Gadis Bercadar Jodohku

Gadis Bercadar Jodohku
Eps 29


__ADS_3

Hanif sudah mendapatkan baju koko, sarung dan peci untuk di gunakan alatif.


Alatif memakainya dan segera turun ke mushola untuk menunaikan sholat maghrib berjamaah.


Hanif duduk di sofa dan membuka iped nya, sambil menunggu alatif selesai dengan sholat berjamaahnya.


Pintu kamar terbuka dan latif lah yang masuk, latif tersenyum dan menghampiri hanif.


Hanif mencium tangan latif dan latif membalas nya dengan mencium kening hanif.


''Mas ga ganti dulu pakaian nya?? '' ucap hanif karena latif langsung duduk di sampingnya dan membuka ipednya.


''Tanggung sayang, bentar lagi adzan isya. '' ucap latif.


Latif membuka ipednya dan membaca email masuk dari bobi sekertaris pribadinya,latif mengerutkan dahinya, dia tidak percaya dengan email yang di kirim, latif langsung menelphone bobi.


''Kamu ga salah kirim informasinya kan bobi?? '' ucap latif.


''Tidak tuan, semua benar dan akurat. '' ucap bobi.


Hanif terus memperhatikan latif yang serius menelphone, sampai adzan isya berkumandang.


Latif menyudahi telphone nya, dan pamit ke mushola.


Hanif duduk dan mencari tau apa yang terjadi, hanif membuka leptop nya dan mulai memasuki data milik alatif.


''Ternyata dalang di balik semua itu mas alatif, kalau tuan amir sampai tau, bagaimana ini. '' ucap hanif saat melihat semua data terbuka.


''Kenapa mas alatif jahat sekali sih, demi kebaikan semuanya, aku akan mengecoh semuanya, aku ga rela pengorbanan para pekerja jadi sia sia karena kelicikan mas alatif, biarpun dia suami aku tapi dia udah bersifat licik. '' ucap hanif dan mulai merecok data nya.


Hanif mengembalikan ke semula dan langsung mengirim pesan pada dimas untuk bersiap besok, dimas pun mengiyakannya.


Hanif merebahkan tubuh nya di kasur dan mulai memikirkan semuanya, proyek real estate yang kedua ini harus lancar, semua uang sudah di investasikan, bahkan disain sudang finaly.


Pintu terbuka dan alatif lah yang masuk, alatif mulai mengganti pakaian nya dan bergabung merebahkan tubuhnya di samping hanif.


''Kenapa kerudungnya ga di buka heumm... '' ucap latif menghadap pada hanif.


''Maaf mas, aku belum terbiasa. '' ucap hanif.


''Buka yah, mas yang buka kerudungnya. '' ucap latif dan hanif mengangguk.


Latif membuka kerudung hanif dan menyimpannya di samping ranjang.


''kenapa menatap aku seperti itu mas. '' ucap hanif.


''Mas gak percaya, kamu adalah istri nya mas, kamu sangat terkenal dengan sebutan CEO bercadar. '' ucap latif.


''Hanif hanya orang biasa mas, gelar itu kan sudah dipegang kembali oleh ayah. '' ucap hanif.


''Pokonya saya sangat bahagia hanif anandina, gadis yang dulu saya tampik, gadis yang dulu saya fitnah dengan berbagai alasan, dan sekarang GADIS BERCADAR JODOHKU, mudah mudahan bukan hanya di dunia tapi juga di akhirat kelak. '' ucap latif.


''Amiin yarobal alamin. '' ucap hanif.


Latif mendekat pada wajah hanif, latif mengecup bibir hanif dan membuat hanif melotot.


''Kaku banget sih. '' ucap latif meledek dan hanif memukul nya.

__ADS_1


''Jahat, udah ahh hanif mau istirahat, selamat malam mas latif. '' ucap hanif membalikkan tubuhnya memunggungi latif.


''Dosa loh memunggungi suami saat tidur. '' ucap latif dan membuat hanif membalikkan badannya.


''Kenapa bawa bawa dosa. '' ucap hanif cemberut.


''Ayo sini, tidur di dada mas. '' ucap latif dan hanif mendekat dengan perlahan dan membuat latif kesal dia langsung menarik hanif ke dadanya.


''Bobo yah, besok kita akan pindah ke rumah pribadi kita, dan kamu ga usah membawa pakaian kamu, bawa yang penting ajah, karena disana saya sudah siapkan pakain untuk kamu semuanya. '' ucap alatif.


''Baik mas, terimakasih. '' ucap hanif dan latif mengeratkan pelukannya.


''Kenapa dengan memeluk seperti ini juniorku sangat menegang. '' ucap latif dalam hatinya menahan hasratnya.


Hanif sudah tertidur pulas dan latif melepaskan perlahan,dia harus mandi untuk mendinginkan suhu tubuhnya.


Tiga puluh menit kemudian latif keluar kamar mandi merasa lebih enakan tubuhnya.


Latif memakai celana boxer pendek dan tanpa pakaian di tubuhnya.


Latif merebahkan tubuhnya di samping hanif dan membawa hanif kedekapannya, tak lama latif pun terlelap karena tubuhnya begitu lelah.


