
Seorang gadis kini tampak serius di depan laptopnya mengerjakan tugas kampus nya dengan serius. Keinginannya untuk mengikuti pertukaran pelajaran di luar negeri begitu besar jadi tak heran jika gadis tersebut begitu bekerja keras untuk mendapatkannya.
Di saat temannya yang lain lebih memilih menikmati masa kuliah nya masih dengan kehidupan yang bebas dan semaunya. Maka berbeda dengan gadis yang tak lain adalah Isvara, gadis tersebut lebih memilih menghabiskan waktunya dengan obsesi kampus nya.
Suara dering telepon mengalihkan atensi Isvara. Gadis tersebut segera melihat ponselnya yang kini menunjukkan nama Yeena. Isvara menghembuskan nafas nya kasar. Ia jelas tahu jika kini sahabat nya itu menghubunginya untuk kembali, sudah bisa Isvara tebak.
“Gue gak mau ikutan Yeena,” telak Isvara saat ia sudah menempelkan ponsel nya ke telinga. Seolah sudah bisa menebak apa yang ingin Yeena katakan jadi ia menjawabnya lebih dulu. Bahkan Isvara sudah mendengar suara dentuman musik yang kini terdengar dengan begitu keras nya.
“Gue belum ngomong padahal,” ucap Yeena dengan decihannya. Isvara yang mendengar ucapan sahabat nya itu hanya terkekeh.
“Udah bisa ditebak Yen, lagian lo perasaan hampir tiap minggu ke sana. Apa nggak bosen?” tanya Isvara sambil menggelengkan kepalanya.
“Udah ada jadwal nya Ra,” canda Yeena dengan kekehannya. Isvara hanya menggelengkan kepalanya mendengar jawaban dari sahabat nya itu.
“Terserah lo lah. Yang jelas gue gak ikutan,” tegas Isvara.
“Sini deh, sekali aja kalau lo gak suka setelah ini lo boleh pergi dan gue gak bakal maksa lo lagi. Please,” mohon Yeena sekali lagi. Isvara menghembuskan nafas nya kasar. Ia sudah lelah selalu menolak nya dan sudah lelah mendengar ajakan sahabat nya.
“Ok fine, kirim alamat nya. Geu ke sana,” ucap Isvara akhirnya. Setelah ini ia berharap Yeena menepati ucapannya. Iab hanya perlu datang sebentar dan setelah itu Yeena tak akan lagi mengajak nya untuk datang ke tempat seperti itu.
“Nah gitu dong, ok gue kirim ya. See you cantik nya gue,” ucap Yeena dengan senyuman senang nya.
Setelahnya Yeena segera menutup teleponnya. Isvara menghembuskan nafas nya kasar sambil menggelengkan kepalanya dengan tingkah sahabat nya itu.
Hingga tak lama Isvara memutuskan untuk mengganti pakaian rumah nya dengan pakaian yang lebih pantas. Hanya kaos crop yang dilapisi jaket denim dengan bawahan celana jeans.
Setelah selesai bersiap. Ponselnya kembali berbunyi menandakan adanya pesan masuk. Isvara segera memeriksa nya dan terlihat jika sahabat nya itu sudah mengirimkan alamat tempat mereka saat ini berada.
Namun di luar dugaan Isvara, kini mereka bukannya berada di club malam namun di sebuah restoran.
__ADS_1
Isvara memilih menaiki taksi ke tempat teman-teman nya itu. Hingga tak lama akhirnya ia sampai di tempat yang sudah di pesan. Di depan tempat tersebut sudah ada Yeena yang menunggu nya.
“Gue kira bakalan di club,” ucap Isvara saat ia sudah berada tepat di depan Yeena yang kini menyengir.
“Kebetulan ada yang ngajakin ke sini, dia yang traktir,” jelas Yeena yang dibalas dengan anggukan oleh Isvara.
Setelah nya kedua gadis tersebut berjalan bersama memasuki restoran tersebut. Saat sampai di dalam ternyata begitu ramai. Banyak anak muda yang sepertinya teman-teman Yeena.
