Gadis Bercadar Jodohku

Gadis Bercadar Jodohku
Eps 64


__ADS_3


Hanif yang kaget dengan panggilan ayah erlangga pun langsung menghampirinya, disusul mamah hana dan ayah fadil.


Bunda tidak ikut karena sauqy terus terusan merangkak kesana kemari.


''Ayah bisa bicara?? '' ucap hanif.


''Iya hanif ayah bisa, ayah mendengar suara kamu pas di kamar, terus manggil manggil namun kamu ga mendengar panggilan ayah. '' ucap ayah erlangga.


''Alhamdulillah ayah sudah pulih, hanif bahagia sekali ayah. '' ucap hanif.


''Iya sayang, kamu memang membuat ayah jadi kuat, maafkan ayah pas kamu menikah ayah gak menyaksikannya, tapi ayah senang karena kamu menikah denga dokter danil, dokter yang merawat ayah sampai ayah selamat dari kritis, ayah merestui pernikahan kamu dengan dokter danil. '' ucap ayah erlangga.


''Makasih ayah, hanif senang sekali mendengarnya, ayo. ayah duduk yah jangan berdiri terus. '' ucap hanif dan ayah erlangga di papah oleh ayah dan papahnya anisa.


Latif keluar dari ruang kerja karena mendengar obrolan sambil menangis, latif menghampiri dan langsung memeluk ayah erlangga.


''Syukurlah ayah bisa bicara, latif senang mendengarnya ayah. '' ucap latif dan ayah erlangga langsung tersenyum.


Sauqy merangkak menghampiri keributan dan langsung menghampiri hanif ingin di gendong, hanif langsung menggendongnya.


Semua larut dalam obrolan dan sauqy mulai rewel ingin pulang, hanif pun pamit karena sauqy terus menangis mengajak keluar rumah.


Bunda dan ayah hanif pun ikut pamit dan ikut ke rumah hanif.


Mamah hana dengan berat hati mengijinkan hanif pulang.


''ayo mamah kita masuk yah, gak enak kan ada anisa di dalam, dia menantu mamah kalau hanif kan bukan menantu mamah. '' ucap latif.


''Hanif memang bukan menantu mamah, tapi dia itu anak mamah setelah kamu menghianatinya. '' ucap mamah sambil masuk ke dalam rumah.


''Maafkan kebodohan latif mamah, doakan latif secepatnya mendapatkan wanita yang lebih baik dari hanif walaupun akan mustahil mendapatkan wanita yang lebih baik dari hanif. '' ucap latif sambil masuk menyusul mamahnya masuk ke dalam rumah.


Anisa terus memperhatikan mertuanya, anisa merasa sungkan untuk mendekati mamah mertuanya, karena fatih juga tidak ada saat ini.


Di perjalanan hanif saat ini....


''Sayang sepertinya alatif masih mencoba mendekati kamu yah, tatapannya beda tadi terlihatnya. '' ucap bunda.


''Beda gimana bunda, sama ajah ahh ga ada yang beda juga. '' ucap hanif mengelak dari bundanya.


''Ayah juga mendengar semua ucapan alatif tadi, ayah harap kamu selalu menolak nya sayang, ayah percaya sama kamu. '' ucap ayah dan hanif mengiyakannya.

__ADS_1


Satu jam kemudian mobil yang di bawa linda sampai di pekarangan rumah hanif, sauqy terus ingin turun dari gendongan hanif sampai hanif kewalahan dan hanif melepaskan.


Sauqy masuk terlebih dahulu merangkak di susul hanif, ayah dan bunda.


Rina menghampiri namun saat rina akan berbicara dia sudah di potong ucapannya.


''Assalamualaikum..... '' ucap danil sambil menggendong sauqy yang menghampirinya.


''Walaikumsalam.... '' ucap hanif sambil menangis.


Ayah dan bunda masuk, langsung menghmpiri danil dan danil langsung mencium tangan ayah dan bunda nya hanif.


Hanif terdiam dan mematung melihat suaminya ada di hadapannya, danil terus menatap hanif dan tersenyum, danil langsung menghampiri hanif yang terdiam dan menangis.


Bunda mendekat dan membawa sauqy dari gendongan nya danil, karena bunda tau kalau danil ingin memeluk hanif.


Sauqy seakan mengerti dia mau di bawa oleh omah nya.


''Kamu kenapa diam ajah sayang, kamu gak kangen sama suami kamu ini. '' ucap danil sambil tersenyum dan hanif langsung memeluk tubuh danil dan danil pun membalas pelukannya.


''Sstt.....Udah jangan nangis yah, malu sama sauqy lihat malah ngetawain mamahnya nangis di peluk sama papahnya. '' ucap danil sambil melepas pelukannya dan membuka cadarnya hanif.


