Flutura

Flutura
Awal Yang Baik


__ADS_3

Isvara kini duduk di sebuah cafe sambil melihat ke arah luar jendela. Di depannya kini sudah tersaji minuman yang dipesannya. Sudah sepuluh menit ia menunggu, tapi orang yang ditunggu nya belum saja datang hingga kini.


Isvara melihat jam di tangannya, dua puluh menit lagi ia ada kelas. Namun orang yang ditunggu nya tak juga datang.


Hingga suara ponsel nya kini malah terdengar. Isvara segera mengejek ponsel nya dan terlihat nama sahabat nya yang kini terpapar di sana.


“Kenapa?” tanya Isvara setelah menjawab panggilan dari sahabat nya itu.


“Lo dimana?” tanya nya dengan terburu-buru. Isvara menipiskan bibirnya mendengar pertanyaan dari sahabat nya. Ia tahu pasti sahabat nya itu sudah mengetahui apa yang akan ia lakukan.


“Cafe biasa,” jawab Isvara. Tanpa mengatakan apapun kini bahkan sahabat nya itu sudah menutup panggilannya. Isvara menghembuskan nafas nya sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabat nya itu.


Da bersamaan dengan itu kini seorang gadis duduk di depannya, dengan wajah datarnya. Isvara menghembuskan nafas nya kasar melihat gadis di depannya itu.


“Mau pesen sesuatu?” tawar Isvara pada gadis yang tak lain adalah Melody.


Setelah mendengar cerita dari sahabat nya tadi malam, Isvara jadi merasa begitu bersalah pada Melody juga sahabat nya itu. Akhirnya ia meminta untuk bertemu dengan Melody. Sandy pasti mengetahui apa yang akan dilakukan oleh Isvara hingga ia langsung menempel Isvara saat di lihat nya sahabat nya itu tidak berada di studio.


“Gak perlu, langsung ke intinya aja. Lo mau apa?” ketus Melody. Isvara sama sekali tidak keberatan dan merasa tersinggung dengan gadis tersebut. Ia seolah mengerti dengan apa yang kini tengah dirasakan oleh Melody.


“Gue mau minta maaf atas nama gue juga Sandy. Mungkin lo ngerasa kalau Sandy lebih mentingin gue, gue bener-bener minta maaf. Tapi yang perlu lo tau, hubungan kini hanya sebatas sahabat,” jelas Isvara dengan begitu tegas nya yang membuat Melody kini tertawa dengan hambar mendengar ucapan Isvara.


“Lo mungkin sulit untuk percaya, tapi memang itu faktanya. Kita bersahabat dari masih awal mos SMP. Dia orang yang sulit untuk dekat dengan orang lain. Tapi perlahan setelah gue sama Liana temenan sama dia, dia mulai berubah dan mulai banyak punya temen juga,” ucap Isvara kini melanjutkan ucapannya untuk memberitahu dan meyakinkan Melody.

__ADS_1


“Kita bertiga bukan berasal dari keluarga cemara. Kita bertiga seperti rumah. Salah satu pilar kita udah rusak. Jadi kita gak mau semakin rusak, mungkin itu yang buat Sandy lebih milih gue. Kita saling menggenggam dan saling merangkul. Dari pada menjadi perusak dari pilar lainnya, gue lebih minta lo untuk menjadi pilar baru untuk memperkuat rumah itu,” ucap Isvara. Melody yang mendengar ucapan Isvara kini hanya diam terus mendengar kan penjelasannya.


“Gue tau lo orang yang baik. Ayo berteman, dan kita sama-sama menjaga Sandy. Tapi dengan posisi yang berbeda. Kita memiliki tempat yang berbeda. Lo sebagai kekasih nya, dan gue sebagai sahabat nya,” ucap Isvara sambil menggenggam tangan Melody yang berada di atas meja.


“Kalian gak pernah saling suka? Gue gak terlalu percaya sama hubungan persahabatan antara cewek dan cowok,” ucap Melody dengan menaikkan sebelah alis nya. Isvara yang mendengar itu menganggukkan kepalanya mengerti.


