Flutura

Flutura
Isvara


__ADS_3

“Sudah mendapatkan yang saya maksud Isvara?” tanya dosen perempuan yang kemarin memberikan saran pada Isvara. Isvara yang kini tengah berada di ruangan dosen tersebut dan kini mereka tengah duduk saling berhadapan membuat Isvara tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


“Seperti yang anda katakan,” ucap Isvara dengan senyumannya sambil menyerahkan desain nya. Dosen wanita tersebut mengambilnya dengan senyuman sambil melihat desain milik mahasiswi nya.


“Sesuai yang saya harapkan. Kamu memang memiliki kualitas yang tinggi. Sebelumnya kamu hanya terlalu panik,” ucap dosen tersebut dengan senyumannya dan menyerahkan kembali desain miliknya pada Isvara.


“Melanjutkan proses selanjutnya. Jangan terlalu sering lembur,” pesan dosen tersebut yang dijawab dengan anggukan oleh Isvara.


“Terima kasih Miss,” ucap Isvara yang setelah nya segera pergi. Kini tujuannya adalah kembali ke kelas seni dan ternyata kini kelas nya cukup ramai. Bahkan kini kedua sahabat laki-laki nya kini juga berada di sana dan kini mereka tengah mengganggu Yeena juga Raiha.


“Dari mana Ra?” tanya Yeena saat gadis tersebut melihat kedatangan Isvara.


“Ruangan Miss Xena,” jawab Isvara sambil meletakkan tasnya di kursi miliknya.


“Yah, lo kok gak ngajak gue sih Ra?” tanya Sandi dengan wajah sedih nya. Kini laki-laki tersebut malah menyandarkan dagunya di atas pundak patung milik Isvara. Isvara yang mendengar ucapan sahabat nya itu hanya memutar bola matanya malas mendengar ucapan sahabat nya. Ia jelas tahu apa yang sahabat nya itu mau.


“Gak usah aneh-aneh deh,” tegur Isvara sambil memutar bola matanya malas.


Miss Xena yang masih muda memang selalu menjadi incaran para mahasiswa. Wajah cantik dan tubuh nya yang sudah seperti model membuat kaum hanya banyak yang menyukainya.


“Siapa yang tau ye kan,” sungut Sandy yang hanya membuat Isvara menggeleng mendengar nya.


“Miss Xena juga milih-milih kali, mana mau dia sama lo yang kayak pulu-pulu gini,” ejek Yeena yang kali ini ikut menimpali pembicaraan kedua sahabat nya itu. Sandy yang mendengar ucapan sahabat nya membelalakkan matanya dan menatap tajam pada Yeena.


“Wah muka gue yang ganteng nya paripurna gini lo kata kayak pulu-pulu. Gantengan gue kali sama pacar lo yang beda di hp beda di real itu,” sungut Sandy tidak terima dengan hinaan dari Yeena.

__ADS_1


“Pede banget gila,” ucap Yeena sambil bergidik ngeri.


“Ini lagian kalian berdua ngapain sih di sini?” tanya Reiha dengan menggelengkan kepalanya melihat kedua sahabat laki-laki nya yang malah begitu betah berada di kelas mereka.


“Gak ada kelas kita mah,” ucap Tara dengan senyuman bangga nya.


“Ya udah sih sana kek ngapain gitu jangan ganggu di sini,” usir Yeena yang kali ini ikut mengusir sahabat nya namun bukannya pergi kini Sandy dan Tara malah duduk di kursi milik Isvara dan Yeena. Ketiga gadis tersebut yang melihat nya hanya menggeleng dengan tingkah sahabat mereka.


“Eh nanti kumpul-kumpul bareng yang jurusan lain juga kan ya?” pertanyaan itu datang Sandy.


“Iya, ada adik tingkat yang mau ikutan juga,” ucap Yeena yang kini seolah menjadi penyelenggara dari kegiatan kumpul-kumpul tersebut.


“Isvara, ikutan yuk. Nanti rame loh,” ajak Yeena yang sebenar nya tak ada bosannya mengajak sahabat nya itu meskipun ia tahu jika pada akhirnya Isvara akan menolak.


