Flutura

Flutura
Takdir?


__ADS_3

Keadaan studio tata busana kini begitu sepi. Hanya ada Isvara yang kini tengah duduk di kursi nya sambil menggambar acak di bukuna. Pikirannya kini melayang pada laki-laki yang belakangan ini selalu memenuhi pikirannya.


Radeva, laki-laki yang baru ditemui dua kali pertemuan. Namun sudah berhasil singgah di pikirannya, bahkan sampai saat ini laki-laki tersebut enggan untuk pergi dari pikirannya. Tak banyak yang Radeva lakukan padanya. Hanya sebuah perlakuan dan ucapan manis laki-laki tersebut dengan bonus wajah tampannya saja sudah merusak benteng yang dengan susah payah Isvara bangun.


Ingatannya kini kembali pada setiap kejadian yang ia alami bersama Aarav. Mulai dari pertemuan pertama mereka. Tentang Isvara yang mendengar pembicaraan Radeva dengan gadis yang di telponnya. Juga tentang Radeva yang kembali datang menemuinya melalui Yeena.


“Akh Isvara, apa yang lo pikirin,” rutuk Isvara pada dirinya sendiri sambil mengacak rambutnya frustasi.


Setelah pertemuan pertama mereka, sebenarnya Isvara bukannya tak memikirkannya dan penasaran dengan laki-laki tersebut. Ia begitu penasaran, namun ia berpikir jika mereka tak akan pernah lagi bertemu. Itu yang membuat Isvara perlahan melupakannya. Namun pada akhirnya laki-laki tersebut malah kembali datang.


“Jangan kemakan omongan dan tindakan buaya lagi Isvara,” ucap Isvara meyakinkan dirinya sendiri.


Isvara kembali mengacak rambut nya dengan frustasi. Namun tak lama ia malah merasakan sebuah tangan yang kini memegang tangannya yang memegang rambut nya lalu menurunkan tangannya dan membenar kan rambut nya.


Isvara yang terkejut sontak menoleh ke arah samping nya. Hingga ia kini dibuat terkejut dengan laki-laki yang berada di samping nya.


“Mikirin apa sih sampai buat frustasi gitu?” tanya Radeva dengan senyuman hangat nya.


“Hm bukan apa-apa,” ucap Isvara dan kin memilih untuk menutup buku miliknya.


“Kamu ngapain di sini?” tanya Isvara dengan menaikkan sebelah alisnya bingung. Melihat keberadaan Radeva.


“Sengaja nyamperin kamu. Kata Yeena kamu lembut lagi,” jelas Radeva. Kini Laki-laki tersebut memiringkan kepalanya sambil menumpukan kepalanya di atas kepalan tangannya. Sambil memperhatikan Isvara yang kini menganggukkan kepalanya mendengar jawaban dari Radeva.


“Kamu emang sering lembur?” tanya Radeva sambil memperhatikan Isvara yang kini tengah menyelesaikan pola yang ia tempel di patung nya.


“Hm aku malahan di katain penunggu kampus,” ucap Isvara dengan kekehannya sambil melihat ke arah Radeva yang kini menaikkan sebelah alisnya sambil tersenyum ke arah gadis tersebut.

__ADS_1


“Seseorang itu?” tanya Radeva yang dijawab dengan anggukan oleh Isvara.


“Aku lagi usaha buat pertukaran pelajaran,” jelas Isvara.


“Kamu mau ikut pertukaran pelajar?” tanya Radeva dengan terkejut nya yang Isvara balas dengan anggukan.


“Aku ingin ambil paris sebagai kampus untuk pertukaran pelajar. Kamu tau sendiri perancis terkenal sama brand brand pakaian ternama nya,” jelas Isvara yang Radeva balas dengan anggukan.


“Kamu? Kamu suka lembur?” tanya Isvara sambil melihat ke arah Radeva dan menghentikan kegiatannya.


“Sedang aku coba, kayaknya seru,” jawab Radeva. Isvara hanya tak tahu saja jika sebenar nya Radeva sering lembut namun di tempat dan dengan konsep yang berbeda.


“Dulu aku juga ngenggep nya seru, tapi tambah ke sini gue malah bosen. Kayak udah terlalu enak tiap malem ada di sini dan berhadapan sama dia,” tunjuk Isvara pada patung di depannya yang kini sudah terpasang kain.


