Flutura

Flutura
End


__ADS_3

LDR rasanya begitu melelahkan. Apa lagi jika tidak adanya kepercayaan dalam sebuah hubungan. Yang ada hanya lah tersisa sebuah pertengkaran setiap kali saling menghubungi. Namun bagi mereka yang selalu memiliki kepercayaan untuk pasangannya. Jelas mereka tak akan terlalu berat dalam hal ini. Hanya rindu yang akan membuat mereka merasa berat menjalani LDR.


Seperti hal nya saat ini. Radeva yang tak bisa fokus mengerjakan pekerjaannya. Dan semua ini karena kerinduannya pada sang kekasih. Padahal setiap waktu ia sudah menghubungi kekasih nya itu. Terbiasa tinggal bersama, hingga membuat nya kini merasa asing saat harus tinggal seorang diri.


Suara ketukan pintu membuat Radeva yang kini tengah berada di ruangannya sambil menyelesaikan pekerjaannya menoleh sejenak ke arah pintu.


“Masuk,” perintah Radeva pada orang diluar sana yang setelah nya segera masuk. Kini terlihat asistennya yang masuk ke ruangannya dengan wajah datar nya. Laki-laki  yang memang begitu sulit untuk berekspresi tersebut kini sialnya menjadi asisten nya yang begitu kompetan.


“Ada apa Sam?” tanya Radeva pada asisten nya tersebut dengan tatapannya tanya pada asistennya tersebut.


“Saya ingin memberikan dokumen untuk rapat hari ini Pak,” ucap Samuel pada atasannya itu lalu memberikan dokumen yang di bawahnya pada Radeva. Radeva dengan segera mengambilnya dan menganggukkan kepalanya.


“Samuel. Kapan jadwal saya kosong?” tanya Radeva sambil memeriksa dokumen yang akan digunakan untuk rapat nya itu.


“Satu minggu lagi jadwal Anda kosong pak,” jawab Samuel tanpa harus mengecek iPad nya lebih dulu karena ia sudah hafal dengan jawab Radeva. Radeva mengakui jika asistennya itu begitu kompeten dan dapat diandalkan. Beruntung sekali ia memiliki Samuel sebagai asistennya.


“Kalau begitu saya akan pergi di Prancis satu minggu lagi. Pesankan saya pesawat dengan pemberangkatan pertama, saya akan pergi selama satu minggu,” ucap Radeva memerintahkan asistennya tersebut.


“Baik tuan. Apa saya perlu untuk ikut?” tanya Samuel. Takut jika Radeva memiliki urusan bisnis. Radeva menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.

__ADS_1


“Tidak perlu. Saya memiliki urusan pribadi di sana,” ucap Radeva yang Samuel balas dengan anggukan.


Setelah tiga bulan Isvara berada di prancis. Ini adalah kali pertama ia akan mengunjungi gadis nya tersebut. Jadi wajah jika Samuel tak mengetahui urusannya. Apa lagi laki-laki tersebut memang tidak pernah tertarik dengan urusan pribadi atasannya itu.


“Apa ada yang Anda perlukan lagi Pak?” tanya Samuel yang dijawab dengan gelengan oleh Radeva.


“Kalau begitu saya permisi,” pamit Samuel. Setelah nya ia segera pergi dari ruangan atasannya itu.


Radeva kini memilih untuk memeriksa dokumen tersebut dan melanjutkan pekerjaannya. Agar saat ia pergi ke prancis ia tak meninggalkan pekerjaan apapun. Jadi saat datang ia tak akan menjumpai pekerjaan yang menumpuk.


Saat sedang fokus dengan pekerjaannya. Suara dering dari ponselnya berbunyi. Radeva segera mengambil ponsel nya. Saat di lihat nya yang menelponnya adalah kekasih nya, dengan segera laki-laki tersebut membuka kacamatanya lalu menjawab panggilan dari Isvara.


“Kita lagi belanja dong,” ucap Sahna yang kini malah menyela. Isvara menggeser ponsel nya agar terlihat pada Ibu Radeva. Radeva yang melihat hal tersebut hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


“Mama jangan menularkan hobi belanja Mama, sama Isvara ya,” pringat Radeva pada Ibu nya tersebut yang kini berdecih mendengar nya. Sedangkan Isvara kini hanya terkekeh mendengar ucapan kekasih nya itu.


“Tadi Mama jemput aku setelah kelar kampus dan ngajak aku ke perusahaannya, lihat-lihat desain di sana. Pulang nya kita baru belanja,” jelas Isvara memberitahu Radeva yang kini menganggukkan kepala mengerti.


“Beli saja jika ada yang kamu inginkan. Aku akan mentransfer nya nanti pada Mama, jadi minta saja pada Mama,” ucap Radeva pada kekasih nya tersebut.

__ADS_1


“Hey kamu pikir Mama sepelit itu? Kau tidak perlu memikirkan itu. Sekarang Isvara juga anak Mama,” ucap Sahna memperingati anaknya tersebut yang kini hanya terkekeh mendengar nya lalu menganggukkan kepalanya.


“Baiklah baiklah. Jaga diri kalian hm. Aku mencintai kalian,” ucap Radeva yang dijawab dengan senyuman dan nggukan lah Isvara dan syahnaz. Setelah nya panggilan tersebut berakhir.


Radeva menghembuskan nafas nya kasar.


Kini ia semakin merasa tak sabar untuk menemui kekasih nya tersebut. Gadis yang akhirnya mengubah banyak hal dalam hidup Radeva. Gadis yang perlahan membuat nya menjadi pribadi yang lebih baik lagi.


Semenjak lulus kuliah dan atas permintaan dari Isvara, kini ia memutuskan untuk keluar dari club motor nya. Ia memilih fokus dengan pekerjaannya.


Radeva yang dulu nya tak percaya akan sebuah cinta kini perlahan meyakini tentang sebuah cinta. Radeva yang merasa trauma karena sebuah hubungan dan memutuskan tak menjalin sebuah hubungan kini memilih untuk bertahan dalam sebuah hubungan,


Ya, trauma akan hubungan kedua orang tuanya lah yang membuat nya nggak untuk menjalin sebuah hubungan. Namun semenjak bersama dengan Isvara ia kembali mempercayai sebuah hubungan dan akan ia jaga dengan baik hubungannya bersama dengan kekasih nya itu.


Radeva merasa begitu beruntung dipertemukan dengan gadis seperti Isvara. Ia akan melakukan apapun untuk menjaga hubungannya dengan kekasih nya tersebut. Tak akan ia lepaskan wanita yang begitu berarti untuk nya itu.


***


END

__ADS_1


__ADS_2