Danil mencium kening hanif dengan penuh rasa sayang, hanif kembali menangis dan tidak berbicara apapun.


''Sakit sayang, kenapa mas yang kamu cubit, ayah kan yang bicaranya. '' ucap danil.


''Sama ajah mas danil juga ketawain aku. '' ucap hanif sambil melepas pelukan nya dan duduk di samping ayahnya, meninggalkan danil yang terus berdiri.


Danil langsung menggendong sauqy yang terus merangkak di lantai.


''Nanti sakit jagoan kalau kamu merangkak terus. '' ucap danil sambil membawa sauqy duduk di sofa dan mendudukannya di pangkuan danil namun sauqi langsung berdiri di sofa.


''Nakal yan mas anak kamu sekarang, pusing aku juga mas, di ajak kemana kemana sekarang maunya turun dan gak mau di gendong. '' ucap hanif.


''Jadi kamu ngaduin anak kamu sendiri sama papahnya dan mas senang banget dengarnya, kamu kesusahan mengurus sauqy. '' ucap danil tersenyum ceria sambil mencium sauqy yang terus memainkan dagu nya danil.


''Mas akan merasakan nya sendiri, kalau mas mengasuh sauqy seharian. '' ucap hanif.


''Boleh, mas mau mengasuh sauqy dan kalian semua silahkan bersenang senang. '' ucap danil.


''Oke, cup yah mas danil, aku dan semua nya akan shoping lagi. '' ucap hanif sambil memeluk lengan ayahnya.


''Kamu udah punya anak dan suami tapi masih ajah manja ke ayah kamu. '' ucap bunda dan membuat ayah hanya tersenyum.

__ADS_1


''Bunda ini sirik ajah kalau ayah manjain aku. '' ucap hanif.


''Benar kata bunda, sini manja ke suami kamu. '' ucap danil yang menggoda hanif namun hanif menolak nya.


''Gimana urusan kamu di jerman danil, maafkan ayah karena permintaan ayah kemarin, kamu jadi telat sampai ke tanah airnya. '' ucap ayah yang merasa bersalah pada menantunya.


''Gak apa apa ayah, kan danil juga sekalian ada disana dan ayah juga kan ayah danil juga, jadi sudah kewajiban danil membantu ayah. '' ucap danil.


''Tunggu tunggu, maksud ucapan kalian apa?? '' ucap hanif.


''Maafkan ayah sayang, kemarin harusnya ayah yang menghadiri pertemuan kolega di jerman, namun ayah ga bisa karena ayah menemani ayah erlangga di singapura dan kebetulan danil ada disana, yaudah ayah nyuruh danil mewakili ayah, harusnya danil pulang kesini seminggu lalu, namun karena menggantikan ayah jadi danil harus tinggal disana selama sepuluh hari. '' ucap ayah.


''Ayah itu jahat, aku kan berfikiran lain lain pas mas danil ga bisa di hubungi. '' ucap hanif spontan dan membuat danil tersenyum bahagia karena hanif jujur dengan perasaannya, khawatir dan cemburu, itu yang di tangkap oleh danil.


''Kamu khawatir sama suami kamu, itu sekarang ada di hadapan kamu lagi tersenyum. '' ucap bunda dan membuat hanif memerah wajahnya karena malu ketahuan cemburu.


''Udah deh bunda, jangan godain hanif terus yah, kasian dia kan, wajahnya udah merah seperti tomat. '' ucap ayah yang ikut memojokan hanif.


''Kalian ini jahat sekali sama anak sendiri, memojokannya dan bukan membela. '' ucap hanif.


''Stop, kita sholat dzuhur berjamaah, udah adzan. '' ucap ayah dan semuanya mengangguk.


Ayah, danil dan bunda masuk ke mushalla, sebelumnya mereka wudhu terlebih dahulu sedangkan hanif setelah berwudhu langsung menghampiri rina dan hanif menitipkan sauqy pada rina.


Hanif langsung masuk dan mensejajarkan sholatnya dengan bunda.


Setelah selesai sholat nya, bunda dan ayah keluar dari mushalla, sedangkan hanif masih duduk dan berdoa, danil menghampiri dan meminta hanif mencium tangannya dan hanif langsung mencium tangannya dan danil mencium kening hanif.


''I Love You istriku. '' ucap danil setelah mencium kening hanif dan hanif hanya tersenyum karena dia merasa malu dengan danil.


''Mas duluan yah, kamu jangan lama disininya, kita makan siang bareung ayah sama bunda. '' ucap danil sesaat sebelum keluar dari mushalla.


Danil keluar dan menuju meja makan dan hanif mengikutinya dari belakang.


Hanif langsung menyuapi sauqy dan hanif juga sambil memakan makan siangnya..


.


.


.


...........

__ADS_1


__ADS_2