
Pesta pun selesai di gelar, hanif saat ini duduk di meja rias sambil membuka satu persatu aksesoris di kepalanya.
Pintu di ketuk dan hanif membukanya, ternyata alatif yang mengetuk, dan alatif membawa nampan berisi satu piring penuh makanan dan juga minum, karena alatif tau kalau hanif belum makan, dia inisiatif membawakannya.
''Di kira hanif siapa yang ngetuk pintu. '' ucap hanif saat membuka pintu kamarnya dan alatif masuk langsung.
''Saya tau kamu belum makan dari tadi, makanya saya bawakan makan dan bukan buat kamu ajah tapi buat kita berdua. '' ucap latif.
''Iya mas, tapi hanif mau buka aksesoris nya dulu yah. '' ucap hanif.
''Jangan dulu di lepas, aku mau foto berdua sama kamu tanpa cadar. '' ucap latif dan hanif mengangguk.
Latif langsung foto berdua dengan hanif, wajah latif begitu memancarkan kebahagiaan.
''Sudah yah, hanif gak biasa memakai make up setebal ini mas. '' ucap hanif saat latif akan memfoto lagi wajah hanif.
''Oke, saya ga akan maksa, ayo kamu rapihkan aksesorisnya, saya akan suapi kamu makan. '' ucap latif dan hanif gak menolaknya.
Pintu kamar di ketuk saat latif memberi suapan pada hanif.
''Kamu pakai lagi cadarnya, biar saya yang lihat. '' ucap latif.
Latif membuka pintu ternyata mamahnya yang mengetuk dan masuk tanpa di persilahkan, latif menutup dan mengunci kembali pintu kamarnya.
''Sayang, kamu tinggal di rumah mamah yah. '' ucap tanteu hana.
''No mama, disana banyak laki laki, latif udah siapkan rumah yang semua pekerja nya adalah perempuan, latif pengen privasi berdua dengan istri latif. '' ucap latif.
''Ko gitu sih kamu, mamah juga mau nya hanif tinggal sama mamah di rumah. '' ucap tanteu hana.
''Udah lah mamah, pokonya latif ga mau kebebasan istri latif terganggu dengan laki laki yang ada di rumah mamah. '' ucap latif.
''Yaudah deh mamah setuju, tapi kalian harus menginap kali kali di rumah mamah. '' ucap tanteu hana.
''Mamah, hanif ga akan lupa sama mamah, walaupun hanif di bawa mas alatif. '' ucap hanif.
''Kamu cantik banget sayang di buka cadarnya, apa kalian sudah foto berdua tanpa cadarnya hanif?? '' ucap tanteu hana.
''Udah mamah, itu latif bawa alatnya jadi gampang dan bisa tanpa fotografer. '' ucap latif.
''Mamah pulang sama ayah yah latif, kalau kalian mau pindah ke rumah baru, kabarin mamah yah sayang. '' ucap tanteu hana.
''Iya mamah pasti hanif kabarin. '' ucap hanif.
Tanteu hana meninggalkan kamar hanif dan latif setelah berpamitan, latif kembali menutup dan menguncinya.
Hanif selesai dengan aksesoris dan make up di wajahnya, hanif masuk kedalam ruang ganti dan mengganti pakaiannya.
''Loh ko masih di pakai hijabnya, kan aku suami kamu loh sekarang. '' ucap latif saat hanif keluar kamarnya dengan pakaian rumahnya dan memakai hijab instan nya.
__ADS_1
''Hanif belum terbiasa, maaf yah mas. '' ucap hanif.
''Iya, saya ngerti ko. '' ucap latif.
''Mas latif mau mandi dulu ga, biar hanif siapkan air nya. '' ucap hanif.
''Udah biar saya sendiri ajah. '' ucap latif.
Latif masuk ke kamar mandi dan hanif menyiapkan pakaian gantinya yang sudah di bawa sebelumnya oleh latif.
Hanif memakai cadarnya dan segera membawa piring kotornya ke lantai bawah.
''Loh sayang, kamu ko bawa piring kotor, biar nanti bibi ajah yang ambil. '' ucap bunda saat hanif menuruni tangga.
''Gak apa apa bunda, hanif bisa sendiri ko. '' ucap hanif.
''Suami kamu ajakin sholat maghrib berjamaah yah sayang, biar kita bisa bareungan di mushola. '' ucap bunda.
''Aku belum berani bunda, biarkan mas alatif yang melakukannya, kalau hanif lagi datang bulan bunda jadi absen yah. '' ucap hanif.
''Kamu lagi datang bulan, latif puasa dulu dong. '' ucap bunda.
''Bunda bicara apa sih. '' ucap hanif malu malu.
''Sana ke kamar lagi, istirahat yah sayang, semua kerjaan udah di kerjakan sama karyawan WO. '' ucap bunda.
