Flutura

Flutura
Makan Malam Bareng Camer


__ADS_3

Restoran berbintang yang berada di hotel berbintang tempat Ibu Radeva menginap. Isvara kini sudah tampak begitu cantik dengan panjang nya sedangkan Radeva kini menggunakan jas yang membalut sempurna tubuh nya.


Ibu Radeva sampai sekarang belum datang. Mereka masih menunggu kedatangan wanita tersebut, dengan Isvara yang kini menggenggam tangan kekasih nya itu dengan erat. Ia merasa gugup karena akan bertemu dengan ibu kekasih nya.


“It’s ok. Mama aku gak gigit,” ucap Radeva dengan kekehannya. Berusaha untuk menenangkan kekasih nya itu yang kini berdecih sambil memukul paha nya membuat Radeva hanya terkekeh karena nya.


Hingga tak lama wanita cantik dengan dres berwarna hitam nya kini berjalan ke arah Radeva juga Isvara dengan senyumannya yang begitu lembut. Isvara yang melihat itu merasa begitu kagum dengan kecantikan wanita di depannya itu. Meskipun tak lagi muda, namun wanita yang Isvara bisa tebak adalah ibu Radeva itu masih begitu cantik.


“Selamat malam,” sapa nya. Isvara segera berdiri lalu cipika cipiki dengan ibu kekasih nya itu. Radeva kini ikut berdiri sambil memeluk ibu nya singkat.


“Sudah lama menunggu?” tanya Sahna, ibu Radeva dengan tatapan penuh rasa bersalah nya pada anak dan juga kekasih anaknya itu yang kini hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan dari Sahna.


“Gak lama kok Ma,” ucap Radeva dengan senyumannya pada Mama nya yang kini malah menghembuskan nafas nya.


“Maaf ya, udah buat kalian nunggu. Tadi masih ada pekerjaan yang harus Mama urus,” papar Sahna menjelaskan.


“Gak papa Ma. Lagian kita gak lama nunggu nya. Kita aja yang dateng lebih awal,” jelas Radeva agar ibu nya itu tidak merasa bersalah.


“Baiklah. Jadi kalian sudah pesan makanan?” tanya Sahna sambil menatap Radeva dan Isvara bergantian.


“Udah kok ma,” jawab Radeva yang kembali menjawab pertanyaan ibu nya.


“Kok kamu terus sih yang jawab? Mama juga pengen ngobrol sama mantu Mama,” sungit Sahna pada anaknya itu yang kini berhasil membuat Radeva menganga mendengar jawaban Ibu nya. Sedangkan Isvara kini hanya terkekeh mendengar nya.


“Nama kamu Isvara kan?” tanya Sahna pada Isvara yang kini menjawabnya dengan anggukan.


“Waktu itu Radeva sempet cerita tentang kamu, makasih ya udah mau nerima anak Mama yang nakal ini,” ucap Sahna sambil mengelus tangan Isvara dan tersenyum ke arahnya dengan begitu lembut.

__ADS_1


Isvara yang mendengar nya kini hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


“Isvara juga terima kasih sama Tante karena sudah menghadirkan laki-laki seperti Radeva ke dunia ini.” Isvara kini berkata dengan senyumannya yang membuat Sahna terkekeh mendengar nya sambil menganggukkan kepalanya.


“Bukan tante, tapi Mama,” ucap nya mengoreksi ucapan Isvara. Isvara kini tampak bersemu merah mendengar nya. Ia begitu bahagia mendengar ucapan ibu Radeva yang seolah menganggap nya sebagai anak sendiri.


“Ok, makasih Ma,” ulang Isvara yang dijawab dengan anggukan oleh Sahna.


“Oh iya. Mama denger kamu calon desainer?” tanya Sahna yang membuat Isvara kini tersenyum dengan malu.


“Iya Ma, semoga aja terwujud,” ucap Isvara yang membuat Sahna kini menganggukkan kepalanya.


“Semoga. Nanti kamu bisa bekerja sebagai asisten Mama, atau bekerja di perusahaan Mama jika kamu mau,” tawar nya yang kini membuat Isvara tersenyum. Rasanya kini ia benar-benar merasakan kehadiran perhatian sosok Mama.


