Flutura

Flutura
Cemburu


__ADS_3

Radeva kini terlihat begitu serius, berkutat pada masakannya. Kini hanya membuat masakan yang mudah. Nasi goreng dengan telur dan sosis. Isvara kini masih berada di kamar mandi. Setelah pertengkaran panjang kini akhirnya Radeva yang menang, mereka akhirnya memutuskan untuk tinggal bersama. Setelah semua paksaan dan adu argumen yang panjang.


Radeva tentu saja merasa senang akan hal tersebut. Ia begitu senang karena akhirnya ia bisa tinggal bersama dengan kekasih nya itu. Namun kini setiap pagi ia harus membuatkan sarapan untuk nya juga Isvara.


“Sayang, makanannya udah siap,” teriak Radeva pada Isvara memanggil kekasih nya yang belum juga keluar dari kamar nya itu.


“Iya, aku keluar sekarang,” ucap nya. Hingga tak lama yang ditunggu akhirnya keluar juga.


Kini Isvara tampak begitu cantik dengan dress yang digunakannya dan rambut nya yang dibiarkan tergerai. Isvara kini segera duduk di tempat nya dan memakan sarapannya yang sudah disiapkan oleh Radeva.


“Kapan acara pameran busana nya?” tanya Radeva di sela makan mereka.


“Dua hari lagi. Makanya sekarang aku udah mulai sibuk untuk mempersiapkan itu,” jelas Isvara sambil mengunyah makanannya dengan terburu-buru. Hari ia tak hanya ada kesal namun ia harus mempersiapkan busana untuk pamerannya. Sudah siap memang namun ia ingin untuk mengecek nya lagi. Ia tak ingin jika ada kekurangan.


“Siapa yang akan jadi model nya?” tanya Radeva dengan menaikkan sebelah alisnya.


“Aku,” ucapNya dengan senyumannya yang membuat Radeva kini terkekeh mendengar nya namun akhirnya ia menganggukkan kepalanya.


“Begitu semangat dan percaya diri,” ucap Radeva dengan kekehannya yang membuat Isvara kini juga ikut tertawa mendengar nya.


Tidak salah memang jika kekasihnya itu begitu percaya diri karena ISvara memang begitu cantik, tubuh nya yang begitu indah jelas begini pas untuk menjadi model.


“Ayo buruan. Aku buru- buru,” ucap Isvara pada kekasih nya itu yang membuat Radeva kini terkekeh namun akhirnya ia memakan makananya dengan terburu-buru. Setelah selesai, Radeva segera mengambil bekas makan mereka lalu mencuci nya.

__ADS_1


Setelah selesai mereka memutuskan untuk segera pergi.


“Kamu gimana perkembangan tesis nya?” tanya Isvara sambil menoleh ke arah Radeva saat kini mereka sudah berada di mobil Radeva yang akan membawa mereka menuju ke arah kampus mereka.


“Berjalan cukup baik. Semoga saja semester tiga sudah selesai sidang dan lulu lebih cepat,” ucap Radeva yang membuat Isvara kini menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Radeva.


“Nanti mungkin aku bakalan pulang malam.” Isvara kini menatap Radeva dengan tatapan bersalah nya yang membuat Radeva kini tersenyum dengan menenangkan sambil mengelus puncak kepala Isvara sayang.


“It’s ok. Nanti telpon aja kalau udah mau pulang, biar aku jemput,” ucap Radeva yang dibalas dengan anggukan oleh Isvara.


Tak lama mereka kini akhirnya sampai di kampus. Dengan terburu-buru tanpa menunggu Radeva kini Isvara berjalan dengan terburu-buru meninggal Radeva yang masih berada di dalam mobil Radeva yang melihat tingkat kekasihnya itu kini hanya menggelengkan kepalanya,  Ia hanya takut jika gadis tersebut malah terjatuh karena terlalu terburu-buru.


“Isvara hati-hati,”  teriak Radeva mengingatkan kekasihnya itu yang kini sudah menjauh darinya. Isvara yang masih mendengar ucapan kekasihnya itu kini hanya mengacungkan jempolnya tanpa menoleh ke arah Radeva.


***


“Jadi lu sekarang tinggal di rumah Isvara?” pertanyaan itu terlontar dari Yasa saat kini keempat laki-laki tersebut Tengah berkumpul bersama di kantin saat jam makan siang mereka. Sambil menunggu kelas mereka selanjutnya.


