
Isvara kini tengah berjalan bersama dengan keempat sahabat nya menuju ke arah kantin. Seperti hari-hari sebelumnya kini mereka berjalan bersama dengan sesekali bercanda atau bercerita tentang keadaan satu sama lain.
“Lu bentar lagi ya bakalan berangkat ke Prancis?” tanya Sandy pada sahabatnya tersebut yang kini hanya menganggukkan kepalanya mendapatkan pertanyaan dari sahabat nya itu.
“Ya setelah UAS gue bakalan berangkat ke Prancis,” jawab Isvara dengan senyumannya yang begitu senang karena sebentar lagi ia akan berangkat ke tempat yang begitu ia inginkan selama ini.
“Yah LDR dong kita,” ucap Yeena dengan tatapan sendu nya pada sahabatnya tersebut dan kini hanya menganggukkan kepalanya mendengar ucapan sahabatnya itu lalu mereka saling berpelukan. Sandy dan Tara yang melihat hal tersebut ini hanya memutar bola matanya malas.
“Lebay banget padahal cuman enam bulan,” ucap Sandy sambil memutar bola matanya malas. Ketiga gadis tersebut yang sedari tadi berpelukan jenis yang tak menatap Sandy dengan tatapan tajamnya. Tara kini hanya menjalankan kepalanya tak harus pikir dengan tingkah sahabatnya tersebut.
“Udahlah jangan pada ribut kalian demen banget sih ribut,” ucap Tara sambil menggelengkan kepalanya lalu ia berjalan lebih dulu meninggalkan sahabatnya tersebut.
Namun tak lama ia berjalan kini laki-laki tersebut menghentikan langkahnya saat ia melihat ke arah bawah terlihatlah laki-laki dan perempuan yang kini telah berjalan bersama dengan perbandingan Tuhan.
Keempat sahabatnya kini akhirnya juga ikut menghentikan langkah nya saat di lihat nya Tara yang kini menghentikan langkah nya.
“Kenapa?” tanya Yeena dengan tatapan penasarannya saat melihat sahabatnya tersebut dan kini menghentikan langkahnya. Namun tak lama mereka juga melihat ke arah objek yang kini dilihat oleh sahabat nya itu.
Hingga mereka membelalakkan matanya melihat apa yang kini tengah di lihat nya.
“Radeva?” tanya Isvara dengan tatapan tak percayanya melihat apa yang kini tengah di lihat nya.
“Itu cewek nya yang kemarin kan?” tanya Reiha dengan begitu polos nya yang kini sontak mendapatkan tatapan tajam dari sahabat nya yang lain. Sedangkan Isvara kini menatap Reiha dengan tatapan penuh tanya nya.
“Apa maksud lo?” tanya Isvara dengan penuh tanya pada Reiha yang kini sudah meringis karena mulut nya sendiri yang keceplosan.
__ADS_1
“Kita kemarin ketemu Radeva sama tuh cewek di depan rumah sakit,” jelas Sandy yang kini akhirnya membuka suara. Laki-laki tersebut memang paling tidak menyetujui hubungan Isvara juga Radeva.
“Dan kalian nggak bilang sama gue?” tanya Isvara dengan tatapan penuh tanyanya pada sahabatnya tersebut yang kini hanya terdiam.
“Karena kita gak mau buat lo sedih, kemarin hari ulang tahun lo. Kita gak mau ngerusak hari ulang tahun lo,” ucap Tara menjelaskan yang membuat Isvara kini menghembuskan nafas nya kasar lalu memilih untuk segera pergi dari sana.
Sahabat mereka yang melihat hal tersebut kini hanya menatap kepergian Isvara, Yeena yang melihat itu akan mengejar nya. Namun Sandy menahannya sambil menggelengkan kepalanya.
“Biarin dia nenangin diri,” ucap Sandy yang membuat Yeena kini menghembuskan nafas nya kasar akhirnya ia hanya menganggukkan kepalanya mendengar ucapan sahabat nya itu.
***
Isvara dan Radeva kini memakan makanan mereka dalam diam. Kini mereka tengah makan malam di apartemen Isvara. Isvara kini sesekali melihat ke arah Radeva. Tampak ragu membahas apa yang tadi di lihat nya.
Radeva yang melihat gelagat aneh kekasih nya itu kini mengerutkan kening nya sambil menatap Isvara dengan tatapan penuh tanya nya.
