
Hanif saat ini sedang di butik miliknya, hanif sedang menunggu pakaian untuk ayah bundanya, dan untuk kedua orang tua latif, untuk latif dan juga untuknya, hanif membuatkan nya senada untuk para ibu, dan senada untuk para bapa.
Pintu di ketuk dan hanif mempersilahkannya.
''Permisi nona ada yang ingin bertemu dengan anda. '' ucapa olive.
''Siapa olive?? '' ucap hanif.
''Tuan alatif. '' ucap olive dan membuat hanif kaget.
''Yaudah, biarkan dia masuk dan buka pintunya jangan di tutup. '' ucap hanif.
''Baik nona. '' ucap olive.
Tak berselang lama latif masuk dan duduk di sofa ruangan hanif.
''Olive tolong bawakan saya pakaian yang saya minta, terus bawa kesini yah. '' ucap hanif.
''Baik nona, saya permisi. '' ucap olive.
''Ada yang bisa saya bantu?? '' ucap hanif.
''Saya, tadi ke kantor ayah fadil, tapi kamu gak ada disana, dan bukan hanya saya ajah yang kesana, ada CEO PEGEON dan presdir negara J, tapi ayah fadil memberitahu ke saya kalau kamu ada di butik, jadi saya susul ajah kesini. '' ucap latif.
''Memang nya ada perlu apa pada saya?? '' ucap hanif.
''Saya cuma membuktikan semua janji saya, dan ternyata benar, semua ide dan gagasan kamu sangat membuat booming dan membuat perusahaan sangat berkeuntungan, terimakasih. '' ucap latif.
''Oh, cuma itu, iya sama sama juga. '' ucap hanif.
Pintu di ketuk dan olive yang masuk membawa pakaian pesanan hanif.
''Kamu gantungkan disini olive. '' ucap hanif yang meminta olive menggantungnya di sebelah sofa di ruangannya dan olive pun menggantungnya.
''Apa ada lagi yang bisa saya bantu nona?? '' ucap olive.
''Tidak ada olive, kamu lanjutkan kerjaan kamu, terimakasih olive. '' ucap hanif dan olive menganggukan kepalanya dan keluar ruangan hanif.
''Kebetulan tuan latif datang kesini, jadi saya ga perlu datang ke rumah tanteu hana, ini pakaian untuk acara ulang tahunnya, pakaian nya sudah selesai. '' ucap hanif.
''Bisa ga jangan panggil saya tuan, ga enak dengarnya. '' ucap latif.
''Baik. '' ucap hanif.
''Mau kemana kamu?? '' ucap latif yang beranjak menuju ruangan pribadinya.
''Saya mau ambil kotak untuk pakaiannya. '' ucap hanif dan hanif menganggukan kepalanya.
Hanif keluar kembali dengan membawa dua box besar untuk pakaian nya.
Latif mendekat dan membantu hanif merapihkannya ke dalam kotak, tiba tiba latif memegang tangan hanif dan membuat hanif kaget.
''Astagfirulloh.. '' ucap hanif kaget saat latif memegang tangannya dan hanif melepaskannya.
__ADS_1
''Kenapa, kamu jiji saya pegang tangannya?? '' ucap latif.
''Maaf kita bukan muhrim. '' ucap hanif sambil melanjutkan merapihkannya.
''Ini untuk tanteu hana dan om erlangga saya satukan dalam satu box, dan ini untuk mas latif. '' ucap hanif sambil memberikan dua box pada latif.
''Lebih baik kamu yang antar jangan titip ke saya. '' ucap latif.
''Oke, baiklah nanti saya akan meminta kurir mengantarnya. '' ucap hanif.
Hanif langsung menuju meja kerjanya dan meminta olive keruangannya.
''Permisi nona, ada yang bisa saya bantu?? '' ucap olive.
''Olive tolong,ke pak heru untuk antarkan dua box pakaian ini ke alamat ini yah, jangan sampai salah alamat. '' ucap olive sambil memberikan kertas alamat nya.
''Baik nona saya permisi. '' ucap olive sambil membawa box nya dan keluar dari ruangan hanif.
''Apa mas latif masih ada kepentingan lain, kalau tidak ada saya akan melanjutkan kerjaan saya. '' ucap hanif.
''Saya mau mengajak kamu makan siang. '' ucap latif.
''Maaf tapi saya sudah makan dan baru selesai ini box makannya masih ada. '' ucap hanif.
''Bisa saya melihat wajah kamu hanif?? '' ucap latif.
''Maaf mas latif, ga bisa, nanti ajah saat menuju hari pernikahan, baru saya bisa. '' ucap hanif.
''Apa bedanya sekarang dan nanti, tiga hari lagi kita akan bertunangan dan akan di umumkan tanggal pernikahan juga kan, mau sekarang atau nanti kan sama ajah saya yang melihat nya. '' ucap latif.
