
Radeva kini masih berada di dalam mobil nya. kini ia tengah berada di apartemen Isvara, sudah setengah jam lebih ia berada di sana. Namun sampai saat ini ia belum berniat untuk masuk ke dalam sana dan menemui kekasih nya itu.
Namun kini ia masih menimang. Untuk masuk atau kembali memberikan waktu untuk Isvara agar gadis tersebut menenangkan dirinya. Namun tak lama tatapannya kini menyipit, saat melihat gadis yang begitu ia kenali kini berjalan keluar dari gedung apartemen.
Melihat hal tersebut kini Radeva dengan segera keluar dari berlari untuk menghampiri perempuan yang tak lain adalah Yozita.
“Yozita,” panggil Arzan pada perempuan tersebut. Mendengar namanya dipanggil. Kini Yozita sefera membalikkan tubuh nya dan melihat ke arah orang yang memanggil nya. Kening nya berkerut melihat keberadaan Arzan.
“Arzan?” tanya Yozita dengan menaikkan sebelah alisnya bingung.
“Lo dari mana?” tanya Arzan dengan tatapan penuh selidik nya. Ia hanya tak ingin jika kedatangan perempuan tersebut malah semakin memperburuk hubungannya dengan Isvara. Yozita yang mendapatkan tatapan seperti itu dari Arzan kini hanya terkekeh, namun ia mengerti apa yang ditakutkan oleh laki-laki tersebut.
“Kamu tenang aja, aku gak berbicara yang macem-macem sama Isvara. Aku hanya ngejelasin semua yang terjadi sama dia. Sekaligus berpamitan,” ucap Yozita menjelaskan. Raeva yang mendengar ucapan sahabat nya itu kipi menaikkan sebelah alisnya.
“Maksud kamu?” tanya Radeva dengan tatapan bingung nya.
“Besok aku akan balik ke Ausi, aku berharap hubungan kalian membaik. Maaf karena sudah merepotkan dan membuat mu terluka,” ucap Yozita dengan tatapan penuh rasa bersalah nya pada Radeva yang kini tampak terkejut mendengar nya.
“Kau mau pergi?” tanya Radeva pada Yozita yang kini menjawabnya dengan anggukan.
“Aku sudah cukup berlibur dan membuat kekacauan,” ucap Yozita dengan kekehannya. Radeva yang mendengar nya kini hanya terdiam.
“Radeva. Terima kasih atas waktumu dan maaf atas kekacauan yang aku buat,” ucap Yozita dengan tatapan penuh rasa bersalah nya pada Radeva yang kini menghembuskan nafas nya sambil menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
“Kamu harus bahagia, dan jangan membuat kesalahan yang sama. Jaga hubunganmu dengan Isvara, jika dia memaafkan mu,” ucap Yozita yang membuat Radeva kini kembali menganggukkan kepalanya.
“Besok aku akan mengantarmu,” ucap Radeva namun Yozita menggelengkan kepalanya.
“Jangan membuat Isvara kembali salah paham. Fokus saja pada hubungan ikalian dan perbaiki hubungan kalian tanpa memikirkan aku,” ucap Yozita memperingati sahabat nya itu yang kini menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Yozita.
“Ingin memeluk ku?” tawar Radeva namun kini Yozita menggelengkan kepalanya mendengar tawaran Radeva.
“Kau ingin menemui Isvara bukan? Cepat temui Isvara. Dia kelihatan masih begitu terluka,” ucap Yozita. Yozita menepuk pundak Radeva lalu setelahnya ia segera pergi dari sana. Meninggalkan Radeva yang kini masih menatap kepergiannya.
Setelah Yozita mendapatkan taksi ia segera masuk ke apartemen Isvara menuju ke arah unit apartemen wanita tersebut.
***
Hingga tak lama suara bel apartemennya membuat Isvara menghembuskan nafas nya kaar, Menerka nerka siapa lagi yang datang selarut ini. Dengan langkah lelah nya kini gadis tersebut menuju ke arah pintu untuk membuka pintu nya.
