
Isvara kini membuka pintu apartemennya dengan lelah. Seharian ini sudah begitu lelah, setelah setumpuk tugas yang begitu melelahkan, ia harus dihadapkan dengan serangkaian peristiwa yang dialami nya. Untuk kali ini Isvara hanya berharap tak ada lagi yang membuat nya merasa kesal untuk hari ini.
“Radeva, kamu sudah pulang?” panggil Isvara saat ia baru saja memasuki apartemennya. Radeva yang kini tengah berada di dapur untuk membuat makan malam kini segera menghampiri kekasihnya tersebut hingga senyumannya kini mengembang saat melihat Isvara yang baru datang.
“Bagaimana dengan ibu kamu? Semua baik-baik saja?” tanya Radeva saat melihat kekasihnya tersebut. Namun saat melihat wajah Isvara yang tampak begitu sendu membuatnya menaikkan keningnya dengan tatapan bingung pada kekasihnya tersebut.
Radeva yang melihat keadaan kasihnya tersebut seperti tidak baik-baik saja dengan segera kini berjalan ke arah Isvara sambil memegang kedua pundak gadis tersebut.
“Semua baik-baik saja hm?” tanya Radeva dengan tatapan pemetaannya pada Isvara yang kini hanya menghembuskan nafasnya kasar sambil menggelengkan kepalanya.
“Aku seharusnya memang tidak kesana, lihat sekarang ujungnya hanya bertengkar,” ucap Isvara dengan tatapan lelahnya. Radeva yang melihat hal tersebut menghembuskan nafasnya kasar lalu segera memeluk kekasihnya tersebut.
“Mungkin saat itu kalian masih sama-sama sedang emosi saja, setelah keadaan mulai dingin cobalah untuk berbicara dengan ibumu dengan baik-baik,” ucap Radeva memberikan saran pada kekasihnya tersebut yang kini hanya mengenal nafasnya kasar tidak tahu harus mengatakan apa lagi. Bahkan Isvara merasa akan sulit untuk mereka berbicara dengan baik.
“Nanti aku pikirin,” ucap Isvara yang membuat Radeva kini menganggukkan kepalanya.
“Mandi dulu sana, bersih-bersih. Habis itu makan, aku sudah masak untuk makan malam,” ucap Radeva memerintahkan kekasihnya tersebut. Isvara hanya mengangguk lalu setelahnya ia segera pergi menuju ke arah kamar nya untuk meletakkan tas nya lalu setelahnya ia menuju ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya yang terasa lengket.
Tak membutuhkan waktu lama untuk Isvara membersihkan tubuhnya setelah 20 menit kini gadis tersebut sudah berjalan ke arah ruang makan untuk menuju ke arah Radeva yang sudah menunggunya.
Saat sampai di ruang makan Isvara kini segera duduk di tempat biasanya ia duduk sedangkan Radeva kini sudah duduk di hadapannya.
“Makasih ya kamu udah selalu masak buat aku,” ucap Isvara dengan begitu tulusnya pada Radeva yang kini tersenyum sambil melakukan kepalanya.
“Apapun buat kamu,” ujar nya yang membuat Isvara kini terkekeh mendengar nya.
Selama makan kini mereka adalah makan dalam diam tidak ada yang memulai pembicaraan. Radeva yang mengerti jika kekasihnya tersebut tengah lelah akhirnya membiarkan gadis tersebut menikmati makanannya begitupun dengan dirinya
Setelah selesai dengan makanan mereka kini mereka memilih untuk menuju ke arah ruang tamu untuk menonton televisi bersama di sana.
Namun baru saja Radeva duduk di samping Isvara kini ponselnya sudah berbunyi. Isvara menaikkan keningnya melihat hal tersebut. Sedangkan radiva yang melihat siapa yang menelponnya kini memilih menjauh dari kekasihnya itu.
__ADS_1
Isvara yang melihat hal tersebut menaikkan keningnya bingung, karena tak biasanya laki-laki tersebut akan menjauh darinya saat tengah menerima telepon. Namun kini ia berusaha untuk berpikir positif mungkin memang anda beberapa hal yang ia tak perlu mengetahuinya.
“Dari siapa?” tanya Isvara saat kekasihnya tersebut kini sudah kembali di dekatnya.
“Temen aku katanya dia masuk rumah sakit dan nggak ada keluarga yang jagain dia jadi kayaknya aku harus kesana,” papar Radeva dengan tatapan penuh rasa bersalahnya pada Isvara. Isvara yang menemani tersebut kini hanya mau kepalanya dan membiarkan kekasihnya itu untuk pergi.
