Flutura

Flutura
Malu


__ADS_3

Isvara kini menggeliat dalam tidur nya. Hingga Kevler yang kini berada di samping Isvara sambil memainkan ponselnya dengan segera menoleh ke arah Isvara dengan senyumannya.


“Sudah bangun hm?” tanya Radeva dengan senyuman nya dan menaikkan sebelah alisnya pada Isvara yang kini segera memeluk Radeva dari samping.


“Hm, udah jam berapa?” gumamnya Isvara yang kini masih memejamkan mata nya. Bahkan kini suara nya begitu khas orang baru bangun tidur.


“Jam dua,” jawab Radeva. Isvara segera membuka matanya. Tak menyangka jika ia sudah tertidur selama itu.


“Tadi ada temen kamu,” ucap Radeva dengan tiba-tiba yang kini berhasil membuat Isvara langsung terduduk mendengar ucapan dari kekasih nya itu. Matanya kini menatap lurus pada Radeva yang terkekeh melihat reaksi kekasih nya itu.


“Kenapa?” tanya Kevler dengan menaikkan sebelah alisnya menatap Isvara dengan gemas.


“Mereka tau?” tanya Isvara yang kini di jawab dengan anggukan yang begitu santai oleh Radeva. Sedangkan Isvara kini sudah menjerit sambil mengacak rambut nya. Radeva yang melihat hal tersebut kini membawa gadisnya itu dalam pelukannya.


“Gak papa,” ucap nya dengan kekekhannya sedangkan Isvara kini rasanya sudah begitu frustasi.


“Aku malu,” ungkap Isvara yang kini semakin menenggelamkan wajahnya di dada bidang Radeva yang kini hanya tersenyum melihat tingkah kekasih nya itu sambil mengelus puncak kepala Isvara.


“Mandi sana, siap-siap. Katanya mau belanja,” ucap Radeva dengan senyumannya.


Isvara kini menghela nafasnya kasar lalu menganggukkan wajah nya. Ia cukup sial hari ini. Hubungan yang awal nya akan ia rahasiakan itu kini malah terungkap juga pada akhirnya.


Dengan langkah gontai nya kini Isvara menuju ke arah kamar mandi sambil menarik selimut yang menutupi tubuhnya. Radeva yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya. Lalu kembali fokus dengan ponselnya. Karena kini ia tengah memeriksa tugas nya yang berada di ponselnya.


Setelah selesai bersiap. Mereka memutuskan untuk segera menuju mall untuk berbelanja. Karena kini banyak keperluan Isvara yang habis. Ia terlalu sibuk dengan tugas kuliah nya. Hingga tak sempat berbelanja. Dan kini akhirnya tugas nya itu selesai.


Kini mereka sudah berada di jalan dengan motor milik Radeva, yang membawa mereka menuju mall. Isvara kini memeluk Radeva dengan begitu erat nya, melingkarkan tangannya di pinggang kekasih nya itu.

__ADS_1


“Nanti gak usah masak. Kita makan malam sama Mama,” ucap Radeva yang membuat Isvara kini menoleh ke arah Radeva dengan tatapan terkejut nya.


“Serius?” tanya Isvara yang di jawab dengan anggukan oleh Rdeva.


Kini laki-laki tersebut menggenggam tangan Isvara dengan tangannya yang bebas, dan meletakkannya di atas paha kekasih nya itu.


“Ya, aku udah bilang sama Mama. Nanti Mama tunggu di hotel yang sekarang dia tempati,” jelas Radeva yang kini membuat Isvara menganggukkan kepalanya mendengar ucapan kekasih nya itu. Namun tak lama kening nya kini mengerut dengan bingung.


“Mama kamu gak tinggal di rumah kalian?” tanya Isvara dengan menaikkan sebelah alisnya karena terlalu bingung.


“Aku tinggal di apartemen. Mama blasteran Bali Prancis. Dari Bali ke sini jauh jadi Mama gak bisa stay di rumah nya,” papar Radeva dengan senyumannya. Isvara kini terdiam. Seolah mengerti jika keluarga Radeva sama seperti keluarganya. Mereka bukan berasal dari keluarga cemara.


“Mau carita?” tanya Isvara, ia tak ingin mengulik tentang keluarga Radeva jika tak laki-laki itu yang lebih dulu bercerita padanya.


