
''Terimakasih mas dimas. '' ucap hanif saat dimas membukakan pintu mobilnya
''Sama sama nona. '' ucap dimas.
''Mas dimas udah siapkan mobilnya kan dan sopirnya juga untuk adik saya?? '' ucap hanif.
''Sudah nona, semua sudah beres. '' ucap dimas.
''Makasih yah, kamu langsung kasih tau ke adik saya di apartment, saya berangkat, selamat bekerja mas dimas. '' ucap hanif sambil melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
''Nona memang berbeda dengan yang lain, beruntung aku bekerja untuknya. '' ucap dimas sambil berjalan menuju apartments nya hera.
''Maaf saya mau bertemu dengan nona hera. '' ucap dimas saat pintu di buka oleh rina.
''Silahkan masuk mas, saya akan panggilkan neng heranya. '' ucap rina.
''Siapa rina yang bertamu?? '' ucap hera.
''Itu ada orang yang kemarin neng, saya ga tau siapa. '' ucap rina.
''Bentar ya desi, aku mau lihat dulu ada siapa. '' ucap hera.
''Eh ada kak dimas, ada apa ya kaka kemari?? '' ucap hera.
''Saya hanya mau menyampaikan, kalau mobil dan sopirnya sudah di siapkan untuk mengantar anda nona. '' ucap dimas.
''Oke deh, paling jam sepuluhan saya belanjanya kak, tolong bilangin supirnya nunggu di lobi yah. '' ucap hera.
''Baik nona, saya akan uruskan semuanya. '' ucap dimas.
''Makasih kak dimas. '' ucap hera dan dimas langsung keluar dari apartments nya.
''Siapa hera?? '' ucap desi.
''Itu asistennya kak hanif, dia bilang supir dan mobilnya udah siap katanya. '' ucap hera.
''Kalian emang mau kemana?? '' ucap desi.
''Mau belanja ngisi kulkas, kak hanif jarang makan di luar soalnya, lebih suka makan di rumah. '' ucap hera.
''Oh gitu yah, kamu beruntung hera punya kaka yang sayang dan bertanggung jawab ke kamu, kamu di kasih fasilitas lengkap. '' ucap desi.
''Iya aku bangga banget, ayah ajah ngusir aku tapi kaka malahan kasih aku fasilitas. '' ucap hera.
__ADS_1
''Kamu siap siap sana, kan mau belanja, aku juga mau ke kak aksel dulu pamitan. '' ucap desi.
''Desi ga tau yah, kalau kelakuan aksel sangat buruk, berganti wanita terus, tapi aku ga mungkin memberitahunya biar dia yang tau sendiri. '' ucap hera dalam hatinya.
Desi pamit ke hera dan hera mengiyakannya, hera dan rina sedang bersiap siap untuk belanja kebutuhan dapur dan yang lainnya.
''Rina udah kamu catat semua belanjaan nya kan?? '' ucap hera.
''Udah neng kalau urusan dapur sama kamar mandi, tapi kalau makanan sama yang lainnya itu terserah neng ajah, saya hanya yang fokus untuk masakan. '' ucap rina.
''Oke rina, kalau makanan nanti tinggal ambil ajah ga usah di catat, dan kalau kamu membutuhkan sesuatu ambil ajah uah jangan sungkan. '' ucap hera.
''Iya neng terimakasih. '' ucap rina.
''Ayo kita berangkat keburu siang. '' ucap hera.
Desi saat ini sedang menuju apartments nya aksel dan berpamitan pulang. Setelah aksel membuka pintunya desi masuk.
''Aku pulang yah kak aksel. '' ucap desi.
''Di kira saya kamu udah pulang habis nemeuin hera. '' ucap aksel.
''Kan aku belum pamitan ke kaka. '' ucap desi
''Kakanya cuma nemenin ajah, kalau ayah nya udah pulang dari rumah sakit kakanya pulang ke rumah dan hera hanya dengan pelayan ajah di apartments nya kak. '' ucap desi.
''Kamu udah kenal lama sama kakanya hera. '' ucap aksel.
''Barusan aku di kenalkan nya juga kak, soalnya hera gak akur sama kakanya, hera sirik sama kakanya yang lebih dari hera, padahal kak hanif baik banget orangnya, dia bercadarkan itu suruhan dari ayahnya yang mengharuskannya, malahan dari kak hanif masuk sekolah dasar udah pake cadar, makanya hera kelakuannya liar begitu kan udah kena batunya dia menyesal kak, dan hanya kak hanif sekarang yang melindunginya dan memberi pasilitas lengkap ke hera, padahal ayahnya ngusir hera dari rumah. '' ucap desi.
