Flutura

Flutura
Radeva dan Isvara


__ADS_3

Isvara kini masih saling menatap dengan laki-laki yang duduk di kursi pojok. Yeena menepuk pundak Isvara menyadarkan gadis tersebut dari keterkejutannya.


“Dia orang yang mau kenalan sama lo, sampai rela traktir kita makan di sini asal lo ikut,” papar Yeena yang kini sontak membuat Isvara menoleh ke arah Yeena dengan tatapan tajamnya. Sedangkan Yeena kini malah menyengir karena merasa bersalah setelah menjadikan sahabat nya sebagai tumbal.


“Awas lo ya,” kesal Isvara sedangkan Yeena hanya terkekeh.


“Nanti gue turutin apa yang lo mau,” ucap Yeena dengan penawarannya. Isvara yang mendengar ucapan sahabat nya itu hanya berdecih.


Lalu mereka segera menuju ke arah kursi yang masih kosong. Yeena duduk di hadapan Isvara. Tepat di samping Tara. Sedangkan Isvara kini duduk di samping dua orang yang tidak di kenal nya.


Sedangkan laki-laki yang tak lain adalah Radeva kini duduk di bagian ujung yang diapit oleh kedua gadis dengan tubuh seksi yang sedari tadi terus melihat ke arah Radeva dengan tatapan memuja dan menggoda nya.


“Gue kenalin ke kalian ini Isvara, gue tebak kalian udah pada kenal kan. Dia sahabat gue,” ucap Yeena yang kali ini memperkenalkan Isvara. Isvara tersenyum dengan ramah ke arah sekitar nya. Tatapannya kini tertuju pada laki-laki yang masih saja melihat ke arah nya. Setelah nya satu persatu di antara mereka mulai berkenalan. Dan dari sana ia ketahui jika laki-laki yang waktu itu sempat ia temui dan menemani nya adalah Radeva, yang juga merupakan anak kampus nya dari jurusan Teknik informatika.


“Ini kita salah kostum banget ya,” celetuk seorang gadis yang Isvara ketahui bernama Lila. Gadis yang kini duduk di samping Radeva.


“Noh Radeva salahin, malah ngajak ke sini gak ada aba-aba dulu,” ucap Reiha sambil melihat ke arah Radeva yang kini hanya tersenyum sambil meminum minumannya.


Tatapan Isvara sedari tadi tidak lepas dari Radeva.


“Isvara, minum?” tawar laki-laki di samping Isvara. Laki-laki dengan tubuh hitam manis yang tegap dan rambut nya yang panjang.


“Dia gak minum,” tukas Sandy yang membuat banyak mata yang menoleh ke arah Sandy dengan tatapan penasarannya. Sandy yang sedari tadi hanya diam saat Isvara atang kini malah dicurigai memiliki hubungan dengan Isvara.


“Kenapa pada liatin gue? Dia sahabat gue juga, malah lebih lama dari Yeena sama Reiha,” jelas Sandy yang membuat mereka akhirnya menganggukkan kepalanya mengerti.


“Di makan woi, ini dari tadi gue makan sendiri. Mau abis,” ucap Yeena dengan tidak tahu malu nya.


“Lo mah kalau masalah makanan udah gak heran gue,” tandas Reiha.


Yeena yang mendengar ucapan sahabat nya kini malah langsung menyuapi Reiha dengan makanan yang sudah berada di sumpit nya.

__ADS_1


“Makan, nyerocos aja,” ketus Yeena. Reiha hanya berdecih mendengar nya dengan mengunyah makanan yang sudah di suapi oleh Yeena.


“Gue gak nyangka bisa kenal lo di sini Ra,” ucap laki-laki yang kini berada di samping Isvara, membuat Isvara tersenyum canggung mendengar nya.


Kini ia masih begitu canggung berada di sana. Mungkin hanya karena ia belum terbiasa saja.


“Gue sempet liat karya Fardan yang ngelukis lo, dan itu bener-bener cantik,” ucap laki-laki bernama Diraya yang kini berada di samping Isvara. Isvara yang mendengar ucapan laki-laki tersebut terdiam. Mengingat karya tersebut hanya membuat nya kesal saja. Mengingat bagaimana perlakuan Fardan padanya.