“Ya udah pergi sana, kasian temen kamu,” ucap Isvara pada Radeva yang kini menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Radeva.
Radeva kini menghembuskan nafas nya kasar. Kini ia menatap Isvara dengan tatapan penuh rasa bersalah nya.
“Maaf ya,” ucap Radeva dengan penuh penyesalan pada Isvara yang kini tersenyum sambil menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Radeva.
“Gapapa, pergi sana. Kasian temen kamu nungguin,” ucap Isvara pada Raeva yang kini menjawab nya dengan anggukan.
Setelah nya lak-laki tersebut memilih untuk segera pergi dari sana setelah mengambil jaket juga ponsel nya.
Isvara kini menatap laki-laki tersebut dengan tatapan nanar nya. Bahkan kekasih nya sendiri kini melupakan hari ulang tahunnya. Ia jadi berpikir apa Ia memang tidak sepenting itu untuk mereka?
Namun baru saja ia akan menutup matanya untuk masuk ke alam mimpi. Kini ponselnya berdering membuat Isvara segera melihat siapa yang menelponnya. Hingga terlihat nama Yeena yang berada di sana.
“Lo dimana?” tanya Yeena di seberang sana saat panggilannya sudah di jawab.
“Gue di rumah, kenapa?” tanya Isvara penuh tanda tanya.
“Gue sama yang lain otw ke sana,” ucap Yeena. Tanpa mendengar jawaban dari sahabat nya itu, Yeena segera mematikan sambungan teleponnya yang membuat Isvara kini mengerutkan keningnya bingung. Namun akhirnya ia memilih untuk menyimpannya lagi dan melanjutkan tidur nya yang tertunda.
***
Dengan langkah nya yang terburu-buru kini Radeva berjalan di koridor rumah sakit dengan tatapan khawatir nya, hingga saat ia sampai di depan ruang ugd ia menghembuskan nafas nya saat melihat sahabat nya yang kini tengah di duduk di salah kursi yang berada di sana.
“Kamu gak papa?” tanya Radeva dengan tatapan khawatir nya pada Yozita yang kini tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
“Kamu pasti kaget?’ tanya Yozita dengan senyumannya yang membuat Radeva menghembuskan nafasnya kasar melihat sahabat nya yang kini baik-baik saja. Ia begitu bersyukur melihat nya.
“Kamu buat kaget aja Yozita. Apa yang terjadi? Perasaan tadi kamu baik-baik saja,” tanya Radeva dengan tatapan penuh tanya nya pada Yozita yang kini menipiskan bibirnya mendengar pertanyaan Radeva.
“Kepalaku tadi tiba-tiba begitu pusing dan aku begitu mual. Ternyata aku darah rendah,” ucap Yozita dengan helaan nafas nya.
“Kamu harus menjaga tidur dan makan mu hm,” peringat Radeva yang dibalas dengan anggukan oleh Yozita.
“Hm aku akan melakukannya,” ucap Yozita dengan senyumannya yang membuat Radeva kini menganggukkan kepalanya.
“Sudah kan periksa nya?” tanya Radeva yang Yozita balas dengan anggukan.
“Sudah, tinggal mengambil obat di apotek,” ucap Yozita sambil memberikan catatan milik nya pada Radeva. Radeva dengan segera mengambilnya lalu mereka memutuskan untuk pergi dari sana bersama.
“Mau ke club?” taware Yozita saat kini mereka berjalan ke arah apotek.
“Tidak. Kamu harus istirahat, jadi kita pulang sekarang,” tegas Radeva yang membuat gadis tersebut memberengut kesal. Namun pada akhirnya ia hanya menuruti permintaan dari Radeva.
Akhirnya mereka memilih untuk segera pergi menuju apotik. Dan setelah mengambil obat dan mengurus administrasi mereka segera pulang ke apartemen Radeva.
Karena Yozit kini ia malah melewatkan ulang tahun Isvara, Radeva bisa menebak pasti kini Isvara tengah kecewa pada nya. Namun gadis tersebut berusaha untuk menutupi nya.
Tanpa Radeva tahu saat mereka keluar dari rumah sakit ada yang melihat mereka dengan tatapan penasaran dan bingung nya.
“Itu Radeva?” tanya salah satu dari mereka dengan tatapan penuh tanya nya yang dijawab dengan anggukan oleh yang lainnya.
“Dia sama siapa?” tanya yang lain nya menimpali.
“Kita samperin,” tegas salah satu nya namun segera ditahan oleh temannya.
“Gak sekarang. Kita pantau dulu,” tegas nya membuat salah satu mereka yang tadi ingin menghampiri Radeva menghembuskan nafas nya mendengar hal tersebut.
__ADS_1
***