
Setelah selesai makan siangnya, danil masuk ke ruang pribadi hanif, sedangkan hanif melanjutkan kerjaannya yang begitu banyak dan numpuk.
Olive mengetuk pintu ruangan hanif dan olive masuk setelah hanif mempersilahkannya.
''Maaf nona, ada tuan dimas dan sekretarisnya. '' ucap olive.
''Kenapa ga suruh masuk ajah olive. '' ucap hanif.
''Di dalam ada suami anda nona, makanya saya di minta bertanya dulu oleh tuan dimas. '' ucap olive dan hanif hanya menggelengkan kepalanya.
''Suruh masuk ajah olive, saya tunggu. '' ucap hanif dan olive mengangguk.
Tak berselang lama dimas dan melda masuk keruangan hanif.
''Maaf nona saya sampai menyusul ke butik, ini sangat urgent soalnya. '' ucap dimas.
''Memangnya ada apa mas dimas, kenapa?? '' ucap hanif.
''Saya bingung nona, harus darimana menjelaskannya, semuanya begitu cepat. '' ucap dimas.
''Mas dimas berbelit sekali, saya jadi gak ngerti deh. '' ucap hanif.
''Begini nona, presdir gari pegeon company, tiba tiba datang dan dia bilang menggantikan saham tuan amir di properti. '' ucap dimas dan hanif langsung kaget.
''Presdir pegeon itu aldo kan?? '' ucap hanif.
''Betul nona tuan aldo. '' ucap dimas.
''Mas dimas udah tanya belum, kenapa tuan amir sahamnya berpindah ke tuan aldo?? '' ucap hanif.
''Saya sudah mencoba menanyakannya, namun tuan amir saat ini sedang berada di semarang. '' ucap dimas.
''Gini ajah mas dimas, jalani ajah semuanya kalau tidak merugikan kita dan jangan biarkan tuan aldo melebarkan sahamnya, tutup semua sahamnya. '' ucap hanif.
''Baik nona ini surat perjanjiannya sudah di ganti, tinggal nona mempelajarinya. '' ucap dimas sambil menyodorkan surat perjanjian baru.
''Saya akan mempelajarinya dulu, besok saya akan ke kantor komplek, jangan pernah bertemu di apartemen atau hotel yang kita kelola, karena tuan amir kan hanya mempunyai saham di komplek dan di perumahan. '' ucap hanif dan dimas mengangguk.
''Baik nona, besok saya akan lebih dulu sampai komplek dan menunggu anda, kalau presdir aldo gimana?? '' ucap dimas.
''Jangan dulu di ajak bertemu, nanti setelah saya mempelajari berkasnya, baru mas dimas hubungi tuan aldo untuk bertemu. '' ucap hanif.
''Baik nona kalau begitu. '' ucap dimas.
''Biar urusan tuan amir saya yang mengurus dan menanyakan langsung, kamu lanjutkan kerjaan nya dulu yah, jangan tergoyah. '' ucap hanif dan dimas mengerti.
Dimas dan melda pamit pada hanif dan hanif langsung membuka surat perjanjian baru yang di buatkan dimas.
''Kenapa om amir tiba tiba memberikan sahamnya pada pegeon, kenapa yah?? '' ucap hanif.
Hanif menghubungi ayah nya untuk menanyakan kerjasama perusahaan ayahnya dengan presdir pegeon.
__ADS_1
''Assalamualaikum..... ada apa nelphone ayah?? '' ucap ayah saat mengangkat telphone nya.
''Walaikumsalam... hanif mau nanya ke ayah. '' ucap hanif.
''Nanya apa, kenapa ayah jadi deg degan yah. '' ucap ayah sambil tertawa karena hanif begitu serius nada bicaranya.
''Ayah pliss deh jangan main main, hanif beneran butuh info dari ayah. '' ucap hanif dan ayah kembali tertawa.
''Udah ahh, nanti di rumah ajah nanya ke ayah. '' ucap hanif kembali dan langsung menutup panggilannya.
Hanif langsung menelphone asisten ayahnya dan menanyakannya.
''Selamat sore mas doni, maaf mengganggu waktunya sebentar. '' ucap hanif.
''Tidak apa apa nona, ada yang bisa saya bantu?? '' ucap doni.
''Saya mau tanya soal kerjasama perusahaan. '' ucap hanif dan membuat doni kaget.
''Memang kerjasamanya kenapa nona?? '' ucap doni.
''Gak kenapa kenapa, saya mau tanya soal kerjasama perusahaan ayah dengan pegeon company, apa masih berjalan atau sudah berahir?? '' ucap hanif.
''Masih nona, malah sekarang semakin berkembang juga kerjasamanya, memangnya kenapa nona bertanya itu ke saya?? '' ucap dimas.
''Nanti saya ke kantor ayah deh, jelasin di telphone kan susah juga. '' ucap hanif.
