Gadis Bercadar Jodohku

Gadis Bercadar Jodohku
Eps 35


__ADS_3

''Maksudnya apa?? '' ucap hanif.


''Sayang, ayah sudah tau kalau alatif menghamili wanita lain, alatif terang terangan mengakuinya, ayah sudah menyiapkan pengacara untuk mengurus perceraian kalian, biarin yah pernikahan kalian baru berumur sepuluh hari, tapi dengan alasan ini gugatan kamu akan di kabulkan. '' ucap ayah nya hanif..


''Fadil kamu sudah tau?? '' ucap mamah hana.


''Kita semua sudah tau mamah. '' ucap fatih.


''Perceraian itu paling di benci oleh alloh, tapi hanif ga mau di madu, hanif bukan istri rasululloh yang menerima suaminya menikah lagi, hanif takut dosa karena hanif tidak menginginkannya, hanif ikhlas menjadi janda. '' ucap hanif.


''Sayang kamu akan mamah jadikan anak, dan bukan menantu mamah, mamah sayang banget sama kamu hanif, mamah rela kehilangan alatif karena kamu lebih berharga. '' ucap mamah hana.


''Gimana doni sudah kamu daftarkan gugatan perceraian putri saya?? '' ucap ayah fadil.


''Perceraian sudah saya daftar kan tuan dan besok tuan alatif akan menerima telphone untuk menkonfirmasi suratnya di antarkan kemana?? '' ucap doni.


''Tidak usah menghubungi anak itu doni, berikan surat nya pada pengacara saya, agar perceraian nya segera terkabul. '' ucap ayah erlangga.


''Benar itu doni, kamu urus semua dengan pengacara sajah dan jangan dengan alatif. '' ucap ayah fadil.


''Baik tuan kalau begitu, saya tidak akan kesulitan. '' ucap doni.


''Kamu sudah membekukan aset nya kan fatih, dan menutup semua akses anak itu. '' ucap ayah erlangga.


''Sudah ayah, kak alatif sudah tidak memiliki saham di perusahaan mahardika, tapi kalau di luar perusahaan fatih tidak tahu, dengan perusahaan tito juga sudah fatih batalkan, ada tiga thender. '' ucap fatih.


''Coret alatif dari keluarga mahardika ayah, mamah ga sudi mengakui anak kurang di untung itu anak mamah, mamah sakit melihat semua nya. '' ucap mamah hana.


Hanif hanya diam dan pasrah dengan keputusan keluarga nya.


Di kediaman rumah alatif....


Alatif ternyata membawa teri ke rumah yang di berikan alatif untuk hanif.


Alatif tidak ada pilihan lain karena semua aset sudah di beku kan.


''Kak alatif, aku mau semua foto wanita itu di singkirkan yah, aku gak mau ada foto wanita itu. '' ucap teri.


''Jangan sentuh foto hanif dan kamu jangan pernah menyentuh nya, sekarang kamu istirahat di kamar ini. '' ucap alatif menunjuk kamar tamu di lantai satu.


''Memangnya kita gak akan satu kamar yah kak?? '' ucap teri.


''Kita belum menikah dan akan berdosa kalau kita tidur dalam satu kamar. '' ucap latif.


''Kak alatif ko jadi gini, dulu kita sering melakukannya dan sering satu kamar. '' ucap teri protes.


''Itu dulu dan saya gak mau kalau sekarang kita tidur berdua tapi tanpa ikatan pernikan. '' ucap latif.


Alatif langsung ke lantai atas masuk ke kamarnya yang dia tiduri dengan hanif.


''Hanif, maafkan semua salah ku, aku memilih darah dagingku dari pada kamu. '' ucap latif sambil melihat foto hanif tanpa cadar sedang tersenyum.


Wangi kamar begitu menyengat dan membuat alatif rindu dengan hanif, istrinya dengan semua kelebihan yang tertutup cadar.


Tiga hari kemudian.....


Hanif sudah di ijinkan pulang, bunda dan mamah mertuanya selalu mendampingi dan merawat hanif.

__ADS_1


Bayi hera masih di incubator karena berat badan nya belum stabil, nafasnya juga masih di bantu alat.


''Sayang kita lihat bayinya hera, sebelum kamu pulang yah, bunda mau lihat cucu bunda. '' ucap bunda.


''Iya bunda. '' ucap hanif sambil sibuk pada iped nya.


''Kamu mau pulang ke rumah mamah kan sayang?? '' ucap mamah hana.


''Hanif akan pulang ke rumah hanif sendiri, biar adil. '' ucap hanif.


''Ko gitu sih sayang. '' ucap kompak mamah dan bunda.


''Udah ahh, ayo kita lihat bayi nya hera, hanif pengen lihat dan mau memberi dia nama juga. '' ucap hanif.


''Biar saya ajah nyonya yang bawa barang neng hanif. '' ucap rina.


''Boleh rina, kamu bawa yah. '' ucap bunda.


Hanif, bunda, mamah dan rina saat ini sudah berada di depan incubator bayi.


''Tampan sekali yah, mirip hera. '' ucap hanif.


''Sayang kamu mau memberi nama siapa pada bayinya?? '' ucap mamah.


''DANIYAL CHAIRIL ASSAUQY, panggilannya sauqy yang artinya, anak laki laki yang memiliki akal yang cerdas, baik. dan penuh dengan kasih sayang. '' ucap hanif.


''Bagus namanya dan cocok untuk bayi tampan nya hera sayang. '' ucap bunda.


