Flutura

Flutura
Putus


__ADS_3

Semenjak pertemuannya dengan gadis yang bersama dengan kekasihnya itu. Kini Isvara menjadi begitu sensitif. Tak hanya itu ia bahkan kini mulai menyelidiki kekasih nya itu, katakan jiak Isvara keterlaluan. Namun sebelumnya Isvara sudah membiarkan apa yang ingin Radeva lakukan. Namun tidak lagi untuk saat ini.


Ia pun mulai lelah dengan sikap Radeva belakangan ini.  Mengingat bagaimana laki-laki tersebut belakangan ini begitu sibuk dengan dunianya sendiri hingga terkadang laki-laki tersebut malah melupakan ispara.  Wajar bukan jika pada akhirnya gadis tersebut memilih untuk menyelidiki tentang Radeva juga gadis tersebut.


Seperti saat ini Isvara kini tengah membuntuti.  Tadi saat mereka menonton bersama tiba-tiba saja Radeva mendapatkan panggilan, padahal kini waktu sudah tak lagi memungkinkan untuk mereka bertemu.  jam kini sudah menunjukkan pukul 23.00 malam namun masih ada saja yang menelpon,  seperti sebelumnya. Setelah menerima panggilan telepon Radeva akan pergi. Dan kini adalah kesempatan untuk Isvara mengikuti laki-laki itu.


Hingga kini mobil Radeva berhenti di sebuah club malam. Melihat itu Isvara kini mengerutkan kening nya. Ini bukanlah tempat nya dan merasa asing dengan tempat ini. Namun demi menyelidiki Radeva. Sepertinya ia masuk ke tempat tersebut.


“Ngapain coba dia ke sini?” tanya Isvara pada dirinya sendiri.


Isvara kini berusaha untuk melindungi dirinya sendiri. Hingga tiba-tiba ada yang merangkul nya membuat Isvara dengan reflek mengambil tangan laki-laki tersebut lalu memelintir nya.


“Aduh sakit Ra, lapisin aduh ini gue.” Sandy yang kini menjadi korban dari kekejaman Isvara meringis kesakitan. Isvara yang menyadari jika laki-laki tersebut adalah Sandy kini dengan segera melepaskan tangannya dan memeriksa keadaan sahabat nya itu.


“Lo gak papa?” tanya Isvara dengan begitu khawatir nya pada Sandy yang kini berdecak mendengar ucapan sahabat nya itu.


“Lagian udah tau gak pernah dateng ke tempat kayak gini ngapain sih lo ke sini? Lo sendiri?” tanya Sandy saat tak melihat keberadaan kekasih sahabat nya itu di sana.


“Lo juga sendiri?” tanya Isvara balik pada sahabat nya karena tak melihat keberadaan sahabat nya yang lain.


“Gue kesini karena ada urusan bukannya buat nongkrong,” jelas Sandy yang kini membuat Isvara menganggukkan kepalanya mendengar ucapan laki-laki tersebut.

__ADS_1


“Kalau lo ngapain?” tanya Sandy lagi karena pertanyaannya itu belum dijawab oleh Isvara.


“Gue lagi buntutin Radeva,” jawab Isvara dengan jujur yang membuat Radeva kini menganggukkan kepalanya mendengar jawaban dari sahabat nya itu.


“Biar gue jagain,” ucap Sandy lalu merangkul sahabat nya untuk mencari keberadaan Radeva. Karena kini Isvara kehilangan keberadaan Radeva akibat dari ulah sahabat nya itu yang malah mengagetkannya.


Hingga saat melihat kekasih nya itu, kini Isvara dibuat membelalak saat melihat jika kini kekasih nya itu tengah berciuman dengan gadis yang mengaku sebagai sahabat masa kecil Radeva.


Melihat hal tersebut Sandy sudah mengepal kan tangan nya dan sudah akan berjalan untuk memberikan pelajaran untuk Radeva. Namun Isvara kini malah menahannya sambil menggelengkan kepalanya.


“Ini urusan gue,” peringat Isvara yang membuat Sandy kini berdecak sambil memejamkan matanya. Rasanya kini ia sudah begitu tak tahan memberikan pukulan nya untuk Radeva.