''Oh gitu hah, kenapa ayanya ga nyuruh hera memakai cadar seperti hanif. '' ucap aksel.
''Hera tadi cerita sih, kalau kak hanif itu sangat pintar, jenius dan di atas rata rata, terus wajah kak hanif sangatlah cantik pake banget kak, makanya ayah nya mengharuskan kak hanif memakai cadar, agar gak ada yang memperhatikan kak hanif dan menutup jati diri kak hanif, kak hanif itu ga seperti hera, keseharian kak hanif itu di kamar dan di depan komputer nya. '' ucap desi.
''Pantesan di jodohkan sama si latif, ternyata hanif spesial dan kalau di sandingkan dengan latif yang pintar dalam berbisnis dan ambisius mereka akan sangatlah menyambung. Kamu emang percaya si hera bilang wajah kaka nya sangatlah cantik, gimana kalau jelek, idungnya pesek, giginya tonggos atau ompong. '' ucap aksel.
''Hadeuuh, kaka ma suudon ke orang, aku lihat dengan mata aku langsung pas di apartments nya loh, kak hanif cantik pake banget, kulit wajahnya mulus kaka, hidungnya mancung kak, bibirnya tipis, rambutnya tergerai sangat indah dan hitam, kalau aku cowo pasti udah jatuh cinta, suaranya lembut dan senyumnya manis kak. '' ucap desi antusias.
''Masa siih. '' ucap aksel ga percaya.
''Yaudah kalau ga percaya, pokonya laki laki beruntung yang mendapatkan kak hanif yang masih suci. '' ucap desi.
''Udah katanya kamu mau pulang, malah bahas kakanya hera. '' ucap aksel.
__ADS_1
''Kaka sendiri yang nanyain duluan, yaudah aku pamit pulang. '' ucap desi dan aksel mengiyakannya karena di dalam kamar sudah ada wanita yang menunggunya.
Hera dan rina saat ini sudah dalam mobil menuju super market untuk belanja.
Sedangkan hanif setelah dari rumah sakit langsung menuju perusahaan PEGEON, karena akan meeting untuk membahas thendernya, hanif langsung datang karena doni sudah terlebih dahulu sampai disana.
Hanif sampai di lobi utama setelah memparkirkan mobilnya, dan berjalan menuju tempat meeting dan doni menunggu di pintu masuk tempat meeting.
''Meetingnya sudah di mulai mas doni?? '' ucap hanif.
''Belum nona, mari silahkan masuk. '' ucap doni dan hanif mengikutinya langsung duduk dan membuka leptopnya, dan tak butuh lama hanif sudah menyiapkan semuanya tinggal persetujuan dari presdir pegeon sajah.
Presdir masuk dan meeting langsung di mulai, dimas menyerahkan salinan yang hanif siapkan, presdir aldo sangat menyetujui ide dari hanif dan langsung acc.
Meeting tak berjalan lama hanya tiga puluh menit, karena hanif membuat semua mudah, tak henti hentinya wajah aldo tersenyum sambil memperhatikan hanif yang sangat jenius dengan semua pemikirannya.
Meeting pun di bubarkan, dan doni yang akan melanjutkan thendernya karena hanif sudah memberikan semua rincian tugas yang harus doni kerjakan nantinya.
Saat hanif akan meninggalkan ruang meeting,hanif di panggil oleh aldo.
''Nona hanifah, bisa minta waktu sebentar. '' ucap aldo.
''Iya ada apa tuan aldo. '' ucap hanif yang membalik tubuhnya menghadap ke aldo.
''Apa anda mau makan siang bersama saya, kalau anda ada waktu tentunya. '' ucap aldo.
''Saya mohon maaf tuan, saya harus kembali ke perusahaan. '' ucap hanif.
''Kalau next time bisa kan nona. '' ucap aldo.
''Insya allah, saya usahakan tuan, saya permisi kalau sudah tidak ada lagi yang anda tanyakan. '' ucap hanif.
''Silahkan nona hanif, terimakasih waktunya dan ide nya juga saya senang. '' ucap aldo.
''Sama sama tuan, saya permisi dan mas doni yang akan melanjutkan semua nya, selamat siang tuan. '' ucap hanif sambil menuju keluar ruangan dan segera ke mobilnya untuk menuju perusahaan nya karena meli memberi tahu kalau selepas makan siang ada klien dari negara J untuk meeting dengannya.
.
.
.
.
__ADS_1