Flutura

Flutura
Penjelasan


__ADS_3

Radeva kini tampak begitu lelah dengan masalah yang baru saja di hadapi nya. Kini laki-laki tersebut tengah berada di club, hubungannya yang kemarin kandas membuat nya  tak memiliki semangat hidup. Hingga ia harus melampiaskan kemarahannya pada minuman beralkohol tersebut.


Jelas ia tak bisa untuk melampiaskan kemarahannya pada Yozita. Meskipun gadis tersebut sudah melakukan kesalahan. Namun ia juga tak bisa untuk melampiaskan kemarahannya. Karena bagaimanapun Yozita adalah perempuan dan gadis tersebut adalah sahabat nya.


Tepukan di pundak nya kini membuat Radeva dengan segera melihat ke arah samping nya. Hingga kini terlihat lah sahabat nya yang kini duduk di samping nya.


“Kenapa?” tanya Zafren pada sahabat nya itu dengan tatapan penuh tanya nya sambil menaikkan sebelah alisnya.


“Gue putus sama Isvara,” ucap Radeva dengan begitu gusar nya. Zafren yang mendengar nya kini menaikkan sebelah alisnya. Jelas saja ia terkejut juga tak [percaya dengan apa yang di dengar nya itu. Mereka bahkan sudah tinggal bersama. Hingga terasa aneh bagi Zafren, jika Isvara dan Radeva putus begitu saja. Karena dua hari yang lalu Zafran masih melihat mereka bersama, dan hubungan mereka baik-baik saja.


“Dia lihat gue lagi sama Yozita,” jelas Radeva yang mengerti jika kini sahabat nya itu tengah merasa bingung. Dengan informasi yang baru saja disampaikan oleh sahabat nya tersebut.


“Hanya itu? Apa dia orang yang mudah memutuskan hubungan hanya karena lo lagi sama perempuan lain?” tanya Zafran merasa jika ada yang janggal dari cerita sahabat nya itu. Radeva kini menghembuskan nafas nya kasar sebelum akhirnya a mulai menjelaskannya secara detail.


“Belakangan ini gue selalu ninggalin dia di apartemen, gue lebih sering bareng Yozita. Karena menurut gue dia butuh temen sedangkan di sini temennya cuma gue.” Radeva kini mulai menjelaskan pada sahabat nya itu. Saat sedang seperti ini rasanya Radeva begitu beruntung bertemu dengan Zafran, karena di antara ketiga sahabat nya. Zafran lah yang paling dewasa dan dapat diandalkan.


“Bahkan saat dia ulang tahun gue lebih milih buat dateng ke Yozita yang saat itu ternyata hanya pusing. Dan puncak nya belakangan ini, gue yang makin sering pergi. Isvara yang mulai curiga, dan kemarin malam dia liat gue sama Yozita lagi di sini ciuman,” ucap Radeva dengan tatapan miris nya dengan senyuman sininya yang kini terlihat dengan begitu jelas.


Zafran yang mendengar ucapan sahabat nya itu kini langsung memukulnya membuat Radeva tampak terkejut sedangkan Zafran kini menghembuskan nafasnya kasar lalu kembali duduk di tempat nya setelah memberikan bogeman mentah untuk Radeva.


“Lo gila?” tanya Zafren. Radeva kini hanya diam saja saat Zafren memukul nya. Membiarkan Zafren untuk memukul nya. Karena menurutnya ia pantas mendapatkan hal tersebut.


 “Yozita yang tiba-tiba nyerang gue, gue udah mau ngelepasin tapi Isvara duluan dateng. Sebelumnya gue dapat telepon kalau dia mabuk berat. Tapi ternyata gue di bohongin,” ucap Radeva dengan senyuman sinisnya yang membuat Radeva kini tersenyum dengan begitu sinis. Merutuki kebodohannya sendiri. Bagaimana bisa ia ditipu oleh wanita tersebut.

__ADS_1


“Dan sekarang lo cuma mau diem di sini sambil mabuk tanpa melakukan apapun?” tanya  Zafren dengan tatapan datar nya pada sahabat nya itu.


“Sekarang mending lo samperin dia. Lo minta maaf dan ngejelasin semuanya. Dari awal lo udah salah. Karena lo harusnya ngasih tau Isvara tentang Yozita dan kalian ngenalin mereka. Tapi lo malah nyembunyiin sahabat lo itu,” ucap Zafren dengan menghela nafas nya kasar sambil menggelengkan kepalanya tak mengerti dengan jalan pikiran sahabat nya itu.


“Gue tau ini pertama kali lo pacaran, tapi gue gak tau lo sebego ini. Gue pun pernah pacaran untuk pertama kali nya, tapi gue gak sebego elo,” sungut Zafren pada sahabat nya itu yang kini menghembuskan nafas nya kasar sambil mengusap wajah nya dengan gusar.


