Gadis Bercadar Jodohku

Gadis Bercadar Jodohku
Eps 65


__ADS_3


Setelah selesai dengan makanan siangnya, ayah dan danil mengobrol di ruang tengah, sedangkan hanif dan bunda merapihkan meja makan di bantu bibi.


Hanif langsung membuat cemilannya untuk teman ngobrol, bunda membawa sauqy ke ruang keluarga karena sauqy terus mengganggu hanif di dapur.


''Sauqy duduk disini sama papah sama opah yah. '' ucap bunda yang mendudukan sauqy di samping danil.


''Sauqy beneran anak kamu danil, dia malah semakin mirip kamu sekarang. '' ucap ayah dan membuat danil tersenyum, karena sauqy memang mirip ke danil sekarang.


Rina menghapiri dan membawa botol susunya sauqy, karena saat ini waktunya sauqy tidur.


Sauqy langsung tidur di pangkuan danil sambil meminum susunya dan danil terus menepuk nepuk paha sauqy.


''Besok kamu mau off dulu atau langsung kerja?? '' ucap ayah.


''Off kayanya deh ayah, mungkin senin danil mulai ke rumah sakit lagi. '' ucap danil.


''Kamu memang di rumah sakit ada jadwalnya apa semau kamu?? '' ucap ayah.


''Di jadwal lah ayah, walaupun rumah sakit itu milik mendiang ayah nya danil, tapi tetap ajah ada pertaturan untuk danil juga, danil cuma senin sama kamis ajah di rumah sakit, sisa waktu nya danil di perusahaan. '' ucap danil.


''Ayah harap kamu pensiun ajah jadi dokter dan kamu ambil alih perusahaan ayah, hanif di suruh malah gak mau. '' ucap ayah.


''Ayah ini, dokter itu udah cita cita danil sejak lama, kalau perusahaan sekarang danil kelola itu karena terpaksa, om amir sudah kewalahan dengan bisnisnya dan dia menyerahkan tanggung jawab perusahaan ayah danil ke danil sekarang dan kalau danil mengambil alih perusahaan ayah, sudah pasti danil akan lebih pusing mikirinnya. '' ucap danil dan membuat ayah tersenyum.


Hanif menghampiri semua keruang keluarga dan membawa cemilan di tangannya.


Hanif meletakkan cemilannya di meja dan membawa sauqy dari pangkuan danil untuk di pindahkan ke tempat tidur, agar sauqy nyaman.


Hanif menidurkan sauqy di tengah ranjang nya dan memasangkan skat samping ranjang nya agar sauqy tidak jatuh, hanif langsung mengganti pakaiannya dengan daster rumahan nya tapi berlengan panjang.


Hanif turun dan duduk di samping suaminya yang sedang minum teh tawar hangat, danil terus menatap hanif yang terlihat seksi di matanya.


''Kalian ga berniat menambah anak lagi?? '' ucap ayah.


''Sauqy masih kecil ayah, hanif ga mau nantinya malah jadi kesusahan mengurus nya. '' ucap hanif dan membuat bunda tersentak kaget dengan jawaban hanif.


''Kamu itu kesusahan apanya sih, ada bunda yang akan membantu dan lagian kan ada rina yang bantu mengurus sauqy, kamu juga harus punya anak loh hanif, biar sauqy ada temannya juga. '' ucap bunda.


Danil hanya tersenyum mendengar obrolan di hadapannya.


''Bilang nya jangan sama aku bunda, tuh sama mas danil ajah, dari tadi senyum terus. '' ucap hanif dan membuat danil mengelus kepalanya hanif.


''Kalau mas terserah kamu, mau nambah lagi ayo, mau satu dulu juga ayo. '' ucap danil.


''Hanif ingat yah kamu jangan menunda kehamilan kamu, nantinya gak baik untuk reproduksi kamu, lebih baik hamil dulu satu dan setelah satu kamu bisa program menunda kehamilan nya. '' ucap bunda.


