Flutura

Flutura
Sakit


__ADS_3

Langit yang begitu menggelap, ternyata bukan hanya sekedar mendung. Karena kini rintik hujan yang semakin deras mulai membasahi bumi. Isvara padahal kini baru saja turun dari bus nya. Halte dan apartemennya cukup jauh membuat Isvara kini menghembuskan nafas kasar.


Terpaksa kini ia harus huan-hujanan menuju ke arah apartemennya. Dengan berlari kini wanita tersebut menembus hujan. Hingga saat sampai di gedung apartemennya kini berdecih karena baju nya yang kini basah.


“Udah di bilang tunggu gue sampe dulu juga,” dengus Isvara dengan decakan kesal nya.


“Jadi basah deh,” dengus nya dengan kekesalannya. Dengan langkah kesal nya kini Isvara memasuki apartemennya menuju ke unit apartemennya. Hingga tak lama kini akhirnya ia sampai di unit apartemennya.


Isvara memilih untuk segera membersihkan tubuhnya yang sudah basah. Sebelum akhirnya ia mengistirahatkan tubuh nya yang terasa begitu lelah. Bahkan wanita tersebut melupakan waktu makan malam nya karena terlalu lelah.


Selama beberapa bulan belakangan ini ia sudah bekerja keras dan sering lembur. Jadi kini ia ingin melampiaskan lelah nya itu dengan istirahat sepanjang waktu apa lagi besok adalah hari libur.


***


Radeva kini menatap motor yang kini melaju dengan kecepatan tinggi di depannya. Namun kini ia malah mengemudikan motor nya hingga kecepatan tak terlalu tinggi. Membiar kan lawannya kini berbangga diri dan mengira jika semua sudah berakhir. Namun sebenar nya bagi Radeva ini baru lah awal.


Hingga tak lama Radeva mulai melajukan motornya dengan kecepatan tinggi untuk menyalip lawan di depannya itu. Saat motor mereka kini sudah bersisian dan garis finish sudah di depan mereka. Radeva menoleh ke arah samping sambil tersenyum dengan senyum kemenangannya.


“See, lo gak akan bisa ngalahin gue,” ucap Radeva dengan senyum kemenangannya. Laju motor Radeva kini semakin tinggi. Hingga kini laki-laki tersebut lah yang kembali menjadi juara nya.


Suara sorakan dari teman-temannya kini Radeva tersenyum. Mereka kini saling bertos ria merasa senang atas kemenangan Radeva.


“Lo emang gak pernah mengecewakan,” ucap Yasa sambil menepuk punda Radeva dengan begitu bangga nya.


“Gue langsung balik, harus mengecek Mama gue dulu,” ucap Radeva berpamitan pada teman-temannya itu.

__ADS_1


Setelah nya ia mulai melajukan mobil nya dengan kecepat sedang, membelah jalanan menuju ke arah hotel ibu nya. Kini sudah menunjukkan pukul 00.05 dan ibunya mengirimya pesan untuk segera datang dan membawakan makanan pinggir jalan karena merasa lapar dan bosan makan di hotel.


Akhirnya kini Radeva mulai menuruti permintaan ibu nya itu, dan mencarikan makanan untuk ibu nya. Ia hanya membeli sate lontong juga martabak untuk ibu nya.


Setelah selesai ia segera menuju ke arah hotel untuk membawakan makanan untuk Ibu nya.


***


Isvara kini menggeliat dalam tidur nya, saat merasakan pusing di kepalanya yang terasa menusuk. Juga lapar yang membuat nya kini langsung terbangun. Isvara mengambil ponselnya untuk melihat jam.


Wanita tersebut kini menghembuskan nafas nya kasar saat melihat jam yang kini ternyata baru menunjukkan pukul 1.12. Dengan helaan nafas kasar nya kini gadis tersebut segera menuju ke arah dapur untuk mencari obat juga mencari makanan yang ada.


Namun saat ia sampai di dapur ternyata di sana tak ada makanan yang tersisa. Bahkan obat pereda sakit nya pun habis. Isvara menghembuskan nafas nya kasar.