Hingga salah satu dari mereka kini menarik perhatian Isvara. Laki-laki yang sedari tadi terus memperhatikannya dengan tatapan lurus nya. Laki-laki yang ditemuinya beberapa hari lalu. Laki-laki yang sempat menjadi objek dari pikirannya saat itu.
***
Radeva dengan senyumannya kini turun dari motornya dan berjalan ke arah laki-laki yang kini tampak menatapnya dengan tatapan tajamnya.
“See?” tanya Radeva dengan senyuman sinisnya yang membuat laki-laki di depannya itu kini semakin menatapnya dengan tatapan tajam nya.
“Jadi mau kumpul sama anak kampus?” tanya Varen yang di jawab dengan anggukan oleh Radeva.
“Jadi, kan udah direncanain juga,” jawab Radeva yang dibalas dengan anggukan oleh ketiga sahabatnya yang lain.
“Guys malam ini kita gak ikut kumpul ya, ada kumpul sama temen kamu,” ucap Radeva pada teman club motor nya.
“Ok Va, kalian hati-hati,” pesan Deiva yang di jawab dengan acungan jempol oleh Radeva.
Hingga setelahnya laki-laki tersebut segera menaiki motornya untuk pergi dari sana yang diikuti oleh sahabat nya yang lain yang kini juga mengikuti motor Radeva yang mulai menjauh.
Hingga tak lama mereka akhirnya sampai di sebuah club malam yang begitu terkenal. Dengan langkah besar nya ketiga laki-laki tersebut memasuki club tersebut. Suara dentuman musik yang begitu keras kimi menjadi penyambut saat Radeva juga kedua sahabat nya kini memasuki tempat tersebut.
“Pada dimana dah?” tanya Yasa dengan matanya yang kini menjelajah mencari keberadaan teman-temannya yang lain.
__ADS_1
“Noh,” tunjuk Zafar sambil menunjuk seumpulan pada anak muda yang kini tampak terlihat begitu asik dengan kegiatannya.
Keempat laki-laki tampan tersebut segera menghampiri nya. Setelah bertos dengan temannya yang lain kini Radeva duduk di samping Yeena yang terlihat menikmati batang nikotinnya.
“Yeena, lo anak tata busana kan?” tanya Radeva saat kini ia menoleh ke arah Yeena yang juga menoleh ke arah nya.
“Iya, kenapa Dev?” tanya Yeena dengan menaikkan sebelah alisnya.
“Lo kenal Isvara?” tanya Radeva yang kini membuat Yeena menaikkan sebelah alisnya sambil menatap Radeva dengan tatapan bingung dan senyuman nya bingung nya.
“Lo tau dia? Dia sahabat gue,” ucap Yeena yang tampak membuat Radeva terkejut.
“Lo punya temen yang bener juga?” tanya Radeva dengan tatapan tak percaya nya. Karena Radeva pikir sahabat Yeena hanya lah Reiha, Tara, dan Sandy yang memang selalu ikut kumpul di club malam.
“Wah jangan ngeremehin gitu lo ya,” kesal Yeena yang kini malah membuat Radeva terkekeh mendengar nya.
“Ajakin dia kumpul. Nanti gue traktir Hot pot buat malam ini kalau dia mau ikutan,” ucap Radeva yang membuat Yeena membelalak mendengar nya.
“Wah suka lo sama dia?” tanya Yeena dengan tatapan menyelidik nya.
“Gak usah aneh lo. Gue cuma mau kenal aja. Mending lo ajakin dia,” tegas Radeva. Meskipun masih tak percaya kini gadis tersebut menatap Yeena dengan tatapan misterius nya.
“Dia mah susah diajak kumpul gini,” ucap Yeena dengan helaan nafas nya mengingat bagaimana sahabat nya yang satu.
“Coba dulu lah. Emang lo gak mau hot pot di restoran samping hotel mandala?” tanya Radeva yang kini membuat senyuman Yeena mengembang.
“Gue coba,” ucap Yeena dengan semangat. Dan setelah nya ia segera menjauh untuk menelpon Isvara untuk memaksa sahabat nya itu datang. Ia tak ingin melewatkan kesempatan emas ini begitu saja tentunya.
***
__ADS_1