dua deh biar adil,” saran Yeena dengan kekehannya.


“Gue yang bayar,” tegas Sandy akhirnya yang membuat sahabat nya kini dengan kompak bersorak lalu mereka saling bertos ria.


Tak lama pintu privat room kembali terbuka hingga kini menampilkan Radeva yang juga berada di sana. Isvara yang melihat itu begitu terkejut.


Laki-laki yang masuk dengan senyumannya seolah tak terjadi apapun.


“Lo yang mengundang?” tanya Yeena sambil berbisik pada Isvara yang kini menggelengkan kepalanya. Lagi pula untuk apa ia mengundang laki-laki tersebut.


“Sorry ya, ini tadi Naura yang minta ngundang Radeva,” ucap Melody merasa tak enak dengan sahabat dari kekasih nya itu. Keempat orang tersebut kini dengan kompak menunduk sambil memutar bola matanya malas. Entah begitu muak dengan Naura atau begitu kesal dengan Radeva.


“Kalian kenapa?” tanya Melody yang tidak tahu apa yang terjadi pada keempat orang tersebut.


“Mengheningkan cipta,” ucap Isvara menjawab dengan senyumannya yang membuat Melody kini malah terkekeh mendengar nya.


Melihat itu kini Isvara menghembuskan nafasnya.


“Apa yang di klub belum cukup?” batin Isvara sambil melihat ke arah Sandy.


Sandy mengelus tangan sahabat nya itu yang kini menoleh ke arah nya. Seolah memberikan kekuatan pada Isvara.


“Wah banyak ya yang dateng. Kita tambah aja deh pesanannya. Kayaknya tadi kurang,” ucap Yeena memecah keheningan.


“Sorry ya gue bawa pacar gue,” ucap Reiha dengan tatapan bersalah nya pada Sandy yang kini hanya menghembuskan nafasnya kasar. Hingga kini Isvara dan Sandy sambil berpegangan berusaha memberikan kekuatan satu sama lain atas apa yang kini menimpa mereka.


“Kalian pacaran?” tanya Yeena dengan tatapan penasarannya pada Naura dan Radeva. Radeva yang mendengar ucapan Yeena kini menundukkan kepalanya sambil terkekeh.


“Apa keliatan kayak gitu?” bukannya menjawab pertanyaan Yeena kini Radeva malah balik bertanya pada Yeena.

__ADS_1


Kini laki-laki tersebut bertanya sambil melihat ke arah Isvara. Isvara kini juga melihat ke arah laki-laki tersebut dengan tatapan penasarannya. Menanti jawaban dari laki-laki tersebut.


“Tapi sayang nya engga, kita cuma temen,” ucap Radeva dengan senyumannya. Tata[annya kini begitu lurus pada Isvara yang kini menatap tak kalah dalam pada Radeva.


Setelah nya Isvara memilih mengalihkan perhatiannya.


“Gue kira kalian pacaran,” ucap Yeena sambil melihat ke arah Naura dengan tatapan menghina nya.


“Liat lo gak di anggep, jangan kepedean,” batin Yeena sambil menatap ke arah Naura. Naura yang mendengar nya kini mengepalkan tangannya.


“Nah itu makanannya datang,” Melody yang merasakan jika ada yang salah di sini akhirnya memecahkan pembicaraan dan ketegangan mereka. Para pelayan kini sudah meletakkan makanan mereka di atas meja bundar yang bisa berputar untuk bagian menu.


“Wah kalian gila? Mesen sebanyak ini?” tanya Sandy dengan tatapan tak percaya nya melihat semua makanan yang kini tersaji di depan mereka.


“Ini belum semua, belum sama makanan penutup,” ucap Isvara dengan senyumnya [pada Sandy yang kini berhasil dibuat menganga mendengar ucapan sahabat nya itu.


“Apa kalian kulkas yang menyimpan banyak makanan di perut kalian?” kesal Sandy sambil mengusap wajah nya gusar. Entah seberapa banyak yang setelah ini yang harus ia bayar.


Pelayan kini tak hentinya menyajikan makanan mereka. Bahkan kini meja mereka sudah penuh dengan makanan.


“Pelan-pelan aja mbak. Makanan penutup nya nanti aja,” ucap Yeena pada pelayan tersebut yang kini tersenyum sambil menganggukkan kepalanya dengan hormat.


“Ayo makan, jangan sungkan,” ucap Yeena sudah seperti tuan rumah. Berbeda dengan Sandy yang kini mengusap wajah nya gusar melihat semua tingkah sahabat nya  itu.


Hingga akhirnya mereka makan dalam diam. Setidak nya ini yang kini lebih baik untuk Isvara. Daripada ia harus dihadapkan dengan dua laki-laki yang membuat nya kini terasa begitu canggung.


“Ini enak cobain deh,” ucap Sandy sambil meletakkan menu di piring Isvara. Isvara tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


“Ini cocok buat selera kamu,” ucap Sandy setelah nya sambil meletakkan makanan di piring Melody yang kini segera memakannya dan menganggukkan kepalanya.


Mereka akhirnya makan dalam diam dan hanya membicarakan rasa dari makanan yang mereka makan. Terlalu sibuk dengan hidangan di depannya dan melupakan apa yang terjadi di antara mereka.

__ADS_1


***


__ADS_2