
Dikediaman hanif saat ini ramai, karena ayah dan bunda hanif datang membawa makanan kesukaan hanif.
Ayah dan bunda yang belum tau kehamilan hanif langsung kaget saat ibu rosa memberitahukannya.
''Kalian ini gak anggap kita orang tua yah, tega banget kalian. '' ucap bunda saat hanif menata makanan di meja makan.
''Hanif kelupaan bunda, maaf yah. '' ucap hanif.
''Udah, sekarang kita makan dulu yah, perut ayah udah sangat ingin di isi makan. '' ucap ayah.
Semuanya pun makan dan sauqy seperti biasa ikut ramai dan makan sendiri gak mau di suapi.
Setelah makan dan berbincang sebentar, ayah dan bundanya hanif pamit.
Hanif menghampiri bundanya dan meminta bunda besok menjemput nya untuk pergi ke rumah mamah hana.
Hanif masuk kedalam rumah menghampiri ibu rosa yang sedang bermain dengan sauqy.
''Sayang, kamu besok mo ikut sama ibu ga?? '' ucap ibu rosa.
''Kemana memangnya bu??? '' ucap hanif.
''Ibu mau ke pameran batik, kalau mau ikut ayo sekalian tapi kalau gak mau juga gak apa apa. '' ucap ibu rosa.
''Besok hanif mau pergi sama bunda ke rumahnya mamah hana. '' ucap hanif dan ibu rosa langsung senyum.
''Gak apa apa kan bu, kalau hanif ga ikut sama ibu ke galeri. '' ucap hanif kembali.
''Gak apa apa sayang, kamu ke rumah mamah hana ajah yah, ibu nanti sama teman arisan perginya. '' ucap ibu rosa.
Danil datang menghampiri dengan sauqy yang menangis, sauqy langsung ke hanif dan menangis sambil memeluk hanif.
''Kenapa jagoan, jangan nangis gini dong, masa jagoan malah nangis. '' ucap hanif sambil mengelus punggung sauqy.
''Sini sama papah ajah yah, kasian dede bayinya kepencet tuh. '' ucap danil, namun sauqy malah tambah memeluk hanif.
''Sauqy kenapa mas?? '' ucap hanif.
''Jatoh sayang dari motornya tuh lututnya luka, mau di obatin tapi malah nangis. '' ucap danil.
__ADS_1
''Sayang mamah, kita obatin yah lukanya, nanti kakinya sauqy nambah sakit kalau ga di obati. '' ucap hanif dan sauqy langsung melepas pelukannya.
Sauqy belum bisa berbicara lancar karena usianya baru satu tahun dan hanya menunjuk nunjuk ajah kalau menginginkan sesuatu.
Hanif membawa sauqy ke dapur untuk membersihkan lutut sauqy yang luka.
''Kamu ikut ke rumah mamah hana gak danil?? '' ucap. ibu saat danil memakan makanan yang ada di meja.
''Danil ga ikut ibu, danil mau ke kantor banyak kerjaan, lagian hanif pergi sama bunda, sauqy dan pasti rina akan ikut juga. '' ucap danil dan ibu mengangguk.
Hanif menghampiri ke sofa dan mendudukan sauqy, hanif lanhsung mengobati lutut sauqy yang lecet, sauqy gak menangis malahan dia mainin kotak P3k nya.
''Masih sakit gak sayangnya omah?? '' ucap ibu rosa dan sauqy menggeleng.
''Mammaaah....'' ucap sauqy saat hanif menyimpan kotak obatnya dan menangis lagi.
''Kamu itu rewel ajah siih, sauqy kenapa sayang, ada yang sakit?? '' ucap hanif yang heran melihat sauqy tak biasanya rewel.
Sauqy menggeleng dan dia menunjuk pintu depan rumah hanif.
Hanif mengerti maunya sauqy dan hanif langsung memanggil rina dan rina langsung membawa sauqy keluar rumah.
''Sauqy punya insting kuat, mau punya adik lagi, makanya rewel sekali. '' ucap ibu rossa.
''Itu karena mas danil nya gak ngerti maunya sauqy, jadinya kan gitu tuh, sauqy rewel dan gak tenang. '' ucap hanif dan danil hanga senyum.
Malam hari menjelang.....
