Flutura

Flutura
Baikkah Dia?


__ADS_3

 Kini bukannya membawa Isvara kembali ke ruangan mereka tadi. Radeva membawa Isvara untuk keluar dari club tersebut. Ia tahu pasti gadis tersebut masih terkejut dengan apa yang baru saja dialami oleh nya.


Tion memang begitu keterlaluan. Bagaimana bisa laki-laki tersebut malah melakukan hal tersebut pada Isvara. Radeva kini membawa Isvara untuk duduk di salah satu kursi taman.


“Lo tunggu sini, gue beli minum dulu,” ucap Radeva saat ia sudah membuat Isvara kini duduk di salah satu kursi di taman cub tersebut, namun baru saja Radeva akan pergi, Isvara seera menahan tangannya.


“Gue boleh ikut?” tanya Isvara. Ia hanya takut jika Tion kembali dan akan kembali melecehkannya. Radeva menipiskan bibirnya namun akhirnya ia menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Isvara.


Kini akhirnya mereka berjalan bersama menuju ke arah supermarket yang tak jauh dari sana untuk membeli minum. Radeva mengerti akan ketakutan Isvara. Selain itu, gadis tersebut juga pasti merasa masih trauma dengan apa yang baru saja di alaminya.


“Lo tenang aja, gue disini,” ucap Radeva berusaha untuk menenangkan Isvara sambil menggenggam tangan gadis tersebut. Isvara menoleh ke arah Radeva dengan senyumannya sambil menganggukkan kepalanya. Untuk kali ini sepertinya hanya Radeva di sini yang bisa ia percaya. Mengingat sahabatnya yang lain masih berada di dalam.


Saat memasuki supermarket. Mereka segera menuju ke arah tempat minuman berada.


“Mau es krim?” tanya Radeva saat mereka melewati tempat es krim. Namun Isvara menggelengkan kepalanya.


Radeva hanya mengangguk. Lalu setelah membeli air ia segera membayarnya di kasir.


Setelah nya mereka segera menuju ke arah klub kembali karena tak ingin sahabat mereka menunggu dan khawatir pada mereka.


“Yakin mau masuk lagi?” tanya Radeva yang kini kembali menanyakannya pada Isvara. Isvara tampak berpikir sebentar sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya.


“Sini,” ajak Radeva ke arah samping club.


“Kenapa?” tanya Isvara dengan tatapan bingung nya.


“Aku mau ngerokok bentar, kamu minum aja dulu,” ucap Radeva. Isvara tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Ia tahu Radeva hanya tengah mengulur waktu. Agar mereka tak segera kembali dan berada di sana lebih lama.


Isvara kini menyandarkan tubuhnya di dinding sambil meminum minumannya. Seangkan Radeva kini tengah merokok.


“Kenapa gak ngerokok di dalem?” tanya Isvara pada laki-laki yang kini berdiri di samping nya itu.


“Klub ini ada larangan merokok. Apalagi di privat room, harus merokok di ruangan terbuka, biasanya di rooftop, di sana rame juga,” uap Radeva menjelaskan. Isvara yang mendengar ucapan Radeva kii menganggukkan kepalanya.


“Mau rokok?” tawar Radeva pada Isvara. Isvara melihat sebentar ke arah rokok yang diulurkan oleh Radeva lalu menggelengkan kepalanya. Radeva hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


“Sorry, bisa minta rokok nya?” tanya seorang wanita yang kini tiba-tina mendekat ke arah mereka. Radeva melihat ke arah gadis tersebut dengan menaikkan sebelah alisnya.


“Wah lo ganteng banget, eh maaf boleh minta rokok nya?” tanya wanita tersebut yang sepertinya tengah mabuk. Isvara yang melihat itu entah mengapa menjadi begitu kesal. Hingga ia segera mengambil alih rokok yang tersisa satu.


“Sisa satu,” ucap Isvara sambil meletakkan batang nikotin tersebut di antara bibir nya. Wanita tadi berdecak lalu segera pergi dari sana.


Radeva yang melihat itu tersenyum lalu segera menyalakan korek api milik nya.


“Biar di sini,” ucap Radeva pada Isvara sambil menyalakan rokok Isvara yang berada di antara bibir nya.


Namun baru saja batang nikotin tersebut menyala. Gadis tersebut malah sudah terbatuk. Radeva yang melihat itu malah terkekeh dan segera mengambil rokok nya dan membuangnya  begitu saja.


“Nih makan permen aja,” ejek Radeva dengan kkehannya sambil memberikan permen pada Isvara yang kini terkekeh mendengar ucapan laki-laki di depannya itu. Namun tetap saja akhirnya ia mengambil permen tersebut.


“Mau masuk sekarang?” ajak Radeva memastikan pada Isvara. Isvara tampak berpikir sejenak sebelum akhirnya ia menganggukkan kepalanya.


Radeva tersenyum menenangkan. Hingga akhirnya mereka segera menuju ke arah club. Di lantai bawah sangat banyak orang yang kini memenuhi. Apalagi di dance floor, banyak yang berjoget di sana.