''Iya bunda, mudah mudahan sauqy di warisi kebaikan dan kejujuran dalam dirinya kelak. '' ucap hanif.


''Iya mamah, hanif akan jadikan sauqy anak hanif dan akan hanif jaga dan lindungin dia. '' ucap hanif.


Seorang dokter menghampiri dan memberitahukan perkembangan bayi nya.


''Bagaimana dokter perkembangan bayi saya?? '' ucap hanif.


''Bayi anda sangat sehat dan sangat cepat masa pemulihan di dalam incubator, bahkan alat bantu nafas sudah kami lepas, mudah mudahan dalam satu minggu ke depan sudah bisa di bawa pulang, karena berat badannya masih belum normal. '' ucap dokter.


''Baik dokter, lakukan yang terbaik untuk bayi saya. '' ucap hanif.


''Baik nyonya, kami akan lakukan perawatan yang terbaik, dan akan menghubungi anda kalau ada apa apa nantinya. '' ucap dokter.


''Terimakasih dokter. '' ucap hanif.


Dokter pun masuk kembali keruangan nya.


Hanif, bunda, mamah dan rina menuju keluar rumah sakit untuk menghampiri mobil yang di siapkan oleh dimas.


Hanif duduk di kursi belakang dengan bunda dan mamahnya, sedangkan rina di depan samping dimas.


''Rina kamu akan tetap tinggal bersama saya yah, dan akan membantu saya menjaga sauqy kalau nanti sudah di perbolehkan pulang. '' ucap hanif.


''Baik neng. '' ucap rina.


''Mas dimas, kita ke pemakaman hera dulu sebelum. ke clauster. '' ucap hanif.


''Baik nona. '' ucap dimas.

__ADS_1


Dua puluh menit kemudian, Dimas membawa mobil menuju pemakaman hera.


Hanif membeli bunga dan air untuk menabur di atas makam nya hera.


''Hera maafkan kaka yang ga bisa menjaga kamu, kaka janji akan menjaga anak kamu dengan baik, merawatnya seperti anak kaka sendiri, anak kamu mirip sekali dengan kamu hera, terimakasih sudah mempercayakan nya pada kaka. '' ucap hanif saat di ahir doa nya dan menaburkan bunga lalu airnya.


Setelah selesai semuanya dimas menjalankan mobilnya menuju rumah pribadi hanif di salah satu real estate milik hanif.



''Ya alloh bagus banget rumahnya, semua sama bangunannya, pantesan real estate ini sangat laku di pasaran. '' ucap mamah.


''Ayo masuk mamah, bunda dan kamu rina ikut masuk yah. '' ucap hanif.


Hanif belum ikut masuk dia menghampiri dimas terlebih dahulu.


''Mas dimas terimakasih yah sudah mengantarkan saya hari ini dan menjemput juga. '' ucap hanif.


''Tidak masalah nona itu semua sudah tanggung jawab sayah untuk menjaga nona dan barang barang nona yang ada di rumah lama nona, sudah saya ambil dan sudah di simpan di dalam rumah nona dekat sofa. '' ucap dimas.


''Makasih mas dimas, hari ini saya free yah, besok saya akan mulai masuk kembali, dan besok siapkan rapat nya karena tuan amir besok ingin membahas launching real estate kedua. '' ucap hanif.


''Baik nona, saya akan urus semuanya, ada yang bisa saya bantu lagi nona sebelum saya kembali ke kantor??'' ucap dimas.


''Gak ada mas dimas, silahkan kembali ke kantor dan besok ga usah jemput yah, saya akan menyetir sendiri mobilnya. '' ucap hanif.


''Baik nona kalau begitu saya permisi. '' ucap dimas sambil masuk kedalam mobilnya.


Hanif masuk kedalam rumah menghampiri kedua ibu nya.


''Sayang, barang barang disini sangatlah bagus banget, kamu yang memilihnya?? '' ucap bunda.


''Semua yang memilih mas dimas, dari yang sekecil barang sampai peralatan semuanya mas dimas yang pilih, kecuali pakaian hanif yang ga di pilih dimas, pakaian di pilih olive. '' ucap hanif.


''Perumahan ini benar benar super elite, dan berkelas loh sayang, teman mamah ajah ga kebagian dan di perumahan terbaru dia mendapatkannya. '' ucap mamah.


''Tuan amir ajah ga kebagian mamah, apalagi orang lain, disini hanya ada tiga ratus unit, satu kantor pemasarannya dan pos penjaga paling di setiap sudut nya. '' ucap hanif.


''Bunda jadi pengen tinggal disini sayang. '' ucap bunda.


''Mamah juga mau tinggal disini. '' ucap mamah.


''No, mamah sama bunda tinggal di rumah kalian, kalau mau berkunjung silahkan hanif ga akan menutup pintu, pintu rumah ini terbuka lebar. '' ucap hanif.


''Iya deh kalau gitu. '' ucap kompak mamah dan bunda.


''Kami pulang dulu yah, nanti kabarin kalau sauqy sudah pulang yah hanif. '' ucap bunda.


''Iya bunda, kalian hati hati yah, supir hanif akan mengantar kalian. '' ucap hanif.


Hanif mengantar bunda dan mamah nya ke depan, dan masuk kembali setelah mobil keluar dari gerbang.


''Rina kamar kamu di belakang yah, pilih ajah terserah dan saya akan mencari satu lagi untuk membantu kamu, karena nanti kamu kan fokus sama sauqy. '' ucap hanif.


''Baik neng. '' ucap rina.


__ADS_1


__ADS_2