“Gue pun sama seperti lo. Gue gak percaya hubungan seperti itu kalau yang menjalani nya orang lain, tapi melihat gue sama Sandy selama ini gue perlahan percaya gak semua hubungan kayak gitu gak bisa untuk gak di percaya. Bukti nya gue dan Sandy. Meskipun gue juga ngeliat Sandy dan Liana yang saling suka, tapi semua itu masa lalu. Sandy udah kayak kakak gue sendiri,” ucap Isvara berusaha untuk meyakinkan Melody.


“Lo tau, gue tau semua ini karena dia kemarin mabuk dan ceritakan semua ini ke gue,” jelas Isvara dengan senyumannya. Melody yang mendengar nya tampak terkejut.


“Isvara,” suara itu kini datang dengan terburu-buru. Isvara menoleh ke arah sahabat nya yang kini datang dengan nafasnya yang tidak beraturan. Membuktikan jika ia datang dengan berlari.


“Kalian bicarain baik-baik, gue pergi,” ucap Isvara berpamitan.


“Apaan? Jangan buat usaha gue sia-sia. Bicarain baik-baik, biar gak ada yang nyesel akhirnya. Jangan mengulangi hal yang sama untuk kedua kali nya,” pesan Isvara pada Sandy sambil mengelus lengan sahabat nya itu.


Setelah nya kini ia memilih pergi dari sana, membiar Sandy dan Melody menyelesaikan masalah nya. Mereka juga memerlukan waktu untuk berbicara berdua.


Isvara kini memilih untuk menuju ke arah kampus nya karena delapan menit lagi ia ada kelas.


“Aish,” maki nya dengan kesal.


Dengan terburu-buru kini gadis tersebut berlari menuju ke arah kampus nya. Beruntung cafe tersebut tak jauh dari kampus nya. Namun mengingat ia yang tidak membawa kendaraan dan fakultas nya yang berada jauh di belakang kini membuat Isvara yakin jika kini ia terlambat.

__ADS_1


***


Isvara kini mengangkat kepalanya yang terasa kaku. Dengan langkah lelah nya kini ia keluar dari ruangan kelas nya. Tujuannya kini adalah studio busana. Namun saat ia akan menuju ke arah kelas nya, ia tak sengaja melihat Radeva yang kini tampak begitu serius membuat sebuah program yang sepertinya untuk praktek teknik industro nya.


“Isvara,” seseorang kini memanggilnya sambil menepuk pundak nya. Hal itu membuat Isvara terkejut langsung membalikkan tubuhnya dan menatap gadis di depannya dengan senyumannya.


“Gue cari ke studio lo gak ada,” ucap gadis tersebut yang membuat Isvara terkekeh mendengar nya.


“Abis kelas. Gimana hubungan kalian? Sudah membaik?” tanya Isvara pada gadis yang tak lain adalah Melody.


Melody kini tersenyum sambil menganggukkan kepalanya yang membuat Isvara kini terkekeh lalu setelahnya ia segera mengajak Melody untuk segera berjalan bersama dan pergi dari sana. Tanpa Isvara tahu jika ada yang memperhatikan gadis tersebut.


“Berkat lo akhirnya membaik. Maaf udah salah paham sama lo,” ucap Melody yang membuat Isvara kini terkekeh mendengar nya.


“Gapapa santai aja,” ucap Isvara sambil menepuk pundak Melody.


“Nanti lo sibuk? Makan malem bareng yuk, gue juga mau ngajak sahabat Sandy yang lain. Seperti kata lo, daripada bermusuhan dan salah paham sama kalian. Lebih baik gue mendekatkan diri dan menjadi bagian dari kalian,” ucap Melody dengan senyumannya yang membuat Isvara terkekeh sambil menganggukkan kepalanya.


“Boleh, nanti kita makan malem bareng,” ucap Isvara dengan senyuman menenangkannya.


“Ok nanti gue kabarin ya tempat nya, gue balik dulu. Ada kelas,” ucap Melody yang membuat Isvara kini mengangguk. Setelah nya mereka berpisah. Isvara menuju ke arah koridor studio nya sedangkan Melody ke arah fakultas nya.


Isvara merasa senang mendengar jika sahabat nya itu hubungannya sudah membaik. Semoga sahabat nya kini bisa menemukan kebahagiaannya.

__ADS_1


***


__ADS_2