Malam pengantin hanya tidur saling berpelukan.


Pagi hari menjelang.....


Tepat pukul lima pagi alatif terbangun dan segera berwudhu untuk melaksanakan sholat subuh, saat alatif turun menuju mushola bunda menghampiri kalau sholat berjamaah sudah terlewat.


''Kamu mau berjamaah apa sholat sendiri latif?? '' ucap bunda.


''Sudah terlewat subuhnya juga, kamu sendiri ajah paling sholatnya. '' ucap bunda.


''Yaudah deh, latif sholat di kamar ajah. '' ucap latif dan bunda mengangguk.


Latif masuk ke kamar kembali dan membuka handphone untuk melihat tatacara sholat subuh, tapi dia takut salah mempraktekannya, ahirnya latif membangunkan hanif yang masih terlelap.


''Hanif, ayo banguun. '' ucap latif sambil menggoyangkan lengan hanif.


Hanif membuka matanya dan kaget karena ada laki laki di kamarnya, hanif langsung duduk dan mulai mencari kesadarannya.


''Astagfirulloh... '' ucap hanif mengelus dadanya.


''Kamu kenapa, ada yang sakit?? '' ucap latif.


''Gak, hanif baik baik ajah. '' ucap hanif.


''Maaf membangunkan kamu, tapi aku takut salah ini, makanya bangunin kamu. '' ucap latif.


''Ada apa emangnya?? '' ucap hanif.


''Boleh saya minta kamu kasih tau tata cara sholat subuh hanif. '' ucap alatif.


''Mas latif emangnya belum sholat subuh?? '' ucap hanif.


''Belum, aku tadi ke mushola ternyata berjamaahnya sudah terlewat. '' ucap latif.


''Mas latif kan jenius, buka di sosmed ada tatacara dan gerakannya. '' ucap hanif dan latif langsung mengangguk dan membuka handphone nya dan menonton vidio nya.

__ADS_1


Hanif beranjak menuju ruang ganti untuk membawa pakaiannya dan segera ke kamar mandi untuk mandi.


Latif sudah mengerti dan segera melaksanakan sholat subuh yang kesiangan, karena drama terlebih dahulu.


Hanif selesai dengan mandinya dan melihat latif sedang merapihkan sajadah dan membuka sarungnya.


''Mas mau di buatkan minuman apa?? '' ucap hanif.


''Buatkan teh madu hangat yah dan bawakan sarapan ke kamar ajah, kita sarapan berdua agar kamu nyaman tanpa cadar. '' ucap latif.


''Mas latif, hanif sudah terbiasa loh makan dengan cadar menempel di wajah. '' ucap hanif.


''Kamu terbiasa, tapi saya melihatnya seperti mengganjal, pokonya kamu bawa sarapan ke kamar, saya mau mandi dulu. '' ucap latif dan hanif mengangguk.


Hanif keluar kamarnya dan latif menuju kamar mandi.


''Loh, sayang ko kamu membawa makanan ke nampan, emangnya sarapan dimana?? '' ucap bunda yang melihat hanif di meja makan.


''Mas latif maunya sarapan di kamar bunda, makanya hanif mau bawa ke kamar sarapannya. '' ucap hanif.


''Yasudah gak apa apa, kamu harus menuruti semua ucapan suami kamu yah jangan membantah, tapi kalau semua dalam kebaikan, kalau dalam kejahatan kamu harus melawan dan mengingatkannya. '' ucap bunda dan hanif mengangguk.


''Hanif ke kamar lagi yah bunda, takut mas latif sudah selesai mandinya. '' ucap hanif.


''Iya sayang, hati hati bawa nampannya. '' ucap bunda.


Hanif menuju kamar dan segera membuka pintunya, ternyata suaminya masih di dalam kamar mandi dan belum selesai mandinya.


Hanif menyiapkan pakaian casual rumahan untuk suaminya dan segera merapihkan tempat tidur nya.


Latif keluar kamar mandi dengan handuk yang melingakar di pinggang nya tanpa pakaian.


''Mas ko ga pakai baju sih, pakai dulu sana di ruang ganti itu. '' ucap hanif menunjuk pintu ruang ganti pada alatif


''Bajunya ajah di luar, gimana caranya ganti baju, lagian kita udah sah dan halal, bebas dong saya mau ganti dimana pakaian nya. '' ucap latif sambil memakai pakaian nya di depan hanif dan cuek tampa menghiraukan hanif yang malu melihatnya.


''Sepertinya aku harus terbiasa dengan pemandangan vulgar ini. '' ucap hanif di dalam hatinya.


''Ayo kita sarapan, sini duduk. '' ucap latif menepuk sofa samping nya yang kosong.


Hanif segera duduk dan menyiapkan sarapannya.


''Ko sarapannya dua piring sih?? '' ucap latif.


''Kan emang kita berdua, jadi yah dua piring. '' ucap hanif.


''Saya maunya satu piring berdua seperti kemarin. '' ucap latif.


''Iya nanti kalau makan lagi. '' ucap hanif dan latif mengangguk dan segera makan sarapannya.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2