Flutura

Flutura
Kapan Bisa Membaik?


__ADS_3

Isvara baru saja keluar dari kelas nya saat kini dilihat nya Radeva yang sudah menunggu di depan ruang kelas nya. Senyuman laki-laki terulas dengan begitu indah. Menampilkan dua lesung pipi yang membuat nya terlihat semakin tampan.


“Udah kelar kan?” tanya Radeva yang Isvara balas dengan anggukan.


Setelah nya mereka kini berjalan bersama menuju ke arah parkiran untuk menuju ke arah mobil Radeva. Selama mereka berjalan menuju ke arah parkiran, mereka saling terdiam. Isvara kini rasanya begitu canggung saat kini ia berada di dekat Radeva.


“Bentar lagi aku mau Sempro, dateng ya,” ucap Radeva yang kini membuat Isvara menoleh ke arah Radeva.


“Secepat itu?” tanya Isvara dengan menatap Radeva dengan tata[an tak percaya nya yang kini membuat Radeva terkekeh melihat Isvara yang terlihat begitu menggemaskan.


“Hm, S2 kan sempro di semester dua,” jawab Radeva yang membuat Isvara kini menganggukkan kepalanya mengerti.


“Kamu proses pengajuan pertukaran pelajar nya gimana? Udah ada hasil?” tanya Radeva sambil menaikkan sebelah alisnya menatap wanita di samping nya dengan penuh tanda tanya.


“Kayaknya sebentar lagi bakalan pengumuman, mungkin di akhir semester. Dan kalau gak lolos bisa ajukan ulang lewat karya aku nanti,” jelas Isvara yang kini membuat Radeva menganggukkan kepalanya mendengar jawaban dari Isvara.


Suasana yang awalnya hening dan begitu canggung kini akhirnya mulai mencair, walau pembicaraan mereka kini hanya seputar perkuliahan.


Saat sampai di mobil Radeva, laki-laki tersebut membantu Isvara untuk masuk. Lalu setelahnya ia segera mengitari mobil dan mulai melajukan mobilnya menuju ke arah apartemen Isvara.


“Kamu udah ada kepikiran untuk magang atau kkn?” tanya Radeva yang kini membuat Isvara menoleh sebentar ke arah Radeva sambil menganggukkan kepalanya.


“Aku lebih pilih magang. Mungkin di semester ini, setelah selesai dengan pameran busana nya,” ucap Isvara yang dijawab dengan anggukan oleh Kevler.


“Kapan pamerannya?” tanya Radeva lagi. Kini laki-laki tersebut lah yang lebih banyak untuk membuka pembicaraan.


“Satu minggu lagi. Mangkanya sekarang lagi sibuk banget,” ucap Isvara dengan kekehannya. Radeva hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Isvara.


“Gimana nonton lo waktu itu sama cowok itu?” tanya Radeva yang kini tiba-tiba membahas hal pribadi. Isvara yang mendengar pertanyaan tersebut kini memilih untuk mengalihkan tatapannya ke arah lain.

__ADS_1


“Batas karena aku sibuk,” ucap Isvara dengan begitu dtara. Sebenarnya saat itu ia menerima nya hanya karena terlalu kesal dengan Radeva. Egois memang, ia hanya menjadikan Daivan sebagai umpan. Namun ia juga tak bisa untuk menahan kekesalannya.


Radeva yang mendengetahui jika Isvara tak ingin untuk membicarakannya akhirnya memilih untuk diam dan tidak lagi membicarakannya. Hingga keadaan hening dan suasana canggung kini mulai melingkupi mereka lagi.


“Mama aku seorang desainer. Dia punya perusahaan merk busana di sini, kalau kamu mau. Aku bisa bantu kamu magang di sana,” ucap Radeva yang kini kembali membuka pembicaraan. Karena merasa tidak nyaman dengan keadaan canggung mereka.


“Bener? Mama kamu desainer?” tanya Isvara dengan tatapan tak percaya nya yang kini di jawab dengan anggukan oleh Radeva. Mendengar Radeva yang mulai mengubah panggilan nya menjadi aku-kamu kini Isvara malah terbawa suasana dan mengikuti laki-laki tersebut. Radeva yang mendengar nya bahkan terkejut namun ia juga merasa senang, merasa hubungan mereka begitu dekat.


