Gadis Bercadar Jodohku

Gadis Bercadar Jodohku
Eps 31


__ADS_3


Bunda dan mamah mertua nya hanif telah meninggalkan kediaman rumah hanif, alatif masuk ke ruang kerja nya hanif kembali ke kamar untuk merapihkan barang yang dia bawa dari rumahnya.


Setelah selesai hanif membuka leptop nya dan mengirim sebuah email untuk dimas dan memberitahukan kalau hari ini dia gak bisa datang.


Hanif menyimpan leptop nya dan segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya karena begitu gak nyaman.


Hanif memakai pakaian santai, kaos lengan pendek dan celana rumahan panjang, hanif hanya diam di dalam kamar makanya dia berani berpakain seksi menurut versi hanif.


''Masa aku harus bertanya sama mas alatif, kan gak mungkin banget deh. '' ucap hanif.


Handphone hanif berdering dan olive lah yang menelphone.


''Selamat sore nona, maaf saya mengganggu. '' ucap olive setelah telphone nya di angkat oleh hanif.


''Selamat sore juga olive, ada apa yah. '' ucap hanif.


''Nona, gaun yang nona dina pesan semua nya sudah selesai, beserta toxedo pria nya, terus nona dina mau mengambil hari ini, tapi saya ga berani memberikannya karena anda belum menandatangani nya. '' ucap olive.


''Dina sudah tau kalau pesanan nya sudah selesai?? '' ucap hanif.


''Tau nona, karena pegawai galeri memberitahukannya, jadi gimana nona?? '' ucap olive.


''Bilang ajah ke dina, besok ajah ambil saat saya ada di butik, jangan berikan gaunnya. '' ucap hanif.


''Baik nona saya akan aman kan semuanya, terimakasih nona. '' ucap olive.


''Oke olive. '' ucap hanif sambil menyimpan handphone nya di samping ranjang nya.


Hanif kaget saat melihat alatif sudah ada di belakangnya sedang menatap sambil tersenyum.


''Kamu mungil dan cantik gini memakai, kaos polos dan celana rumahan gini. '' ucap latif mendekat menghampiri hanif.


''Kan hanif ga akan keluar kamar mas, makanya hanif memakai pakaian seksi begini. '' ucap hanif malu.


''No sayang, ini bukan seksi lah, kalau kamu pakai bikini baru seksi. '' ucap alatif.


''Mas latif jangan bilang gitu. '' ucap hanif.


''Mas mau sholat ashar dulu yah, dengar ucapan mas, kalau kamu mau keluar kamar silahkan ajah, karena disini semua pekerja nya wanita, jadi aman loh, mas sengaja memperkerjakan wanita agar kamu bebas di dalam rumah. '' ucap latif.


''Kalau keluar kamar tanpa hijab dan pakaian begini, maaf hanif ga bisa, karena belum terbiasa. '' ucap hanif.


''Iya sayang, mas ngerti ko. '' ucap latif sambil masuk kedalam kamar mandi untuk berwudhu.


Hanif menyiapkan sarung dan peci untuk latif, sedangkan sejadahnya belum, karena hanif kurang tau arah kiblat di rumah nya saat ini.


Latif keluar kamar mandi dan memakai sarung nya lalu memakai peci.

__ADS_1


''Kamu ga tau arah kiblatnya yah, kesana sayang arahnya. '' ucap latif menunjuk ke arah pintu lemari di kamarnya.


Latif langsung melaksanakan sholat ashar, sedangkan hanif duduk di sofa di dalam kamarnya sambil membuka leptop untuk mendisain pakaian dan gaun untuk stok di galeri nya.


Latif selesai dengan sholatnya dan duduk di samping hanif yang sedang sibuk dengan kertas dan pensilnya.


''Kamu ternyata memang jago mendisain pakaian yah, patut di acungi jempol deh hasilnya. '' ucap latif melihat satu sketsa disain hanif.


''Biasa ajah mas, semua orang juga bisa melakukannya loh. '' ucap hanif.


''Sayang dengerin yang mas ucapkan. '' ucap latif serius.


''Mau bicara apa mas, silahkan ajah. '' ucap hanif.


''Kalau di dalam kamar gini, biasakan pakai pakaian biasa dan seksi yah jangn pakai hijab, mas suka dengan kamu seperti ini, cantiik pake banget loh, tapi kalau keluar rumah kamu harus menutup semuanya yah, mas gak rela kecantikan kamu terlihat oleh orang lain. '' ucap latif.


''Tanpa di minta juga, hanif akan di cadar kalau keluar rumah mas dan kalau keluar kamar, hanif akan berhijab dan memakai gamis rumahan biasa. '' ucap hanif.


''Iya sayang harus gitu yah. '' ucap latif.


Hanif fokus kembali ke kertas dan pensil di hadapannya, hanif membuat tiga pakaian dan dua gaun.


''Mas boleh berbicara sesuatu?? '' ucap latif.


''Silahkan mas, ga ada yang larang juga kan. '' ucap hanif.


''Apa benar lokasi yang sekarang sedang di bangun perumahan real estate, itu semua punya kamu dan bekerja sama dengan tuan amir?? '' ucap latif.


