
Senyuman mengambang jelas dari sepasang kekasih yang baru saja menjalin hubungan tersebut. Kini Isvara dan Radeva tidur saling berpelukan tanpa sehelai benang yang menutupi tubuh nya. Hanya selimut yang kini mereka gunakan untuk menutupi tubuh mereka.
“Aku pengen kayak gini lebih lama. Belanja nya sore aja ya,” ucap Isvara meminta pada Radeva yang kini membuat laki-laki tersebut terkekeh mendengar ucapan kekasih nya itu. Namun akhirnya ia hanya menganggukkan kepalanya.
“Aku masih ngantuk banget,” ucap Isvara sambil memejamkan matanya. Kini ia membelakangi Radeva, hingga Radeva kini memeluk nya dari belakang.
“Tidur aja lagi, sudah waktu nya tidur siang,” ucap Radeva dan semakin mengeratkan pelukannya pada Isvara.
“Oh iya Mama aku udah dateng,” ucap Radeva yang membuat Isvara terkejut mendengar nya. Setelah nya ia memilih untuk membalikkan badannya agar kini ia bisa saling berhadapan dengan Radeva. Walau kini yang bisa ia lihat hanya lah dada bidang kekasih nya itu.
“Bener?” tanya Isvara dengan tatapan penasarannya yang membuat Radeva yang kini tengah memejamkan matanya itu menganggukkan kepalanya mendengar pertanyaan dari kekasih nya.
“Nanti aku kenalin kalian,” ucap Radeva yang membuat Isvara kini mengangguk dengan semangat. Ia begitu senang karena akan bertemu dengan wanita yang merupakan seorang desainer dan wanita itu juga merupakan ibu dari kekasih nya.
“Gimana kalau makan malam bareng?” tanya Isvara yang kini tampak membuat Radeva kini berpikir sejenak sebelum akhirnya laki-laki tersebut menjawab dengan anggukan. Isvara kini ikut memeluk Radeva hingga mereka kini saling berpelukan.
“Aku mau tidur, kalau bisa berhibernasi,” ucap Isvara yang membuat Radeva kini terkekeh mendengar ucapan konyol dari kekasih nya itu.
“Tidur lah sebanyak yang kamu mau,” ucap Radeva. Hingga kini akhirnya mereka kembali tertidur sambil berpelukan.
Tak lama bel apartemen Isvara berbunyi. Radeva yang mendengar nya, kini dengan hati-hati turun dari ranjang dan melepaskan pelukannya pada Isvara. Sebelum pergi laki-laki tersebut menyelimuti Radeva dengan benar.
Baru setelah nya ia segera keluar dari kamar setelah memakan celana nya. Berjalan ke arah pintu untuk membukakan orang di luar sana pintu. Takut jika itu adalah kurir. Namun saat Radeva kini membuka pintu apartemen tersebut bukannya kurir yang berada di sana. Melainkan keempat sahabat Isvara yang kini membuat mereka sama-sama mematung.
__ADS_1
“Kita salah apartemen?” tanya Yeena memecahkan keheningan tersebut. Sandy kini mengecek nomor apartemen namun benar jika itu adalah apartemen sahabatnya. Namun yang kini membuka pintu bukanlah sahabat nya, melainkan Radeva.
“Mending kita masuk dulu,” ucap Radeva yang akhirnya membuka suara setelah dari tadi ia hanya diam saja karena terlalu terkejut melihat sahabat Isvara.
Kini mereka saling tatap saat mereka duduk di ruang tamu.
“Lo gak bisa pake baju dulu?” tanya Reiha yang sebenar nya begitu tergoda dan mengagumi pahatan nyaris sempurna yang kini tuhan sajikan untuk nya. Begitu indah dengan tubuh proporsional, dada yang bidang juga lebar, dan perut kotak kotak nya. Jangan lupakan wajah tanpa dan senyuman manisnya. Semua begitu memabukkan.
“Oh iya,” ucap Radeva yang setelah nya memilih untuk segera pergi dari sana dan menuju ke arah kamar Isvara kembali untuk mengambil baju nya yang berserakan di sana.
