
Hanif saat ini sudah sampai di hotel aquila, semua karyawan menunduk saat hanif masuk ke lobi utama, karena mereka tahu kalau wanita bercadar yang ada dihadapannya adalah pemilik hotel.
''Mari nona langsung ke ballroom nya. '' ucap dimas menunjuk arahan menuju tempat meering.
''Terimakasih mas dimas. '' ucap hanif.
Hanif duduk dan segera membuka leptopnya dan juga berkas berkas yang akan di bahas nantinya.
''Mas dimas, kenapa mesti di ballroom hotel sih, ini kan anggarannya ga kecil loh. '' ucap hanif.
''Maaf nona, saya memilih hotel aquila itu karena sekalian kita ada meeting disini nona. '' ucap dimas.
''Oh gitu yah. '' ucap hanif menghela nafas.
''Yaudah mas dimas lanjutkan pekerjaannya, saya akan mengecek file nya. '' ucap hanif dan dimas pun segera mengerjakan tugasnya.
Tepat pukul sembilan lewat empat puluh lima menit, semua relasi yang mendukung hanif, termasuk pihak keamanan pun hadir di ballrom hotel aquila.
Meeting di mulai untuk lusa pembukaan pertamanya, dan sesuai dengan dugaan, komplek elit yang hanif bangun sangat laku di pasaran karena disain rumah yang elegan, dan hanif juga memberikan diskon dan sebagainya.
Soal keamanan pun di nomer satukan oleh hanif, di jaga ketat duapuluh empat jam, dan setiap sudut ada pos keamanan, makanya setiap konsumen membeli komplek pun begitu antusias, dan hampir semua unit habis.
Dan hanif pun memilih satu unit untuknya, karena hanif di setiap usaha perumahan, hotel, apartments termasuk butiknya, selalu menyisihkan satu unit untuknya pribadi, agar kalau tiba tiba ada meeting dia tidak kesusahan untuk tempat istirahat, hanif tidak seperti wanita umumnya, dia lebih tertutup.
dua jam kemudian meeting selesai dan langsung merangkap makan siang karena sudah pas dengan waktu makan siang.
''Mas dimas, saya mau ke kamar milik saya, kamu lanjutkan yah menjamu semuanya. '' ucap hanif dan dimas hanya mengangguk.
Hanif keluar ballroom menuju kamar hotel miliknya tepat berada di lantai delapan dan kamar nomer delapan, kamar itu di khususkan untuk hanif dan tidak di peruntukan bagi konsumen,karyawan yang membersihkannya pun khusus wanita, karena hanif menjaga pripasi.
''Selamat siang nona. '' ucap setiap karyawan yang berpapasan dengan hanif.
''Siang nona. '' ucap manager hotel aquila.
''Siang juga mas david. '' ucap hanif.
David adalah adik kandung dimas yang di percayakan senagai manager hotel aquila, bagi hanif david dan dimas sama sama pekerja keras dan menghargai semua permintaan hanif.
''Apa nona sudah di beritahu oleh tuan dimas, kalau nanti sekitar jam tiga sore akan ada meeting di hotel ini?? '' ucap david.
''Sudah, makanya saya mau ke kamar saya dulu, mau istirahat, nanti saya menuju ruang meeting tiga puluh menit sebelum mulai. '' ucap hanif.
''Baik nona. '' ucap david.
Hanif melangkah menuju lift untuk naik ke lantai atas, dimana kamar khususnya berada.
Tanpa di sangka, hanif berpapasan dengan riko yang sedang menggandeng hera.
Hanif terus menatap hera, sedangkan riko dan hera sama sama diam.
Hanif tidak perduli, dia memilih melangkah keluar dari lift menuju kamar nya.
''kaka... '' teriak hera sambil memanggil hanif dan mengejarnya.
Tepat di kamar nomer delapan hanif masuk dan hera pun ikut masuk.
