
Isvara mengerjapkan matanya beberapa kali sambil melihat ke sekeliling. Saat ia terbangun dari tidur nya. Ia begitu puas kini tertidur begitu lama. Saat melihat ke sekeliling, Isvara mengerutkan kening nya saat melihat mobil yang tengah berhenti. Dan di samping nya kini Radeva yang tampak tertidur.
Isvara mengambil ponselnya dan melihat jam yang ternyata menunjukkan pukul satu dini hari. Ditatap nya Radeva yang kini tengah tertidur. Senyumannya mengembang. Melihat wajah tampan laki-laki di samping nya itu.
“Ganteng,” ucap Isvara dengan senyumannya. Namun tak lama ia menggelengkan kepalanya.
“Gak, gak gue gak boleh suka sama dia. Dia terlalu bahaya. Jangan luluh sama dia Isvara kalau lo gak mau terjebak di hubungan tanpa status,” batinnya. Isvara melihat ke sekeliling sebelum akhirnya ia memutuskan untuk keluar.
“Mau kemana?” suara yang khas bangun tidur menyapa indra pendengaran Isvara. Isvara segera menoleh ke arah samping nya. Hingga terlihat kini Radeva yang masih dengan posisi tertidur kini menoleh ke arah nya dengan senyuman manisnya.
“Ehm mau keluar, ke supermarket bentar,” ucap Isvara berusaha menahan gugup nya. Radeva menganggukkan kepalanya. Lalu membenarkan kursi nya lalu ia segera keluar. Isvara menaikkan sebelah alisnya.
“Ayo gue temenin,” ajak Radeva. Isvara mengerjapkan matanya beberapa kali namun akhirnya ia menganggukkan kepalanya lalu segera keluar dari mobil.
Isvara melihat ke sekitar dan ternyata kini mereka tengah berada di rest area tol. Gadis tersebut memeluk dirinya sendiri sambil mengelus lengannya yang terbuka. Karena kini ia hanya memakai kaos, udara dingin kinimalah menyelimuti nya.
Radeva yang melihat itu segera melepaskan jaketnya lalu memakaikannya pada Isvara.
“Makasih,” ucap Isvara yang di jawab dengan anggukan oleh Radeva.
“Lo gak tidur?” tanya Isvara saat melihat temannya yang lain kini sudah tertidur. Ada yang tidur di mobil juga di mushola atau tempat istirahat yang disediakan.
“Udah, satu jam cukup,” ucap Radeva yang membuat Isvara tersenyum sambil menggeleng mendengar nya.
Saat sampai di supermarket Isvara segera mengambil keranjang lalu membeli minuman juga beberapa makanan ringan dan roti.
“Kopi?” tawar Isvara sambil menunjukkan kopi kemasan, Radeva menganggukkan kepala.
Setelah merasa cukup, Isvara segera menuju ke arah kasir. Namun baru saja ia mengeluarkan uang nya. Radeva malah lebih dulu menyodorkan kartu miliknya.
__ADS_1
“Aku aja yang bayar,” tolak Isvara namun Radeva menggeleng lalu segera membawa belanjaan mereka keluar.
Isvara yang melihat itu menggelengkan kepalanya lalu ia segera keluar bersama dengan Radeva. Mereka memutuskan untuk duduk di depan supermarket sambil menikmati minuman mereka.
“Masih jauh ya?” tanya Isvara sambil menoleh ke arah Radeva yang kini menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi sambil memejamkan matanya. Pemandangan yang sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja.
“Setengah perjalanan lagi,” ucap Radeva yang membuat Isvara menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Radeva.
“Mau balik ke mobil?” tanya Isvara yang kasihan melihat Radeva yang kini terlihat begitu lelah dan mengantuk.
“Lo gak bosen di mobil mulu? Mau keliling rest area aja gak?” tawar Radeva. Isvara tampak berpikir sebentar sebelum akhirnya ia menganggukkan kepalanya dan setelahnya ia segera mengangguk.
“Taruh di mobil dulu,” ucap Radeva sambil memperlihatkan belanjaan mereka. Isvara hanya terkekeh lalu menganggukkan kepalanya.
Hingga setelah nya mereka memilih untuk jalan-jalan di rest area sekedar menghilangkan kantuk.
