
Tak terasa, waktu begitu cepat berlalu kini Radeva sudah menyelesaikan jenjang magister nya. Dan hari ini adalah hari wisuda laki-laki tersebut. Dan dua minggu lagi mereka akan bersama ke Prancis. Radeva untuk mengunjungi Ibunya sedang kan Isvara akan mempersiapkan pertukaran pelajarannya.
Radeva yang selama ini tak pernah mengunjungi Ibu nya itu selama berada di luar negri kini akhirnya ia mengunjungi Ibu nya itu. Tentu saja semua itu karena ia ingin menemani Isvara. Ia juga ingin menetap di Perancis selama Isvara berada di sana. Namun ia tak bisa melakukannya karena ia harus menyelesaikan pekerjaannya. Karena ia harus memegang perusahaan Ayah nya.
Dan hari ini adalah hari wisuda Radeva. Isvara kini tengah duduk di samping Ibu Radeva. Di kursi barisan paling depan.Tempat para petinggi berada. Tak perlu heran karena Ibu Radeva merupakan donatur tetap kampus mereka.
Suara tepuk tangan kini memenuhi ruangan. Saat penerima gelar mahasiswa terpintar kini mulai turun dari atas podium.
“Mama selalu bangga sama Mama anak Mama itu,” ucap Sahna sambil menatap Radeva yang kali ini mendapatkan gelar mahasiswa yang pintar kini mulai turun dari podium. Sahna jelas bangga melihat anaknya itu.
Radeva yang hidup di tengah keluarga yang hancur. Namun tak membuat nya kehilangan semangat untuk membuat nya terus berprestasi. Kini ia membuktikan hal tersebut. Sahna jelas merasa begitu bangga pada anaknya itu.
“Radeva memang orang yang cerdas Ma. Dia adalah anak Mama,” ucap Isvara yang membuat Sahna kini terkekeh mendengar ucapan Sahna. Sambil melihat ke arah Isvara dan kini mereka saling menggenggam tangan satu sama lain.
Setelah acara mulai selesai. Kini Sahna juga Isvara mulai keluar dari ruangan tersebut. Begitupun satu persatu mahasiswa nya. Namun mereka masih sibuk berfoto bersama dengan teman teman mereka.
Setelah nya baru lah kini Radeva menghampiri Ibu juga kekasih nya yang sudah menunggu nya. Radeva tersebut dengan begitu senang. Lalu ia memeluk Ibu nya lalu memeluk Isvara setelah nya.
“Makasih atas dukungan kalian selama ini,” ucap Radeva yang membuat Isvara dan Sahna kini menganggukkan kepalanya mendengar hal tersebut.
“Kamu memang yang terbaik nak,” ucap Sahna dengan senyuman bangga pada anaknya itu yang kini tersenyum dengan senang.
“Foto dulu yuk, itu mumpung ada Yasa. Dia fotografer handal,” canda Radeva yang membuat kedua wanita yang begitu dicintainya itu kini tertawa mendengar nya sambil menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Radeva.
“Yasa. Fotoin sini,” teriak Radeva pada Yasa. Yasa kini dengan segera memanggil sahabat nya tersebut yang kini tengah berjalan ke arah nya bersama dengan sahabat nya yang lain. Mereka memang tengah mencari Radeva. Mengingat hanya Radeva lah yang kini tengah wisuda.
__ADS_1
“Gue mau ngasih selamat dulu lah buat lo,” ucap Yasa sambil menjawab tangan Radeva. Radeva yang mendengar nya kini hanya terkekeh sambil menerima selamat dari sahabat nya itu.
“Lo udah magister aja. Gue aja masih 1 tahun lagi mau wisuda sarjana,” ucap Varen dengan decakannya.
“Makanya kuliah yang bener lo,” ucap Radeva memperingati sahabat nya itu.
“Isvara, fotoin kita dulu,” ucap Yasa sambil memberikan ponsel nya pada Isvara.