Radeva benar-benar melindungi Isvara dari tangan-tangan nakal yang ingin menyentuh nya juga dari orang yang tak sengaja menabrak nya.


“Gak papa?” tanya Radeva saat mereka kini sudah sampai di tangga menuju ke ruangan yang sudah mereka pesan.


“Kalian dateng barengan?” tanya Diandra dengan tatapan terkejut nya melihat Radeva yang datang bersama dengan Isvara.


“Kita ketemu di depan,” ucap Isvara menjelaskan sambil menoleh ke arah Radeva yang hanya tersenyum mendengar jawaban dari Isvara.


Yeena kini menoleh ke arah Isvara dengan senyumannya sedangkan Isvara menatap nya dengan datar. Kini Isvara duduk berdampingan dengan Yeena juga Radeva yang kini juga sudah duduk di sampingnya.


“Kacau,” ucap Isvara yang membuat Yeena mengerutkan kening nya bingung. Melihat bagaimana Radeva juga Isvara saling pandang ia pikir semua berhasil. Namun ucapan Isvara kini membuat nya bingung.


“Gue jelasin nanti aja,” bisik Isvara pada Yeena. Namun Yeena yang sudah penasaran, tak bisa lagi menahannya hingga ia menarik tangan Isvara dan membawanya menuju kamar mandi yang ada di ruangan tersebut.


“Bego. Gue ngapain ke kamar mandi luar kalau di sini ada kamar mandi?” tanya Isvara saat mereka kini sudah berada di dalam kamar mandi ruangan tersebut.


“Kan rencana nya lo keluar biar di ikutin,” ucap Yeena dengan cengiran nya yang membuat Isvara kini berdecih mendengar nya.

__ADS_1


“Dan karena rencana lo gue hampir dilecehkan,” ucap Isvara yang membuat Yeena terkejut mendengar nya.


“Hah? Siapa yang ngelakuin itu lo?” marah Yeena yang kini sudah begitu terkejut juga marah mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh sahabat nya itu.


“Gak usah teriak. Nanti pada denger,” kesal Isvara pada sahabat nya yang susah sekali untuk diajak kerja sama itu.


“Ok sorry, jadi?” tanya Yeena dengan begitu penasarannya.


“Ini harus banget kini cerita di sini?” tanya Isvara sambil melihat ke arah sekeliling toilet.


“Udah lah, gak ada waktu lagi. Cepet kasih tau gue, biar gue kasih pelajaran tuh orang,” kesal Yeena yang kini sudah emosi mendengar sahabat nya akan dilecehkan.


“Tion,” ucap Isvara. Yeena yang mendengar hal itu membelalakkan matanya.


“Wah berani banget tuh si tambun.” Yeena kini sudah mengepalkan tangannya dan membuka pintu untuk keluar mencari Tion yang memang belum datang juga. Namun baru satu langkah Yeena berjalan Isvara segera menarik sahabat nya itu lagi.


“Udah biarin aja, dia juga udah di kasih pelajaran sama Radeva,” gumam Isvara di akhir kalimat nya. Yeena yang tadinya sudah begitu marah kini malah menunjukkan senyumnya mendengar ucapan Isvara.


“Serius?” tanya Yeena yang Isvara balas dengan anggukan.


“Ya, dia bantuin gue dan udah menghajar Dion. Gak tau deh gimana nasib dia sekarang,” ucap Isvara dengan helaan nafas kasar nya.


“Udah lo gak perlu peduliin gimana keadaan dia. Dia emang pantes dapetin itu,” tegas Yeena yang membuat Isvara menganggukkan kepalanya.


“Dan Radeva, dia bantuin lo? Apa dia kelihatan marah?” tanya Yeena dengan senyuman penasarannya.


“Naluri cowok aja kali. Dia bantuin gue dan menghajar Tion,” ucap Isvara menjelaskan sambil mengedikkan bahu nya.


“Gue gak yakin itu cuma buat bantuin lo. Karena bisa gue liat ada yang beda sama dia saat ngeliat lo,” ucap Yeena dengan senyuman misterius nya.


“Gak usah berpikir aneh, lagian lo sendiri yang bilang kalau dia emang baik sama semua cewek dan dia bisa deket sama semua cewek. Gak mau punya hubungan juga kan dia, kata lo?” ucap Isvara mengingat kan sahabat nya itu yang kini menganggukkan kepalanya.


“Emang bener, tapi gue rasa ada yang aneh disini,” ucap Yeena dengan senyumannya. Ia kini terlihat seperti detektif yang mendapatkan titik terang dari misi nya.


“Udah lah gak perlu banyak berpikir. Mending sekarang kita keluar,” tegas Isvara yang segera membuka pintu dan keluar dari kamar mandi bersama dengan Yeena. Saat mereka keluar banyak yang melihat mereka dengan tatapan penasarannya.

__ADS_1


Namun kedua gadis tersebut memilih abai dan memilih untuk menuju tempat mereka. Malam itu tak seperti biasanya, karena Yeena mengajak Isvara akhirnya ia pulang lebih awal bersama dengan kedua sahabat nya.


***


__ADS_2