Isvara kini berjalan ke arah mereka lalu hanya diam sambil memotret Radeva dengan suara kamera yang begitu keras dan flash yang sengaja di nyalakan. Terkejut dengan apa yang terjadi Radeva dan Yozita melepaskan ciuman mereka. Hingga kini Radeva dibuat membelalak saat melihat siapa yang kini berada di sana.


“Percuma gue apa yang selama ini gue lakuin ke lo. Lo emang gak pantes untuk siapa-siapa kalau lo masih seperti ini Radeva,” marah Isvara. Radeva yang melihat itu berusaha menggapai tangan Isvara namun gadis tersebut dengan segera menghembuskannya.


“Jangan pernah sentuh gue. Dan mulai sekarang kita putus. Beresin semua barang-barang lo besok, atau akan gue buang semuanya,” tegas Isvara lalu setelah nya ia segera pergi Dari sana meninggalkan Radeva yang kini masih tampak terkejut juga Yozita yang kini malah tersenyum dengan kemenangan melihat apa yang baru saja dilakukannya.


 sandi kini menatap tajam pada laki-laki tersebut, Lalu setelahnya ia segera mengejar sahabatnya tersebut yang kini sudah berjalan menjauh dari tempat mereka berada.


Isvara kini berjongkok di samping klub malam tersebut sambil menangis. Sandy yang melihat hal tersebut menghembuskan nafas nya kasar sambil memejamkan matanya. Laki-laki tersebut dengan segera berjalan ke arah Isvara, lalu setelahnya ia dengan segera memeluk Isvara dari samping membiarkan gadis tersebut menumpahkan tangisnya.

__ADS_1


Sandy tahu pasti semua ini berat untuk Isvara. Jadi ia membiarkan sahabat nya itu menangis dan melampiaskan semua nya.


Sedangkan di dalam club kini Radeva masih tak percaya dengan apa yang baru saja di dengar nya. Hingga sebuah tangan menyentuh lengannya. Radeva segera menghempaskannya dengan begitu kasar.


“Apa lagi mau lo?” tanya Isvara dengan begitu lelah nya. Matanya kini terpejam, ia butuh untuk menenangkan dirinya saat ini.


“Radeva maaf,” ucap Yozita dengan memohon pada Radeva namun Radeva menggelengkan kepalanya.


“Lo gak mabuk?” tanya Radeva dengan begitu tajam nya pada Yozita yang kini hanya menundukkan kepalanya karena terlalu takut pada Radeva.


Radeva memejamkan matanya. Ia mendapatkan kabar jika Yozita mabuk dan tak ada yang membawa nya pulang akhirnya Radeva memutuskan untuk segera ke club untuk menjemput gadis tersebut. Namun saat sampai di club ia dibuat terkejut karena Yozita yang malah langsung mencium nya. Juga kedatangan Isvara yang tiba-tiba.


“Aku melakukan ini karena aku suka sama kamu Radeva,” ucap nya dengan ujur yang kini malah membuat Radeva berdecak mendengar nya.


“Lo sahabat gue Yozita. Gue udah ngelakuin banyak hal buat lo sebagai seorang sahabat. Lo tau gue punya pacar tapi kenapa lo lakuin ini?” tanya Radeva sambil mengucap wajah nya dengan gusar.


“Karena aku suka sama kamu Radeva,” kesal Yozita pada Radeva. Radeva menggelengkan kepalanya.


“Nggak, lo gak boleh suka sama gue. Lo sahabat gue, dan gue juga udah pacar. Lo ta pacar gue udah terlalu banyak ngalah sama lo semenjak kedatangan lo.Semenjak kedatangan lo gue selalu nemenin lo tapi ini balasan lo untuk kita?” tanya Radeva pada Yozita yang kini menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Radeva.


“Bukan gitu Radeva,” ucap Yozita. Radeva menghempaskan tangannya lalu setelah nya ia segera pergi dari sana meninggalkan Yozita dengan segala penyesalannya.

__ADS_1


Yozita kini menatap punggung sahabat nya yang mulai menjauh tersebut dengan tatapan nanar nya. Air matanya kini bahkan sudah memenuhi pelupuk matanya. Ia terlalu sedih juga merasa bersalah pada Radeva. Namun untuk meminta maaf pun kini sepertinya akan sulit. Radeva masih memerlukan waktu untuk menenangkan dirinya.


***


__ADS_2