“Harus keluar dulu buat beli, lagi,” ucap Isvara menghembuskan nafas nya kasar.


Dengan kepalanya yang kini begitu pusing kini gadis tersebut menuju ke arah apotek dan warung terdekat. Beruntung tak jauh dari apartemennya kini ada apotek yang buka dua puluh empat jam dan ada warung pinggir jalan yang masih buka.


Setelah membeli semua keperluannya kini Isvara sudah akan pulang saat sebuah motor kini berhenti di samping nya.


“Isvara? Dari mana?” tanya laki-laki yang kini mengendarai motor sport hitam nya itu. Laki-laki yang begitu Isvara kenali, tak lain adalah Radeva yang kini menyapa nya.


“Hm abis beli obat sama makanan,” jawab Isvara sambil menunjukkan kantong plastik yang dibawanya.


“Lo sakit?” tanya Radeva dengan tatapan khawatir nya pada Isvara yang kini menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


“Cuma pusing aja,” ucap nya dengan senyumannya.


“Ayo gue anter pulang,” tegas Radeva seolah tak menerima penolakan. Kini bagai di hipnotis. Isvara bahkan segera naik ke atas motor Radeva.


Setelah merasa semua nya sudah aman, kini laki-laki tersebut mulai melajukan motornya dengan kecepatan sedang menuju ke arah apartemen Isvara.


Setelah memarkirkan motor nya, kini Isvara dan Radeva menuju ke arah unit apartemen gadis tersebut.


“Kamu mau ikut masuk?” tranya Isvara dengan tatapan tak percaya nya pada Radeva yang kini hanya menganggukkan kepalanya dengan polos.


“Aku laper,” ucap Radeva yang sebenar nya hanya lah alasan. KIni ia begitu khawatir pada Isvara, hingga tak tega jika harus meninggalkan gadis tersebut yang tengah sakit seorang diri.


“Ok, pulang setelah makan,” tegas Isvara yang membuat Radeva terkekeh lalu menganggukkan kepalanya mendengar perintah Isvara.


Kini akhirnya mereka masuk bersama ke dalam apartemen Isvara. Isvara segera meletakkan makanan nya di atas meja dapur lalu mengambil minuman dan piring untuk mereka. Beruntung ia membeli dua porsi karena biasanya ia memang makan habis dua porsi itu.


Mereka makan dalam diam, tak ada yang memulai pembicaraan. Hingga setelah selesai makan. Isvara akan membereskan bekas makan mereka namun Radeva menahannya. Minum obat terus tidur, biar aku yang beresin ini,” ucap Nya pada Isvara yang kini mengerjapkan matanya beberapa kali. Tak tahan dengan apa yang kini tengah dipikirkan oleh Isvara. Radeva segera memegang kedua pundak Isvara lalu mendorongnya menuju kamar.


Laki-laki tersebut mengambilkan air juga obat Isvara. Setelah selesai ia segera kembali menuju dapur untuk membereskan bekas makan mereka.


Setelah mencuci semua nya dan merapikan kembali meja makan. Radeva masuk ke dalam kamar Isvara untuk mengecek gadis tersebut. Saat sampai ternyata kini Isvara sudah tertidur membuat Radeva menghembuskan nafas nya.


Dengan pelan kini laki-laki tersebut memeriksa suhu tubuh gadis tersebut, ternyata Isvara demam suhu tubuh nya bahkan begitu panas.


“Panas,” ucap Radeva. Laki-laki tersebut kini menuju ke arah dapur untuk mengambil air kompres untuk Isvara. Lalu membawanya menuju kamar Isvara untuk mengompres gadis tersebut. Berharap demam Isvara akan segera turun.

__ADS_1


Dan malam itu akhirnya Radeva tidur pulang karena setelah mengompres Isvara ia malah ketiduran. Dan kini ia tertidur di samping ranjang Isvara dengan posisi duduk.


***


__ADS_2