
Pikiran Isvara kini terus saja tertuju pada Radeva yang kini memenuhi pikirannya. Semua perlakuan laki-laki tersebut terus saja berputar di kepalanya seperti kaset rusak. Isvara mengacak rambutnya frustasi.
“Stop Isvara, apa yang lo pikirin?” ucap Isvara sambil menggelengkan kepalanya.
“Mending sekarang gue siapin keperluan buat ke Bromo besok,” ucap Isvara dan kini ia segera berjalan menuju ke arah tas ransel juga koper milik nya. Berusaha menghilangkan bayang Radeva yang terus saja menghantainya.
“Radeva, dia baik atau emang itu cara dia buat dapetin cewek?” kini saat Isvara tengah menyiapkan keperluannya. Pikirannya malah kembali lagi pada laki-laki tersebut.
“Lo jadi cowok ngeribetin perasaan aja Radeva,” ucap Isvara dengan helaan nafas nya.
Isvara lagi-lagi mengacak rambut nya dengan gusar. Memikirkan Radeva benar-benar hanya membuat nya pusing saja.
“Berhenti Isvara, lo gak boleh mikirin dia lagi,” tegas Isvara pada dirinya sendiri.
“Lo harus fokus. Jangan mikirin dia lagi,” tegas Isvara yang akhirnya kini mulai mencatat apa saja yang harus ia bawa dan menandai semua yang sudah ia bawa pada catatan di ponselnya. Agar saat nanti pulang ia bisa mengecek nya dengan mudah dan tidak ada yang tertinggal.
“Tinggal obat-obatan kayaknya di belakang juga udah abis. Ke apotek dulu lah,” ucap Isvara lalu setelah nya ia memilih untuk segera menuju ke arah apotek untuk membeli obat-obatan yang diperlukan.
***
Isvara dan teman-temannya kini tengah berada di kantin kampus menikmati makan siang mereka.
“Radeva sendiri?” tanya Isvara saat melihat Radeva yang kini tengah seorang diri berada di kantin dan menikmati makannya.
“Kenapa? Mau lo temenin?” tanya Yeena dengan tatapan menyelidiknya pada sahabat nya itu yang kini hanya memutar bola matanya malas mendengar pertanyaan dari sahabat nya itu.
“Gak usah ngaco deh,” tegur Isvara yang kini malah membuat Yeena tertawa mendengar jawaban dari sahabat nya itu.
__ADS_1
“Eh kalian kemarin malam kenapa sih? Lo kenapa Ra?” tanya Sandy yang kini kembali mengingat tentang Isvara saat berada di klub yang membuat mereka penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi pada sahabatnya itu.
“Kemarin malam kenapa? Apa nih gue gak tau,” ucap Reiha yang kali ini juga ikut membuak suara nya karena merasa penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya.
“Noh si Tion bikin masalah,” ketus Yeena yang membuat sahabatnya yang lain kini menjadi penasaran.
“Tion kenapa?” tanya Tara yang juga penasaran dengan apa yang terjadi.
“Gue kasih tau tapi janji jangan buat masalah. Karena dia juga udah dapet akibat nya,” tegas Isvara yang memberikan peringatan pada sahabat nya itu lebih dulu sebelum memberitahu apa yang sebenarnya terjadi karena ia tak ingin jika sahabatnya itu mencari masalah karena apa yang telah Tion lakukan padanya.
“Emang apa yang dia lakuin?” tanya Sandy yang kini sudah bertanya dengan wajah datar nya.
“Janji dulu,” ucap Isvara memaksa. Ia tak ingin mengambil resiko.
“Iya, apa?” tanya Sandy yang sudah tak lagi sabaran. Ia sudah begitu penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Tion pada sahabat nya.
Sandy dan Tara kini sontak langsung berdiri. Isvara yang melihat hal itu menghembuskan nafasnya kasar. Lalu ia segera menarik tangan kedua sahabat nya itu dan meminta nya untuk duduk kembali.