''Iya bunda, hanif mau hamil dan akan memprogram kehamilannya. '' ucap hanif.


Danil senang mendengarnya, hanif sudah memerima nya dan danil akan menjaga hanif dan tidak akan melepaskannya.


''Nah bagus kalau gitu, kamu juga jangan terlalu lelah mengurus semua bisnis kamu, kurangin sedikit. '' ucap ayah.


''Iya ayah, sekarang hanif gak terlalu mengurus, karena semua sudah di tangani, mas dimas, olive dan davit. '' ucap hanif.


''Syukurlah kalau gitu. '' ucap ayah

__ADS_1


''Ayah kita pulang sekarang, bunda ada arisan di komplek loh. '' ucap bunda yang mendapat pemberitahuan dari temannya.


''Yaudah ayo. '' ucap ayah.


''Bentar hanif siapkan makanan yang hanif buat yah, sekalian bawa sama bunda. '' ucap hanif langsung berdiri dan menuju dapur di ikuti bunda.


''Kamu harus memberikan semua nya sama danil, jangan menolak kalau danil menyentuh kamu yah, ingat pesan bunda dan kamu harus hamil biar ikatan kalian tambah kuat, jangan coba coba menunda kehamilan. '' ucap bunda dan hanif mengangguk.


Hanif mengantarkan bunda dan ayah kedepan, sedangkang danil langsung menuju ke kamarnya untuk beristirahat.


Hanif menelphone dimas menanyakan jadwalnya besok dan ternyata semua jadwal kosong, karena besok hanif akan menemani danil dan sauqy.


Hanif akan mulai kerja hari senin, jadi bareungan danil libur kerjanya.


''Mba fani masak apa untuk nanti malam?? '' ucap hanif menghampiri koki ke dapur.


''Mau masak sup jamur sama ayam balado. '' ucap koki dan hanif mengangguk setuju.


Hanif langsung menuju mushalla karena mendengar suara adzan dan sebelumnya berwudhu terlebih dahulu.


Setelah selesai hanif kaget karena di depan sudah ada danil sedang shalat.


''Ya allah, aku kira siapa, ternyata mas danil. '' ucap hanif.


Hanif merapihkan mukena nya dan keluar dari mushalla karena dia ingin melihat sauqy takutnya sudah bangun.


''Jagoan mamah memang pinter, masih nyenyak bobo nya. '' ucap hanif.


Hanif menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya.


''Ternyata hanif lagi mandi yah. '' ucap danil.


Danil langsung merebahkan tubuhnya di samping sauqy.


Hanif keluar kamar mandi dan segera masuk kedalam ruang ganti, danil hanya tersenyum dan geleng kepala, melihat hanif yang ketakutan seperti itu.


Hanif keluar dengan style rumahan nya, membuat danil kaget karena hanif seperti anak remaja dengan style nya saat ini.


Hanif duduk di kursi meja rias dan menyisir rambutnya, danil menghampiri hanif.


Danil berjongkok di hadapan hanif dan tangannya menggenggam tangan hanif.


''Kamu kaya anak remaja loh sayang dengan pakaian begini, awas yah berani keluar rumah dengan pakaian ini, mas akan hukum kamu. '' ucap danil dan membuat hanif cemberut karena ucapan danil sangat tidak masuk akal.


''Kamu ini, mas kan tau kalau aku keluar rumah memakai cadar, aku ga berani memakai pakaian seperti ini keluar rumah, keluar kamar ajah aku ga berani. '' ucap hanif.


''Jadi kamu sengaja berpakaian seperti ini untuk menggoda mas yah. '' ucap danil.


''Gak mas, emang aku kalau di kamar yah ini pakaian nya, kalau turun yah aku ganti pakai dress atau gamis. '' ucap hanif sambil fokus memakai kan pelembab pada kulitnya.