“Tesis kamu udah selesai?” tanya Isvara sambil memakan makananya dan sesekali melihat ke arah Radeva.
“Udah, akhirnya kelar juga,” ucap Radeva dengan senyumannya yang dijawab dengan anggukan oleh Isvara.
“Oh iya temen kamu yang ada di rumah sakit gimana?” tanya Isvara lagi berusaha untuk menyelidiki. Ia tak ingin mengatakannya secara langsung pada Radeva. Ia ingin Radeva lah yang mengatakan pada nya yang sejujur nya. Namun sepertinya sulit untuk laki-laki tersebut mengungkapkan yang sejujurnya.
“Udah membaik alhamdulillah nya,” jawab Radeva yang membuat Isvara menganggukkan kepalanya mendengar ucapan kekasih nya itu.
“Temen kamu itu perempuan atau cowok?” tanya Isvara lagi dengan tatapan menyelidiknya. Radeva yang mendengar pertanyaan Isvara kini menaikkan sebelah alisnya.
__ADS_1
“Kenapa nanya begitu?” tanya Radeva yang tampak bingung dengan kekasih nya.
“Kenapa? Aku cuma nanya,” ucap Isvara dengan acuh lalu kembali memakan makananya. Setelah selesai ia segera meneguk minumannya hingga tandas. Setelah nya ia segera pergi dari sana, meninggalkan Radeva dengan tatapan penuh tanya.
***
Isvara kini rasanya begitu lelah. Mood nya belakangan ini tak pernah baik. Selalu saja ada yang merusak mood nya. Kini gadis tersebut tengah berjalan ke arah kelas kekasih nya. Untuk mengajak Radeva berbicara. Karena belakangan ini hubungan mereka tidak begitu baik. Apalagi dengan Radeva yang selalu sibuk dengan urusannya sendiri.
Bahkan laki-laki tersebut sering meninggalkan nya di apartemen begitu saja. Dulu ia mungkin terbiasa dengan kesendirian. Namun kini, Radeva membiasakannya selalu berdua. Saat laki-laki tersebut pergi Isvara merasa begitu kesepian.
Baru saja Isvara akan menelpon Radeva dan mengambil ponselnya yang berada di tas nya, gadis tersebut kini malah menabrak orang yang berjalan berlawanan arah dengannya.
“Sorry,” ucap Isvara. Lalu menatap orang yang di tabrak nya. Hingga kini ia membelalakkan matanya karena terlalu terkejut melihat orang yang ditabrak nya itu.
“Sorry juga ya,” ucap gadis tersebut pada Isvara yang kini sudah membeku melihat nya.
“Apa kita pernah bertemu?” tanya gadis tersebut pada Isvara yang membuat Isvara kini menaikkan sebelah alisnya mendengar ucapan gadis di depannya itu.
“Kayak nya lo salah inget,” ucap Isvara lalu setelah nya ia segera pergi dari sana menuju ke arah kelas kekasih nya. Namun baru saja ia melangkah ucapan gadis tersebut selanjutnya menghentikan langkah nya.
“Ah gue inget. Lo orang di wallpaper ponsel Radeva,” ucap nya yang membuat Isvara kini sontak membalikkan tubuhnya lalu menatap gadis tersebut dengan tatapan sinisnya.
“Ah ya, gue pacar nya. Dan lo?” tanya Isvara dengan menaikkan sebelah alisnya, gadis tersebut kini malah terkekeh mendengar ucapan Isvara.
“Baru kekasih kan? Gue sahabat dia dari kecil. Kalau gue yang minta dia memilih kira-kira siapa yang akan dia pilih? Jangan terlalu berbangga diri, karena gue bisa saja mengambil nya,” tegas gadis tersebut dengan senyuman sinisnya yang membuat Isvara kini terkekeh mendengar ucapan gadis di depannya itu.
__ADS_1
“Menurut lo siapa yang akan dia pilih? Gadis yang sekarang dia cintai, atau lo yang sekedar sahabat? Kita posisi yang berbeda. Dan harusnya lo tau itu dan gak melewati batan lo,” tegas Isvara yang setelah na segera pergi sambil mengepalkan tangannya karena terlalu kesal dengan gadis tersebut. Lihat bukan, mood nya pagi ini sudah rusak saja.
***