“Engga, gue mau buat pola ini dulu,” ucap Isvara yang kini dari dasar membuat pola. Sahabat mereka yang mendengar ucapan Isvara yang sudah bisa mereka dengar hanya menghembuskan nafas nya.


“Sesekali ikutan lah Ra. Mendem di kampus mulu dapet apa sih?” tanya Tara yang kini mendapatkan tatapan tajam pad Isvara.


“Lihat,” tunjuk Isvara sambil memperlihatkan desain yang dibuat nya. Tara yang melihat nya menatap kagum desain tersebut.


“Wah bagus banget Ra, ya udah lo di sini aja. Biar nanti gue nikah yang desain baju nya lo aja. Bair gratis,” ucap Tara dengan senyumannya.


“Dasar lo, demen gratisan,” ketus Yeena sambil menoyor kepala Tara dengan kesal. Karena bukannya mendukung mereka untung mengajak Isvara kini Tara malah mendukung Isvara.


“Aduh kenapa? Bener kan?” tanya Tara sambil mengelus kepalanya yang masih terasa sakit akibat ulah Yeena.

__ADS_1


“Gak usah di temenin,” ucap Reiha sambil ikut memukul lengan Tara.


“Nanti malem kalau lo berubah pikiran bilang aja ya, biar gue jemput atau gue kasih alamat nya,” ucap Tara pada Isvara yang kini hanya menganggukkan kepalanya meskipun ia tahu jika ia tak akan berubah pikiran.


“Balik sana lo pada, gak ada kesibukan kali ya,” ucap Isvara sambil menggelengkan kepalanya.


“Iya ini mau balik,” ucap Sandy yang kini sudah berdiri dari tempat nya dan mengajak Tara untuk pergi dari sana meninggalkan ketiga perempuan tersebut.


“Ra, lo jadi ikut pertukaran pelajar?” tanya Reiha sambil menatap Isvara yang kini tengah serius dengan kegiatannya.


“Jadi, tapi belum nentuin sih mau ke mana,” jelas Isvara. Isvara memang memiliki rencana untuk ikut pertukaran pelajar yang diadakan oleh kampus nya. Setiap Mahasiswa yang mengikuti pertukaran pelajar di perbolehkan memilih kampus yang sudah memiliki kerja sama dengan kampus mereka.


“Keluar negeri?” tanya Yeena yang kini membuat Isvara tampak berhenti melakukan aktivitasnya dan berpikir sejenak sebelum akhirnya ia menganggukkan kepalanya.


“Berharap dapat yang luar negri,” ucap Isvara dengan senyumannya. Sahabat nya yang sudah mengetahui bagaimana Isvara ingin untuk terbebas dari negri ini juga keluarga nya yang rumit jelas memahami apa keinginan Isvara.


“Semoga ya Ra,” harap Reiha yang di jawab dengan anggukan oleh kedua sahabat nya yang lain.


“Bibi lo gimana Ra?” tanya Yeena. Isvara yang memang lebih dekat dengan Bibi nya terkadang selalu memikirkan tentang Bibi nya. Namun untuk kali ini ia ingin egois dan ia ingin untuk mengikuti kata hatinya sendiri.


“Cuma beberapa bulan, gue mau gunain itu untuk kebahagiaan gue sendiri dulu,” ucap Isvara dengan senyumannya. Yeena yang berada di dekat Isvara mengelus pundak sahabatnya itu.


“Lo emang harus bahagia,” pesan Yeena yang Isvara balas dengan anggukan.


“Udah lah jangan mellow. Kita kantin dulu lah, lapar nih,” ucap Reiha memecah kesedihan tersebut. Kedua sahabat nya terkekeh sambil menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Setelah nya mereka memutuskan untuk segera menuju ke arah kantin. Untuk menghampiri kedua sahabat laki-laki mereka yang kini pasti sudah lebih dulu berada di kantin. Memangnya apa yang bisa dilakukan kedua jomblo seperti mereka?


***


__ADS_2