Gadis Bercadar Jodohku

Gadis Bercadar Jodohku
Eps 60


__ADS_3

Sauqy menangis kencang dan membuat hanif terbangun dan ternyata hari sudah gelap.


Hanif mencari sakelar untuk menyalakan lampu kamarnya dan tangis sauqy pun berhenti.


''Jagoan mamah takut gelap yah, makanya nangis nya kencang banget. '' ucap hanif sambil mencium pipi sauqy yang gembul.


Hanif membawa sauqy ke kamar mandi dan memandikan sauqy.


Hanif langsung memakaikan minyak telon ketubuh sauqy dan segera memakaikan pakaian untuk sauqy.


Hanif membuatkan susu dan memberikan botol susunya ke sauqy, hanif langsung memakai pakaiannya.


''Tumben mas danil belum pulang yah. '' ucap hanif sambil menyisir rambutnya.


Hanif menggendong sauqy dan membawanya ke lantai satu untuk di beri makan.


Bibi menghampiri dan memberitahukan kalau ibu rosa sudah pulang, hanif duduk dan memberi makan sauqy dengan nasi lembek dan sayur, sauqy seperti biasa lahap dengan suapan makanannya.


''Jagoannya mamah memang pintar sekali makannya yah, eummm... '' ucap hanif sambil mencium sauqy.


Hanif menyimpan mangkuk bekas makan sauqy dan kembali duduk di kursi meja makan menghampiri sauqy.


Hanif masih menunggu danil, biasanya sebelum jam lima danil pasti sudah di rumah, namun sudah hampir jam tujuh danil belum pulang.


''Mungkin mas danil lembur, lebih baik aku makan duluan ajah deh. '' ucap hanif sambil mengambil makan ke piring nya.


Hanif makan sambil melihat ke arah sauqy yang anteung dengan mainan nya.


''Assalamualaikum.... '' ucap rina dari arah depan menghampiri hanif.


''Walaiukumsallam, ahirnya kamu pulang juga rina. '' ucap hanif.


''Kan saya minta ijin nya cuma dua hari neng, makanya saya pulang lagi setelah dua hari. '' ucap rina.


''Yaudah kamu istirahat ajah yah, biar sauqy sama saya ajah malam ini. '' ucap hanif dan rina langsung mengangguk terimakasih dan segera ke paviliun belakang rumah hanif.


''Ayo jagoan mamah kita bobo yah sayang, udah malem soalnya. '' ucap hanif sambil menggendong sauqy dan membawanyabke kamar.


Satu minggu kemudian....


Pagi ini hanif lebih santai, karena urusan pekerjaan di hendle oleh asistennya, hanif menemani sauqy yang lagi sedikit demam, semalaman sauqy rewel dan nangis terus.


''Neng ini susunya den sauqy. '' ucap rina dan hanif menerimanya.


''Jagoan mamah sakit yah, mau tumbuh gigi jadinya sakit yah sayang. '' ucap hanif sambil memberi susu menggunakan sendok karena sauqy sama sekali ga mau makan dan hanya mau minum susu pakai sendok di suapi.


''Mas danil kemana yah, udah satu minggu ga pulang, apa dia gak kangen sama anaknya, pergi tanpa pamit gitu sih. '' ucap hanif dalam hatinya.


Rina menghampiri hanif yang sedang melamun dan membuat hanif kaget.


''Neng hari ini ga ngantor?? '' ucap rina.


''Nanti aga siangan rina, saya cuma ke butik ajah soalnya, ada koleganya mas danil pengen di buatkan pakaian untuk pertunangan. '' ucap hanif.

__ADS_1


''Neng, apa benar tuan danil pergi ke jerman?? '' ucap rina dan membuat hanif kaget.


''Kamu kata siapa rina kalau mas danil ke jerman??. '' ucap hanif.


''Saya kann kemarin nanya ke bibi, kenapa tuan danil gak terlihat dan kata bibi bilang kalau tuan ke jerman, bibi juga tau dari linda karena linda kan yang anterin nyonya rosa pulang kerumahnya dan supir nyonya rosa mengantar kan tuan danil ke bandara. '' ucap rina menjelaskan dan membuat hanif terdiam.


''Saya permisi kebelakang yah neng. '' ucap rina dan hanif mengangguk.


''Pantesan sauqy rewel ajah, ternyata mas danil pergi jauh dan kenapa gak pamit atau menghubungi lewat telphone untuk mengabari. '' ucap hanif sambil terdiam.


Hanif langsung memanggil rina untuk menjaga sauqy karena dia akan pergi ke butik.


Hanif bersiap dengan style cadarnya dan pergi menuju butik.


Hanif hanya diam di dalam mobil tidak banyak bicara atau bertanya pada linda.


Tiga puluh menit kemudian hanif sampai di butik dan olive menghampirinya dan memberitahukan kalau tamunya sudah menunggu di ruang tunggu.