Radeva yang melihat hal tersebut kini membelalakkan matanya. Padahal ia meminta sahabat nya itu untuk memotretnya. Namun kini mereka malah meminta Isvara untuk memotret nya. Isvara hanya terkekeh lalu segera memotret empat orang bersahabat tersebut.
Setelah selesai barulah Isvara dan Sahna berfoto bersama dengan Radeva.
***
Sedangkan Radeva kini tengah membawa koper milik nya. Butuh waktu yang begitu lama untuk mereka akhirnya kini mereka sampai di prancis. Isvara kini rasanya sudah begitu lelah dengan perjalanan mereka.
“Capek?” tanya Radeva pada kekasih nya tersebut yang kini menganggukkan kepalanya mendengar pertanyaan dari Radeva.
“Banget,” ucap Isvara yang membuat Radeva kini terkekeh mendengar nya sambil mengelus puncak kepala kekasih nya tersebut sayang.
“Sabar ya. Bentar lagi sampai di rumah Mama,” ucap Radeva, yang Isvara balas dengan anggukan.
Selama Isvara berada di Prancis. Isvara memang akan tinggal di rumah Mama Radeva. Dan semua itu adalah permintaan dari Sahna juga Radeva yang memaksa nya. Padahal sebelumnya Isvara sudah menolaknya namun mereka tetap saja memaksa Isvara. Akhirnya Isvara hanya bisa menurut saja.
Saat mereka sampai di luar bandara kini sudah ada sopir Radeva yang menunggu mereka. Laki-laki dengan wajah indonesia bya yang begitu khas kini sudah menunggu mereka, saat melihat kedatangan sepasang kekasih itu dengan segera sopir tersebut menghampirinya.
__ADS_1
“Mas Radeva?” tanya laki-laki paruh baya tersebut dengan senyuman pada Radeva yang kini menganggukkan kepalanya.
“Mari mas saya bantu,” ucap nya lalu mengambil salah satu koper yang dibawa oleh Radeva.
“Makasih Pak,” ucap Radeva lalu mereka berjalan bersama menuju ke arah rumah Mama Radeva.
Selama di perjalanan Isvara hanya menatap keluar jendela melihat jalanan yang baru pertama kali ia datangi. Begitu berbeda suasananya. Dan Isvara begitu menyukainya. Ia begitu menyukai suasana baru ini. Semoga saja ia tidak cultural shock berada di tempat baru tersebut.
“Kamu suka?” tanya Radeva pada Isvara yang kini menjawab nya dengan anggukan semangat.
Radeva begitu bahagia melihat kekasih nya yang kini juga begitu bahagia itu. Bahagia melihat pasangannya bahagia itu lah yang kini dirasakan oleh Radeva.
Tak lama mereka kini akhirnya sampai di depan sebuah rumah mewah milik Sahna. Saat mereka datang kini ada penjaga yang membukakan pintu untuk Isvara juga Radeva. Para penjaga tersebut menunduk hormat para anak dari majikannya itu.
Sahna yang melihat kedatangan anak juga calon menantu nya itu kini segera mendatangi mereka lalu memeluk Isvara.
“Lelah di perjalanan?” tanya Sahna pada Isvara yang kini menganggukkan kepalanya. Bahkan dari wajah nya pun kini bisa dilihat jika wanita tersebut kelelahan.
“Mama sudah siapkan kamar untuk kalian. Sekarang kalian bersih-bersih dulu. Terus kita makan bersama. Setelah itu kalian bisa istirahat. Kamu pasti jet lag,” uap Sahna pada Isvara yang kini hanya tersebut.
Setelah nya Sahna meminta pelayan untuk mengantar mereka menuju ke arah kamar mereka. Pelayan tersebut membantu Isvara membawa koper mereka. Isvara kini memang merasa begitu lelah. Perjalanan yang begitu panjang. Walau hanya duduk diam namun tetap saja ia merasa begitu lelah.
Namun ia beruntung kini ia memiliki kekasih yang keluarga nya begitu baik padanya dan mau menampung nya di rumah tersebut.
***
__ADS_1