''Boleh mas mengakui sesuatu, janji jangan marah yah sama mas. '' ucap latif dan membuat hanif tersenyum.


''Aku udah tau mas semuanya, kamu jahat yah merebut paksa lahannya, padahalkan tanah itu sudah bersertifikat dan semua atas nama aku, tapi mas tega yah membuat semua jadi sulit loh. '' ucap hanif dan membuat latif kaget.


''Kamu sudah mengetahui semuanya, siapa yang bilang sama kamu?? '' ucap alatif.


''Aku tau sendiri mas, mas jangan julid gitu yah, semua itu udah aku dapatkan dengan susah payah loh, aku sampai kesana kemarin mengurusi sengketa nya. '' ucap hanif.


''Maaf kan mas yah, mas kesal soalnya, mas kan mengajukan kerja sama, tapi di tolak habis sama asisten kamu yang bernama dimas, makanya mas melakukan cara yang lain. '' ucap latif.


''Itu semua keinginan tuan amir mas, dia gak mau terlalu banyak investasi orang lain, cukup hanif dan tuan amir sajah. '' ucap hanif.


''Iya mas ngerti ko. '' ucap latif.


''Nanti hanif akan membangun lagi apartments loh, nanti hanif akan meminta dimas meminta kerjasama dengan perusahaan kamu. '' ucap hanif.


''Mas aneh sama kamu, emangnya kamu punya bisnis apa ajah selain butik, toko pakaian, dan perumahan. '' ucap latif.


''Ga ada cuma itu ajah. '' ucap hanif dan membuat latif ga percaya.


''Bobi bilang setelah semua sertifikat dapat tapi beberapa menit kemudian ada yang mendelet nya dan menutup semua celahnya dan ga bisa di buka oleh hecker lagi, apa itu kerjaan kamu?? '' ucap latif.

__ADS_1


''Iya mas, aku gak rela loh, para pekerja proyek sudah lembur demi rampung semua bangunannya, tapi kamu dengan seenaknya mengambil alih dengan cara kotor, ingat satu hal mas, ALLOH ga akan diam kalau seseorang berbuat jahat dan licik. '' ucap hanif.


''Iya mas minta maaf kan khilaf soalnya, saking sakit hatinya tau, mas kaget ternyata kamu dan tuan amir yang memiliki properti itu. '' ucap latif.


''Tuan amir kesal mas, dia ga dapatkan unit di komplek perumahan sebelumnya, makanya dia membangun lagi dan meminta satu unit untuk dia tempati. '' Ucap hanif.


''Kamu memang hebat dalam berbisnis, terus kamu juga hebat karena, membuat saya bertekuk lutut di hadapan kamu, mengemis cinta dari kamu, dan sangat takut kehilangan kamu. '' ucap latif.


''Jujur banget mas. '' ucap hanif tersenyum.


''Kamu jangan pernah menutupi semua dari saya, kamu harus jujur dengan semua yang kamu miliki, saya gak mau sampai orang lain yang memberitahukan pada saya dan bukan dari kamu. '' ucap latif.


''Iya mas. '' ucap hanif sambil melanjutkan kembali kerjaannya.


Latif mengeluarkan dompetnya dan memberi tiga kartu pada hanif.


''Pakai kartu ini untuk semua kebutuhan kamu, jangan pakai uang kamu, ingat itu yah. '' ucap latif memberikan kartunya pada hanif.


''Simpan ajah sama mas, hanif belum membutuhkannya soalnya mas, lagian hanif juga udah punya semuanya mas. '' ucap hanif dan membuat latif kesal.


''Kalau kamu menolak, saya akan membuat kamu gak bisa keluar rumah untuk selamanya. '' ucap latif mengancam.


''Mas ko jadi gitu sih, jangan dong mas. '' ucap hanif memohon.


''Makanya terima kartunya dan gunakan, minimal sepuluh kali pemakaian dalam seminggu. '' Ucap latif.


''Mas ini aneh, mas silahkan tanya ke ayah sama bunda, aku bukan wanita pemborosan, aku lebih memilih menabung dari pada hura hura, jangan gitu dong mas, itu namaya menyiksa aku. '' ucap hanif.


''Di saat wanita lain tidak menolak dengan pasilitas kartu di tangannya untuk belanja dan hura hura tapu kenapa kamu malah marah di suruh menghabiskan uang. '' ucap alatif.


''Karena aku di didik oleh ayah dengan kesederhanaan, bukan hera yang selalu menghamburkan uang dengan tagihan kartu yang over lud. '' ucap hanif.


''Pokonya terima kartunya dan pakai untuk keperluan kamu yah, berapa perbulan kamu habiskan keperluan kamu?? '' ucap latif.


''Palingan aku hanya dua juta mas perbulan, karena penggajian karyawan sudah ada yang atur. '' ucap hanif.


''Kamu itu kikir banget sih. '' ucap latif.


''Bukan kikir, karena ayah dan bunda sudah menyiapkan semua keperluan aku mas, itu juga uang buat sumbangan ajah segitu, aku jarang menggesek kartu, karena selalu membawa uang cash di tas. '' ucap. hanif dan membuat latif geleng geleng tak percaya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2