“Gue emang bodoh,” ucap Radeva dengan senyuman sinisnya. Setelah nya ia segera menepuk pundak Zafren lalu segera pergi dari sana meninggalkan Zafren yang kini hanya menggelengkan kepalanya melihat kepergian sahabat nya itu.


***


Isvara kini menatap banyak nya polaroid yang berada di kamar nya dengan tatapan nanar. Polaroid yang dibuat oleh Radeva. Laki-laki tersebut lah yang menghias apartemennya menjadi begitu indah seperti ini.


Kenangannya tentang Radeva kini kembali terputar di kepalanya. Tangis nya kini perlahan turun membanjiri wajah cantik nya. Ia begitu merindukan Radeva. Setelah mereka putus Isvara belum pernah bertemu dengannya. Bahkan barang-barang laki-laki tersebut kini masih berada di rumah nya. Laki-laki tersebut belum juga mengambil barang-barang nya.


Memikirkan hubungannya yang kini begitu hancur membuat nya merasa tengah mengulang kembali membuat luka. Dan mungkin luka yang kali ini ia rasakan semakin parah, dan lebih parah dari luka sebelumnya.


Suara ketukan pintu membuat Isvara dengan langkah gontai nya kini berjalan ke arah pintu apartemennya untuk membukakan orang diluar sana pintu.


“Iya sebentar,” teriak Isvara lalu setelah nya ia segera membukakan pintu untuk orang di luar sana. Hingga ia dibuat membeku dengan siapa yang kini bertamu ke rumah nya.


Sebuah senyuman manis tergambar di wajah perempuan yang kini berdiri di depannya.


“Isvara, boleh aku masuk dan berbicara?” tanya nya yang membuat Isvara kini hanya menganggukkan kepalanya karena masih terkejut melihat perempuan di depannya itu. Isvara segera menutup pintu apartemennya lalu berjalan ke arah dapur untuk mengambil minuman kaleng.

__ADS_1


Setelah nya ia kembali duduk di ruang tamu dan saling berhadapan dengan gadis di depannya itu.


“Apa yang kamu mau?”  tanya Isvara dengan tatapan datar nya pada perempuan di depannya itu.


“Sedikit penjelasan?” tanya nya dengan senyumannya yang kini membuat Isvara menghembuskan nafs nya lalu menyilangkan tangannya.


“Tententang  kejadian waktu itu dan hubungan aku juga Radeva,” ucap gadis tersebut yang tak lain adalah Yozita. Isvara yang mendengar ucapan gadis di depannya itu kini hanya terdiam dan membiarkan gadis tersebut untuk menjelaskannya. Karena ia tak bisa untuk ,mengabaikannya begitu saja. Mengingat gadis tersebut sudah datang.


“Aku dan Radeva tak memiliki hubungan lebih dari sahabat.  Selama aku disini dia memang sering datang dan menemui ku. Hanya saja  semua itu karena di sini aku sendiri. Aku tak mengenal siapapun selain Radeva. Aku pergi dari rumah karena merasa tak nyaman di rumah. Radeva hanya menghiburku,” jelas Yozita dengan senyuman menenangkannya. Isvara yang mendengar ucapan gadis tersebut kini terdiam membiarkannya untuk menjelaskan lebih dulu.


“Aku mendapatkan banyak perhatian dari Radeva, hal tersebut yang membuat aku akhirnya merasa hanya dia satu-satu nya yang aku punya. Aku terlalu takut kehilangan dia, hingga saat aku tahu dia memiliki kekasih itu membuat ku marah. Aku takut kehilangan dia, karena selain Radeva dan Mama nya tak ada lagi yang aku miliki. Dan kejadian di club semua adalah salahku. Radeva marah besar pada ku atas apa yang aku lakukan,” ucap Yozita yang kini menundukkan kepalanya saat mengingat tentang bagaimana marah nya Radeva kepadanya.


Isvara kini terdiam. Ia seolah mengerti apa yang kini dirasakan oleh Yozita. Sama sepertinya yang Sandy. Hanya saja jika ia masih memiliki sahabat nya yang lain sedangkan Yozita hanya memiliki Radeva. Mungkin itu yang membuat nya akhirnya  takut kehilangan.


“Besok aku akan kembali ke negara ku, aku rasanya memang tidak cocok untukku berada di sini. Isvara aku mohon maafkan Radeva. Dia tidak bersalah sama sekali. Semua ini adalah kesalahan ku,” papar Yozita yang kembali meminta maaf pada Isvara.


“Hati-hati dalam perjalananmu besok,” ucap Isvara. Yozita kini tampak tersenyum dengan sendu.


“Jika ada kesempatan untuk bertemu, aku berharap pertemuan kita selanjutnya akan menyenangkan dan tidak ada salah paham lagi,” ucap Yozita pada Isvara.


Setelah nya ia segera pergi dari sana. Meninggalkan Isvara yang hanya diam di tempat nya. Tanpa mengantar Yozita untuk pergi.


***

__ADS_1


__ADS_2