Setelah menggunakan baju nya lagi kini Radeva kembali ke ruang tamu di mana sahabat kekasih nya itu berada.
Mereka kini saling diam hanya saling menatap. Sandy yang mulai jengah dengan kecanggungan tersebut kini akhirnya menghembuskan nafasnya kasar sambil menatap Radeva dengan tatapan tak percaya nya.
“Isvara mana?” tanya Sandy dengan tatapan penasarannya pasal nya ia belum melihat Isvara sedari tadi mereka datang.
“Tidur,” jawab Sandy.
“Tadi malam dia sakit kebetulan ketemu gue waktu beli makan sama obat, akhirnya gue ikut dan ngerawat dia semalaman,” ucap Radeva menjelaskan yang membuat sahabat nya kini membelalakkan matanya.
Yeena dan Reiha yang khawatir pada sahabat nya itu kini segera berlari menuju ke arah Isvara. Namun baru saja mereka membuka pintu kini mereka menutup nya lagi lalu berjalan ke arah Radeva.
“Yak apa yang lo lakuin sama sahabat gue,” ucap Yeena sambil mengajak-ngajak rambut Radeva. Reiha pun kini ikut mengacak rambut Radeva. Membuat sahabat nya yang lain kini memejamkan matanya karena sudah mengetahui apa yang terjadi.
__ADS_1
“Tenang, kita duduk dan jelasin,” ucap Radeva berusaha untuk menenangkan sahabat kekasih nya itu. Mereka kini menghembuskan nafas lalu memilih untuk duduk di tempat mereka tadi.
“Demam Isvara sudah menurun. Dia sekarang gak papa, dan lagi gue sama Isvara udah pacaran,” ucap Radeva kini menjelaskan yang membuat sahabat mereka kini terkejut juga bingung mendengar nya. Antara senang atau sedih.
“Lo serius? Bukannya lo gak mau terikat sebuah hubungan?” tanya Yeena yang kini sudah mulai tenang dan menatap Radeva dengan tatapan penuh tanya dan menyelidik nya.
“Iya itu bener. Tapi semua itu sebelum gue kenal Isvara, karena setelah gue kenal Isvara. Gue memilih untuk ada di sebuah hubungan,” ucap Radeva menjelaskan yang membuat sahabat mereka kini menghembuskan nafasnya kasar mendengar nya.
“Ya udah lah kita juga gak bisa berbuat banyak kalau gitu,” ucap Reiha yang kini mendapatkan anggukan setuju dari sahabat nya itu.
“Gue cuma berharap lo gak nyakitin sahabat gue atau lo akan berurusan sama gue,” ancam Sandy yang membuat Radeva kini terkekeh sambil menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Sandy yang penuh dengan ancaman.
“Kita dateng buat ngajak dia main. Tapi kalau dia lagi sakit ya udah, kita aja. Sampein salam kita ke dia. Jaga sahabat gue baik-baik,” ucap Yeena sambil menepuk Radeva yang kpini ,menjawab nya dengan anggukan.
“Kalian hati-hati,” pesan Radeva yang dijawab dengan anggukan oleh keempat orang tersebut yang setelah nya segera pergi dari sana.
Setelah kepergian mereka. Kini Radeva memilih untuk kembali pada Isvara dan ternyata kekasih nya itu masih tertidur. Radeva memilih untuk merapikan kamar Isvara setelah nya ia ikut menyusul Isvara yang kini masih tertidur.
Hal seperti ini tak pernah Radeva pikirkan sebelumnya. Berada di hubungan yang menurut nya hanya hubungan yang rumit. Namun kehadiran Isvara benar-benar mengubah prinsip hidup nya. Kini akhirnya ia juga terjebak di sebuah hubungan.
Ia hanya berharap hubungannya dengan Isvara akan terus membaik tanpa adanya orang ketiga yang membawa kehancuran untuk hubungan mereka. Menurut nya dulu saat sebelum bertemu dengan Isvara, hubungan seperti ini adalah hubungan rumit yang bisa saja membawa pada kebencian.
Radeva mengeratkan pelukannya pada Isvara berusaha menenangkan hati nya.
__ADS_1
***