“Tapi dia jarang di sini. Dia lebih di prancis. Nanti kalau dia dateng aku kenalin,” ucap Radeva yang kini membuat Isvara begitu tertarik mendengar nya.


“Jangan lupa sama ucapan kamu,” ucap Isvara dengan ancamannya yang kini membuat Radeva terkekeh mendengar nya. Namun ia juga menganggukkan kepalanya.


Hingga tak lama kini akhirnya mereka sampai di depan apartemen milik Isvara. Radeva lebih dulu keluar dan ,membukakan pintu untuk Isvara.


“Boleh aku ikut masuk?” tanya Radeva. Katakan ia tak tahu diri, namun ia begitu ingin berlama-lama dengan gadis di samping nya itu.


Isvara membuka kunci apartemennya lalu mereka sama-sama masuk ke dalam apartemen Isvara.


“Duduk dulu, biar aku buatin minum,” ucap Isvara yang segera menuju ke arah kamar nya untuk meletakkan tas nya lalu ia menuju ke arah dapur untuk membuatkan minuman untuk mereka.


Setelah selesai ia segera menuju ke arah Radeva yang kini tengah berada di ruang tengah duduk di sofa panjang yang berada di sana.


Isvara segera duduk di sofa single setelah meletakkan minumannya.


“Aku pesen makanan buat kita,” ucap Radeva sambil menoleh ke arah Isvara yang kini tengah menyalakan televisinya.


“Ngapain repot-repot?” tanya Isvara tak enak pada Radeva yang kini hanya terkekeh sambil menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Isvara.


“Gak masalah. Aku juga laper,” ucap Radeva dengan senyuman menenangkannya sambil mengelus puncak kepala Isvara dengan sayang.

__ADS_1


Isvara yang mendapatkan perlakuan seperti itu dari Radeva kini berhasil di buat menegang. Kini jantung nya rasanya sudah tak aman karena apa yang dilakukan oleh laki-laki tersebut.


“Aku boleh liat desain kamu?” tanya Radeva dengan iseng. Sebenar nya kini ia hanya tengah mencari alasan saja.


“Tunggu bentar,” ucap Isvara yang setelah nya segera bangkit menuju ke arah kamar nya untuk mengambil desain milik nya untuk ia perlihatkan pada Radeva.


Setelah mendapatkan apa yang ia cari, Isvara menuju ke arah Radeva lagi lalu memberikan desain-sainnya pada Radeva.


“Wah kamu emang berbakat ya. Semua nya, keren banget,” ucap Radeva dengan senyumannya saat ia sudah melihat desain yang kini di lihat nya. Isvara yang mendengar nya kini hanya tersenyum.


Hingga suara ketukan pintu membuat mereka menoleh. Seperti nya pesanan mereka sudah datang. Radeva kini dengan segera bangkit menuju ke arah pintu untuk mengambil pesanan. Dan benar saja kini yang berada di depan pintu adalah kurir pesan antar.


Setelah membayar makanan nya. Radeva kini kembali menuju ke arah Isvara dan duduk di bawah. Isvara pun kini ikut duduk di bawah bersama dengan Radeva.


“Banyak banget pesen nya,” ucap Isvara membantu Radeva kini membuka belanjaan nya.


“Aku ambil piring sama air dulu,” ucap Isvara kemudian berlalu, setelahnya ia kembali lalu meletakkan piring nya di atas meja.


Hingga setelah nya mereka mulai menikmati makanan mereka.


“Aku juga beli es krim buat kamu,” ucap Radeva sambil menyodorkan es krim pada Isvara yang kini terlihat begitu senang mendapati es krim tersebut.


“Makasih ya,” ucap Isvara pada Radeva yang kini menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Isvara.


“Dan tentang tawaran kamu tadi kayaknya gak usah deh. Aku mau usaha sendiri buat cari tempat magang,” ucap Isvara dengan senyumannya pada Radeva yang kini hanya menganggukkan kepalanya. Menghargai keputusan Isvara.


Dan akhirnya hari itu Radeva dan Isvara kembali memulai kedekatan mereka. Entah bagaimana kedepannya namun yang kini mereka pikirkan adalah apa yang mereka rasakan dan kemana jalan akan membawa mereka.


***

__ADS_1


__ADS_2