''Apa kamu siap sayang, menjadi milik mas seutuhnya, ijinkan mas menyentuh kamu. '' ucap danil dan membuat hanif terdiam lalu menatap danil.


''Memang sejak kapan mas, suami mau menyentuh istrinya harus ijin dulu. '' ucap hanif tersenyum dan menyimpan kotak pelembab nya.


Danil tersenyum dan membawa hanif duduk di sisi ranjangnya.


''Karena mas suami yang pengertian dan menghargai istrinya, makanya mas ijin kamu dulu, takutnya kamu nolak jadi mas gak terlalu kecewa, dari pada mas langsung melakukan nya, kamu menolak, kan itu membuat mas kecewa. '' ucap danil dan membuat hanif tersenyum.

__ADS_1


Hanif memegang tangan danil dan mencium nya, danil replek mengusap kepala hanif.


''Maafkan hanif yah mas, selama kita menikah dua bulan ini, hanif selalu menghindar setiap mas mendekati hanif, mulai sekarang hanif janji akan selalu menerima semua nya mas, hanif gak akan menghindar lagi, tapi mas harus maklum yah kalau respon hanif nantinya membuat mas bingung atau apalah, karena hanif juga kan canggung mas. '' ucap hanif dan membuat danil tersenyum lalu memeluk hanif dengan erat dan hanif membalas pelukannya.


''Mas seperti sugar dady sayang. '' ucap danil.


''Loh emangnya umur mas udah tua. '' ucap hanif melepas pelukannya.


''Bukan umur mas yang tua, tapi kamu seperti anak remaja baru lulus sekolah, tubuh kamu, kulit kamu dan wajah kamu itu benar benar seperti remaja, mas kaya om om. '' ucap danil sambil membawa hanif kepelukannya.


''Mas masih muda, bukan om om tau. '' ucap hanif sambil mengusap ngusap dada nya danil.


''Jangan gitu sayang, nanti mas ga kuat loh. '' ucap danil sambil menjauhkan tangan hanif yang mengusap ngusap dadanya.


''Jahat ih, aku kan cuma mengusap ajah. '' ucap hanif melepas pelukannya dari danil.


Danil tersenyum dan wajah nya mendekati wajah hanif, danil mulai mencium bibir hanif dan terus memainkan nya namun hanif hanya diam dan tidak membalasnya.


Danil melepas ciumannya dan tersenyum.


''Boleh sekarang kan?? '' ucap danil dan hanif hanya mengangguk tidak menolaknya.


Danil merebahkan tubuh hanif di ranjang dan mencium kembali bibir hanif, tangan danil mulai nakal dan menyusuri setiap inci tubuh hanif.


''Masih kencang dan ciuman hanif kaku sekali. '' ucap danil dalam hatinya.


Walaupun ini pertama kalinya danil mencium wanita namun danil merasakan hal berbeda dari hanif.


Danil terus mencium bibir hanif dan tangannya terus memainkan bagian sensitif hanif.


Saat mereka asik berciuman sauqy terbangun dan merangkak menghampiri, membuat hanif dan danil kaget, mereka melupakan kalau sauqy ada di satu ranjang dan ini masih sore bukan malam.


''Astagfirullah, jagoan nya mamah udah bangun yah. '' ucap hanif sambil melepas ciuman danil dan merapihkan pakaiannya dan danil hanya tersenyum.


''Mas lupa sayang, kalau di kamar ini ada sauqy dan ini masih sore. '' ucap danil dan langsung memeluk sauqy dan mencium sauqy.


Hanif langsung membuat kan susu untuk di minum sauqy ke botol susu nya dan memberikan ke sauqy yang sedang bermain main dengan danil.


.


.


.


.


.


.


.......


**Terimakasih untuk yang sudah mampir dan membaca ceritanya, jangan lupa like dan komentarnya, maaf di bab ini masih ada pengganggunya.


Tunggu di next bab ceritanya.


TERIMAKASIH 🤗🤗🤗🤗**

__ADS_1


__ADS_2