
Isvara terus membaca pesan yang ia terima dengan pelan, ini sudah kali ke sepuluh ia melakukannya namun tak juga mempercayai apa yang kini tengah di bacanya. Sahabat nya pun kini sampai jengah melihat nya.
“Udah bener Isvara, itu nama lo. Lo lolos. Perlu berapa kali lagi sih lo baca?” tanya Sandy dengan helaan nafas nya dan tatapan kesal nya pada Isvara, Atau lebih tepat nya ia terlalu jengah dengan tingkah sahabat nya itu. Sudah sepuluh kali ia memastikan namun tak juga mempercayai semua itu.
“Gue lolos?” tanya Isvara dengan senyumannya dan menatap tak percaya pada sahabatnya dengan bergantian.
“Iya elo. Lolos. Ya tuhan, harus berapa kali sih ngasih tau lo?” tanya Yeena dengan tatapan kesal nya karena sahabat nya itu yang tak juga menyadari nya.
Isvara memang dinyatakan lolos dalam pertukaran pelajar dan ia akan melakukannya aat semester enam nanti.
“Wah gue masih gak percaya,” ucap Isvara. Info yang baru saja diterimanya jelas begitu mengagetkan untuk Isvara.
Bahkan sampai saat ini ia belum mempercayainya jika ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan pertukaran pelajar ke Perancis. Sebuah keberuntungan besar untuknya, mungkin ini yang dinamakan dengan menggunakan keberuntungan seumur hidup.
“Ada apa nih rame bener?” tanya Yasa yang baru saja datang bersama dengan Radeva juga sahabatnya yang lain kini menatap satu persatu di antara mereka dengan tatapan penuh tanyanya.
“Isvara keterima untuk pertukaran pelajar ke Perancis. Udah 10 kali dia baca tapi sampai sekarang dia masih nggak percaya juga, bener-bener nggak habis pikir gue sama orang satu ini,” sungut Sandy sambil menggelengkan kepalanya menatap sahabatnya yang kini hanya menyengir.
“Ya wajar dong kalau gue kaget dan masih nggak percaya lihat aja apa yang gue dapetin sekarang, wah kayaknya ini emang hari keberuntungan gue. Apa harus gue beli togel kali aja menang?” tanya Isvara sambil tertawa memikirkan pemikirannya sendiri yang begitu aneh.
“Di luar Nurul nih orang,” ucap Tara yang kini menggelengkan kepalanya mendengar ucapan sahabatnya tersebut.
“Tapi nggak papa sih kalau lu mau beli nanti gue ikutan anggap aja nebeng keberuntungan,” lanjut Tara dengan tawanya yang kini membuat sahabatnya menggelengkan kepalanya tak habis pikir dengan apa yang baru saja dikatakan oleh laki-laki yang biasanya tuh banyak bicara itu.
“Dia sekali ngomong bahaya juga ya,” ucap Varen sambil menatap Tara dengan tawanya.
__ADS_1
“11 12 lah sama sahabatku itu,” ucap Reiha yang membuat tawa sahabatnya kini terdengar, kantin kini dipenuhi oleh tawa dari para sahabat tersebut. Bahkan banyak yang kini menatap iri ke arah mereka melihat pasangan yang begitu serasi juga persahabatan yang begitu menyenangkan, memangnya siapa yang tidak menginginkan itu?
“BTW nanti malam ada acara makan-makan kan ya, Ya kali udah dapet jackpot besar malah nggak ada pesta,” ucap nya dengan begitu semangatnya yang membuat Isvara kini terkekeh lalu menganggukkan kepalanya.
“Oke nanti malamku yang traktir makan,” ucap Isvara yang sontak membuat teman-temannya kini bersorak terlalu senang mendengar hal tersebut.
“Nanti malam aku ada urusan jadi kayaknya nggak bisa ikut maaf ya, sebagai gantinya biar aku yang traktir makan,” ucap Radeva yang kini membuat sahabatnya mengerikan keningnya bingung. Padahal ini adalah hari yang begitu membahagiakan untuk kekasihnya namun Radeva malah tidak bisa ikut dalam acara makan-makan mereka.
Isvara kini tampak kecewa dengan apa yang baru saja didengarnya, namun Ia juga tidak bisa memaksa kekasihnya tersebut. Jika memang kekasihnya tersebut memiliki urusan Ia juga tidak bisa melarangnya untuk melakukan hal tersebut. Karena Radeva juga memiliki kehidupannya sendiri.