Hanif kaget karena fatih dan anisa yang menunggunya.


''Hanif... '' ucap anisa menghampiri hanif dan memeluknya.


''Di kira aku siapa yang menunggu, olive sampe nyuruh cepat datang. '' ucap hanif.


''Sengaja biar jadi kejutan. '' ucap anisa.


''Emang kejutan banget. '' ucap hanif.


''Maksudnya kalian akan menikah?? '' ucap hanif yang kaget dengan ucapannya anisa.


''Benar hanif, kami akan menikah. '' ucap fatih.


''Alhamdulillah, aku ikut senang kalau gitu, baiklah akan aku bikinkan gaun dan tuxedo yang paling bagus, sederhana namun tetap elegan. '' ucap hanif dan membuat anisa mengangguk.


Hanif langsung nembuat gaun untuk akad satu dan dua untuk pesta,hanif begitu fokus sampai handphone nya berdering tidak di dengar.


Anisa yang tau karakter hanif pun hanya diam memperhatikan hanif.


Tiga puluh menit kemudian semua selesai dan hanif memberikannya pada anisa dan latif untuk di lihat.


''Ini keren banget hanif, makasih. '' ucap anisa sambil memeluk hanif dan menangis.


''Ini untuk kamu nisa, gratis ga usah bayar itung itung kado dari aku, karena kamu menikah dengan anaknya mamah hana, mamah yang aku sayangi. '' ucap hanif dan membuat nisa memeluk hanif kembali.


Hanif melepas pelukannya dan menatap fatih.


''Janji ke aku mas fatih, jaga anisa dengan baik, sayangi anisa, utamakan kejujuran yah, agar rumah tangga kalian kelak bahagia dan akan menua bersama. '' ucap hanif dan fatih mengangguk.


''Gimana keadaan ayah mas fatih, apa mamah masih menemani ayah di singapura?? '' ucap hanif.


''iya hanif, tapi minggu depan mamah dan ayah akan pulang, keadaan ayah membaik cuma belum bisa berbicara ajah. '' ucap fatih.


''Aku kangen pengen ketemu mamah, hampir mau dua bulan gak ketemu. '' ucap hanif.

__ADS_1


''Mamah juga sering menanyakan kamu, nanti kalau mamah sudah pulang saya kabari. '' ucap fatih dan hanif mengangguk.


''Kalian ikut sama olive untuk di ukur yah dan maaf aku ga bisa ikut, ada yang minta di rancang lagi soalnya. '' ucap hanif dan anisa dengan fatih mengikuti olive.


Hanif langsung ke galeri bertemu koleganya danil yang akan membuat gaun pesta satu paket.


''Nona hanifah, anda istri dari tuan danil?? '' ucap istri dari kolega danil.


''Benar nyonya, nama saya hanifah mari ikut ke ruangan saya. '' ucap hanif sambil berjalan menuju keruangannya dan di ikuti oleh koleganya danil.


''Nama saya riki dan ini istri saya marta. '' ucap tuan riki.


''Senang bertemu tuan dan nyonya dan saya berterimakasih karena di percaya merancang semua gaunnya. '' ucap hanif.


''Kami yang bangga, karena nona hanif sudah terkenal dengan disain nya yang apik dan berkelas. '' ucap nyonya martha.


''Nyonya martha terlalu memuji saya, padahal hasil nya biasa ajah loh. '' ucap hanif merendah.


''Baik lah tuan nyonya biar rancangannya cepat selesai boleh saya mulai dan bisa sebutkan keinginannya seoerti apa. '' ucap hanif dan membuat tuan dan nyonya riki langsung memneritabukan keinginannya.


Hanif langsung membuat gaun nya sepaket dengan style jas pasangan gaun.


Tiga puluh menit kemudian rancangan hanif selesai dan hanif memberikannya pada koleganya dan sangat tidak di ragukan, disain rancangan hanif sangat bagus dan langsung di sukai


Hanif merasa senang karena semua kolega yang mempercayai gaun rancangannya sangat menyukai hasilnya.


Hanif meminta olive melanjutkan semuanya dan hanif kembali ke ruang kerjanya.


Hanif membuka handphone nya dan ada panggilan tak terjawab dari nomer tak di kenal.


Hanif melacaknya dan ini nomer panggilan luar negeri.


''Apa ini mas danil yang menelphone yah. '' ucap hanif sambil duduk dan menatap layar handphone nya.



Hanif merasa ada yang hilang dalam hidupnya dan ternyata suami nya yang tidak ada, biasanya danil selalu perhatian dan menanyakan hanif setiap dia ga sibuk, namun sekarang sudah satu minggu, senyuman danil, suara lembut danil sudah tidak bisa di lihat dan di dengar oleh hanif.


''Apa ini yang namanya RINDU, sakit sekali ternyata. '' ucap hanif sambil menatap jalanan di luar jendelanya.


.


.


.



.


.


.............

__ADS_1


__ADS_2