Flutura

Flutura
Yang Terbaik


__ADS_3

Hari ini adalah pengumuman pertukaran pelajar. Isvara begitu gugup menunggu hasil yang akan di dapat nya. Ia kini begitu berharap agar ia bisa lolos dan pergi ke tempat yang ia inginkan. Kini wanita tersebut tengah berada di kantin bersama dengan sahabat nya yang lain.


“Kapan pengumumannya?” tanya Sandy sambil menatap Isvara dengan tatapan penuh tanya nya. Isvara yang sedari tadi terus mengecek ponsel nya karena pengumumannya akan disampaikan melalui online.


“Jam sepuluh sih katanya,” jawab Isvara yang membuat sahabat nya itu kini menganggukkan kepalanya mendengar jawaban dari Isvara.


“Masih jam sembilan dan lo udah seratus kali ngecek hp lo?” tanya Yeena dengan tatapan tak percaya nya sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabat nya yang kini tengah begitu gugup itu.


“Gugup banget gue,” papar Isvara menjelaskan pada sahabat nya.


“Gak papa. Percaya deh lo pasti lolos. Karya lo aja udah di sukain sama banyak desainer dan nilai lo pun sangat memadai, udah tenang aja,” ucap Reiha berusaha menenangkan sahabat nya itu sambil mengelus punggung Isvara.


“Semoga,” harap Isvara dengan senyumannya.


“Oh iya, Mama Radeva udah balik?” tanya Tara mengingat tentang orang tua dari kekasih dari sahabat nya itu.


“Udah kemarin. Gue sama Radeva anter ke bandara,” jelas Isvara yang mendapatkan anggukan dari sahabat nya itu.


“Kalian sekarang tinggal bareng?” tanya Sandy mengingat saat ia datang ke rumah Sandy di sana ada Radeva. Padahal hari sudah begitu malam. Sandy sudah akan menanyakannya saat itu namun ia malah lupa menanyakannya pada sahabat nya itu.


Isvara menganggukkan kepalanya menatap sahabatnya yang kini tampak terkejut mendengar nya.


“Hubungan kalian terlalu jauh atau terlalu serius? Gue harap terlalu serius, karena hubungan yang terlalu jauh belum tentu serius,” ucap Yeena pada sahabat nya itu tak habis pikir dengan Isvara yang bisa tinggal bersama seorang laki-laki.


“Semoga aja ya kita ada di hubungan yang serius,” harap Isvara dengan senyumannya.

__ADS_1


Ia pun juga berharap hal tersebut agar ia tak menyesal berada dalam hubungan yang begitu jauh dengan Radeva namun tak ada keseriusan. Ia tak ingin mengulangi kesalahan dari Mama nya.


“Lo sama Melody gimana?” tanya Yeena pada Sandy.


“Gue sama Melody….” belum sempat kini Sandy menjawab pertanyaan dari shabata nya itu. Isvara sudah lebih dulu menyela nya sambil memekik.


“Ah iya Melody. Ah gue lupa,” ucap nya sambil menepuk kening nya. Setelah nya ia segera pergi dari sana membuat sahabat nya kini mengerjapkan matanya beberapa kali sambil menatap Isvara dengan tatapan bingung nya.


“Kenapa dia?” tanya Sandy yang tak mengetahui apapun tentang apa yang terjadi antara sahabat dan kekasih nya itu.


“Awas berantem lagi tuh,” ucap Yeena membuat Sandy membelalakkan matanya.


Memikirkan kemungkinan terburuk tersebut kini Sandy berdecak. Lalu segera pergi dari sana untuk menyusul Isvara walau ia tak tahu kemana pergi sahabat nya itu.


Seangkan Isvara kini tengah berada di studio seni untuk menjadi model untuk objek gambar Melody. Studio tersebut kini tampak sepi bahkan hanya ada mereka berdua disana.


“It’s ok,” ucap Melody.


“Lo ada kelas setelah ini?” tanya Melody yang Isvara balas dengan anggukan.


“Kalau gitu gue foto aja ya?” saran Melody yang dijawab dengan anggukan oleh Isvara. Seperti nya memang lebih baik Melody memotret nya saja karena ia pun harus ada kelas setelah ini.


