
Radeva baru saja tiba di Apartemen Isvara saat jam sudah menunjukkan pukul satu malam. Karena setelah ia mengantar Yozita ke Apartemennya ia langsung menghampiri sahabatnya itu mengikuti balap liar.
Saat ia sampai di apartemen Isvara kini Apartemen sudah begitu gelap. Sepertinya Isvara sudah pulang dan kini sudah tertidur. Dengan pelan kini ia berjalan menuju ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah selesai ia segera menuju ke arah kamar Isvara. Hingga di lihatnya kekasih nya itu sudah tertidur.
Radeva baru saja tiba di Apartemen Isvara saat jam sudah menunjukkan pukul satu malam. Karena setelah ia mengantar Yozita ke Apartemennya ia langsung menghampiri sahabatnya itu mengikuti balap liar.
Saat ia sampai di apartemen Isvara kini Apartemen sudah begitu gelap. Sepertinya Isvara udah pulang dan kini sudah tertidur. Dengan pelan kini ia berjalan menuju ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah selesai ia segera menuju ke arah kamar Isvara. Hingga di lihatnya kekasih nya itu sudah tertidur.
Senyuman Radeva kini mengembang saat melihat wajah cantik kekasihnya tersebut yang kini masih tertidur. Suara dering dari ponsel Isvara yang menandakan adanya pesan masuk membuat Radeva dengan segera mengambilnya. Hingga dilihatnya jika ada pesan masuk dari Bibi gadisnya tersebut.
Bibi May: Happy Birthday keponakan Bibi. Selamat bertambah umur sayang. Kamu pasti sudah tidur, bibi akan menghubungimu nanti.
Begitulah isi dari pesan tersebut yang berada di bagian notifikasi depan ponsel milik Isvara. Radeva hanya melihatnya dari notifikasi gelembung saja dan tidak membuka pesan tersebut.
Senyumnya kini tampak mengembang melihat gadisnya tersebut sambil mengelus puncak kepala Iswara dengan begitu lembut.
“Jadi hari ini kamu ulang tahun?” Radeva kini menatap kekasihnya tersebut dengan begitu lembut sambil mengelus puncak kepala nya sayang lalu ia mengecup kening Isvara. Hal tersebut membuat Isvara merasa terganggu dalam tidur nya akhirnya membuka matanya.
“Kamu udah pulang?” tanyain sekarang dengan masih begitu mengantuk pada Radeva yang kini tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
“Tidur lagi yuk, Ini masih dini hari,” ucap Radeva pada Isvara yang kini tampak mengambil ponselnya. Benar saja Jam kini masih menunjukkan pukul 1.02 karena terlalu mengantuk ia tak menyadari pesan dari Bibiinya tersebut.
Radeva kini membawa Isvara ke dalam pelukannya hingga mereka sama-sama memejamkan matanya untuk masuk ke dalam alam mimpi. Tak membutuhkan waktu lama untuk mereka masuk ke alam mimpi karena kini mereka pun sudah begitu mengantuk.
***
__ADS_1
Isvara kini membaca pesan yang dikirimkan oleh kekasihnya dengan helaan nafas kasarnya.
My Boy
Sayang maaf ya, hari ini aku ada urusan jadi gak bisa anter kamu pulang.
Begitulah isi pesan dari Radeva yang kali ini benar-benar membuat suara kesal. Iya rasanya kini sudah begitu lelah namun harus mencari angkutan umum untuk pulang karena kekasihnya tersebut yang memiliki urusan.
Isvara akhirnya memutuskan untuk segera menuju ke arah halte untuk menunggu bus yang akan ia tumpangi ke apartemennya.
“Sudahlah Isvara lagi pula sebelumnya kamu juga sudah terbiasa,” ucap Isvara berusaha untuk menguatkan dan menenangkan dirinya sendiri.
