Flutura

Flutura
Tak Akan Baik


__ADS_3

“Main game aja gimana?” saran Yeena dengan begitu semangat nya sat kini semua hidangan sudah siap. Isvara sedari tadi hanya diam sambil menikmati jagung bakar nya. Dan semua itu tidak lepas dari perhatian Radeva.


“Ra lo makan mulu, ikutan sini,” ajak Yeena pada sahabat nya yang sedari tadi sibuk dengan makanannya.


“Gak lah kalian aja,” ucap Isvara yang kini lebih memilih untuk  menikmati makannya sambil duduk di kursi yang berada tak jauh dari mereka.


Yeena yang melihat itu memutar bola matanya malas. Lalu setelah nya ia segera berdiri dan menarik tangan Isvara untuk segera berdiri. Dan berjalan ke arah teman mereka yang lain.


“Lo jangan makan mulu ya,” kesal Yeena. Isvara menghembuskan nafas nya sambil memutar bola matanya malah mendengar ucapan sahabat nya itu.


Di sisi lain kini Radeva yang melihat itu hanya tersenyum melihat tingkah menggemaskan gadis tersebut.


“Ok fine,” ucap Isvara akhirnya dan kini memilih mengalah mengikuti permainan teman-temannya itu.


“Ok kita main permainan bisik kejujuran, yang penasaran wajib minum biar tau jawabannya,” ucap Yeena yang kini menyampaikan aturan mainnya. Semua yang berada di sana kini bertepuk tangan heboh, kecuali Isvara an Radeva. Sedari tadi laki-laki tersebut terus saja menatap Isvara, seolah tak membiarkan pandangannya lepas sebentar saja dari gadis tersebut.


“Kita mulai dari?” tanya Yeena sambil memutar botol yang berada disana untuk menentukan siapa yang memulai permainan itu.


Hingga semua nya bersorak saat botol tersebut berhenti dan yang memulai permainan adalah Melody.


Melody kini mendekat ke arah Sandy yang duduk di samping nya lalu membisikkan pertanyaan untuk Sandy.


Sandy terdiam sejenak sebelum akhirnya menjawab pertanyaan Melody.


“Isvara,” ucap Sandy dengan senyumannya sambil menatap ke arah Isvara dengan senyumannya. Mendengar jawaban Sandy kini Isvara menaikkan sebelah alisnya.


Sedangkan yang lainnya kini menatap dengan penasaran, apa lagi melihat senyuman sinis dari Melody, mereka jadi bertanya-tanya apa pertanyaan gadis tersebut.


Hingga kini akhirnya banyak yang minum. Bahkan sahabat mereka pun kini memilih untuk minum.


“Baru awal udah banyak yang minum aja,” kekeh Yasa namun akhirnya ia malah ikut minum juga. Radeva kini menatap Sandy dan Isvara dengan menaikkan sebelah alisnya sambil tersenyum dengan penuh tanya, dan Radeva yang ikut minum membuat kini banyak yang bersorak heboh.

__ADS_1


“Wuhh Radeva?” tanya mereka Yasa dengan senyuman menggoda nya sedangkan Radeva kini hanya tersenyum sinis. Isvara yang melihat itu mengalihkan pandangannya ke arah lain.


“Apa nih pertanyaan nya, pada minum nih. Kecuali Isvara, gak kepo banget dia padahal ada nama dia,” ucap salah satu teman Radeva namun Isvara memilih untuk menjawab nya dengan kekehan.


“Setelah gue siapa yang akan dilindungi?” ucap Melody yang kini menatap kesal ke arah Sandy.


“Woh ngeri juga pertanyaan nya,” ucap Varen yang membuat temannya yang lain bergidik. Isvara yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya.


“Next,” ucap Yeena yang tak ingin ada pertengkaran.


Sandy kini membisikkan pada laki-laki di samping pertanyaan yang ia ajukan hingga setelah nya laki-laki tersebut menjawab nya.


“Ya pacar gue lah,” ucap nya dengan begitu bangga yang membuat semua nya bersorak seolah bisa menebak apa menjadi pertanyaan Sandy.


“Bucin,” sungut Sandy dengan kekehannya yang membuat laki-laki tersebut kini merangkul kekasih nya. Isvara yang melihat itu hanya terkekeh. Dan lagi itu tak lepas dati pandangan Radeva yang terus menatap nya.