“Sorry banget ya,” ucap Radeva merasa tak enak hati pada kekasihnya tersebut yang kini hanya menampilkan senyuman terbaiknya. Menutupi kekecewaannya pada Radeva.
Pembicaraan mereka terus berlanjut membicarakan banyak hal mulai dari gosip kampus sehingga hal-hal tidak penting dan random yang mereka bicarakan.
***
“Kamu yakin nggak mau ikutan?” tanya Isvara dengan tatapan menyelidikinya pada kekasihnya tersebut yang kini tersenyum begitu manis padanya.
“Maaf ya sekali lagi. Tapi kali ini aku benar-benar gak bisa ikut. Ada urusan yang harus aku kerjakan.” Radeva menatap Isvara dengan tatapan menyesalnya.
Isvara menghembuskan nafas nya kasar namun akhirnya ua hanya menganggukkan kepalanya walau kini kekecewaan terlihat jelas di wajah gadis tersebut.
Isvara segera turun dari mobil kekasihnya tersebut, namun sebelum menjauh ia menoleh sejenak ke arah mobil Radeva. Radeva yang melihat hal tersebut hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, sebenarnya Ia juga merasa bersalah karena harus meninggalkan kekasihnya tersebut dalam keadaan seperti ini. Namun Ia juga memiliki hal mendesak yang tidak bisa ditunda.
Setelah melihat dan memastikan jika Isvara kini sudah masuk ke dalam restoran tersebut Radeva segera mengajukan mobil nya membelah jalanan yang malam ini cukup padat.
__ADS_1
Tujuannya kali ini adalah bandara. Tak membutuhkan waktu lama untuknya sampai di bandara. Setelah memarkirkan mobilnya dengan segera radifa kini keluar dari mobilnya menuju ke arah tempat menunggu kedatangan penumpang.
Sambil menunggu orang yang kini dengan ditunggunya Radeva memilih untuk memainkan ponselnya sambil berkirim pesan dengan kekasihnya tersebut menanyakan bagaimana acara makan malam mereka. Hingga saat ia menyimpan kembali ponselnya dan melihat jam di tangannya kini ia melihat ke segala penjuru bandara mencari keberadaan orang yang sudah ditunggunya karena menurut jam yang berada di tiket pesawat gadis tersebut sudah landing saat ini.
Senyuman yang begitu manis kini tergambar dengan jelas di wajahnya saat ia melihat gadis yang baru saja keluar dari tempat keluarnya penumpang pesawat. Radeva Melambaikan tangannya agar gadis tersebut melihat keberadaannya.
“Radeva, i miss you,” teriak gadis tersebut sambil berlari keareah Radeva dan segera memeluknya saat kini ia sudah berada di depan Radeva. Radeva kini membalas pelukannya. Hingga tak lama pelukan tersebut terlepas.
“Long time no see Yozi,” ucap Radeva dengan senyumnya yang membuat gadis yang dipanggil Yozi tersebut tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Yozi atau gadis yang bernama Yozita tersebut kini tampak begitu senang karena bertemu lagi dengan Radeva.
Radeva segera mengambil koper milik gadis tersebut hingga ini Yozita merangkul tangan Radeva dan mereka berjalan bersama keluar dari bandara menuju ke arah mobil Radeva di parkir.
“Gimana perjalannya?” tanya Radeva membuka pembicaraan pada gadis cantik di samping nya itu.
“Sangat melelahkan,” ucap Yozita mengeluh pada Radeva yang kini hanya tertawa tersenyum mendengar nya.
“Kamu bisa tinggal di apartemen aku. Dan bisa langsung istirahat,” ucap Radeva yang tampak membuat Yozita menaikkan sebelah alisnya.
“Kita tinggal bersama?” tanya nya yang membuat Radeva tertawa mendengarnya lalu menggelengkan kepalanya.
“Aku memiliki tempat tinggal lain,” ucap Radeva menjelaskan yang membuat Yozita menganggukkan kepalanya.
Hingga saat mereka sampai di mobil Radeva membantu Yozita masuk ke mobil lebih dulu sedangkan ia meletakkan koper milik Yozita di baginya. Setelah semuanya siap barulah ia melajukan mobil nya menuju ke arah apartemennya.
***
__ADS_1