Saat tengah menunggu bus dihalte. Ponsel gadis tersebut berdering membuat nya dengan segera mengecek ponselnya hingga kini di lihat nya nama Bibi nya lah yang berada di sana. Dengan segera Isvara menjawab panggilan tersebut.
“Bibi sangat Baik, bagaimana dengan kamu?” tanya May di seberang sana pada keponakannya yang sudah dianggap sebagai anaknya sendiri. Karena May yang memang belum memiliki anak akhirnya menganggap Isvara sebagai anaknya sendiri.
“Aku baik Bi,” ucap Isvara dengan senyumannya meskipun kini ia tahu bibinya itu tidak bisa melihatnya.
“Apa ulang tahunmu kali ini kamu akan pulang ke rumah mamamu?” tanya wanita baru bayar di seberang sana yang kini membuat ispara terdiam mendengarnya.
Bersamaan dengan itu bus yang akan ditumpangi oleh ispara kini sudah tiba. ispara dengan segera berdiri dan menuju ke arah bus tersebut.
“Sepertinya tidak karena aku sekarang begitu sibuk Bi ke rumah banyak yang harus aku persiapkan untuk pertukaran pelajar,” ucap Isvara menjelaskan pada Bibi nya itu yang sebenar nya hanya lah sebuah alibi. Untuk saat ini ia masih begitu malah bertemu dengan ibu nya.
“Kamu diterima untuk pertukaran pelajar?” tanya May dengan begitu antusias nya yang membuat Isvara terkekeh.
__ADS_1
“Hm aku di terima di Perancis,” jawab nya yang membuat May kini begitu senang mendengar nya.
“Kamu harus segera memberitahu ibumu Isvara. Dan pulang lah hari ini. Besok adalah hari sabtu. Kamu harus pulang sesekali. Lagi pulang tak butuh waktu lebih dari dua jam untuk sampai di rumah Mama kamu,” ucap May pada keponakannya itu berusaha memberikan nasehatnya.
Isvara menghembuskan nafas nya mendengar ucapan Bibi nya itu.
“Akan aku pikirkan nanti,” ucap Isvara dengan helaan nafas nya.
“Baiklah, pikirkan dengan baik hm,” pinta May pada keponakannya. Isvara hanya menganggukkan kepalanya. Walau ia tahu Bibi nya itu yang tidak akan bisa melihat nya.
“Bi aku tutup dulu ya,” ucap Isvara yang dijawab dengan agukan oleh Bibi nya.
Isvara melihat jam di tangannya yang kini baru menunjukkan pukul 11.12. Jika ia pergi ke rumah ibu nya sekarang ia bisa sampai di apartemennya sore. Tak butuh waktu lama sebenar nya untuk datang ke rumah ibu nya itu. Mengingat jarak rumah mereka hanya lah satu jam perjalanan dengan kereta.
“Apa gue harus pulang?” tanya Isvara yang masih menimang dan memikirkannya.
“Gak ada salah nya untuk dateng. Kalau gak mood bisa ke makan Liana,” ucap nya. Mengingat Makan Liana memang berada di rumah masa kecil mereka.
Isvara dan Sandy memang memutuskan untuk sekolah di tempat yang jauh semenjak kematian Liana. Selain ingin mengubur kisah sedih mereka, mereka juga tidak menyukai rumah mereka yang tak memiliki arti nyaman. Akhirnya mereka memutuskan untuk hidup mandiri saat SMA.
Setelah bergulat dengan pemikirannya kini akhirnya Isvara memutuskan untuk datang ke rumah Ibu nya. Sebelum itu ia lebih dulu menghubungi Radeva jika ia akan ke rumah Ibu nya dan akan pulang sore. Setelah menerima balasan dari Radeva ia segera menutup ponselnya.
Isvara memutuskan ke rumah Ibu nya dengan menggunakan kereta. Agar ia bisa lebih cepat sampai. Kini ia hanya berharap tak akan ada hal buruk yang terjadi dan merusak hari nya kali ini.
***
__ADS_1