Radeva yang mendengar ucapan Isvara hanya terkekeh.


Radeva kini berdiri lalu berjalan menuju ke arah patung tersebut dan kini ia menumpukan dagunya pada pundak patung tersebut. Yang membuat nya kini saling berhadapan dengan Isvara.


Mereka kini saling terdiam, dengan saling menatap satu sama lain dengan begitu dalam. Tatapan Radeva kini begitu memabukkan. Isvara yang salah tingkah sontak menjauh dari laki-laki tersebut sambil berdehem sejenak.


“Kamu ngapain?” tanya Isvara dengan tatapan bingung nya. Bukannya menjawab kini  laki-laki tersebut malah terkekeh.


“Cuma mau ngeliatin kamu,” ucap Radeva yang membuat Isvara terkekeh mendengar nya.


“Aku udah selesai, kamu gak mau balik?” tanya Isvara saat dirinya kini sudah selesai dengan pekerjaannya.


“Aku anter kamu,” ucap Radeva. Isvara tampak berpikir sejenak sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Radeva.

__ADS_1


Setelah membereskan semua peralatan miliknya. Isvara segera pergi bersama dengan Radeva yang kini terus mengikutinya.


Kampus kini jelas sudah sepi, karena tak banyak yang seperti Isvara, lembur hanya demi pekerjaan kampus.


“Waktu pertama kali kita ketemu, aku liat kamu gak seceria sekarang.” Radeva kini kembali membuka pembicaraan, saat mereka menuju ke arah parkiran.


“Waktu itu aku baru putus,” ucap Isvara dengan senyuman sendu nya. Mengingat semua itu sebenarnya hanya membuat kesal saja. Mengingat betapa bodoh nya ia hingga mau saja dibuat boneka oleh laki-laki tersebut.


“Laki-laki yang emang seharusnya dari dulu aku putusin,” lanjut Isvara dengan kekehannya. Radeva melihat ke arah Isvara dengan tatapan penuh tanya nya. Sebelumnya Isvara memang begitu terkenal dan dijuluki Dewi kampus. Namun sebelumnya ia tak peduli dengan semua itu apalagi sebelumnya ia merupakan murid dari jurusan manajemen yang akhirnya mengambil jurusan informatika.


“Aku denger kamu udah S2? Aku gak tau kalau umur kita jauh beda,” kelakar Isvara dengan kekehannya. Radeva yang mendengar nya menaikkan sebelah alisnya.


“Aku rasa kita seumuran. S1 aku ambil akselerasi untuk manajemen,” jelas Radeva yang kini mampu membuat Isvara terkejut mendengar nya.


Ia tak percaya jika Radeva mengambil akselerasi namun ia tak pernah lembut, ia saja yang tidak mengambil jurusan akselerasi selalu lembur dan begitu fokus dengan kampus sampai waktu bermain nya berkurang.


“Wah info yang cukup buat kaget,” tukas Isvara dengan kekehannya yang membuat Radeva ikut tertawa mendengar nya.


“S1 kamu juga kuliah disini?” tanya Isvara yang Radeva balas dengan anggukan.


Isvara jelas tak mengenal nya saat itu. Bahkan saat mereka berada di fakultas yang sama saja. Isvara tidak mengetahuinya apalagi saat mereka berada di fakultas yang berbeda.


“Besok mau ikut gue?” tanya Radeva yang membuat Isvara menaikkan sebelah alisnya.


“Besok lo tau,” ucap Radeva dengan misterius nya. Isvara yang mendengar nya hanya terkekeh sambil menganggukkan kepalanya. Hingga tak lama mereka akhirnya sampai di parkiran di mana motor Radeva berada.


“Gue cuma bawa helm satu, lo pake aja,” ucap Radeva yang akan memakaikan helm ke pada Isvara, namun Isvara menahannya.

__ADS_1


“Lo aja, lagian rumah gue deket dari sini. Apartemen di depan jalan,” ucap Isvara. Radeva menganggukkan kepalanya lalu segera memakai helm nya. Setelah nya mereka segera melajukan motor nya menuju ke arah apartemen Isvara berada.


***


__ADS_2