“Next,” ucap Reiha.


Permainan terus berlanjut, hingga kini sampai pada Radeva. Zafer kini membisikkan pertanyaan pada Radeva membuat senyuman laki-laki tersebut mengemnbang.


“Hm orang nya ada di sini,” ucap nya dengan tatapannya yang kini menatap lurus ke arah Isvara. Isvara yang melihat nya kini hanya menatap nya dengan bingung. Ia ingin meminum alkohol tersebut namun ia terlalu gengsi untuk melakukan itu.


“Wah apa nih?” tanya teman Radeva yang lain. Yeena kini menoleh ke arah Isvara begitupun dengan Sandy. Lalu mereka minum alkohol yang sudah disediakan, karena penasaran dengan pertanyaan yang kini diajukan.


“Gas pertanyaannya,” ucap Reiha yang juga ikut meminum alkohol tersebut.


“Apa ada yang lo suka di sini,” pertanyaan itu mengejutkan semua orang. Begitupun dengan Isvara yang kini menatap Radeva dengan lekat. Hingga kini mereka malah saling pandang. Naura yang awalnya sudah tersenyum, langsung memudarkan senyum nya melihat Radeva dan Isvara yang kini malah saling pandan.


“Waw apa nih?” tanya Yasa dengan begitu heboh nya.


“Gue mau tidur, kalian lanjut aja,” ucap Isvara lalu segera berdiri dan pergi dari sana.

__ADS_1


Gadis tersebut mengeratkan jaket yang dikenakannya sambil memasuki villa.


“Ayo lanjut,” ucap mereka dengan begitu heboh nya.


“Udah-udah, besok kita ke mau ke bromo. Mending tidur dan istirahat. Jangan sampek ada yang mabok besok,” ucap Radeva menghentikan teman-temannya. Mereka mengerutkan bibirnya karena dihentikan. Namun pada akhirnya mereka hanya menurut dan segera menuju ke arah kamar mereka masing-masing untuk beristirahat.


***


Isvara menggeliat dalam tubuh nya saat ia merasakan haus. Dengan menghembuskan nafas kasar gadis tersebut segera turun dari ranjang nya. Di lihat nya kini Naura yang masih belum tidur dan sibuk dengan ponsel nya. Sedangkan temannya yang lain sudah terlelap.


“Lo gak tidur?” tanya Isvara saat melihat jam yang kini sudah menunjukkan pukul 00.22. mendengar ada yang mengajak nya berbicara, Naura menoleh dan tersenyum ke arah Isvara.


“Ini mau tidur,” ucap nya dengan senyuman. Isvara hanya menganggukkan kepalanya lalu menuju ke arah dapur untuk mengambil minum.


Saat akan menuju dapat ia melihat Radeva dari lantai atas, kini laki-laki tersebut juga terlihat sibuk dengan ponselnya. Hingga membuat Isvara tersenyum sinis karena ia seolah bisa menebak jika kini laki-laki tersebut dengan saling mengirim pesan dengan Naura.


Sebelumnya ia tak pernah tahu jika mereka ternyata begitu dekat. Saat melewat Radeva yang berada di ruang keluarga, laki-laki tersebut segera menoleh dan tersenyum ke arah Isvara.


“Gak tidur?” tanya nya yang membuat Isvara hanya berlalu berpura-pura tak mendengar nya.


Radeva menaikkan sebelah alisnya lalu segera mengikuti Isvara.


Radeva memegang tengkuk Isvara membuat Isvara terkejut dan segera membalikkan  tubuh nya. Senyuman Radeva kini menyapa nya membuat Isvara menghembuskan nafas nya kasar.


“Kenapa?” tanya Isvara.


“Gak tidur?” tanya Radeva mengulangi pertanyaannya tadi.


“Ini mau lanjut tidur?” ucap Isvara lalu menegak habis air nya.


Radeva menganggukkan kepalanya. Isvara yang tak ingin berlama-lama berada di dekat laki-laki tersebut karena takut kembali luluh akhirnya memilih untuk segera pergi dari sana. Jantung nya sangat tidak aman jika berlama-lama  berada di dekat laki-laki tersebut.

__ADS_1


***


__ADS_2