
Tepat pukul 5 pagi hanif terbangun dan segera ke kamar mandi untuk berwudhu dan segera melaksanakan sholat subuh.
Hanif turun ke bawah dan meminta bibi menyiapkan makanan untuk di bawa ke rumah sakit, hanif segera masuk ke kamar ayah dan bunda nya untuk menyiapkan pakaian bunda nya, setelah selesai hanif ke kamar hera dan menyiapkan pakaian untuk hera.
Hanif kembali ke kamarnya dan segera bersiap siap untuk ke rumah sakit.
''Bibi apa semuanya sudah siap?? '' ucap hanif.
''Sudah neng, bibi sudah siapkan. '' ucap bibi sambil memberikan kotak yang berisi makanan.
''Bilang sama rina segera bersiap yah bibi soalnya hanif akan segera ke rumah sakit. '' ucap hanif.
''Rina sudah siap nona. '' ucap rina dan langsung menghampiri hanif.
''Ayo rina kita berangkat sekarang, takut keburu telat. '' ucap hanif dan rina mengikutinya dari belakang.
Hanif sengaja membawa rina untuk membantu hera selama di rawat.
Mobil yang hanif kendarai sudah sampai di parkiran rumah sakit, hanif membawa rina untuk masuk dan membawanya ke ruang inap hera.
''Pagi hera, gimana sekarang keadaan kamu?? '' ucap hanif yang masuk ke dalam ruang inap hera.
''Baik kak, tinggal perih dikit bekas jaitannya ka. '' ucap hera.
''Kaka bawa rina, biar kamu membutuhkan sesuatu tinggal bilang ke rina yah. '' ucap hanif.
''Makasih kaka. '' ucap hera.
''Rina kamu bantu keperluan hera yah, saya tinggal dulu rina. ''ucap hanif.
''Iya neng, saya akan jaga neng hera. '' ucap rina sopan.
''Sebentar ya hera, kaka mau ke kamarnya ayah. '' ucap hanif dan di angguki oleh hera.
''Assalamualaikum.... '' salam hanif.
''Walaikumsallam sayang... '' ucap ayah dan bunda bersamaan.
''Bunda ini hanif bawa makanan buat sarapan, kalau ayah kan ada makanan rumah sakit. '' ucap hanif.
''Kamu jadi ke kantor ayah kan sayang?? '' ucap ayah.
''Jadi dong ayah, setelah ini hanif langsung ke kantor. '' ucap hanif.
''Ayah udah bilang ke asisten dan sekertaris ayah, kamu akan gantiin ayah. '' ucap ayah.
''Baik ayah, ayah cepat sembuh yah biar cepat pulang. '' ucap hanif memeluk ayahnya.
''Doa kamu akan menjadi obat untuk ayah sayang, kamu hati hati yah. '' ucap hanif.
''Hanif pamit, asslamamualaikum.. '' ucap hanif.
''Walaikumsallam... '' jawab ayah dan bunda.
''Rina bisa kamu ikut dengan saya keluar sebentar. '' ucap hanif yang baru masuk ke ruangan hera.
''Baik neng. '' ucap rina sambil berjalan keluar ruangan.
''Rina ini uang buat kamu makan yah, dan kalau kamu butuh sesuatu, pegang eah. '' ucap hanif sambil memberikan uang pada rina.
''Terima kasih neng hanif. '' ucap rina.
''Udah gak apa apa rina, saya yang berterima kasih karena kamu mau menemani hera, dan kalau ada sesuatu kamu cepat hubungi saya yah. '' ucap hanif.
''Iya neng. '' jawab rina.
Hanif langsung keluar area rumah sakit menuju perusahaan ayah nya, 40 menit kemudian hanif sampai di parkiran kantornya, setelah hanif memarkirkan mobilnya. hanif langsung masuk ke dalam kantor dan asisten ayah nya sudah menunggu di lobi utama untuk menyambut hanif.
''Selamat pagi nona hanif. '' ucap ramah doni.
__ADS_1
''Pagi juga mas doni, ayo kita ke ruangan ayah. '' ucap hanif sambil berjalan ke lift dan di ikuti doni.
Hanif tiba di lantai teratas gedung,langsung menuju ruangan ayahnya, hanif di sambut hangat oleh sekertaris ayahnya.
''Pagi nona hanif... '' ucap meli sopan.
''Pagi juga mba meli, tolong siapkan berkasnya yah, saya harus pelajari dulu soalnya. '' ucap hanif.
''Baik nona, saya akan siapkan. '' ucap meli.
Hanif masuk ruangan ayahnya, dia langsung melihat lukisan miliknya di pajang oleh ayahnya.
Hanif langsung duduk di kursi kerja ayahnya, doni langsung menghampirinya dan memberikan dokumen pada hanif.
''Nona ini dokumen yang anda pelajari, kalau anda setuju tinggal saya lanjutkan prosesnya. '' ucap doni.
''Oke mas doni. '' jawab hanif.
''Saya permisi nona, kalau anda butuh sesuatu tinggal hubungi saya. '' ucap doni dan di angguki oleh hanif.
''Maaf nona ini berkasnya, dan ini jadwal meetingnya. '' ucap meli.
''Terimakasih mba meli. '' ucap hanif.
''sama sama nona, saya kembali ke meja saya. '' ucap meli.
Hanif langsung mengerjakan tugasnya, 2 jam kemudian hanif selesai dengan kerjaannya.
''Mas doni bisa ke ruangan saya sekarang. '' ucap hanif menelphone doni.
''Baik nona. '' jawab doni.
Pintu diketuk dan doni pun masuk.
''Ada yang bisa saya bantu nona?? '' ucap doni.
''Ini sudah saya kerjakan, saya susah merevisi yah, tinggal mas doni print dan saya setuju. '' ucap hanif.