''Baik nona, saya menunggu anda di kantor. '' ucap doni dan hanif langsung menutup panggilannya.
''Mas danil kayanya tidur deh, ko ga keluar keluar kamar yah. '' ucap hanif yang melihat jam sudah memasuki waktu ashar, tapi suaminya tidak keluar ruangan.
Hanif langsung mengambil air wudhu dan sholat ashar, saat hanif berdoa, danil membuka matanya dan duduk menatap hanif yang sedang berdoa.
''Bidadari surgaku, ibu dari anak anakku, beruntungnya aku mendapatkan kamu hanifah anandina, gadis bercadar jodohku, semoga bahtera rumah tangga kita sampai menua bersama. '' ucap danil dalam hatinya.
Hanif merasakan tatapan dari sisi nya dan saat melihat ke arah sisinya, danil sedang tersenyum menatap hanif.
''Mandi sana biar segar badannya dan sholat ashar, ada yang mau aku bicarakan sama mas danil, ayo cepat bangun mas. '' ucap hanif dan danil mengangguk.
Hanif merapihkan mukena dan sajadahnya, hanif menyiapkan pakaian biasa untuk danil yang hanif bawa dari galeri dan hanif melipat setelan kantor danil untuk dibawa pulang.
Hanif merapihkan ranjang nya dan menyimpan pakaian untuk danil pakai di ranjang, hanif langsung keluar ruangan dan melanjutkan kerjaannya.
''Masa iya aku harus membawa kerjaan ke rumah, disain nya tinggal sedikit lagi selesai. '' ucap hanif saat melihat kertas disain dihadapannya.
Hanif langsung melanjutkan kerjaanya, saat hanif asik dengan disainya danil keluar dengan pakaian yang hanif siapkan dan duduk di kursi hadapan hanif.
''Kayanya kalau ada yang masuk dan langsung dudu di depan kamu, kamu gak akan menyadarinya yah, saking asiknya dengan disain. '' ucap danil sambil tersenyum dan membuat hanif kaget, karena suaminya terlihat sangat tampan.
''Mas danil ko ganteng banget sih, awas kalau punya wanita lain. '' ucap hanif dan membuat danil mengerutkan dahinya dan menatap hanif.
''Harusnya mas yang was was, kamu di kelilingi laki laki tampan, kaya raya dan sukses dengan bisnisnya. '' ucap danil dan membuat hanif langsung menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
''Mas danil harus tau, kalau aku sudah bersuami dan aku gak akan memandang laki laki lain, hanya kamu mas yang aku pandang. '' ucap hanif.
''Gombal kamu receh sayang. '' ucap danil.
''Aku gak gombal mas, aku bicara kenyataan loh. '' ucap hanif.
''Iya iya, terserah kamu ajah. '' ucap danil.
''Mas janji ke aku yah, gak akan menghadirkan wanita kedua di kehidupan kamu, karena aku gak akan sanggup dan aku gak siap untuk di madu, aku takut dosa. '' ucap hanif.
''Kamu bicara apa, mas gak sanggup kalau melihat kamu menangis dan gak sanggup melihat kamu terluka, cukup kamu yang menjadi pendamping hidup mas, bahkan mas ingin kamu mendampingi mas di alam yang kekal dan abadi kelak. '' ucap danil sambil beranjak dan mendekat pada hanif.
Danil langsung memeluk hanif dan hanif membalas pelukan suaminya.
''Makasih mas danil, aku pegang janji dan ucapan kamu yah mas. '' ucap hanif.
''Iya sayangku. '' jawab danil sambil mencium kepala hanif dan mengusap punggung hanif.
''Kerjaannya belum beres memangnya?? '' ucap danil.
''Belum mas tinggal lima disain lagi, kenapa memangnya mas?? '' ucap hanif.
Danil melepas pelukan nya dan berjongkok dihadapan hanif.
''Mas mau ajakin kamu ngedate berdua, kita jalan jalan sayang, mumpung sauqy ga ikut kalau ada sauqy kan kamu milik dia. '' ucap danil dan hanif tersenyum.
Hanif membuka cadarnya dan mencium kening danil.
''Iya sayangku aku mau mas, aku ganti pakaian dan merapihkan dulu disainnya. '' ucap hanif dan danil tersenyum mengangguk.
Danil duduk di sofa menunggu hanif sedang mengobrol dengan asistennya.
Hanif selesai menyerahkan disainnya untuk dibuatkan dan di urus oleh olive, hanif langsung keruangan pribadinya, mandi dan mengganti pakaian yang senada dengan pakaian danil.
Hanif keluar ruangan dan menghampiri danil.
''Kamu cantik banget dengan pakaian ini. '' ucap danil dan hanif mengangguk.
''Ayo kita berangkat sayang, pakai mobil mas dan mas juga udah meminta linda pulang duluan, karena kamu pulang dengan mas. '' ucap danil dan hanif hanya senyum menjawabnya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
...........