“Makasih Ma,” ucap Isvara yang dijawab dengan anggukan oleh Sahna. Hingga tak lama pesanan mereka akhirnya datang. Kini banyak pelayan yang membawakan makanan mereka.


“Ayo kita mulai.” Sahna yang kini lebih dulu memulai makanan mereka.


Untuk malam ini Isvara rasanya begitu senang. Karena setelah begitu lama akhirnya ia kembali merasakan hangat nya sebuah keluarga. Makan malam bersama dengan suasana yang tenang seperti ini.


“Setelah ini kalian langsung pulang?” tanya Sahna saat kini mereka sudah menyelesaikan acara makan mereka. Radeva yang mendengar nya kini menganggukkan kepalanya sambil mengelap mulut nya.


“Hm kita langsung pulang,” jawab Radeva yang dijawab dengan anggukan oleh Sahna.


“Kalau begitu kalian hati-hati. Jangan mengebut saat berkendara, Radeva,” pesan Sahna pada anaknya yang kini menjawab nya dengan anggukan.


“Kita pulang dulu ya Ma. Mama istrihata dengan baik,” ucap Radeva pada Ibu nya sambil memeluk wanita tersebut untuk berpamitan. Isvara pun kini ikut berpamitan.

__ADS_1


Setelah nya baru lah mereka segera pergi dari sana. Radeva merangkul pinggang Isvara dengan begitu posesif. Membawa kekasih nya itu segera pergi dari sana.


“Mama kamu orang yang baik,” puji Isvara sambil menoleh ke arah Radeva yang membuat laki-laki tersebut kini terkekeh sambil menganggukkan kepalanya.


“Beliau memang orang yang baik,” ucap Radeva.


Kini lak-laki tersebut membantu Isvara untuk masuk ke dalam mobilnya. Setelah nya ia segera mengitari mobil. Setelah dirasa aman, Radeva segera melajukan mobilnya meninggalkan hotel tersebut.


“Mau langsung pulang?” tanya Radeva yang kini tampak membuat Isvara berpikir sejenak. Ia sebenarnya belum ingin pulang, karena menurut nya seharian ini mereka sudah banyak menghabiskan waktu mereka di rumah.


“Muter-muter dulu boleh?” tanya Isvara meminta persetujuan dari Radeva yang terkekeh mendengar nya namun akhirnya ia menganggukkan kepalanya mendengar permintaan kekasih nya itu.


“Ok kita muter-muter dulu,” ucap Radeva.


Isvara kini membuka kaca jendela mobil Radeva lalu menatap keluar jendela, menikmati angin yang kini berhembus dan membelai wajah nya. Ia begitu senang dengan apa yang dirasakannya saat ini.


“Jangan terlalu di buka lebar nanti masuk angin,” ucap Radeva. Apalagi saat ini di lihat nya pakaian yang kini digunakan kekasih nya itu cukup terbuka.


Saat lampu kini sudah menunjukkan warna merah. Radeva mencari jaket nya yang berada di belakang lalu segera memberikannya pada Isvara.


“Pake biar gak masuk angin,” ucap Radeva yang membuat Isvara terkekeh namun akhirnya ia tetap saja memakainya. Menuruti permintaan kekasih nya itu.


Hingga setelahnya ia menurunkan jendela mobil hingga kini ia bisa meletakkan tangannya di sana sebagai tumpuan. Isvara melihat ke luar, melihat jalanan kota yang masih begitu aktif banyak orang yang berlalu lalang padahal hari oo sudah begitu malam.


“Pulang sekarang?” tawar Radeva yang di jawab dengan anggukan oleh Isvara. Mereka akhirnya memutuskan untuk segera pulang karena hari yang semakin malam.


Terlalu lelah dan mengantuk membuat Isvara akhirnya tertidur. Radeva yang melihat itu hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Saat sampai di apartemen Isvara. Tak tega untuk membagunkan Isvara akhirnya membuat Radeva menggendong nya hingga ke apartemen gadis tersebut. Dan untuk malam ini ia kembali menginap dan menemani kekasih nya itu. Radeva kini tengah memikirkan untuk tinggal bersama dengan kekasih nya, entah akan di setujui atau tidak oleh Isvara.


***


__ADS_2