Akhirnya mereka memilih untuk memotret. Melody kini menunjukkan berbagai pose pada Isvara yang hanya menirukannya saja. Melody sepertinya adalah fotografer yang handal. Bahkan dengan tempat seadanya kini gadis tersebut bisa mendapatkan view yang bagus dan posisi yang bagus.


“Gue denger Isvara pacaran sama Radeva?” ucapan tersebut menyapa indra pendengaran kedua gadis yang tersebut. Hingga kini mereka sama-sama terdiam untuk mendengarkan pembicaraannya. Bukan maksud mereka untuk menguping namun karena kini Isvara lah yang menjadi objek pembicaraan membuat mereka terdiam.

__ADS_1


“Hm gue denger sih gitu, kemarin pas pameran busana katanya mereka pulang,” ucap suara lainnya. Isvara dan Melody berjalan dengan perlahan menuju ke arah jendela yang memperlihatkan samping kampus yang kini berada banyak kursi.


“Sayang banget ya, Isvara yang cantik dapet nya Radeva yang begajulan,” ucap nya dengan begitu sinisnya dan tawa nya yang menghina.


“Udah gue bilang Isvara gak sepolos itu. Kelihatannya saja polos, asli nya cuma topeng,” ucap suara tersebut dengan tawanya yang begitu menghina. Isvara kini memejamkan matanya sambil mengepalkan tangannya. Melody yang sudah tidak tahan mendengar nya akan menghampiri dua laki-laki tersebut. Namun Isvara menahannya sambil menggelengkan kepalanya.


“Radeva banyak pacar nya kan?” tanya suara di sana membuat Isvara kini terdiam mendengar nya.


“Bukan pacar, pdkt doang. Dia dulu gak mau ada di suatu hubungan. Gak tau tuh kenapa dia mau pacaran sama Isvara,” suara laki-laki yang begitu bariton kini memenuhi indra pendengaran Isvara.


“Luar nya udah bagus, dalem nya lebih bagus kali,” ucap nya yang setelah nya terdengar tawa dari kedua laki-laki tersebut.


“Apa kalian sudah puas ngomong?” pertanyaan dari laki-laki lain yang kini terdengar begitu marah membuat Isvara terkejut. Ia segera menoleh mencari sumber suara, hingga kini ia mendapati kekasih nya bersama dengan ketiga sahabat laki-laki tersebut menatap kedua laki-laki tersebut dengan tajam.


“Apa urusan kalian sama hubungan gue? Gue gak ada masalah sama kalian, tapi kayaknya kalian ada masalah sama hidup gue,” sarkas Radeva yang kini hanya membuat kedua laki-laki tadi terdiam. Mereka jelas terdiam karena mereka tahu dengan jelas siapa yang kini tengah mereka hadapi. Mencari masalah dengan Radeva sama saja dengan mencari mati.


“Jangan memikirkan hal yang tidak-tidak atau gue pastikan besok kalian udah gak bisa mikirin apa-apa lagi,” marah Radeva yang setelah nya segera pergi dari sana bersama dengan sahabat nya.


Adisti yang melihat itu kini terdiam. Sedangkan Melody di samping nya kini sudah menganga. Karena begitu kagum dengan apa yang baru saja di katakan oleh Radeva.


“Wah Isvara, lo bener-bener beruntung,” ucap Melody yang membuat Isvara tersenyum mendengar nya. Ia pun merasa begitu, ia merasa beruntung karena memiliki Radeva.


“Lo tau Radeva sebelumnya memang gak mau menjalin hubungan. Bahkan dia udah pdkt sama Naura lama banget, tapi yang jadi malah lo. Gue ikut seneng denger nya,” ucap Melody dengan senyuman tulusnya yang membuat Isvara menganggukkan kepalanya.


“Makasih ya Mel,” ucap Isvara yang di jawab dengan anggukan oleh Melody.

__ADS_1


Setelah nya mereka memilih untuk melanjutkan kegiatan mereka. Tak lama Sandy juga datang, hingga laki-laki tersebut menghela nafas nya kasar mendapati jika Melody dan Isvara akur.


***


__ADS_2