
Senyum Isvara yang begitu cerah pagi ini membuat banyak yang bertanya-tanya sebenarnya apa yang terjadi pada gadis tersebut. Bahkan Isvara yang sebelumnya hanya menyapa di saat di sapa duluan kini malah gadis itu lah yang menyapa duluan.
“Pagi,” sapa Isvara pada siap temannya yang dijumpainya, tak jarang bahkan gadis tersebut melambaikan tangannya untuk menyapa. Keanehan Isvara hari ini tentu saja menjadi tanda tanya untuk mereka.
Saat sampai di studio tata busana, di mana kelas nya berada. Isvara tersenyum sambil menyapa teman-temannya. Yeena dan Reiha yang sudah lebih dulu datang kini bahkan ikut kebingungan melihat ekspresi Isvara.
“Isvara,” panggil Yeena pada sahabat nya itu yang kini menaikkan sebelah alisnya saat mendengar namanya dipanggil.
“Kenapa?” tanya Isvara dengan tatapan bingung nya pada sahabat nya itu.
“Are you ok?” tanya Yeena dengan tatapan khawatirnya. Isvara yang mendengar ucapan Yeena kini malah terkekeh.
“Iya lah. Lo kenapa sih?” tanya Isvara yang kini malah bertanya balik pada sahabat nya.
“Lo yang kenapa? Aneh banhget hari ini, apa lo menang lotre?” tanya Yeena yang kini membuat Isvara memukul kepala gadis tersebut dengan pensil nya. Yeena yang mendapatkan serangan dari Isvara kini mengerucutkan bibirnya kesal.
“Gak usah aneh-aneh deh. Gue gak papa,” jelas Isvara dengan kekesalannya.
“Nanti malem kita mau nongkrong sama yang lain ikut gak lo?” tawar Yeena. Isvara kini tampak berpikir sebentar sebelum menggelengkan kepalanya.
“Gue udah janji nanti,” jawab Isvara. Kedua sahabat nya yang mendengar ucapan Isvara kini sontak mendekat ke arah Isvara karena terlalu penasaran dengan sahabat nya itu.
Setelah putus dari Fardan mereka tak pernah mendengar Isvara dekat dengan laki-laki manapun. Tak heran bukan, jika kini mereka merasa penasaran. Apa lagi sikap Isvara pagi ini yang begitu aneh. Hal tersebut membuat mereka semakin penasaran saja dengan Isvara.
“Lo punya pacar?” tanya Reiha dengan tatapan penasarannya. Isvara yang kini sudah melihat kedua sahabat nya berada di samping kanan dan kirinya kini memutar bola matanya.
“Apa sih? Gak ada ya,” tegas Isvar. Namun sahabat ya itu tentu tak percaya begitu saja. Mereka kini dengan kompak menyipitkan matanya curiga. Isvara memutar bola matanya malas.
“Gue gak punya pacar,” tegas Isvara yang membuat kedua sahabat nya kini menghela nafas mereka dengan kasar.
Dengan kekecewaan. Kini kedua gadis tersebut sudah kembali ke tempat mereka. Dan kembali menyelesaikan pekerjaan mereka. Isvara yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya. Bukannya tak ingin memberitahu sahabat nya tentang Radeva, hanya saja dia dan Radeva pun memang hanya sebatas teman bukan? Lalu apa yang akan di jelaskan?
__ADS_1
***
Sesuai yang telah mereka rencanakan. Kini Isvara tengah merapikan penampilannya. Sambil menunggu Radeva yang akan datang menjemput nya. Isvara kembali merapikan rambut nya. Hingga tak lama bel rumah nya berbunyi. Dengan terburu-buru gadis tersebut mengambil tas nya lalu segera keluar.
Senyumannya mengambang saat melihat Radeva yang kini berdiri di depan pintu rumah nya.
“Udah siap?” tanya Radeva yang Isvara balas dengan anggukan.
“Udah. Kita mau kemana emang nya?” tanya Isvara sambil menutup pintu nya. Setelah nya ia segera berjalan bersisian bersama dengan Radeva.
“Nanti juga lo tau,” ucap Radeva dengan misterius nya yang membuat Isvara menggeleng mendengar nya.