Radeva yang mendapatkan pertanyaan dari sahabatnya tersebut kini hanya menganggukkan kepalanya, Ia terlalu sibuk dengan game di ponselnya itu.


“Emang lo ya nggak nanggung-nanggung,”  ucap Varen sambil menggelengkan kepalanya Tak habis pikir dengan apa yang sahabatnya itu inginkan. Entah terlalu bucin atau memang begitu posesif.


“Nggak ada maksud tertentu gue mah, yang penting bisa 24 jam barang dia,” ucap Radeva dengan tawanya saat menjawab ucapan sahabatnya tersebut. Sepertinya memang bucin laki-laki tersebut bukan karena terlalu posesif.

__ADS_1


“Bucin banget ya lu,”  ucap Yasa sambil bergidik ngeri mendengar ucapan sahabatnya tersebut, sedangkan kini sahabat yang lain hanya tertawa menanggapi pertikaian mereka.


“Oh iya besok lusa ada pameran dari jurusan pacar lo kan?”  tanya Zafran yang sedari tadi hanya diam saja sambil mendengarkan perbincangan sahabatnya tersebut.


“Yoi kalian kalau mau datang datang aja, lagian terbuka untuk umum juga,” jawab Radeva yang dibalas dengan anggukan oleh sahabat nya itu.


“Dateng lah kita besok. Sesekali kan menjelah kampus siapa yang tahu ada cewek cantik suka sama gue,” ucap Yasa dennbegit percaya dirinya yang membuat sahabat nya kini hanya bergidik mendengar nya.


“Eh itu pacar lo kan yang lagi ngobrol sama Daivan?” pertanyaan dari Varen itu berhasil mengalihkan atensi Radeva hingga ia mengalihkan tatapannya dari ponselnya kini menuju ke arah yang Faren tunjuk.


Tatapannya seketika menajam saat melihat jika kekasihnya kini tengah berbincang dengan Daivan laki-laki yang sempat menyukai kekasihnya itu. melihat hal tersebut membuat Radeva merasa kesal hingga kini ia segera menuju ke arah kekasihnya itu dan merangkulnya dari samping.


“Kamu ada disini?”  tanya Radeva dengan senyumannya pada kekasihnya tersebut yang kini hanya menjawabnya dengan senyuman dan menganggukkan kepalanya. Daivan yang melihat hal tersebut kini menaikan sebelah alisnya menetap sepasang kekasih di depannya tersebut dengan tatapan pungutannya.  Ia memang sudah mendengar jika ada gosip tentang ispara yang menjamin hubungan dengan Radeva namun ia tak mempercayainya begitu saja.


Saat melihat apa yang kini berada di depannya jelas akhirnya ia mempercayai semua itu. Ternyata memang benar gadis yang ia suka itu sudah menjalin hubungan dengan laki-laki lain. Sial rasanya memikirkan jika ia sudah kalah dan kini gadis yang ia sukai sudah bersama dengan laki-laki lain.


“Kalian pacaran?”  tanya Daivan menatap Isvara juga Radeva dengan tatapan penukarannya. Radeva yang mendengar hal tersebut tentu saja yang merasa senang karena kini ia memiliki peluang untuk memperjelas pada laki-laki tersebut jika kini Isvara adalah miliknya dan memberikan peringatan padanya untuk tidak lagi mendekati kekasihnya itu.


“Ya kita sudah pacaran,”  ucap Radeva dengan begitu sombongnya yang membuat  Daivan kini menganggukkan kepalanya dengan senyumannya yang terlihat begitu sendu,  ia tahu ucapan laki-laki tersebut menyiratkan jika ini Isvara adalah miliknya dan tidak membiarkan siapapun untuk mendekatinya lagi termasuk Daivan.


“Ah gue baru tahu, langgeng ya,”  ucapnya memberikan selamat pada pasangan di depannya tersebut yang kini tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Mendengar hal tersebut tentu saja Radeva merasa senang karena apa  yang direncanakan sudah berhasil nya sudah berhasil.Membuat Daivan menyadari maksud terselubung dari ucapannya tersebut.


Setelah mengatakan ucapan selamat laki-laki tersebut memilih untuk segera pergi dari sana. Radeva yang melihatnya hanya tersenyum membiarkan laki-laki tersebut pergi begitu saja. Isvara yang tak mengerti apapun memilih mengabaikannya dan mengajak kekasihnya itu untuk makan bersama.

__ADS_1


***


__ADS_2