Flutura

Flutura
Radeva


__ADS_3

Seorang laki-laki kini tengah melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. melalui kaca spion nya kini laki-laki tersebut melihat ke arah belakang di mana lawannya untuk balapan kali ini masih berada jauh di belakang nya.


Senyumannya mengembang dengan begitu sempurna saat menyadari kali ini ia yang akan kembali menjadi pemenang nya. Di depannya kini sudah ramai orang yang menunggunya. Suara tepuk tangan dan sorakan terdengar yang semakin membuat senyuman laki-laki di atas motor hitam nya itu semakin tersenyum kemenangan.


“Radeva,” suara sorakan terdengar semakin dekat dengan tepuk tangan yang menggema.


Laki-laki yang dipanggil Radeva itu kini berhenti tepat di depan sahabat nya yang sudah menunggunya.


Mereka kini saling tos ria sebagai tanda akan kemenangan laki-laki dengan nama Radeva.


“King of the Road,” puji laki-laki dengan jaket hitam dengan wajah tampannya dan rambut coklat ya yang tak lain bernama Varen.


Radeva membuka helm nya. Hingga terlihatlah kini wajah tampan laki-laki tersebut dengan kedua lesung pipi nya yang terpahat sempurna. Dan jangan lupakan rambut nya yang acak-acakan yang malah menambah kesan tampan laki-laki yang masih berada di atas motor nya itu.


“Gak rugi gue taruhan banyak,” timpal laki-laki dengan rambut nya bagian atas nya di ikat karena cukup pajang. Laki-laki yang selalu bisa mencairkan suasana. Yasa, salah satu sahabat Radeva.


“Kalau Radeva yang turun mah gue berani aja taruhan banyak. Taruhan motor pun ayolah,” ucap laki-laki lainnya yang juga merupakan sahabat Radeva. Laki-laki dengan mata sipit khas keturunan china. Zafer, salah satu sahabat Radeva.


“Besok deh ya lo taruhin motor lo. Mau gue kalahin besok,” ucap Radeva dengan senyuman mengejek nya.


“Halah, mana berani lo. Turun satu inci tuh harga diri aja lo gak akan mau apa lagi sampek kalah balapan, ilang predikat King of the Road lo,” sinis Zafer sambil berdecih. Radeva yang mendengar ucapan sahabat nya malah terkekeh.


“Traktiran lah kita bang,” ucap laki-laki dengan rambut mullet nya yang merupakan salah satu anggota dari club motor yang Radeva ikuti.


“Tempat biasa,” ucap Radeva dengan senyumannya yang membuat semua anggota nya bersorak senang mendengar ucapan Radeva.

__ADS_1


“Terbaik lah lo bang,” puji anggota lainnya yang membuat Radeva tersenyum sambil menggeleng kan kepalanya.


Setelah nya mereka segera pergi, setelah mendapatkan hadiah dari balapan nya juga taruhan mereka.


Jalanan kota yang sudah ramai kini semakin ramai dengan motor dari club motor yang begitu terkenal di kota mereka. Tak hanya terkenal karena sang ketua adalah raja jalan namun di kalangan kaum hawa, mereka begitu terkenal karena klub tersebut di gadang-gadang adalah kumpulan visual.


***


Berbeda dengan anak muda lainnya yang lebih memilih menghabiskan waktu malam minggu mereka di luar dan berkumpul bersama dengan teman-teman mereka. Kini Isvara malah lebih memilih untuk berada di rumah nya sambil menyelesaikan desain nya.


Desain yang sudah ia buat ulang selama beberapa hari ini. Dan kini ia bisa melihat perubahannya saat ia hanya mengubah semua detail bulannya mengebangkannya seperti saat ini. Senyumannya mengembang saat kini desainnya itu sudah sampai pada tahap akhir.


“Dikit lagi selesai,” ucap nya dengan senyumannya yang kini mengambang melihat karya nya.


Semangat nya kini tengah bagus untuk menyelesaikan desain nya. Hingga setelah satu jam berlalu kini akhirnya desain nya selesai.


“Lega banget,” ucap Isvara dengan senyumannya yang setelahnya gadis tersebut merebahkan tubuhnya di ranjang queen size nya.


Suara dering dari ponsel nya membuat Isvara mengambil ponsel nya hingga di layar nya dapat ia lihat nama Yeena yang kini berada di sana.


“Kenapa Yen?” tanya Isvara saat ia sudah menempelkan ponselnya ke telinga.


Suara dentuman yang begitu keras dapat Isvara dengar dari seberang sana membuat nya yakin dimana kini sahabat nya itu berada.


“Ikutan kumpul lah sini, besok libur ini,” ajak Yeena di seberang sana. Sudah bisa Isvara tebak jika sahabat nya itu menghubunginya hanya untuk mengajaknya kumpul. Namun kini lagi-lagi ia sepertinya harus menolak nya.

__ADS_1


“Gue sibuk. Lo aja deh,” tolak Isvara. Dapat Isvara dengar suara decakan dari seberang sana.


“Yeena. Sini buruan gabung mojok aja lo,” suara teriakan yang kini juga masuk ke telinga Isvara membuat Isvara menggeleng. Membayangkan betapa sesak nya di sana saja membuat Isvara malas untuk datang.


“Bentar lagi bujung ratu nih,” teriak Yeena menjawab panggilan dari temannya yang lain.


“Gak usah bujuk gue, gue gak bakal tergoda. Udah sana lo di panggil tuh. Have fun ya,” ucap Isvara yang setelah nya segera mematikan sambungan teleponnya.


Isvara menggelengkan kepalanya tak habis pikir dengan sahabat nya yang satu itu. Isvara memang bukan orang yang suka datang ke tempat seperti itu. Ia akan lebih memilih berada di rumah nya dari pada datang ke club dan berkumpul bersama dengan teman mereka.


***


Hari masih begitu pagi dan ini adalah hari libur namun kini Isvara sudah siap dengan pakaian olah raga nya. Jam masih menunjukkan pukul setengah tujuh. Setelah mencuci muka dan menggosok giginya kini Isvara memutuskan untuk segera turun dan berlari di sekitar apartemennya.


Tujuannya kini menuju ke arah taman yang sudah dijadikan tempat untuk berolahraga. Tak hanya banyak orang yang lari namun juga banyak yang bersepeda, bermain basket, ataupun memainkan alat fitness yang berada di sana.


Isvara menuju ke arah alat fitness dan mulai mencoba nya satu persatu.


Hingga tak lama tatapannya kini tertuju pada mantan kekasih nya yang terlihat tengah bersama dengan seorang gadis.


“Cih emang dasar buaya, udah ganti lagi dia. Perasaan kemarin ketemu lain lagi tuh cewek,” ucap Isvara sambil menggelengkan kepalanya melihat mantan kekasih nya itu.


Enggan untuk berlama-lama berada di sana dan bisa saja ia bertemu dengan mantan kekasih nya itu. Terlalu malas untuk bertemu dengan laki-laki tersebut akhirnya ia memilih untuk pergi dari sana.


Sepertinya laki-laki tersebut memang tidak akan berubah dan memang sikapnya yang suka selingkuh.

__ADS_1


Dengan langkah besar nya kini Isvara berjalan pergi. Lebih baik kini ia segera kembali ke apartemennya untuk mulai mengerjakan tugas kuliah nya yang lain, namun sebelumnya ia memilih untuk membeli bahan makanan sebelum kembali ke apartemennya karena stock bahan makanannya sudah habis.


***


__ADS_2