
Isvara kin mengerjapkan matanya beberapa kali menyesuaikan sinar mentari yang masuk melalui celah jendela nya.
Gadis tersebut menghembuskan nafas nya kasar. Saat di lihat nya hari kini siang.Wanita tersebut meraba kening nya saat merasakan benda yang kini menempel di sana.
Hingga kini di dapati nya handuk kecil yang menempel di sana. Isvara mengalihkan pandangannya saat merasa ada seseorang yang kini tertidur di samping nya. Isvara yang melihat Radeva yang kini tertidur di samping na dengan posisi duduk di lantai cukup terkejut.
Namun ia hanya diam saja, sambil memperhatikan wajah yang terlihat begitu sempurna dalam setiap pahatannya itu. Senyumannya mengembang melihat Radeva yang kini masih tertidur. Namun baru saja ia akan menyentuhnya Radeva malah sudah terbangun.
Senyuman laki-laki tersebut terluka s dengan begitu sempurna sambil menegakkan kepalanya.
“Sudah membaik?” tanya Radeva sambil memegang kening Isvara. Senyumannya mengembang saat di rasa jika kini demam Isvara sudah turun.
“Aku mandi dulu, pinjem kamar mandi nya,” ucap Radeva pada Isvara yang kini menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Radeva. Isvara terus saja menatap punggung lebar tersebut hingga menghilang di balik kamar mandi.
“Ganteng, tapi bahaya,” ucap nya dengan senyumannya. Isvara menghembuskan nafas nya lalu kembali memejamkan matanya karena masih begitu lelah dan ingin tidur lebih lama lagi.
Radeva baru saja selesai dengan kegiatan mandi nya saat di lihat nya kini Isvara yang sudah tidur kembali. Melihat itu Radeva memutuskan untuk menuju ke arah dapur untuk melihat makanan yang bisa ia masuk. Namun ternyata kosong. Hanya ada air mineral di dalam kulkas nya.
Radeva menggelengkan kepalanya. Akhirnya ia memutuskan untuk memesan makanan untuk makan pagi mereka yang kesiangan.
Selama menunggu makanan mereka datang. Radeva memilih untuk membantu menyapu dan mengepel apartemen Isvara. Bertepatan dengan ai yang baru saja menyelesaikan kegiatannya. Kini bel apartemen berbunyi, dengan segera Radeva menuju ke arah depan untuk mengambil pesanannya.
Setelah membayar nya, Radeva kembali masuk ke dalam apartemen. Menyiapkan makanan mereka. Setelah selesai baru lah kini Radeva kembali menuju kamar Isvara untuk membangunkan gadis tersebut.
“Isvara, bangun dulu kita makan,” ucap Radeva dengan begitu lembut nya membangunkan wanita yang masih tertidur dengan pulas itu.
Isvara menggeliat dalam tidur nya sebelum akhirnya ia membuka matanya.
“Bangun, kita makan dulu,” ucap Radeva lagi yang kini membuat Isvara menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Radeva.
__ADS_1
“Aku tunggu di ruang makan,” ucap Radeva yang kini dijawab dengan anggukan oleh Isvara. Setelah nya Radeva memilih untuk segera menuju ke arah ruang makan. Sambil menunggu Isvara mencuci wajah nya kini Radeva memutuskan untuk memainkan ponsel nya dan menanyakan tentang ibu nya. Takut jika ada yang dibutuhkan oleh ibu nya itu.
Hingga tak lama kini akhirnya Isvara datang lalu segera duduk di depan Radeva.
“Kamu yang pesen?” tanya Isvara yang kini di jawab dengan anggukan oleh Radeva.
“Makan yang banyak biar cepet sembuh,” ucap Radeva sambil memberikan makanan nya untuk Isvara yang kini terkekeh mendengar nya.
“Makasih,” ucap Isvara yang kini kembali di jawab dengan anggukan oleh Radeva.
“Tadi aku mau masak tapi gak ada bahan makanan, mau belanja nanti?” tawar Radeva yang membuat Isvara kini berpikir sejenak sebelum akhirnya ia menganggukkan kepalanya mendengar tawaran dari Radeva.
Setelah selesai dengan makanannya kini Isvara segera membereskan bekas makanan mereka yang dibantu oleh Radeva yang kini juga ikut membersihkan bekas makannya.
