
Hanif duduk di depan pintu IGD, danil masuk kedalam ruangan untuk memeriksa pasien di dalam.
''Ngapain aku disini, mendingan pulang ajah. '' ucap hanif sambil membuka handphone nya.
Tiga puluh menit kemudian danil keluar ruangan dan membawa hanif keruangan nya untuk mengambil tas nya.
Tangan hanif terus di gandeng oleh danil, hanif hanya bisa pasrah dengan sikap danil.
''Sebentar yah sayang, mas mau ambil tas sama simpen kemeja. '' ucap danil sambil mendudukan hanif dan danil menuju lemari di dalam ruangan nya.
Hanif hanya diam dan tak bersuara.
Danil selesai dengan merapihkan barangnya, dia langsung mengajak hanif menuju pulang.
Di dalam mobil hanif terus ajah diam dan tidak bersuara, danil mencari topik pembicaraan agar tidak hening di dalam mobil.
''Siapa yang habis di operasi tadi oleh dokter hilman?? '' ucap danil memulai pembicaraannya.
''Anak buahnya olive, kena usus buntu dan harus segera di operasi. '' ucap hanif.
''Anak buah olive, maksudnya gimana sayang?? '' ucap danil bingung.
''Iya pegawai butik mas, berarti anak buahnya olive dong kalau begitu. '' ucap hanif.
''Ngaco, yah dia anak buah kamu, pegawai kamu lah, aneh aneh ajah kamu maa. '' ucap danil sambil tersenyum.
''Tapi kan di bawah kendali olive. '' ucap hanif.
''Terserah istriku ajah deh. '' ucap danil sambil tersenyum.
''Udah dong marahnya sayang, pliis jangan cemberut terus dong. '' ucap danil.
''Siapa memangnya yang marah, kamu ma ngarang ajah deh. '' ucap hanif.
''Kamu lah, dari tadi dieum ajah, pliis sayang jangan diemin mas terus. '' ucap danil.
''Udah dong mas jangan bicara dulu, aku masih kesal sama kamu. '' ucap hanif sambil melihat ke arah samping mobil.
''Iya sayang, maafkan mas yah. '' ucap danil sambil mengelus kepala hanif.
Hanif tidak menjawab dia fokus dengan jalanan padat di sampingnya.
Empat puluh menit kemudian mobil danil sampai di halaman rumah hanif.
Hanif langsung keluar dan tidak menunggu danil, danil hanya tersenyum melihat tingkah hanif.
__ADS_1
Saat hanif masuk kedalam rumah, sauqy sedang berjalan bermain bola di dalam kolam karet.
''Assalamualaikum jagoannya mamah.... '' ucap hanif sambil mencium pipi sauqy dan sauqy langsung minta di gendong.
Hanif langsung menggendong sauqy dan meminta rina merapihkan mainan sauqy karena sauqy akan di bawa ke kamarnya di atas.
Sauqy di berikan botol susu lalu di dudukan di ranjang, danil masuk kedalam kamar dan bermain dengan sauqy sedangkan hanif langsung masuk kedalam kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya dan sholat ashar.
Setelah selesai mandi, hanif langsung sholat ashar karena waktu sudah pukul empat sore.
Danil masuk kedalam kamar mandi, giliran danil yang mandi dan sholat.
Hanif memandikan sauqy saat danil sedang mandi, danil terus tersenyum di bawah guyuran shower, karena hanif nekad masuk ke kamar mandi.
Saat danil selesai mandinya dia menghampiri hanif.
''Nanti, kalau mau mandiin sauqy lagi, bareungan kamu juga yah mandinya. '' ucap danil dan membuat hanif melototkan matanya.
Danil langsung keluar kamar mandi dan memakai pakaian ke ruang ganti, danil langsung melaksanakan sholat ashar.
Sauqy sudah selesai mandi, di pakai kan pakaian juga dan hanif membawanya turun untuk di suapi makan.
''Assalamualaikum..... '' ucap salam bunda dan ayah.
''Walaikumsallam, ayah sama bunda ko ga ngabarin mau kesini. '' ucap hanif sambil Mencium tangan ayah dan bundanya.
''Danil mana sayang?? '' ucap ayah.
''Danil disini ayah. '' ucap danil yang menuruni tangga dan menyalami tangan ayah dan bunda nya hanif.
''Sibuk nya pak dokter, kenapa kalian ga nginep atau main ke rumah ayah, masa harus ayah sama bunda yang datang kesini. '' ucap ayah.
''Itu salahkan anaknya jangan danil, setiap danil ngajak jalan jalan, pasti ga mau ayah, makanya danil jadi males ahh ngajakin nya juga. '' ucap danil.
''Bohong ayah, mas danil ngajak jalan jalannya ke hotel ajah, makanya hanif ga mau di ajak kemana kemana sama mas danil, mending di rumah ajah. '' ucap danil sambil membawa empat gelas minuman.
''Bunda senang kalau suapi sauqy, makannya lahap banget sayang. '' ucap bunda sambil menyuapi makanan ke mulut sauqy.
''Sauqy memang lahap, makanya lihat pipinya gembul gitu. '' ucap hanif.
Danil terus memegang tangan hanif dan hanif selalu melepas pegangan tangan hanif.
''Kalian mau kan ikut ayah ke pangandaran. '' ucap ayah.
''Mau apa ke pangandaran?? '' ucap hanif namun saat ayah akan menjawabnya, danil langsung menyela.
__ADS_1
''Kita ikut ayah ke pangandaran kan. '' ucap danil.
''Mas danil maa, kenapa kalau berbau hotel selalu semangat, giliran di ajak acara pengajian alesannya banyak. '' ucap hanif cemberut.
''Kamu jangan bicara gitu sama suami dosa loh, harusnya kamu itu mengerti dengan keinginan suami, balasannya surga loh sayang. '' ucap bunda sambil tersenyum.
''Bener kata bunda tuh, kamu jangan gitu ke suami loh, mau suami kamu punya wanita lain, karena istrinya ga mau di ajak liburan ke hotel. '' ucap ayah dan berhasil membuat danil tersenyum senang, karena mertua nya membela danil.
''Kalian ini harusnya belain aku bukan mas danil. '' ucap hanif cemberut.
Danil langsung menggenggam tangan hanif dan membisikan sesuatu pada hanif.
''Kamu kalah sayang, udah ikutin ajah kemauan ayah sama bunda, mereka pengen nambah cucu. '' ucap danil dan langsung dapat satu cubitan dari hanif.
''Mesuum. '' ucap hanif setelah mencubit danil.
''Kamu ini cubitannya sakit banget sayang. '' ucap danil sambil mengelus bekas cubitan hanif.
''Bodo amat. '' ucap hanif.
''Udah udah wudhu sana, udah adzan magrib tuh, kita berjamaah dan makan malam deh. '' ucap bunda dan semuanya langsung bubar menuju air untuk berwudhu.
Ayah menjadi imam di depan, dan semuanya menjadi makmum, sauqy pun ikut masuk dan terdiam melihat semuanya sholat.
Setelah selesai sholat, semua meninggalkan mushola dan menuju meja makan.
Sauqy di gendong danil dan terus tertawa tawa karena danil menggodanya.
''Mas danil ayo makan dulu, sini sauqy nya dudukin di stroller nya. '' ucap hanif sambil membawa sauqy dari gendongan danil.
''Jagoan mamah duduk disini yah. '' ucap hanif sambil mendudukan sauqy di kursi tempat sauqy makan.
Semuanya makan dengan keheningan, bedahal dengan makan bareungan keluarga danil, keluarga hanif sangat ketat.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
...........