Setelah sholat isya berjamaah, hanif langsung menyiapkan makan malam untuk keluarganya, sauqy seperti biasa makan sendiri dengan tangannya dan hanif selalu membiarkan sauqy dan membebaskan sauqy.
Semua nya makan dengan keheningan karena sauqy asik dengan suapannya, sedangkan danil hanya senyum melihat jagoannya yang semakin aktif dan pintar.
Di kediaman tante widia....
Saat tante widia sedang menunggu pita, om amir tanpa mengabari terlebih dahulu, tiba tiba pulang dan membuat kaget tente widia.
''Loh, ko papah pulang kaya gak senang gitu?? '' ucap om amir.
''Senang banget dan mamah kaget loh, ko papah ga ngabarin kalau mau pulang hari ini. '' ucap tante widia.
__ADS_1
''Sengaja papah ga ngabarin, mana pita mamah??, biasanya kalau papah nya pulang pasti menyambut, ini ko sepi?? '' ucap om amir dan membuat tante widia kebingungan harus menjawab apa.
''Jangan bilang pita gak ada di rumah?? '' ucap om amir dan tante widia terdiam dan menunduk.
Om amir langsung masuk dan menuju kamarnya, om amir langsung membersihkan tubuhnya dan setelahnya langsung menghampiri tante widia yang sedang menyiapkan makanan di meja makan.
''Kemal belum pulang juga?? '' ucap om amir.
''Belum papah, kemal kan pergi ke semarang dan dua hari lagi baru pulang. '' ucap tante widia dan om amir hanya mengangguk anggukan kepalanya.
Om amir langsung makan karena perutnya sangat lapar ingin di isi, setelah makan selesai, om amir langsung duduk di ruang tengah dan tangannya sibuk memainkan handphone nya.
Tante widia menghampiri dan memberikan teh hangat, tante widia ikut duduk di samping suaminya.
''Mamah jujur apa papah sendiri yang ungkap. '' ucap om amir dan tante widia hanya diam.
''Oke, kalau mamah ga mau jujur, biar papah yang akan membicarakan semuanya. '' ucap kembali om amir karena istrinya hanya diam.
''Kelakuan anak itu sangat memalukan, kamu tau mamah, di depan mata kepala papah sendiri, anak itu mengejar laki laki dan semua kolega papah kenal dengan pita, mereka otomatis menanyakan nya pada papah, anak itu di biarkan malah menjadi dan yang bikin papah kesal itu, laki laki yang pita kejar, dia alatif mahardika, mantan suaminya hanif istri kaka sepupunya sendiri, papah sangat malu tadi dan si alatif sedang dengan wanita saat pita mengejarnya. '' ucap om amir dan membuat tante widia terdiam.
''Maafkan mamah, mamah ga bisa jaga pita, mamah ga bisa mengendalikan pita, sampai pita bisa dengan laki laki itu. '' ucap tante widia.
''Anak itu belum sadar kalau tadi perbuatannya di ketahui papah, makanya dia tenang kayanya. '' ucap om amir kesal.
Saat ini pita sedang di hotel dengan alatif, alatif dengan terpaksa membawa pita ke hotel, karena pita terus mengikutinya, setelah melakukannya dengan pita dan pita seperti biasa langsung kelelahan dan setengah pingsan, alatif langsung bersiap untuk pulang, alatif sengaja tidak memakai pengaman untuk membuat pita jera dan tidak mengejarnya lagi.
''Welcome penderitaan, aku ga terima kamu menghina hanif, tak akan ada wanita yang sebaik dan sesuci hanif di dunia ini, enak sekali kamu bicara. '' ucap latif kesal.
Latif meninggalkan pita dan segera pulang menuju rumahnya, karena sudah tiga hari latif ke bogor untuk acara bisnisnya dan sialnya pita malah mengikutinya dan mengganngu kesenangannya.
Pita menghina hanif saat dia melihat foto hanif tersenyum di dalam dompet alatif dan dengan seenaknya pita menghina hanif dan pita tidak tau kalau hanif adalah mantan istri latif dan latif sangat mencintainya, latif langsung murka dan langsung memberikan pelajaran pada pita, dengan membuatnya kelelahan dan dengan sengaja tidak memakai pengaman.
''Kamu akan tau bagaimana dihina dan di caci oleh orang lain, aku ga nerima kalau kamu hanif di jelekkan seperti itu dan di hina. '' ucap latif sambil memandang foto hanif.
.
.
__ADS_1
.
..........