
Hari yang ditunggu-tunggu kini akhirnya datang juga, setelah begitu banyak persiapan yang sudah dilakukan oleh Isvara kini akhirnya ia berada pada titik akhir dari persiapan tersebut. kini ia hanya berharap jika acara kali ini berjalan dengan lancar. Ia juga menaruh harapan besar pada karyanya tersebut agar bisa dilirik oleh desainer desainer yang kali ini ikut datang dan menilai hasil karya mereka.
Isvarai sudah tampak cantik dengan gaun yang digunakannya, gau hasil karyanya sendiri yang sudah ia buat selama beberapa bulan ini. dengan banyaknya rintangan Akhirnya kini ia berhasil menyelesaikannya.
Di ruangan yang digunakan sebagai ruangan rias kini Isvara tengah dibantu oleh Melody untuk membenarkan gaun nya di bagian belakang. Ia beruntung Melody dapat membantu nya di saat seperti ini.
“Wah Isvara, gaun lo ini cantik banget. Kayaknya pas nikahan nanti gue gak perlu juah-juah cari desainer terbaik, kalau sahabat pacar gue aja bisa buat gaun sebagus ini,” ucap Melody dengan senyumannya yang kini berhasil membuat Isvara terkekeh mendengar nya.
“Makasih Mel. Makasih ya lo udah bantu gue,” ucap Isvara dengan senyumannya pada Melody sambil mengelus lengan kekasih sahabat nya itu yang kini hanya terkekeh sambil menganggukkan kepalanya.
“Lagian ini juga gak gratis, inget lo harus jadi model untuk lukisan gue,” ucap Melody pada Isvara yang kini membuat Isvara terkekeh sambil menganggukkan kepalanya mendengar nya.
“Pasti gue bantu,” ucap Isvara yang membuat Melody kini menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Isvara.
Hingga tak lama suara dari pembawa acara kini memberitahukan jika acara akan segera dimulai.
“Kalau gitu gue pergi dulu ya, semangat Isvara,” ucap Melody sambil mengepalkan tanganya dan memberikan semangat pada Isvara yang kini tersenyum sambil menganggukkan kepalanya mendengar ucapan dari Melody.
Isvara menarik nafas nya dalam. Berusaha untuk menenangkan dirinya. Memberikan kekuatan pada dirinya sendiri jika ia pasti bisa.
***
__ADS_1
Di tempat lain kini Radeva tengah duduk bersama dengan ibu nya juga desainer lain yang kini duduk di bagian depan. Begitu dekat catwalk. Senyuman laki-laki tersebut kini mengambang dengan begitu sempurna. Ia begitu tak sabar melihat kekasih nya itu.
Karena setelah Isvara di make up ia belum sempat untuk melihatnya. Isvara berangkat begitu pagi. Ia make up di kampus, jadi jelas Radeva tak bisa bertemu lebih dulu. Karena kekasih nya itu pasti begitu sibuk.
“Gak sabar hm?” tanya Sahna di samping putranya itu menggoda Radeva yang kini hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Hingga tak lama suara pembawa acara kini membelah suara penonton lainnya. Membuat keadaan kini begitu hening. Dan hanya ada suara dari pembawa acara yang kini mengalus.
Sapaan sapaan yang satu persatu mulai disampaikan. Hingga kini akhirnya mereka dapat memulai acara inti. Yaitu penampilan dari semua model yang akan membawa pakaian dari desainer masing-masing.
Satu persatu mulai keluar dan berjalan di catwalk dengan begitu anggun dan gagah nya. Radeva kini tak fokus melihat siapa saja yang lewat karena fokus nya kini terus tertuju pada keberadaan Isvara yang belum kelihatan sampai saat ini.
Hingga tak lama nama Isvara disebutkan oleh sang pembawa acara membuat Radeba kini langsung melihat ke arah jalan masuk para model. Hingga di lihat nya Isvara yang tampak begitu anggun dan begitu cantik berjalan di catwalk.