“Tadi kenapa gak bangunin gue?” tanya Isvara sambil menatap Radeva yang berjalan di samping nya.
“Nanti mau gantian nyetir nya? Lo tidur aja biar gue yang nyetir,” saran Isvara dengan senyumannya yang kini malah membuat Radeva terkekeh mendengar nya.
“Emang bisa? Jauh loh, kuat?” tanya Radeva lagi.
“Udah biar gue aja,” ucap Radeva sambil mengacak rambut Isvara dengan gemas. Isvara yang mendapatkan perlakuan yang begitu manis dari Radeva kini sudah merasakan ada yang berterbangan di perut nya.
“Engga, Isvara. Jangan luluh, lo harus bisa membentengi diri lo,” batin Isvara. Gadis tersebut kini meminum minumannya dengan rakus.
“Gue gak tau kalau yang ikut sebanyak ini,” ucap Isvara saat melihat banyak nya mobil yang kini terparkir di sana.
“Ini belum semua yang ikut. Karena banyak yang gak bisa ikut, jadi sedikit yang ikut. Bahkan gak sampe setengah,” ucap Radeva yang kini berhasil membuat Isvara membelalak mendengar nya.
__ADS_1
“Temen lo sebanyak itu?” tanya Isvara yang malah membuat Radeva terkekeh mendengar nya.
“Gue punya club motor,” jelas Raeva, Isvara menganggukkan kepalanya mendengar penjelasan dari laki-laki di samping nya itu. Pantas saja banyak yang kini ikut dengan mereka. Awal nya Isvara pikir hanya ketiga sahabat Radeva saja yang akan ikut namun nyatanya banyak juga yang ikut.
Lama mereka berjalan-jalan dan berbincang-bincang. Hingga tak lama mereka memilih duduk di saung dekat taman yang berada di sana.
“Bangunin gue kalau udah adzan subuh,” pesan Radeva yang mengatakan akan tidur sebentar. Isvara hanya mengangguk dan membiarkan Radeva tertidur di samping nya.
Gadis tersebut berusaha mencari kesibukan agar pikirannya tak terus tertuju pada Radeva.
Hingga setelah adzan subuh berkumandang Isvara segera membangunkan Radeva. Radeva menggeliat lalu segera bangun.
“Lo bersih-bersih dulu aja. Gue bangunin yang lain,” ucap Radeva, Isvara hanya mengangguk. Lalu ia segera mengambil pakaian ganti di koper milik nya juga peralatan mandi nya.
Setelah selesai ia segera menemui sahabat nya yang juga baru selesai membersihkan tubuh nya. Isvara dan temannya yang lain, yang beragama non muslim memutuskan sarapan lebih dulu. Sedangkan yang muslim kini memilih untuk sholat. Perempuan yang ikut ternyata cukup banyak karena banyak teman-teman Aarav yang membawa pasangan mereka.
“Sandy mana?” tanya Reiha yang baru datang dengan wajah nya yang tampak lebih segar.
“Sholatlah,” jawab Yeena. Reiha hanya menganggukkan kepalanya. Di antara sahabat mereka memang yang berapa muslim hanya lah Sandy. Meskipun terkadang laki-laki itu hanya muslim ktp.
“Dih pencitraan tuh pasti dia, biasanya juga ogah-ogahan sholat,” sungut Isvara yang masih merasa kesal dengan Sandy.
“Gak sarapan nasi?” tanya Tara pada sahabat-sahabat nya yang kini malah hanya memakan mie cup.
“Masih subuh gini gak biasa gue makan nasi,” jelas Yeena yang di jawab dengan anggukan setuju oleh sahabat nya yang lain.
“Tar. Lo sama Sandy juga ikutan club motor nya Radeva?” tanya Isvara tiba-tiba yang membuat sahabat nya itu kini menaikkan sebelah alisnya karena tak bisanya Isvara menanyakan hal seperti itu.
“Ikutan, cuma gak terlalu aktif,” jelas Sandy. Isvara lalu hanya menganggukkan kepalanya lalu mulai memakan makanannya.
__ADS_1
Setelah semua selesai sarapan mereka memutuskan untuk segera melanjutkan perjalanan mereka.
***