“Udah lah. Gue gak mau kita ada masalah sama mereka. Kemarin juga dia udah dapet akibat nya,” ungkap Isvara menenangkan sahabat nya itu, namun kepalangan di tangan Sandy juga Tara kini masih saja terlihat.
“Duduk,” tegas Isvara lagi pada kedua sahabatnya. Ia tahu mereka marah saat mendengar sahabat nya hampir di leceh kan. Apa lagi Sandy yang memang sudah bersahabat lama dengan Isvara.
Dengan helaan nafas kasar nya kini akhirnya kedua sahabatnya itu hanya mengangguk dan segera duduk kembali di tempat nya.
“Gimana bisa begitu?” tanya Reiha dengan tatapan penasarannya pada kedua sahabat nya itu.
Isvara dan Yeena kini menghembuskan nafas nya dengan kompak hingga kedua gadis tersebut bergantian untuk bercerita apa yang terjadi sebenarnya saat itu. Ketiga sahabat nya hanya diam mendengar kan. Dengan sesekali membelalak kaget juga marah saat mendengar bagaimana sahabat nya akan di leceh kan oleh Tion.
__ADS_1
“Lo berdua ya emang bikin masalah aja. Untuk Radeva beneran dateng dan ngikutin lo. Kalau kagak gimana?” tanya Sandy dengan marah pada Isvara yang kini hanya memberengut mendengar nya. Ia tahu ia memang salah apalagi Isvara memang tak mengenal betul bagaimana klub malam.
“Lain kali jangan begitu lagi,” tegas Tara yang dijawab dengan anggukan oleh kedua sahabat nya itu.
“Jadi lo beneran suka sama dia?” tanya Reiha sambil melihat ke arah Radeva yang kini sudah bersama dengan kedua sahabat nya yang tampak tengah berbincang.
“Gue juga gak tau. Dia juga bingung orang nya,” ucap Isvara dengan helaan nafas kasar nya.
“Emang mending jangan. Lo tau dia itu gak mau punya hubungan, dari pada lo cuma di gantung dan lo cuma terjebak sama dia tanpa hubungan mending gak usah,” ucap Sandy yang kini menatap serius ke arah Radeva.
Dan tepat saat mereka melihat Radeva. Mereka dapat melihat Radeva yang kini membantu gadis yang buku nya terjatuh dan saat akan mengembalikannya, Radeva juga memegang tangan tersebut dan seperti mengelus nya.
“See,” hardik Sandy. Mereka menghembuskan nafas nya kasar secara bersamaan sambil memfokuskan tatapan mereka pada sisa makanan di depan mereka lagi.
“Emang gak pantes,” ucap Reiha sambil menggelengkan kepalanya.
“Gak ada beda nya sama mantan lo, atau emang ini lebih parah?” tanya Tara sambil menggelengkan kepalanya melihat apa yang kini tersaji di depannya.
“Tapi menurut gue perlakuan dia sama Isvara tuh beda, dari tatapan dia pun beda,” ucap Yeena yang kini masih membela Isvara, ia hanya menyampaikan apa yang ia pikirkan setelah melihat bagaimana Radeva memperlakukan Isvara.
“Berhenti dengan pemikiran lo dan uji coba nya itu Yeena,” tegas Sandy yang membuat Yeena mengerucutkan bibirnya dan memilih untuk melanjutkan makannya.
Namun tak lama ia menepuk pundak Isvara.
“Gue dukung apapun yang lo pilih,” ucap Yeena dengan senyumannya. Isvara menipiskan bibirnya lalu menganggukkan kepalanya mendengar ucapan sahabat nya itu.
Meskipun sampai saat ini ia masih tak tahu apa yang akan dipilih nya. Namun ia memang harus memilih nya lebih awal agar ia bisa membuat keputusan untuk kedepannya. Memilih maju atau mundur.
__ADS_1
***