“Lihat mah calon mantu Mama cantik banget,” ucap Radeva membanggakan kekasih nya itu yang membuat Sahna kini tersenyum mendengar nya sambil menganggukkan kepalanya menyetujui ucapan anaknya itu.
Setelah semua model dan busana di tampilkan kini para desainer yang tidak menjadi model dari pakaian yang ia buat ikut keluar untuk memperkenalkan desain yang ia buat. Makna dari setiap desain yang di buat nya.
Setelah semua selesai mereka kembali ke belakang panggung. Isvara menghela nafasnya lega karena akhirnya kini ia sudah menyelesaikan pekerjaannya itu, rasanya kini ia begitu lega.
“Isvara,” panggil Radeva dengan senyumannya pada Isvara saat gadis nya itu melihat ke arah nya.
Melihat itu Isvara segera menghampirinya dan memeluknya. Melihat hal tersebut banyak yang terkejut. Meskipun banyak rumor beredar jika mereka menjalin hubungan. Namun masih banyak yang tidak mempercayainya. Semua itu karena mereka berpikir Radeva masih tak mau untuk menjalin hubungan.
__ADS_1
Namun melihat apa yang kini berada di depan mereka jelas mereka mempercayainya. Apa lagi saat di lihat nya ada seorang wanita yang sedari tadi bersama dengan Raeva kini juga ikut menghampiri mereka.
“Isvara,” panggil wanita tersebut yang tak lain adalah Sahna pada Isvara yang kini segera menoleh ke arah Sahna lalu melakukan cipika cipiki dengan wanita tersebut.
“Mama jua dateng?” tanya Isvara dengan tatapan terkejut nya. Saat di catwalk ia terlalu fokus dengan apa yang berada di depannya, sehingga ia tak menyadari keberadaan Sahna di sana.
“Sepertinya kamu hanya fokus dengan dunia kamu tadi sampai tidak menyadari keberadaan Mama,” ucap Sahna dengan senyuman menggodanya pada Isvara yang kini hanya terkekeh mendengar ucapan Sahna.
“Maaf ya Ma, tadi tuh deg degan banget,” ucap Isvara menjelaskan pada Sahna yang kini menganggukkan kepalanya. Ia jelas memak;umi nya karena ia pun pernah berada di fase ini.
“Mama ngerti, karena Mama pun pernah seperti ini. Tapi Mama gak bisa bohong, kamu cantik banget sayang dan karya kamu ini dengan ide dari makna nya. Mama benar-benar mengagumi nya. Tidak hanya Mama, bahkan Desainer laun yang berbincang dengan Mama juga memberikannya dan tertarik dengan karya kamu ini. Nanti Mama kenalin kamu sama desainer lain,” ucap Sahna dengan pujiannya yang kini berhasil membuat Isvara membelalakkan matanya tak percaya mendengar nya.
“Mama serius?” tanya Isvara yang di jawab dengan anggukan oleh Sahna.
“Tentu,” ucap Isvara membuat nya kini begitu senang.
“Oh iya Ma, aku mau ngenalin Mama sama sahabat aku.” Isvara kini segera memanggil sahabat nya itu yang segera menuju ke arah mereka.
“Mereka sahabat aku ma. Yeena dan Reiha,” ucap Isvara memperkanlkan sahabatnya itu.
Hingga kini mereka saling berkenalan dan berbincang bersama. Radeva kini bahkan merasa jika keberadaannya di sana tidak lah terlihat. Bahkan setelah berbincang dengan sahabat Isvara. Mama nya juga mengajak Isvara berbincang dengan desainer lain dan memperkenalkan Isvara sebagai calon menantu nya.
__ADS_1
Radeva tak habis pikir dengan apa yang Ibu nya itu lakukan. Namun ia begitu senang karena Ibu nya bisa menerima Isvara dengan baik. Semoga saja semua berjalan dengan baik.
***