Radeva melihat ke arah Isvara dengan senyumannya lalu mencium tangan kekasihnya itu dengan lembut.


“Cukup rumit, tapi yang jelas aku bukan dari keluarga cemara,” ujar Radeva yang kini menipiskan bibirnya sambil menatap Isvara dengan tatapan yang di dalam nya penuh dengan luka.


Menceritakan sedikit tentang hidupkan. Karena menurutnya Radeva kini adalah kekasih nya, dan ia perlu untuk berbagi dengan laki-laki tersebut.


“Mama aku bahkan terlalu sibuk dengan dunia,” lanjut Isvara dengan senyuman sendu nya. Radeva yang mendengar nya kini mengelus tangan kekasih nya itu berusaha untuk memberikan kekuatan padanya.


“Gak perlu di lanjut kalau cuma buat kamu sedih. It’s ok, pelan-pelan kita akan saling tahu satu sama lain,” ucap Radeva berusaha menenangkan kekasih nya itu yang kini menganggukkan kepalanya.


Untuk saat ini bolehkah ia berkata jika ia beruntung memiliki Radeva sebagai kekasih nya? Laki-laki yang begitu baik juga begitu perhatian padanya.


Hingga tak lama kini akhirnya mereka sampai di mall yang akan mereka tuju. Isvara segera turun. Radeva dengan begitu perhatiannya kini membantu Isvara membuka helm nya. Lalu merapikan rambut kekasih nya itu.

__ADS_1


“Ayo masuk.” Radeva kini menggenggam tangan Isvara memasuki mall tersebut. Menuju ke arah supermarket mall tersebut untuk berbelanja bulanan.


Selama di perjalanan mereka tak kehabisan topik untuk dibicarakan. Dan setelah sekian lama kini akhirnya Isvara kembali mendapatkan kebahagiaannya. Bahkan saat bersama dengan mantan kekasih nya dulu. Ia tak pernah sebahagia ini.


“Ayo naik,” perintah Radeva yang malah membuat Isvara kini membelalakkan matanya mendengar ucapan Radeva lalu menggelengkan kepalanya.


“Jangan aneh ya,” peringan Isvara pada Radeva sambil menggelengkan kepalanya tegas.


“Biar kamu gak capek,” jelas Radeva namun tetap saja dijawab dengan gelengan oleh Isvara.


“Jalan bareng gini aja,” ucap Isvara sambil mengangkat genggaman tangan mereka yang membuat Radeva kini terkekeh mendengar ucapan Isvara. Namun akhirnya ia hanya menganggukkan kepalanya. Lalu mereka bersama-sama berjalan menuju ke arah pendingin untuk membeli bahan dapur.


Radeva kini terlihat serius memilih sayur, sedangkan Isvara kini memilih daging. Setelah mengambil beberapa daging ia segera meletakkan nya di troli lalu mencari buah-buahan yang ia inginkan.


“Mau beli apa lagi?” tanya Radeva yang sudah selesai memilih sayuran.


“Minuman sama makanan ringan,” jawab Isvara.


Kini mereka berjalan  ke arah tempat minuman baru setelah nya menuju ke arah tempat makanan ringan. Mereka juga membeli makanan kemasan cepat saji.


Mereka kini bahkan sudah seperti sepasang suami istri yang tengah belanja bulanan. Banyak yang terus memperhatikan mereka dengan tatapan iri nya. Melihat betapa serasinya pasangan tersebut.


Apalagi Radeva yang terlihat begitu menyayangi Isvara dan memperlakukan Isvara dengan baik membuat banyak orang semakin iri melihat nya.


“Aku mau iskrim juga.” Isvara kini mengambil es krim dengan wadah timba namun Radeva menahannya membuat Isvara kini menatapo nya dengan kesal.


“Belakangan aja, biar gak cair duluan. Kita cari yang lain dulu,” jelas nya sambil mengelus puncak kepala Isvara sayang yang membuat wanita tersebut kini terkekeh dan menganggukkan kepalanya mendengar saran dari kekasih nya itu.

__ADS_1


Isvara dan Radeva kini berbelanja begitu banyak. Mereka bahkan lupa jika kini Radeva membawa motor. Alhasil belanjaan mereka harus menggunakan taksi online


***


__ADS_2