''Kenapa fatih bisa melihat, tapi saya ga bisa??. '' ucap latif.
''Karena dia waktu itu sedang tidak sadar dan marah marah ke saya, dia juga memaksa. masuk keruangan saya, bukan saya yang memperlihatkan nya. '' ucap hanif dan latif hanya menganggukan kepalanya.
''Yasudah terserah, saya permisi. '' ucap latif pamit dan hanif mempersilahkannya.
Hanif menutup kembali pintu dan segera duduk untuk menyelesaikan pekerjaan nya.
Setelah selesai hanif langsung menelphone david untuk menanyakan persiapan ulang tahun perusahaan yang akan di laksanakan di hotel aquila, dan semua sudah selesai tinggal nunggu hari H.
''Alhamdulilah semua telah selesai dan sekarang aku lega, terimakasih ya alloh, semoga lancar sampai hari berlangsung. '' ucap hanif.
hanif beranjak dan merapihkan box pakaian ayah dan bundanya, dan untuk dia juga.
Saat hanif akan masuk ke kamar mandi karena akan mengambil air untuk wudhu, handphone hanif berdering.
'' Assalamualaikum hanif... '' ucap tanteu hana.
''Walaikumsallam tanteu hana.... '' ucap hanif.
''Pakaian nya sudah sampai dan tanteu sudah coba, pas di tubuh tanteu dan bagus banget, makasih hanif. '' ucap tanteu hana.
''Sama sama tanteu, hanif senang kalau tanteu suka. '' ucap hanif.
__ADS_1
''Suka pake banget, yaudah tanteu tutup telphone nya yah, assalamualaikum... '' ucap tanteu hana.
''Walaikumsallam.... '' ucap hanif.
''Alhamdulilah tanteu hana suka sama gaunnya. '' ucap hanif.
Hanif melanjutkan wudhu nya dan segera solat ashar, setelah hanif selesai, dia langsung merapihkan meja kerjanya dan segera pulang untuk memberikan gaun pada bundanya.
''Olive, saya pulang duluan yah, titip butik. '' ucap hanif saat olive menghampirinya.
''Baik nona, hati hati di jalannya. '' ucap olive dan hanif menganggukan kepalanya.
Hanif masuk kedalam mobilnya dan menyimpan box nya di sisi kursi tempat duduknya.
Di tempat alatif saat ini....
''Kenapa kusut gitu wajahnya latif?? '' ucap aksel.
''Biasa wanita bercadar itu angkuh, masa minta lihat wajahnya ajah susah banget, padahal tiga hari lagi kita kan bakalan bertunangan. '' ucap latif.
''Sabar lah, hanif kan wanita muslimah yang mengikuti ajaran tuhannya, kamu bakalan di tolak laah ga akan mau dia memperlihatkan aurat nya. '' ucap aksel.
''Sekarang aku butuh pemuas aksel, kamu hubungi wanita biasa suruh datang kesini. '' ucap latif.
''Sebelum kamu minta pun aku sudah memesannya, mereka sedang di perjalanan kesini latif. '' ucap aksel.
''Aku masuk ke kamar, suruh masuk ajah wanitanya, badan ku lelah. '' ucap latif.
''Yaudah sana, tunggu sajah di kamar. '' ucap aksel.
Tak berselang lama, pintu terbuka dan dua wanita masuk, aksel meminta satu untuk langsung masuk ke kamar yang di tempati latif dan wanita itu masuk.
Latif yang sedang mengganti pakaiannya pun menyeringai melihat wanita nya masuk, tanpa aba aba dia langsung melancarkan aksinya.
Dua jam kemudian latif selesai dan memberikan sejumlah uang dan meminta wanitanya keluar kamar, karena dia akan istirahat.
''Plong sekali tubuhku. '' ucap latif dan langsung tertidur pulas.
...----------------...
Hanif saat ini sudah sampai di rumahnya dan langsung memberikan gaun nya pada bunda nya, bundanya langsung mencoba dan hasilnya memuaskan, bunda sangat menyukai gaunnya, tinggal hijab nya ajah yang akan hanif atur agar terlihat lebih pas dengan gaun bundanya.
''Nanti hijabnya biar hanif yang gunakan, paling bunda tinggal make up wajahnya ajah. '' ucap hanif.
''Iya sayang, gaunnya cantik tadi juga tanteu hana nelphone ke bunda, kalau dia suka dengan gaunnya. '' ucap bunda.
''Yaudah, hanif mau ke kamar yah bunda, mau mandi badan hanif lengket. '' ucap hanif.
''Iya sayang. '' ucap bunda dan hanif langsung keluar kamar bundanya menuju kamarnya.
.
.
__ADS_1
.
.