''Kaka maafkan aku udah bohong sama kaka, aku pergi sama riko bukan sama desi. '' ucap hera.
__ADS_1
''Kaka udah tahu, aksel memberitahukannya, ngapain kamu masih bertemu laki laki itu, kalau dia laki laki benar, harusnya dia menikahi kamu, villa mana yang akan menjadi ajang pesta **** kalian. '' ucap hanif.
''Gak kaka, aku tadi memang di ajak ke villa tapi aku menolak, ahirnya riko membawa aku ke hotel ini, ini hotel bintang lima, keamanan dan privasinya sangat di jaga, makanya riko bawa aku kesini kaka. '' ucap hera.
''Kaka ga perduli, semua terserah kamu hera, jangan mempermalukan kaka dan jangan bawa bawa nama kaka kalau sesuatu terjadi dengan kamu, pantas ajah ayah murka dan mengusir kamu dan kaka jadi orang paling bodoh yang mengulurkan tangan untuk membantu kamu, melindungi kamu, apa ini balasan dari kamu. '' ucap hanif kesal.
''Ya allah, ampuni dosa ku, ampuni kemarahanku. '' ucap hanif sambil mengelus dadanya yang sesak.
''Kaka aku mohon maafkan aku kak, aku janji ini yang terahir berbohong, aku ga akan membantah ucapan kaka. '' ucap hera sambil duduk dan memegang lutut hanif.
''Lepas hera, kaka bukan tuhan yang harus dimintai ampunan, bangun kamu. '' ucap hanif.
''Kaka maafkan aku kak. '' ucap hera kembali.
''Kaka ingin yang terbaik untuk kamu hera, kalau dia laki laki benar dan tulus ke kamu, dia akan datang dan menikahi kamu, bukan mengajak berzina dengan kamu, itu bukan tanda laki laki yang baik hera, dia memanfaatkan tubuh kamu untuk menyalurkan nafsu nya. '' ucap hanif.
''Maafin aku kaka. '' ucap hera sambil menangis.
''Lepas, pulang sana kaka mau istirahat. '' ucap hanif langsung masuk ke kamar mandi untuk mendinginkan amarahnya.
Hera langsung keluar dari kamar hotel, dan segera keluar dari hotel, hera ketakutan karena melihat hanif pertama kali memarahinya, hera takut hanif meninggalkannya.
''Nona hera, anda sedang apa disini?? '' ucap dimas.
''Saya mau pulang kak dimas. '' ucap hera.
''Mau saya antar nona, atau mau saya minta supir hotel untuk mengantar anda pulang?? '' ucap dimas.
''Ga usah kaka, aku bisa sendiri, permisi. '' ucap hera langsung menuju pintu keluar hotel
''Dia adiknya nona hanif. '' ucap dimas dan membuat david kaget.
''Dia datang kemari dengan pria yang sudah langganan menyewa kamar di hotel ini kak, bahkan karyawan semua sudah tau. '' ucap david.
''Siapa laki laki itu?? '' ucap dimas.
''Namanya riko anggara, tuan muda kedua keluarga anggara kak. '' ucap david.
''Tiap hari riko datang dengan beda wanita dan dia memilih satu kamar khusus untuk privasi dia. '' ucap david.
''Biarkan lah, yang terpenting tidak membawa minuman dan obat terlarang, kalau dia ganti ganti cewe, itu haknya. '' ucap dimas.
''Kaka udah tau wajah nona hanif, setelah aku melihat adiknya itu, kayanya nona hanif lebih cantik deh kak. '' ucap david.
''Kamu jangan membicarakan bos kamu david, sana kerja lagi dan siapkan meeting hari ini. '' ucap dimas sambil berlalu meninggalkan david.
''Kayanya kak dimas jatuh hati sama nona hanif. '' ucap david dalam hatinya.
Saat ini hanif sedang merenungkan semua kehidupannya, cobaan terus berganti.
Handphone hanif berdering dan bunda lah yang menelphone.