“Radeva?” gumam Isvara saat kini ia sudah membuka pintu Apartemennya. Radeva kini tampak berdiri di depannya dengan wajah datar nya.
“Kamu mau ngambil bareng kamu?” tanya Isvara. Namun Radeva hanya diam saja tak menjawab pertanyaan dari gadis tersebut. Namun setelah nya ia segera memeluk Isvara dari belakang karena kini gadis tersebut akan pergi menjauh. Isvara yang terlalu terkejut kini sontak membeku.
“Isvara. Maaf,” ucap Radeva dengan begitu lembut dan lelah nya. Isvara kini dapat mencium bau alkohol dari laki-laki tersebut.
“Aku salah, maafin aku Isvara. Aku masih sayang sama kamu. Aku gak mau kehilangan kamu,” ucap Radeva yang kini masih memeluk Isvara dengan begitu erat nya.
__ADS_1
“Harus nya kamu ngenalik dan jujur sama aku tentang Yozita. Aku gak akan marah Radeva. Karena aku pun punya sahabat cowok. Tapi kamu gak melakukan itu. Sepertinya kamu masih gak percaya sama aku,” ucap Isvara dengan begitu sendu nya. Radeva yang mendengar ucapan Isvara kini menggelengkan kepalanya.
“Bukan, bukan begitu. Bukannya aku gak percaya sama kamu, aku hanya takut. Aku takut kamu cemburu,” ucap Radeva menjelaskan. Tanpa terasa kini air mata laki-laki tersebut sudah mengalir membasahi wajah tampannya. Menunjukkan betapa takut nya ia saat ini jika harus kehilangan Isvara.
“Kamu pikir dengan menyembunyikannya semua akan terus tertutupi? Engga Radeva, kamu tahu bahkan sahabat aku sudah mengetahuinya sejak ulang tahun aku. Dan aku mengetahui nya keesokan hari nya. Aku masih menunggu, menunggu kamu untuk jujur ke aku. Tapi kamu gak pernah mengungkapkan apapun tentang Yozita,” ucap Isvara dengan kecewa pada Radeva. Radeva yang mendengar nya kini menundukkan kepalanya. Karena merasa begitu bersalah pada Isvara yang berada dalam pelukannya.
Perlahan pelukannya melemah dan Isvara melepaskan pelukannya. Kini ia menatap Radeva yang sudah menangis, dan Isvara cukup terkejut melihat hal tersebut.
“Aku akan memperbaiki semua nya. Kasih aku satu kesempatan, dan biarkan ini menjadi pelajaran. Aku janji, aku akan memperbaiki semua nya dan hal seperti ini tidak akan terulang kembali,” ucap Radeva dengan tatapan memohonnya pada Isvara.
Isvara kini menundukkan kepalanya, lalu setelah nya ia menatap ke arah Radeva dengan tatapan serius nya.
“Aku gak butuh janji kamu, yang aku perlukan adalah usaha kamu,” ucap Isvara. Radeva yang sedari tadi menundukkan kepalanya kini dengan segera mendongakkan kepalanya lalu menatap Isvara dengan tatapan serius nya.
“Kamu maafin aku?” tanya Radeva. Isvara menghembuskan nafas nya. Kini ia memejamkan matanya ia tak tahu apa keputusan yang diambil nya sudah tepat atau belum. Namun untuk kali ini. Ia ingin untuk mencoba nya kembali.
“Dengan syarat kamu tidak akan mengulangi nya lagi,” ucap Isvara dengan begitu tegas nya pada Radeva yang kini menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Isvara.
“Aku janji gak akan melakukannya lagi dan aku akan berusaha untuk menjadi lebih baik kedepannya. Untuk hubungan kita,” ucap Radeva yang membuat Isvara menghembuskan nafas nya lalu menganggukkan kepalanya.
Setelah nya Radeva tersenyum senang dan ia segera memeluk Isvara dengan begitu erat. Kini Radeva merasa begitu beruntung memiliki Isvara yang bisa memahami nya. Tak akan lagi ia membuat Isvara merasa terluka dan menyesal karena kesempatan yang kali ini gadis itu berikan.
***
__ADS_1