Hanif kembali lagi ke kamarnya, dan melihat latif sudah berpakaian dengan lengkap yang sudah hanif sediakan.
''Kamu darimana, saya nyari loh. '' ucap latif.
''Habis anterin piring kotor ke bawah mas, yaudah sekarang giliran hanif yang mandi yah mas. '' ucap hanif.
''Iya. '' ucap latif tersenyum dan mengangguk.
Hanif masuk ke ruang ganti untuk membawa pakaian gantinya dan segera masuk ke dalam kamar mandi.
Latif merebahkan tubuhnya di kasur milik hanif dan membuka galeri handphone nya melihat foto mereka berdua dengan hanif tanpa cadar.
''Kamu memang wanita sempurna hanif, saya akan jaga kamu sampai kapanpun, karena yang sudah menjadi milik saya tidak akan pernah saya lepaskan, pantesan ajah kamu memakai cadar, saya tau alasannya dan saya sendiri yang akan mewajibkan kamu memakai cadar karena saya gak rela wajah cantik kamu di lihat semua orang. '' ucap latif sambil melihat wajah hanif.
Hanif selesai mandi dan keluar kamar lalu duduk di kursi depan cermin, latif memperhatikannya dan menghampirinya.
''Hanif saya adalah suami kamu kalau kamu lupa, kenapa kamu ga membuka hijab kamu, ini rambut kamu basah, harus di keringkan, kamu bisa masuk angin, lihat baju kamu juga basah loh. '' ucap latif.
''Tapi mas. '' ucap hanif.
''Gak ada bantahan, buka atau saya paksa kamu untuk membukanya. '' ucap latif.
Hanif membuka hijabnya dan terhurai lah rambut basah hanif membuat latif kaget melihatnya, hanif begitu cantik dengan tanpa hijab dan rambut panjangnya.
__ADS_1
''Mas latif kenapa?? '' ucap hanif yang melihat latif terus menatap ke arahnya.
''Biar mas yang keringkan rambutnya yah, ayo duduk di sofa. '' ucap latif sambil menuntun hanif menuju sofa dan hanif mengikutinya.
''Untung ajah saya yang menikahi kamu, kalau sampai fatih yang menikahi kamu, aku akan menyesal seumur hidupku, hanif kamu percaya cinta pada pandangan pertama?? '' ucap latif.
''Cinta pada pandangan pertama hanya ada di cerita novel mas, saya ga mempercayainya. '' ucap hanif.
''Saya hanif, saya jatuh cinta saat melihat kamu tanpa cadar pas setelah pertunangan. '' ucap latif.
''Terimakasih mas latif udah jujur, tapi saya ga akan memberikan cinta kepada mas melebihi cinta saya ke ALLOH SWT, tuhan saya mas. '' ucap hanif.
''Saya mengerti hanif, saya bahagia sudah memperistrikan kamu, dan menjadikan kamu halal untuk saya, bimbing saya agar bisa menjadi lebih baik, saya ingin berjodoh dengan kamu di dunia dan akhirat. '' ucap latif.
''Kita jalani bersama sama mas, kita belajar bersama sama mas, karena hanif juga masih banyak kekurangan nya. '' ucap hanif.
Latif langsung memeluk hanif membawanya kedalam dekapannya.
''Terimakasih istriku sayang, alhamdulilah aku di jodohkan dengan kamu wanita sholehah, dan sangat mendalami ilmu islam. '' ucap latif melepas pelukan nya dan mencium kening hanif.
''Terimakasih mas latif. '' ucap hanif tersenyum.
''Kamu mau berjamaan sholat maghrib dengan suamimu ini kan sayang. '' ucap latif dan membuat hanif senyum dan meneteskan air matanya.
''Kamu kenapa menangis sayang, kenapa?? '' ucap latif.
''Hanif bahagia mas, makasih mas alatif mau memulai nya dari awal dengan ridho ALLOH mas kita bisa memulainya. '' ucap hanif.
''Iya sayang, mas mau memulainya dari awal dengan kamu sesuai dengan ajaran NYA. '' ucap latif.
''Mas latif sholat di mushola bawah ajah yah bareungan yang lainnya. '' ucap hanif dan membuat alatif mengerutkan dahinya.
''Kamu ga mau berjamaah dengan mas?? '' ucap latif dan hanif tersenyum.
''Hanif lagi datang bulan mas, mas di mushola dulu yah berjamaahnya. '' ucap hanif.
''Iya sayang, siapkan pakaiannya yah. '' ucap latif.
''Hanif ke kamar ayah dulu yah, pinjam baju koko, sarung sama peci untuk mas. '' ucap hanif.
''Iya sayang. '' ucap latif.
Hanif memakai hijab dan cadarnya lalu keluar kamar dan menuju kamar ayah nya untuk meminjam pakaian untuk sholat yang akan alatif gunakan.
.
.
..
__ADS_1