''Nona memang jenius dan ada ajah kesalahan kerjaan aku. '' ucap doni dalam hati.
''Meli bisa masuk ke ruangan saya. '' ucap hanif yang menelphone meli.
Meli langsung mengetuk pintu dan masuk setelah hanif mempersilahkannya.
''Maaf nona apa ada kesalahan?? ''ucap meli.
''Mba meli ga usah tegang gitu, saya sudah menyalin semuanya dan mencoret sedikit, mba meli ketik ulang yah karena jam 10 saya butuh untuk berkas meeting. '' ucap hanif.
''Baik nona, maaf atas kesalahan saya, saya permisi. '' ucap meli.
''Kalau sama pak fadil ga seditail ini, nona hanif luar biasa ada ajah kesalahan di kerjaanku. '' gumam meli sambil membuka hasil revisi hanif.
''Semua beres, aku ngapain lagi ini. '' ucap hanif.
30 menit kemudian meli mengetuk pintu dan memberikan ketikan ulang berkas meetingnya. Hanif menerima nya dan membaca semua.
''Makasih mba meli, semua sudah benar. '' ucap hanif.
''Saya yang berterimakasih karena nona yang mengerjakannya, saya hanya mengetik nya. '' ucap meli.
''Udah jangan gitu, tolong bilang ke mas doni 20 menit lagi kita akan berangkat. '' ucap hanif.
''Baik nona saya permisi. '' ucap meli dan langsung menelphone doni untuk bersiap karena 20 menit lagi mereka akan berangkat.
''Ada apa mas doni??? '' ucap hanif saat doni masuk ke ruangannya.
''Apa anda yakin nona akan mendapatkan tender ini?? '' ucap doni.
''Kenapa emangnya, mas doni hanya cukup menuliskan point point nya ajjah nanti. '' ucap hanif.
__ADS_1
''Baik nona, apa kita akan berangkat sekarang ajah nona, takutnya jalanan macet. '' ucap doni.
''Boleh mas doni, silahkan bersiap saya akan tunggu. '' ucap hanif.
''Baik nona saya tunggu anda di lobi. '' ucap doni sambil berlalu keluar ruangan hanif.
''Assalamualikum dina.. '' ucap hanif
''Walaikumsallam hanif, kamu kemana ajah siih ga ada kabar setelah wisuda?? '' ucap dina.
''Maaf dina aku sibuk banget apalagi sekarang gantiin ayah di kantor. '' ucap hanif.
''Bisa ketemu ga, aku ada yang mau di bicarakan hanif dan nisa juga udah aku hubungi. '' ucap dina.
''Kalian ke kantor ayah ajah, tapi nanti pas makan siang yah, aku ada kerjaan soalnya, gimana kamu mau ga?? '' ucap hanif.
''Baik deh, nanti siang aku sama anisa ke kantor ayah kamu. '' ucap dina.
''Oke, aku tunggu ya dina, assalamualikum...'' ucap hanif dan panggilan berahir.
''Mba meli, nanti ada 2 teman saya akan datang namanya dina dan anisa, toling konfirmasi ke bagian resepsionis yah, biarkan mereka masuk dan kasih tau arah ke ruangan saya, saya berangkat meeting dulu yah. '' ucap hanif saat keluar ruangan dan pamit pada meli.
''Baik nona. '' ucap meli.
Hanif masuk ke mobil yang sudah di bukakan oleh doni, mobil maju menuju tempat meeting, doni begitu takut kalau tender gagal di dapatkan, karena memang sebelum nya belum pernah mengikuti bursa tender ini. karena pernah gagal mendapatkannya satu kali.
40 menit kemudian mobil sampai di lobi utama, doni segera membuka kan pintu dan hanif keluar mobil.
''Waw, gedungnya tinggi juga yah. '' ucap hanif.
''Mari masuk nona,saya akan mengisi daftar tamu dulu yah nona. '' ucap doni.
''Baik mas doni, saya tunggu di sofa itu yah. '' ucap hanif menunjuk sofa di sudut lobi utama.
''Mari nona kita masuk, karena 10 menit lagi akan segera mulai meetingnya. '' ucap doni dan hanif mengikuti langkah doni dan masuk ke sebuah ruangan.
''Ya alloh banyak juga yang hadir dan cewenya cuma sedikit. '' ucap hanif kaget karena semua rata rata cowo.
''Nona duduk disini dan saya di belakang nona. '' ucap doni.
''Makasih mas doni. '' ucap hanif.
Dari sebelah kanan hanif, alatif terus memperhatikan hanif dan sedikit meremehkan hanif karena dia yakin tender ini akan di dapatkan olehnya.
Hanif duduk dan mempelajari setiap inti berkasnya, dan hanif merasa yakin dia akan mendapatkan tender ini untuk ayahnya.
Meeting pun di mulai dan langsung mengundi urutan perusahaan yang akan mempresentasikan ide ide nya dan hanif mendapat urutan kedua.
Semua berkas meeting di kumpulkan dan doni yang menyerahkannya.
''Ya alloh, semoga ajah semua lancar dan perusahaan ayah yang mendapatkannya. '' ucap hanif.
Hanif maju ke depan untuk mempresentasikan berkasnya. Semua yang melihat hanif begitu meremehkan hanif.
''selamat siang semuanya, saya hanifah anandina wakil perusahaan M3 COORPORATON, untuk mempresentasikan berkas nya. '' ucap hanif tegas.
Semua orang yang mendengarkan hanif yang sedang mempresentasikan berkasnya begitu kaget karena idenya begitu di luar fikiran semuanya. 10 menit kemudian hanif selesai dan semua bertepuk tangan.
Hanif kembali duduk dan gak nyangka dengan persentasinya barusan.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
...........