“Makasih,” ucap Isvara dengan senyumannya. Namun sebenar nya kini ia merasa tak nyaman berada di depan laki-laki tersebut.


Dengan malas dan merasa tak nyaman kini Isvara memakan makanannya dalam diam.


“Ra,” panggil Diraya pada Isvara lagi. Isvara menghembuskan nafas nya kasar sambil memejamkan matanya berusaha menahan dirinya. Sahabat Isvara yang kini mendengar nya menoleh ke arah Isvara. Ia tahu jika saat ini sahabat nya itu tengah kesal.


“Iya?” tanya Isvara dengan berusaha menahan amarah nya.


“Buat lo,” ucap Diraya sambil memberikan air untuk Isvara. Isvara tersenyum sambil mengambilnya, namun tangannya malah ikut di sentuh oleh laki-laki tersebut.


Isvara rasanya semakin tak nyaman saja berada di sana. Hingga ia memutuskan untuk pergi. Isvara memilih untuk berdiri dan pergi  dari sana.


“Mau kemana Ra?” tanya Sandy pada sahabat nya itu.


“Mau telpon bentar,” ucap Isvara dengan alibinya. Sahabat mereka yang mengerti jika Isvara merasa tak nyaman akhirnya menganggukkan kepalanya.


Isvara segera pergi dari sana berjalan keluar dari tempat tersebut. Tanpa ia ketahui jika kini ada yang mengikutinya.


“Isvara,” panggil laki-laki yang mengejar Isvara. Isvara menoleh ke arah belakang dan kini ia menaikkan sebelah alisnya saat melihat laki-laki yang kini menghampirinya.


“See kita ketemu lagi,” ucap laki-laki tersebut dengan senyumannya yang membuat Isvara tersenyum mendengar nya.


“Radeva?” tanya Isvara pada laki-laki yang tak lain adalah Radeva.

__ADS_1


“Mau beli minuman kaleng di minimarket dekat?” tawar Radeva karena yang dipesan oleh teman-teman mereka di dalam hanya lah minuman beralkohol.


“Boleh,” ucap Isvara yang setelah nya mereka berjalan bersama menuju minimarket yang berada tak terlalu jauh dari tempat mereka berada saat ini.


“Gue masih gak nyangka kalau lo sahabatan sama Yeena cs.” Radeva kini menatap Isvara yang terkekeh mendengar ucapan Radeva.


“Beda ya?” tanya Isvara yang di jawab dengan anggukan oleh Radeva,


“Nyatanya kita udah sahabatan lama. Dari masih SMA. Dan kebetulan kita juga sama-sama suka desain, jadi kita ambil jurusan yang sama. Kecuali Sandy sama Tara, Sandy juga sahabat gue dari SMP,” jelas Isvara yang membuat Radeva mengangguk mendengar nya.


“Gue gak tau lo anak kampus juga,” ucap Isvara dengan kekehannya yang membuat senyuman Radeva terlihat begitu manis.


“Lo aja jarang bergaul. Sahabat lo yang lain perasaan explore kampus mulu,” ucap Radeva.


“Gue lebih fokus ke kuliah sih emang,” jawab Isvara.


“Kalau gak karena paksaan Yeena juga gue gak bakalan dateng juga kali ini,” lanjut Isvara dengan kekehannya yang membuat Radeva juga tertawa mendengar nya.


“Emang beda ya,” ucap Radeva yang di jawab dengan anggukan oleh Isvara.


Tak lama mereka akhirnya sampai di minimarket.


Isvara memilih minuman yang berada di sana.


“Ini enak, rasanya adem min gitu,” tawar Radeva sambil memberikannya pada Isvara yang segera mengambilnya.


“Ada lagi?” tanya Radeva yang Isvara balas dengan gelengan.


“Minum di depan resto aja kalau lo gak nyaman di dalem,” pesan Radeva saat mereka kini berjalan menuju ke arah kasir. Isvara yang mendengarnya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


Selama bersama mereka seolah tak kehabisan topik pembicaraan, Radeva begitu pandai mencairkan suasana yang membuat Isvara merasa nyaman berada didekat laki-laki tersebut.

__ADS_1


***


__ADS_2