''Assalamualaikum bunda.... '' ucap hanif.
''Walaikumsallam sayang. '' ucap bunda.
''Ada apa bunda telphone hanif, ayah baik baik ajah kan bunda?? '' ucap hanif.
__ADS_1
''Alhamdulilah ayah udah membaik, ayah sama bunda udah di rumah sekarang, bunda tau kamu menemani hera kan, makanya kamu ga pulang ke rumah, tapi untuk sekarang dan selanjutnya kamu harus pulang sayang, jangan biarkan ayah berfikir macam macam, cukup hera yang melakukan kesalahan. '' ucap bunda.
''Baik bunda, hanif pulang ke rumah ko, sekarang hanif ada meeting, palingan sore hanif pulangnya. '' ucap hanif.
''Iya sayang, kamu hati hati yah. '' ucap bunda.
''Assalamualaikum.... '' ucap hanif.
''Walaikumsallam... '' ucap bunda dan panggilan pun berahir.
''Udah jam dua tiga puluh, aku harus secepatnyan ke tempat meeting. '' ucap hanif sambil membasuh wajahnya dan segera memakai cadarnya lalu keluar dari kamar hotel.
Hanif menghampiri dimas dan davId yang sudah menunggunya, hanif kaget karena orang yang akan meeting dengan nya adalah fatih.
''Selamat sore tuan fatih, saya dimas asisten presdir aquila dan ini david manager aquila. '' ucap dimas.
''Selamat sore tuan dimas, dan kalau hanifan anandina dia siapa?? '' ucap fatih yang menunjuk hanif.
''Nona hanif yang akan bertanggung jawab untuk memutuskan semua permintaan yang anda ajukan. '' ucap dimas.
''saya akan menyewa seratus kamar hotel ini untuk dua hari dan menyewa ballroom nya juga, karena dua minggu yang akan datang, dan akan diadakan ulang tahun perusahaan MAHARDIKA CORP. '' ucap fatih.
''Baik kami mengerti dengan semua nya, anda jangan khawatir karena pelayanan disini berkelas internasional tuan fatih. '' ucap dimas.
''Saya tidak ingin para tamu undangan saya kecewa dengan semua pelayanan di hotel ini dan untuk kamar hotel yang saya pesan, semuanya untuk rekan bisnis yang ada di luar kota dan di luar negri. '' ucap fatih.
''Baik, anda tidak usah khwatir. '' ucap dimas.
''Saya sudah transfer setengah pembayarannya, dan akan saya bayar setelah semua selesai. '' ucap fatih.
''Baik tuan terimakasih dan tolong tanda tangan disini untuk memperkuat hukum. '' ucap dimas dan fatih menandatanganinya, lalu hanif pun saya memberikan tandatangannya.
Hanif beranjak saat fatih beranjak.
''Terimakasih sudah mempercayai dan memakai jasa dari hotel aquila untuk acara ulang tahun perusahaan anda. '' ucap hanif sopan dan fatih tersenyum.
Fatih keluar dari ruangan meeting, hanif menghampiri dimas dan david.
''Saya harap kalian berdua bisa di percaya, atur keamanan dan semuanya selama acara berlangsung, jangan membuat malu hotel aquila. '' ucap hanif.
''Baik nona. '' ucap kompak david dan dimas.
''Semua atur sama kalian yah, saya harus segera pulang karena ayah saya sudah di rumah, saya percayakan semua pada kalian, selamat sore. '' ucap hanif dan segera meninggalkan ruangan meeting menuju lobi hotel.
''Dimas memang hebat, semua sudah di atur, mobil kesayangku udah di depan mata. '' ucap hanif bangga pada asistennya.
''Maaf nona, ini kunci mobilnya yang pak dimas titip. '' ucap resepsionis.
''Makasih. '' ucap hanif mengambil kunci dan segera masuk ke dalam mobil untuk segera munuju rumahnya..
.
.
.
.............
__ADS_1