Setelah sampai di bawah, Radeva segera membukakan pintu mobil untuk Isvara. Laki-laki tersebut memegang atas kepala Isvara agar tidak terbentur. Mendapatkan perlakuan yang begitu istimewa tersebut tentu saja membuat nya merasakan kupu-kupu di perut nya kini berterbangan.
Selama di perjalanan kini Isvara terus saja melihat ke luar mobil dari jendela mobil di samping nya. Radeva sesekali memperhatikan gadis tersebut dengan senyumannya.
“Suka pemandangan malam?” tanya Radeva membuka pembicaraan.
“Suka, apa lagi bulan sama bintang nya kalau lagi cantik,” jawab Isvara.
Gadis tersebut memang begitu menyukai benda-benda langit.
“Aku suka benda-benda langit. Awal nya aku mau ambil jurusan astronomi,” papar Isvara yang kini tampak membuat Radeva terkejut mendengar nya.
“Serius?” tanya Radeva tak percaya. Isvara menganggukkan kepalanya.
“Terus kenapa mundur?” tanya Radeva, menoleh sejenak ke arah Isvara.
“Karena aku lebih suka desain aja sih,” jelas Isvara. Jika ditanya dua hal yang paling Isvara sukai di dunia ini maka jawabannya adalah Desain juga benda langit. Isvara memang tak pernah meluangkan waktu nya untuk bermain bersama teman-temanya saat ia mulai kuliah. Namun jika fenomena langit. Ia selalu memiliki waktu atau lebih tepat nya menyempatkan diri nya hanya untuk melihat fenomena tersebut di tempat yang tepat.
“Kamu tau beberapa hari lagi bakalan ada hujan meteor,” papar Radeva.
__ADS_1
“Hm, aku pengen banget liat. Sepertinya aku bakalan ngeluangin waktu buat liat, cuma belum kepikiran mau liat dimana,” jelas Isvara sambil melihat ke arah Radeva dengan senyumannya.
“Mau ikut gue? Gue bakalan liat di Bromo,” ajak Radeva. Isvara kini tampak tertarik dengan pembicaraan mereka. Radeva memang begitu pintar mencari topik pembicaraan.
“Serius?” tanya Isvara yang membuat Radeva terkekeh sambil menganggukkan kepalanya.
“Hm, gue emang udah ada rencana sama temen-temen gue. Kalau lo mau ikut bilang aja, kita berangkat tiga hari ini,” jelas Radeva yang membuat Isvara menganggukkan kepalanya semangat. Radeva yang melihat itu mengelus puncak kepala Isvara. Dan hal itu mampu membuat Isvara terdiam karena nya.
“Boleh aku ajak temen aku yang lain?” tanya Isvara meminta persetujuan.
“Ajak aja gak papa. Kita rame-rame,” ucap Radeva yang Isvara balas dengan anggukan semangat. Rasanya ia benar-benar tak sabar untuk melihat hujan meteor dari atas gunung.
Lama mereka berada di perjalanan kini akhirnya mereka sampai pada sebuah gedung tinggi. Isvara mengerutkan kening nya bingung. Namun saat Radeva membukakannya pintu dan memintanya untuk turun. Isvara segera turun walau ia masih kebingungan.
Meskipun bingung namun akhirnya Isvara memilih untuk mengikuti memasuki gedung tersebut. Hingga Radeva kini mengajak Isvara menaiki lift.
“Kita mau kemana sih?” tanya Isvara yang kini mulai penasaran.
“Nanti kamu tau, yang jelas kamu gak akan nyesel,” uap Radeva.
Isvara menaikkan sebelah alisnya. Ia jadi semakin penasaran kemana Radeva akan membawanya.
Hingga tak lama akhirnya lift terbuka di gedung paling tinggi. Isvara mengikuti Radeva, hingga mata nya kini membelalak terlalu kagum dengan pemandangan yang di lihat nya saat ini.
“Wah ini indah banget,” ucap Isvara yang masih terkagum melihat pemandangan di depannya. Radeva yang mendengar jika Isvara menyukainya kini merasa senang.
“Ini Bar and cafe, kamu gak pernah ke sini?” tanya Radeva yang Isvara balas dengan gelengan.
“Sangat lurus,” ucap Radeva yang membuat Isvara terkekeh mendengar nya.
Malam itu akhirnya mereka menghabiskan waktu malam mereka di sana. Menikmati makanan mereka dengan ditemani pemandangan yang begitu indah.
__ADS_1
***