“Biar aku yang nyuci,” ucap Radeva lalu mulai mencuci piring nya. Sedangkan Isvara kini hanya diam sambil memperhatikan laki-laki di samping nya itu.
“Sebenarnya apa yang kamu mau Radeva?” batin Isvara sambil menatapo Radeva dengan tatapan penuh tanya nya.
“Kenapa hm?” tanya Radeva yang kini tengah mengelap tangannya.
Isvara rasanya tak tahan ingin menyampaikan apa yang kini tengah ia pikirkan.
“Apa yang sebenar nya kamu mau? Apa yang kamu lakukan? Kenapa bersikap terlihat begini jika tak ingin memiliki hubungan? Aku perlu kepastian, bukan hanya perhatian tanpa kejelasan,” ucap Isvara yang kini membuat Radeva terdiam mendengar nya. Radeva kini menundukkan kepalanya sambil menipiskan bibir nya.
Hingga akhirnya laki-laki tersebut kini malah mengukung Isvara. Membuat Isvara terkejut karena tindakan laki-laki tersebut.
“Ayo pacaran,” ucap Radeva membuat Isvara kini terkejut dan mengerjapkan matanya beberapa kali. Baru kali ini ia mendapatkan ajakan pacaran seperti itu. Tak ada pernyataan cinta dan hana ada ajakan.
“Apa gitu cara nya?” tanya Isvara dengan menatap tak percaya pada Radeva yang kini malah terkekeh mendengar nya.
__ADS_1
“Aku belum pernah pacaran sebelumnya, dan aku bukan orang yang menyatakan cinta hanya dengan ucapan. Jadi Isvara, kamu mau jadi pacar aku?” tanya Radeva dengan senyuman menenangkannya pada Isvara yang kini terkekeh mendengar nya namun akhirnya ia menganggukkan kepalanya.
Isvara kini mendekatkan wajah nya dengan Radeva. Hingga ciuman yang awal nya begitu lembut itu membawa mereka pada ciuman yang menuntut.
***
Sandy sudah lima kali menghubungi Isvara untuk mengajaknya kumpul bersama dengan sahabat nya yang lain. Untuk merasakan keberhasilan ketiga sahabat nya yang berasal dari jurusan desain itu menyelesaikan praktek mereka. Namun hingga kini sahabat nya itu tak juga menjawab panggilannya.
“Udah di jawab belum?” tanya Yeena dengan tatapan penuh tana nya pada Sandy yan kini menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan sahabat nya itu.
“Kemana sih tuh orang?” kesal Reiha sambil mendengus.
“Samperin aja kali ya ke rumah nya? Takut nya dia lagi tidur,” ucap Tara memberikan saran yang akhirnya dijawab dengan anggukan oleh sahabat nya yang lain. Menyetujui ucapan sahabatnya.
“Tumben banget dia kebo. Ini juga udah jam setengah sebelas padahal,” ucap Sandy sambil menggelengkan kepalanya.
“Kayaknya dia mau ngelampiasin jam tidur nya yang belakangan ini diganggu sama praktek ini deh,” ucap Yeena. Sandy menghembuskan nafas nya sambil menggelengkan kepalanya.
“Btw ya Rei, lo ngejodohin Isvara sama Daivan itu ya?” tanya Yeena dengan tatapan penuh tanya pada sahabat nya yang kini duduk di samping nya.
“Iya, lagian Daivan orang yang baik. Dia juga suka sama Isvara,” ucap Reiha yang membuat sahabat nya yang lain kini menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Reiha.
“Kita dukung baik nya ada lah. Meskipun dia akhirnya sama Radeva ya kini bisa apa?” ucap Yeena yang mengerti bagaimana Isvara.
“Sandy. Lo kan udah lama temenan sama Isvara, menurut lo siapa yang bakalan dia pilih?” tanya Reiha dengan tatapan penasarannya pada Sandy yang kini tengah menyetir.
“Gue sebenarnya gak suka mengakui ini. Tapi gue rasa dia bakalan pilih Radeva,” ucap Sandy. Ia sudah mengenal Isvara begitu lama dan ia tahu jika sahabat nya itu menyukai Radeva.
“Kita dukung baik nya aja,” ucap Tara menengahi yang kini dijawab dengan anggukan oleh sahabat nya yang lain.
__ADS_1
***